Paket Pembinaan Keluarga dalam rangka Hari Keluarga GPM ke-5, tgl. 30 Agutus 2020 & HUT ke-85 GPM Tahun 2020, tgl. 6 September 2020

jemaatgpmsilo.org

KATA PENGANTAR

Atas perkenaan Tuhan Yesus Kepala Gereja, maka Gereja Protestan Maluku akan merayakan Ulang Tahun yang ke-85, di tanggal 06 September 2020, dengan Tema: “Menjadi Gereja Yang Menghamba Kepada Allah”. Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun GPM ini, akan dilaksanakan Pekan Bina Keluarga yang berlangsung dari tanggal 30 Agustus – 06 September 2020, bertepatan dengan hari Keluarga GPM yang di tahun 2020 dipayungi Tema “Keluarga Kristen Sebagai Gereja” (Mazmur 78 : 1 – 11), dan pencanangan Pekan Bina Keluarga ini akan berlangsung dalam Ibadah Minggu tanggal 30 Agustus 2020.

Keluarga Kristen adalah persekutuan yang paling kecil dari orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, dibangun diatas dasar Kasih Kristus, persekutuan yang bersifat dinamis, tempat saling berbagi rasa, saling memperhatikan, saling melayani, saling menyayangi, saling membantu, untuk bertumbuh didalam iman dan kasih. Keluarga Kristen merupakan basis pewarisan nilai-nilai kehidupan, dimana pengajaran iman kristiani berlangsung. Keluarga Kristen sebagai Gereja, adalah gambaran keluarga sebagai persekutuan Tubuh Kristus, dimana setiap anggotanya dipanggil dan diutus untuk menyatakan Kasih Kristus dalam hidupnya setiap hari.

Gereja Protestan Maluku memberi perhatian yang besar bagi pembinaan Keluarga Kristen, sebagai basis Pembinaan Umat, oleh sebab itu Pembinaan Keluarga selalu mendapat perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan pelayanan. Diharapkan pelaksanaan Pekan Bina Keluarga ini akan berlangsung ditiap keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas seluruh anggota keluarga menghadapi berbagai tantangan zaman. Untuk itu kami telah mempersiapkan Materi Pekan Bina Keluarga, dengan menawarkan berbagai aktifitas harian keluarga yang dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga, sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemic Covid-19 ini.

Materi Pekan Bina Keluarga ini diinspirasi dari tema tahunan, bulan dan mingguan dan juga Tema HUT GPM dan khusus untuk Pekan Bina Keluarga, telah dirumuskan tema harian sesuai dengan Pembacaan Alkitab pada Kalender Bacaan GPM tahun 2020, yaitu :

Hari    I, 30 Agustus 2020         : “Keluarga Pewaris Nilai Kehidupan” (Mazmur 78 : 1 – 11)

Hari   II, 31 Agustus 2020         : “Menjadi Keluarga Yang Taat“ (Keluaran 20 : 1 – 17)

Hari  III, 01 September 2020      : “Menjadi Keluarga yang Saling Setia“ (Pengkhotbah 9 : 8 – 10)

Hari  IV, 02 September 2020     : “Keluarga Yang Berbagi Peran Dengan Adil” (Amsal 31 : 10 – 31)

Hari   V, 03 September 2020     : “Keluarga Yang Saling Menghormati” (Markus 7 : 9 – 13)

Hari  VI, 04 September 2020     : “Tuhan Allah Menyediakan Berkat Bagi Keluarga“ (Yohanes 2 : 1 – 11)

Hari VII, 05 September 2020     : “Menjadi Keluarga Yang Bersyukur“ (1 Tawarikh 17 : 23 – 27)

HUT GPM, 06 September 2020 : “Keluarga Kristen Sebagai Gereja Yang Menghamba Kepada Allah” (1 Petrus 5 : 1 – 11)

            Dalam Materi Pekan Bina Keluarga ini kami menawarkan berbagai “Aktifitas Keluarga” yang dapat dikreasikan sesuai kebutuhan keluarga dan diharapkan akan terus menjadi tradisi yang dihidupkan oleh keluarga-keluarga kristen. Kami juga melampirkan Tata Ibadah HUT Gereja Protestan Maluku ke – 85,  yang dapat digunakan oleh Keluarga maupun Jemaat, dan disesuaikan dengan kondisi setempat, teristimewa di masa pandemic Covid-19, sambil tetap memperhatikan Protap Kesehatan dari Pemerintah.

Dirgahayu Gereja Protestan Maluku…!!!

Lembaga Pembinaan Jemaat GPM

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

Untuk memperlancar pelaksanaan Pekan Bina Keluarga, mohon memperhatikan beberapa petunjuk teknis antara lain :

  1. Ciptakan suasana rumah yang nyaman dan berpihak pada lingkungan yang bersih dan sehat, sesuai Protap Kesehatan dari Pemerintah.
  2. Siapkan ruang ibadah (ruang tamu/ruang keluarga) yang ditata bernuansa etnik atau dapat disesuaikan dengan konteks kehidupan keluarga/jemaat setempat dan memberi suasana keakraban, penuh kasih sayang dan sukacita.
  3. Di atas meja persembahan (meja yang sudah dikhususkan untuk Ibadah Rumah) diletakkan 1 buah Salib, 1 buah Lilin dan Piring Nazar (untuk meletakkan persembahan sebelum Ibadah berlangsung atau dapat disesuaikan dengan petunjuk Ibadah)
  4. Pencanangan Pekan Bina Keluarga akan berlangsung dalam Ibadah Minggu, tanggal 30 Agustus 2020, dan disesuaikan dengan pelayanan Ibadah yang diatur di jemaat – jemaat.
  5. Untuk pelaksanaan Pekan Bina Keluarga, semua aktifitas keluarga dan ibadah harian, hanya berlangsung di tiap keluarga, tanpa dipandu oleh Majelis Jemaat lewat Toa maupun Live streaming. Ibadah dipimpin oleh Ayah, Ibu, Anak atau anggota keluarga lain (dapat juga dibagi peran liturgi) dan waktunya disesuaikan dengan Ibadah Unit dan Wadah Pelayanan. Kecuali Ibadah Minggu, Ibadah Akhir Bulan dan Ibadah Syukur HUT GPM akan diatur oleh Majelis Jemaat disesuaikan dengan Protokol Kesehatan Pemerintah setempat.
  6. Semua aktifitas yang ditawarkan dalam Paket Bina Keluarga ini, dapat dikembangkan sesuai kreatifitas keluarga masing-masing, teristimewa mengembangkan kreatifitas anak-anak.
  7. Bagi keluarga yang memiliki peralatan musik (gitar, keyboard, suling bambu, dan lain sebagainya), dapat digunakan untuk mengiring puji-pujian dalam Ibadah keluarga atau persembahan lagu dari anggota keluarga (VG, Trio, Solo)
  8. Hal lain dapat diatur oleh Majelis Jemaat.

Lembaga Pembinaan Jemaat GPM

PEKAN PEMBINAAN KELUARGA GPM

Minggu, 30 Agustus 2020

Tema Hari Keluarga GPM: “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”

Tema Harian: “Keluarga  Pewaris  Nilai  Kehidupan” (Mazmur 78 : 1 – 11)

AKTIVITAS HARIAN

  1. Pagi
  2. Setiap anggota keluarga sudah bangun pagi sejak jam 05.00 atau jam 06.00 WIT, masing-masing berdoa syukur, dilanjutkan dengan aktivitas secara bersama: siapkan sarapan pagi, membersihkan rumah dan halaman, dan lainnya (dibuat pembagian tugas secara merata, mama, papa, anak perempuan dan anak laki-laki).
  3. Sarapan Pagi bersama di Meja Makan diawali dengan Doa Pagi yang dipimpin oleh Papa/Mama
  4. Persiapkan diri untuk Ibadah Minggu (Ibadah Minggu berlangsung di Rumah, kecuali ada petunjuk lain sesuai protap Covid-19)
  5. Kalau dapat, sejak subuh diperdengarkan Instrumen lagu – lagu rohani (Lagu Penyembahan) yang tenang dan tidak mengganggu tetangga lain.
  1. Siang/sore
  2. Setelah Ibadah Minggu, dapat dilanjutkan dengan aktifitas kebersamaan, termasuk menyiapkan makan siang
  3. Aktifitas Sekolah Minggu bagi anak-anak
  4. Makan Siang bersama di Meja Makan
  5. Istirahat (bagi anggota keluarga yang ingin berolahraga, nonton TV, diskusi atau aktifitas lain dapat disesuaikan)
  6. Snack sore bersama dengan menggunakan pangan lokal
  1. c.     Malam
  2. Menikmati Makan Malam bersama di Meja Makan sebelum Ibadah malam
  3. Panduan Ibadah Malam :

o Setelah makan malam, semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga (ruang yang dikhususkan untuk Ibadah Keluarga).

o Menyanyi bersama : Kidung Jemaat 326 : 1  “Pujian Malam Ku Nyanyikan”

o Doa dan Baca Alkitab : Mazmur 78 : 1 – 11 (oleh seorang anak)

o Sharing Keluarga:

  • Masing-masing orang (dimulai dari orang tua) menceriterakan pengalamannya ketika menghadapi kesulitan (keluarga/RT, sekolah, kantor dan tempat aktifitas lain) dan bagaimana Tuhan Yesus memberi pertolongan). Orang tua akan mengakhiri dengan pesan singkat untuk mengajak semua anggota keluarga, agar percaya dan berharap pada Yesus serta merawat keutuhan persekutuan keluarga.
  • Menyanyi bersama : Kidung Jemaat No. 351 : 1, 2  “Bila Yesus Berada Di Tengah Keluarga”
  • Doa Syukur dan Berkat: oleh Mama

Selamat Beraktifitas

TATA IBADAH MINGGU

 30 Agustus 2020

Warna Liturgis Hijau

PERSIAPAN:

  • Ibadah ditandai dengan Lonceng gereja (Lonceng 1, 2 dan 3 dari Gedung Gereja) dan dipimpin oleh Ayah, Ibu, Anak atau anggota keluarga lain dan dapat dibagi peran liturgi.

A. MENGHADAP TUHAN

Lonceng 3x dari gedung gereja, tanda ibadah dimulai, semua anggota keluarga berdiri dan melagukan         KJ. No. 2 : 1, 4 “Suci, Suci, Suci”

 Suci, suci, suci Tuhan Maha Kuasa Dikau kami puji di pagi yang teduh

 Suci,suci, suci, murah dan perkasa Allah Tritunggal agung nama-Mu

Suci, suci, suci Tuhan Maha Kuasa, patut Kau dipuji seluruh karya-Mu

Suci, suci, suci, murah dan perkasa Allah Tritunggal agung nama-Mu

Votum dan Salam:

P (ayah):           Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi, yang

menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, serta menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya. Damai sejahtera Allah menyertai  keluarga kita!!

J.          :           Damai Sejahtera-Nya menyertaimu juga!

  (duduk spontan)

P.         Kita percaya bahwa hingga detik ini, kita dipelihara oleh kekuatan Allah  yang sempurna di dalam karya penyelamatan Yesus Kristus Tuhan kita,  marilah kita memuji dan memuliakan nama-Nya

Menyanyikan KJ. No. 19 : 1, 5 “Tuhanku Yesus”

Tuhanku Yesus, Raja alam raya Allah dan Manusia

Kau kukasihi Kau Junjunganku, bahagiaku yang baka

Apa yang indah dalam dunia ini nampak dalam diriMu

Yang Maha indah harta sorgawi hanya Engkau ya Tuhanku

  ———————– Hening ———————-

Umat Yang Mengaku dan Diampuni:

P.              :       Marilah kita berseru kepada Tuhan, memohon belas kasihan-Nya atas segala dosa kita:

“Ya Yesus Tuhan kami, Kasihanilah kami orang-orang berdosa ini sebab terhadap Engkaulah kami telah berbuat dosa!”

Ibu.            :       Ampunilah kami karena kelemahan kami sebagai orang tua belum mampu mewujudkan kebahagiaan dalam keluarga kami..

Srng Ank.  :       Ampunilah kami Tuhan, karena kehendak,  keinginan, bahkan kebutuhan(ku)  kami turut menyusahkan orang tua untuk berusaha memenuhinya.. ampunilah dosa-dosa(ku) kami Ya Tuhan !!! 

Semua.     :       Kami mohon pada-Mu Tuhan, Kasihanilah kami orang berdosa ini!!

P.           :          Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan.  Bagi siapa yang sungguh–sungguh mengaku dosanya di hadapan Tuhan, percayalah bahwa  Ia setia dalam kasih-Nya dan adil dalam keputusan-Nya, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Semua.  :          Amin !!!

                          Menyanyikan KJ. No. 39 “Ku Diberi Belas Kasihan”

Ku diberi belas kasihan walau tak layak hatiku; Tadi ku angkuh kini heran, Tuhan besarlah rahmat-Mu; Kidung imanku bergema; rahmat-Mu sungguh mulia; Kidung imanku bergema ;rahmat-Mu sungguh mulia

B. PELAYANAN FIRMAN TUHAN

  • Epiklese                       : (oleh seorang anak sekaligus membacakan Alkitab)
  • Pembacaan Alkitab      : MAZMUR  78 : 1 – 11
  • Refleksi Firman           : Pelayan Firman

(Untuk Ibadah Rumah, bisa manual teks atau video yang disiapkan Pendeta di Jemaat atau MPH Sinode GPM, atau sharing dalam keluarga)

  • Saat Teduh                  :  (diiringi instrumentalia rekaman audio atau live sesuai kondisi)

C. RESPONS

  • Pengakuan Iman                                  (berdiri)

             P.  : Marilah kita mengucapkan pengakuan Iman Rasuli bersama-sama: “Aku percaya……..”

  • Akta Pencanangan Pekan Bina Keluarga GPM :

P  : Pada hari ini Minggu, 30 Agustus 2020, Pencanangan Pekan Bina Keluarga menyongsong Perayaan Hari Ulang Tahun ke-85 Gereja Protestan Maluku, dilaksanakan dalam nama Allah: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Tuhan memberkati Gereja Protestan Maluku Menjadi Gereja Yang Menghamba Kepa Allah. Syalom!

—- dilanjutkan dengan akta pencanangan (Penyalaan Lilin atau dapat dikreasikan) —-

                                                      (duduk)

  • Doa Syafaat:  Oleh pemimpin ibadah, atau bisa juga doa berantai dengan pokok-pokok doa sbb:

–   Mendoakan kehidupan keluarga agar tetap dilindungi Tuhan

–   Mendoakan kehidupan orang-orang yang menderita khususnya mereka yang terkena wabah corona

–   Mendoakan pemerintah untuk mampu mengatasi keadaan akibat dampak wabah penyakit

–   Mendoakan para dokter, para medis, dan relawan yang bekerja dengan resiko tinggi tertular

–   Mendoakan natsar keluarga

–   Mendoakan proses Pembinaan Keluarga GPM, agar semakin memperkuat basis kehidupan keluarga Kristen

(diakhiri dengan Doa Bapa Kami secara bersama)

D. PENGUTUSAN DAN JANJI PENYERTAAN:                                                                  (Berdiri Spontan)

     P.    Tugas menjadi saksi Kristus adalah tugas kita bersama untuk hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Berjalanlah dengan Yesus Juru selamat kita karena di dalam Dia ada Keselamatan yang kekal:

Nyanyian Pengutusan: KJ. No. 370 ”Ku Mau Berjalan dengan Juru S’lamatKu”

Ku mau berjalan dengan Juru Slamatku di lembahberbunga dan berair sejuk; Ya kemana juga aku mau mengikut-Nya sampai aku tiba di negeri baka; Refrein:             Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan mengikut-Nya; Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; Ya ke mana juga ku mengikut-Nya

Berkat:

P.         Terimalah kekuatan dari berkat penyertaan Tuhan:

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua hari ini sampai selama-lamanya. Amin! 

J.           (melagukan) Amin, Amin, Amin!

  ————– Duduk dan Bersaat Teduh ———–                                       

      —-==Selamat Hari Minggu==—

PEKAN PEMBINAAN KELUARGA GPM

Senin, 31 Agustus 2020

Tema Hari Keluarga GPM : “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”

Tema Harian : “Menjadi  Keluarga  Yang  Taat” (Keluaran 20 : 1 – 17)                                                                            

AKTIFITAS HARIAN

  1. a.     Pagi
  2. Setiap anggota keluarga sudah bangun pagi pada jam 05.00 WIT (dapat disesuaikan), dan masing-masing orang bersaat teduh (doa hening mensyukuri penyertaan Tuhan atas malam yang telah berlalu dan hari baru yang telah datang).
  3. Setelah doa hening, semua orang saling memberi salam satu dengan yang lain. Jika ada saudara di sebelah rumah atau tetangga-tetangga di dekat rumah, berilah salam kepada mereka (saling memberi salam dengan mengucapkan: selamat pagi, kalwedo, hotu, syalom, dll)
  4. Aktifitas pagi dapat dimulai dengan Olah Raga ringan dan dilanjutkan dengan aktivitas secara bersama: siapkan sarapan pagi, membersihkan rumah dan halaman, dan lainnya (dibuat pembagian tugas secara merata, mama, papa, anak perempuan dan anak laki-laki).
  5. Kalau dapat, sejak subuh diperdengarkan Instrumen lagu-lagu rohani (Lagu Penyembahan) yang tenang dan tidak mengganggu tetangga lain.
  6. Doa dan Makan pagi secara bersama di meja makan, sebelum semua anggota keluarga melakukan aktifitas masing-masing.
  1. b.    Siang/sore
  2. Aktifitas kerja, sekolah, dan lainnya, disesuaikan dengan protap penanganan Covid-19. Jika anak-anak masih belajar dari rumah, dampinglah mereka.
  3. Makan Siang bersama di Meja Makan (jika memungkinkan)
  4. Istirahat (bagi anggota keluarga yang ingin berolahraga, nonton TV, diskusi atau aktifitas lain dapat disesuaikan)
  5. Snack sore bersama dengan menggunakan pangan local
  1. c.     Malam
  2. Menikmati Makan Malam bersama di Meja Makan sebelum Ibadah malam
  3. Ibadah Malam (Syukur Akhir Bulan)

Selamat Beraktifitas

TATA IBADAH MALAM (Syukur Akhir Bulan)

Senin 31 Agustus 2020

MENGHADAP TUHAN

Ajakan Beribadah

P.         Tak terasa kita telah berada di akhir bulan Agustus, marilah kita mensyukuri penyertaan Tuhan bagi keluarga kita dan juga bagi kehidupan semua orang di tengah-tengah kondisi pandemik yang belum berakhir ini.

Berdiri

Menyanyikan: “Kami Naikan Syukur PadaMU”                                                

Kami naikkan syukur padaMu, Kami naikkan syukur padaMU; Syukurkan KasihMU yang mulia, Kami naikkan syukur padaMU; (diulangi dua kali)

VOTUM DAN SALAM

P.         Jadilah ibadah ini dalam nama Allah: Bapa, Putra dan Roh Kudus 

J.         Amin

P.         Syaloom saudara-saudara

J.         Syaloom saudaraku

Duduk

Indahnya Keluarga Yang Rukun

P.         Kata pemazmur, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! “ 

J.          Sungguh indah bila keluarga kami hidup dengan rukun !!!

P.         Oleh sebab itu, marilah sejenak kita mengingat apakah sampai saat ini hidup kita dalam keluarga tetap rukun-rukun saja?  bagaimana dengan teman, tetangga, saudara, sahabat yang lain; ataukah sebaliknya, sedang bertengkar dan memelihara kemarahan. Marilah kita mohon tuntunan Roh Kudus untuk menuntun kita pda jalan yang dikehendaki Tuhan melalui Firman-Nya.

PELAYANAN FIRMAN DAN RESPONS

Doa Epiklesis          :   (Oleh ibu /seorang yang dituakan)

Pembacaan Alkitab :   K ELUARAN 20 : 1 – 17

Refleksi Firman       : 

Saudara – Saudara…!

Di sebuah kelas Taman Kanak-kanak seorang guru berkata, “Anak-anak, Ibu menaruh kue dan permen ini di atas meja. Ibu ada keperluan sebentar di kantor. Nanti kalau Ibu kembali, Ibu akan bagikan semua makanan ini untuk kalian!” Tanpa sepengetahuan anak-anak, para peneliti memasang monitor CCTV yang dipakai untuk melihat apa saja yang dilakukan anak-anak itu. Begitu sang guru keluar, beberapa anak segera mengambil kue dan permen itu. Sebagian anak mulanya ragu, tetapi melihat sikap teman yang lain mereka pun ikut mengambil. Hanya sedikit anak yang taat dan tetap duduk. Dengan cermat para peneliti mencatat perilaku setiap anak. Tiga puluh tahun kemudian, mereka mengadakan penelitian ulang terhadap anak-anak tersebut. Ternyata anak-anak yang dulu taat, kini menjadi orang-orang yang berhasil. Sedangkan anak-anak yang tidak taat menjadi orang-orang yang gagal, baik dalam rumah tangga maupun karier yang mereka bangun. Dalam bacaan kita, Allah memberikan sepuluh perintah kepada Israel yang mesti ditaati. Berbeda dengan tuntutan dewa-dewi bangsa lain yang  berkisar pada pemberian kurban materiil, kesepuluh perintah Allah justru bersifat teologis dan etis. Kesepuluh perintah itu bisa digolongkan ke dalam dua bagian besar yaitu, perintah untuk mengasihi Allah dan perintah untuk mengasihi sesama. Allah hanya meminta hal sederhana dari kita yaitu ketaatan, ketika kita taat pada kehendak-Nya, itu sangat menyukakan hati-Nya. Jadikanlah keluargamu sebagai keluarga yang taat, untuk mematuhi kehendak Tuhan dengan mematuhi berbagai peraturan dan kebijakan dari para pemimpin gereja dan masyarakat. Didiklah anak-anak menjadi generasi masa depan yang taat, sebab ketaatan akan mendatangkan berkat yang tak berkeputusan. Amin.

           (Setiap orang merenungkan: “Apakah dirinya telah menjadi orang yang taat?” Tiap orang menuliskan komitmennya pada selembar kertas putih, meletakkannya pada tempat yang disediakan di Meja Persembahan)

Doa Syukur Akhir Bulan: (diakhiri Doa Bapa Kami)

  • Mensyukuri perjalanan sepenjang bulan Agustus dan mendoakan perjalanan di bulan September
  • Mendoakan komitmen tiap orang yang telah ditulis
  • Mendoakan kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat, teristimewa  menghadapi pandemi Covid-19

PENGUTUSAN DAN BERKAT

                                                                                                                                                          Berdiri

Nyanyian Pengutusan: KJ. No. 424 : 1, 2 “Yesus Menginginkan Daku”

Yesus menginginkan daku bersinar baginya; Di manapun ku berada ku menyenangkan-Nya; Refrein:            Bersinar, bersinar itulah kehendak Yesus; bersinar, bersinar aku bersinar terus

                           —bait 2 dinyanyikan oleh anak (-anak)—  

Yesus menginginkan daku menolong orang lain; manis dan sopan selalu ketika ku bermain; (ref. semua)

P.         Menjadi Saksi Kristus yang sejati haruslah didasari atas saling mengasihi. Hiduplah sebagai keluarga yang penuh dengan cinta kasih, rukun dan damai agar Tuhan akan memerintahkan berkat kehidupan ke tengah-tengah keluarga kita:

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

J.          Menyanyikan Amin, amin, amin.

— Saat Teduh —

PEKAN PEMBINAAN KELUARGA GPM

Selasa, 01 September 2020

Tema Hari Keluarga GPM: “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”

Tema Harian: “Menjadi Keluarga Yang Saling Setia” (Pengkhotbah 9 : 8 – 10)

AKTIFITAS HARIAN

  1. a.     Pagi:
  2. Setiap anggota keluarga sudah bangun pagi pada jam 05.00 WIT (dapat disesuaikan), dan masing-masing orang bersaat teduh (doa hening mensyukuri penyertaan Tuhan atas malam yang telah berlalu dan hari baru yang telah datang). Setelah doa hening, semua orang saling memberi salam satu dengan yang lain.
  3. Aktifitas pagi dapat dimulai dengan Olah Raga ringan dan dilanjutkan dengan aktivitas bersama: siapkan sarapan pagi, membersihkan rumah dan halaman, dan lainnya (dibuat pembagian tugas secara merata, mama, papa, anak perempuan dan anak laki-laki).
  4. Kalau dapat, sejak subuh diperdengarkan Instrumen lagu-lagu rohani (Lagu Penyembahan) yang tenang dan tidak mengganggu tetangga lain.
  5. Doa dan Makan pagi secara bersama di meja makan, sebelum semua anggota keluarga melakukakan aktifitas masing-masing.
  1. b.    Siang/Sore:
  2. Aktifitas kerja, sekolah, dan lainnya, disesuaikan dengan protap penanganan Covid-19. Jika anak – anak masih belajar dari rumah, dampinglah mereka.
  3. Makan Siang bersama di Meja Makan (jika memungkinkan)
  4. Istirahat (bagi anggota keluarga yang ingin berolahraga, nonton TV, diskusi atau aktifitas lain dapat disesuaikan)
  5. Snack sore bersama dengan menggunakan pangan lokal
  1. c.     Malam:
  2. Menikmati Makan Malam bersama di Meja Makan sebelum Ibadah  malam
  3. Untuk Ibadah Keluarga, dapat disiapkan satu buah Kue sederhana dari pangan lokal yang akan dinikmati bersama setelah ibadah malam

TATA IBADAH MALAM

Selasa, 01 September 2020

  1. Nyanyian awal: KJ. No. 389 : 1 –  4 “Besarlah Kasih Bapaku”
  2. Doa Pembukaan: oleh Mama
  3. Menyanyikan lagu: KJ. No. 4 : 1 “Hai Mari Sembah”
  4. Doa Pembacaan Alkitab: oleh seorang Anak
  5. Pembacaan Alkitab : PENGKHOTBAH  9 : 8 – 10 (secara berbalasan)
  6. Diskusi keluarga:
  7. Ayah atau ibu yang memandu proses diskusi membacakan kisah “Hachiko, seekor anjing setia di Jepang” (Kompas.com) :

“Tanggal 8 April oleh masyarakat Jepang, ditetapkan sebagai hari Hachiko. Hari tersebut didedikasikan untuk mengenang kesetiaan seekor anjing bernama Hachiko, yang setia menunggu tuannya setiap hari di stasiun Shibuya. Kisah Hachiko berawal sejak ia masih kecil dan diadopsi oleh Profesor Ueno, seorang ilmuwan Pertanian yang terpandang, yang megajar di Universitas Tokyo. Saat hendak berangkat kerja, setiap hari Hachiko selalu mengantar tuannya untuk naik Kereta dari Stasiun Shibuya, Tokyo. Jika hari sudah petang, ia akan berjalan menuju Stasiun Shibuya untuk menjemput Prof. Ueno di stasiun Shibuya. Selama hampir dua tahun hubungan Hachiko dan tuannya sangat dekat dan rutinitas antar jemput tuannya terus ia lakukan tanpa absen. Suatu hari di tahun 1925, Hachiko dengan setia menunggu kedatangan tuannya di stasiun Shibuya, namun tuannya, Prof. Ueno tidak pernah lagi akan turun di stasiun itu. Ternyata, saat berada di kampus, Prof. Ueno mengalami stroke dan meninggal dunia. Hachiko terus menunggu dari hari ke hari selama hampir sembilan tahun. Setiap sore, Hachiko seringkali terlihat berdiri dengan setia di depan pintu keluar stasiun Shibuya, sambil tetap berharap dapat bertemu kembali dengan tuannya. Untuk mengenang kesetiaan Hachiko, dibangunlah patung anjing Hachiko di dekat stasiun Shibuya, yang menjadi salah satu destinasi wisata di Jepang”.

  • Pemandu Diskusi memberi kesempatan kepada semua anggota keluarga untuk memberikan pendapat mereka tentang kesetiaan anjing Hachiko dengan bertanya: “Pelajaran apa yang kita dapat dari kisah ini?”
  • Setelah anggota keluarga memberi pendapat, Ayah/Ibu memberi nasehat: Ya, jika seekor anjing bisa begitu setia kepada tuannya, apalagi kita persekutuan keluarga, kita harus saling setia baik antara suami isteri, orang tua dan anak, adik dan kakak, terlebih lagi kita harus setia kepada Tuhan yang begitu mengasihi kita.
  • Seorang anggota keluarga membacakan Renungan malam:

Saudara-Saudara…!

Menjadi keluarga yang setia memang tidak mudah, sebab ada banyak tantangan dan persoalan yang bisa saja membuat ketidaksetiaan itu muncul dalam kehidupan keluarga. Membaca kitab Pengkhotbah 9:8-10, kita melihat pengalaman raja Salomo, yang hidupnya bergelimang kemewahan, baik harta benda, tetapi juga menikmati kehidupan dengan sejumlah istri dari bangsa sekitar. Hal ini tentu membuat Salomo terjebak dalam ketidaksetiaan kepada Tuhan Allah dan juga kepada seisi keluarganya. Salomo merasakan bahwa semua yang ia jalani dalam hidupnya adalah kesia-siaan, itulah yang ia katakan dalam bacaan hari ini. Disini, Salomo ingin membagi pengalamannya bahwa hidup manusia  akan lebih berarti jika dikendalikan oleh Tuhan Allah. Karena itu, dalam bacaan ini, Salomo berbicara tentang bagaimana orang dapat menikmati hidupnya dalam kesetiaan pada Tuhan Allah, yaitu hidup dalam kesucian, dengan hati yang bersih dari segala keinginan daging dan kenikmatan dunia, yang dilambangkan dengan pakaian yang selalu putih. Selain itu, kesetiaan kepada Allah juga dapat terwujud dalam hidup yang terus mengalirkan berkat untuk dinikmati oleh sesama, seperti minyak yang baik diatas kepala (ay.8). Kesetiaan kepada Allah hendaklah terlihat dalam kesetiaan untuk menjaga keutuhan rumah tangga, dengan merawat keharmonisan hidup suami-isteri sebagai anugerah Tuhan, saling setia satu dengan yang lain, saling mengampuni jika ada yang melakukan kesalahan (ay.9). Kesetiaan itu juga harus nampak dalam kehidupan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak, yang akan terwujud dalam seluruh aktifitas sehari-hari, maupun dalam melaksanakan pekerjaan yang dipercayakan oleh Tuhan kepada setiap orang, agar dapat dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Semua itu akan terwujud ketika bergantung dan berharap hanya kepada Tuhan Allah, dengan demikian, kesetiaanmu tidak akan sia-sia, dan pasti diberkati oleh Tuhan. Amin.

7. Melagukan: KJ. No. 462 : 1 – 4  “Tolong Aku Tuhan”

8.Doa Syukur dan Berkat: Oleh Mama

— Saat Teduh —

PEKAN PEMBINAAN KELUARGA GPM

Rabu, 02 September 2020

Tema Hari Keluarga GPM : “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”

Tema Harian : “Keluarga Yang Berbagi Peran Dengan Adil” (Amsal 31 : 10 – 31)                                                                     

AKTIVITAS HARIAN

  1. a.     Pagi:
  2. Menyambut hari baru, semua anggota keluarga bangun secara serentak, masing-masing orang bersaat teduh (doa hening mensyukuri penyertaan Tuhan atas malam yang telah berlalu dan hari baru yang telah datang).
  3. Setelah doa hening, semua orang saling memberi salam satu dengan yang lain. Jika ada saudara di sebelah rumah atau tetangga-tetangga di dekat rumah, berilah salam kepada mereka (saling memberi salam, dengan mengucapkan selamat pagi atau syaloom, tanpa berjabat tangan)
  4. Aktifitas pagi dapat dimulai dengan Olah Raga ringan dan dilanjutkan dengan kegiatan lain secara bersama: siapkan sarapan pagi, membersihkan rumah dan halaman, dan lainnya (semua anggota keluarga diberi tugas secara adil (mama, papa, anak perempuan dan anak laki-laki).
  5. Kalau dapat, sejak subuh diperdengarkan Instrumen lagu-lagu rohani (Lagu Penyembahan) yang tenang dan tidak mengganggu tetangga lain.
  6. Doa dan Makan pagi secara bersama di meja makan, sebelum semua anggota keluarga melakukakan aktifitas masing-masing.
  7. Jika memungkinkan, Papa/Mama dapat menyampaikan nasehat tentang “Ilmu Hidup” yang mungkin tidak didapatkan di sekolah. Juga arahan lainnya terkait penguatan spiritualitas di masa pandemi covid-19 dan memasuki masa “new normal” atau normal baru nanti.
  1. b.     Siang:
  2. Aktifitas kerja, sekolah, dan lainnya, disesuaikan dengan protap penanganan Covid-19. Jika anak-anak masih belajar dari rumah, mereka harus didampingi.
  3. Jika karena pandemic covid-19 mengharuskan sebagian besar anak-anak belajar dari rumah, mereka dapat dibimbing juga untuk belajar berbagai ketrampilan lain.
  4. Siapkan Makan Siang dengan menu pangan lokal, yang dikerjakan secara bersama, dan mengajak seluruh anggota keluarga untuk duduk di sekeliling Meja Makan.
  5. Istirahat (bagi anggota keluarga yang ingin berolahraga, nonton TV, diskusi atau aktifitas lain dapat disesuaikan)
  6. Pangan lokal juga dapat dijadikan pilihan Minum Teh Sore, sambil berbagi cerita ringan yang mengakrabkan.
  1. c.     Malam:
  2. Siapkan menu makan malam yang jika dimakan, semua anggota keluarga mendapat bagian yang sama dan tidak ada yang tersisa.
  3. Persiapan Ibadah malam.

TATA IBADAH MALAM

Rabu, 02 September 2020

  1. Pujian awal Ibadah:  Nyanyian Jemaat GPM No. 1 : 1 – dst  “Akang Manis Lawang”
    1. Doa : oleh Mama
    1. Menyanyi bersama: Nyanyian Jemaat GPM No. 12 : 1 – 3  “Indah Nama-Mu Bapa”
    1. Doa dan Pembacaan Alkitab: AMSAL 31 : 10 – 31
    1. Refleksi  Firman: “Keluarga Yang Berbagi Peran Dengan Adil”

Saudara-Saudara…!

Setiap keluarga pasti mendambakan suasana damai dan bahagia dalam kehidupan mereka. Hal ini bukan sesuatu yang instan atau langsung jadi, tetapi harus diupayakan dengan berbagi peran secara adil, ibarat “tiem work” atau tim kerja. Memang keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak adalah suatu tim kerja yang kompak dan solid. Hubungan antar anggota keluarga tidak hanya bersifat saling melengkapi tetapi juga saling mengisi. Setiap orang dalam keluarga memiliki tanggungjawab yang sama untuk merawat kebersamaan. Dalam bacaan kita terlihat adanya ketidak- seimbangan dalam pembagian peran anggota keluarga. Ketika seorang isteri dipuji-puji sebagai “isteri yang cakap”, hal ini terjadi karena sang isteri melakukan semua tugas keluarga atau tugas rumah tangga seorang diri. Dikatakan: “Ia bangun kalau masih malam..”(ay.15.a), “pada malam hari, pelitanya tidak padam” (ay.18.b). Artinya bahwa, hampir seluruh waktunya ia habiskan untuk menyelesaikan pekerjaan di rumah. Ia bukan saja menyediakan makanan, tetapi juga membuat pakaian bagi seisi rumah, dan mengerjakan ladangnya dengan membuat kebun anggur. Jika semua pekerjaan itu hanya dikerjakan oleh satu orang, dalam hal ini oleh isteri atau “mama”, maka ia bukanlah isteri yang cakap tetapi “isteri yang cape”, sebab pasti dia tidak punya waktu untuk beristirahat.Saat ini, banyak perempuan memiliki tugas rangkap, sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai wanita karier. Oleh sebab itu, sepatutnya ada pembagian peran dalam keluarga secara adil bagi seluruh anggota keluarga, baik suami, isteri, orang tua dan anak-anak, agar terciptalah suasana yang adil, aman dan damai, sesuai kehendak Allah. Keluarga sebagai gereja, adalah persekutuan yang saling menopang dan berbagi peran dengan adil, sehingga semua orang dapat menikmati hidupnya dengan baik. Amin.

   ——-Saat teduh: perenungan refleksi firman dan membuat komitmen dalam hati oleh semua anggota keluarga selama kurang lebih 1 menit, diiringi intrumen—–

6.  Persembahan Pujian: Solo/duet/puisi (bisa menggunakan guitar/alat musik pengiring lainnya yang ada di dalam keluarga).

7.  Doa Syafaat: Oleh Papa

8.  Menyanyi Bersama: Nyanyian Jemaat GPM No. 278 : 1 “Gandong e”

9.  Berkat: Papa/Mama

Tuhan’lah penjagamu, Tuhan’lah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, dan bulan pada waktu malam. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan: Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya…AMIN.

— Saat Teduh —

PEKAN PEMBINAAN KELUARGA GPM

Kamis, 03 September 2020

Tema Hari Keluarga GPM : “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”

Tema Harian : “Keluarga Yang Saling Menghormati” (Markus 7 : 9 – 13)

AKTIVITAS HARIAN

  1. a.     Pagi:
    1. Bangun pagi, semua anggota keluarga saling memberi salam satu dengan yang lain, kemudian berkumpul di ruang makan atau ruang keluarga untuk berdoa bersama mensyukuri penyertaan Tuhan atas malam yang telah berlalu dan hari baru yang telah datang.
    1. Aktifitas pagi dapat dimulai dengan Olah Raga ringan dan dilanjutkan dengan aktivitas secara bersama: siapkan sarapan pagi, membersihkan rumah dan halaman, dan lainnya (semua anggota keluarga diberi peran (mama, papa, anak perempuan dan anak laki-laki).
    1. Kalau dapat, sejak subuh diperdengarkan Instrumen lagu-lagu rohani (Lagu Penyembahan) yang tenang dan tidak mengganggu tetangga lain.
    1. Doa dan Makan pagi secara bersama di meja makan, sebelum semua anggota keluarga melakukakan aktifitas masing-masing.
  1. b.    Siang:
    1. Aktifitas kerja, sekolah, dan lainnya, disesuaikan dengan protap penanganan Covid-19. Jika anak-anak masih belajar dari rumah, mereka harus didampingi.
    1. Jika karena pandemic covid-19 mengharuskan sebagian besar anak-anak belajar dari rumah, mereka dapat dibimbing juga untuk belajar berbagai keterampilan lain.
  1. c.     Malam:
    1. Makan malam bersama di Meja Makan
    1. Persiapan Ibadah malam

Catatan:

  • Anak-anak menyiapkan beberapa tangkai bunga (sebaiknya bunga segar) untuk diberikan kepada Papa/Mama atau orangtua lain yang ada didalam rumah) sebagai ungkapan terima kasih.
    • Kalau dapat, orangtua juga menyiapkan beberapa hadiah kecil (berupa kue, coklat, dll) untuk anak-anak sebagai tanda kasih sayang.
    • Hadiah-hadiah ini akan diserahkan dalam Ibadah malam.

TATA IBADAH MALAM

Kamis, 03 September 2020

1. Menyanyi Bersama: PKJ. No. 7 : 1, 2 “Bersyukurlah Pada Tuhan”

2. Doa pembukaan:

    Papa : Ibadah keluarga saat ini, berlangsung dalam Nama Allah, Bapa, Anak dan Roh Kudus, Tuhan berkati keluarga kami. Amin

3. Nyanyian Pujian: PKJ. No. 3 “Ajaib Nama-Nya”

4. Pengakuan Dosa:

    Papa    :  Ya Tuhan, sebagai orangtua kami sadar bahwa  tanggung jawab kami untuk mendidik anak-anak, belum sepenuhnya kami lakukan dengan baik.

    Semua :  Ampunilah kami Tuhan.

    Mama  :  Kami pun menyadari bahwa terkadang kesibukan kerja dan mengurus rumah, menyita perhatian kami sehingga tanggungjawab mendampingi anak-anak sering terabaikan.

    Semua :  Ampunilah kami Tuhan.

    Anak2  :  Kami lebih suka menyakiti hati papa dan mama, daripada menuruti nasehat mereka. Kami tidak menghargai dan menghormati orangtua kami dan juga saudara-saudara kami.

    Semua:  Ya Tuhan kami mohon ampunilah kami dan ajarilah kami untuk hidup saling menghargai dan mengasihi satu dengan yang lain.

5. Menyanyi Bersama : PKJ. 179 : 1 “Kasih Paling Agung”

6. Pelayanan Firman Tuhan:

  • Doa dan Pembacaan Alkitab:  MARKUS 7 : 9 – 13    (oleh seorang anak )   
    • Refleksi Firman : “Keluarga Yang Saling Menghormati”

Saudara-Saudara…!    

Saling menghormati adalah salah satu “nilai hidup” penting yang perlu dibangun dan diwariskan mulai dari keluarga, sebagai tempat pewarisan nilai. Dalam bacaan kita, Markus 7:9-13, Tuhan Yesus mengecam sikap orang Farisi yang suka mencari-cari alasan untuk tidak menghormati orang tua mereka, padahal firman Tuhan dengan tegas mengatakan: “hormatilah ayahmu dan ibumu…”(ay.10.a). Mereka lebih mengutamakan kepentingan diri daripada tanggungjawab untuk menghormati orang tua. Orang tua adalah sosok yang patut mendapat penghargaan sebagai bentuk rasa “:terima kasih”, karena pengorbanan mereka bagi kehidupan dan masa depan anak-anak. Setiap orang tua pasti rela mengorbankan seluruh hidupnya, baik waktu, pikiran, maupun tenaga untuk anak-anaknya. Tanggungjawab orang tua adalah memelihara dan mendewasakan anak-anak untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Untuk itu diharapkan orang tua juga akan menghormati hak-hak anak, antara lain hak untuk mendapatkan pendidikan, kasih sayang, nafkah hidup, menyampaikan pendapat, dan sebagainya. Karena itu, anak-anak patut menghormati orang tua, menghargai jerih lelah mereka, dan setelah anak-anak menjadi dewasa, tanggungjawab mereka adalah melayani orang tua mereka. Itulah sikap saling menghormati yang harus ditumbuhkan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sikap saling menghormati juga hendaklah terwujud dalam cara: saling bertegur sapa, memberi salam, mengucapkan terima kasih, menghargai pendapat sesama anggota keluarga dan lainnya. Keluarga sebagai gereja adalah basis persemaian nilai-nilai hidup untuk mengutuhkan persekutuan, antara lain dengan saling menghormati. Sikap saling menghormati yang bertumbuh dalam keluarga, kemudian akan menjadi “gaya hidup” yang juga dapat menghargai dan menghormati sesama yang lain. Amin.  

7.         Pelayanan Kasih (dapat diiringi instrumen lembut)

Diawali dengan Pembacaan Puisi: “Hormatilah Orang Tua-mu”

Di kala senyap, hanya ada kesepian; tetapi orang tua selalu menemani; Hormati orang tua…. Mereka selalu ada, selalu berkorban, selalu mencintai; Hormati mama …Pelukan mama menghangatkan; Di doa mama, ada nama-ku disebut; Kasih mama sepanjang hayat; Hormati papa….Keringat papa untuk sesuap nasi; Banting tulang memenuhi kebutuhan; Dekapan papa yang sangat ku rindukan

  • Anak-anak mengantarkan “setangkai bunga” tanda kasih untuk menghormati “cinta kasih” papa dan mama juga opa dan oma atau orangtua yang lain.
    • Orangtua menyerahkan hadiah-hadiah kecil sebagai tanda kasih sayang mereka yang tak pernah berakhir.
    • Dapat diakhiri dengan pesan-pesan singkat dari orangtua maupun anak-anak.
    • Semua melagukan “Kasih dari Sorga”

9.         Doa Syukur dan Berkat: oleh Papa

— Saat Teduh —

PEKAN PEMBINAAN KELUARGA GPM

Jumat, 04 September 2020

Tema Hari Keluarga GPM: “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”

Tema Harian : “Tuhan  Allah  Menyediakan  Berkat  Bagi  Keluarga”  (Yohanes 2 : 1 – 11)

AKTIVITAS HARIAN:

  1. a.     Pagi:
    1. Semua sepakat untuk bangun pagi jam 05.00 Wit dan bersama-sama melakukan puji-pujian dan doa pagi. Setelah itu pembagian tugas untuk melakukan beberapa hal seperti: membersihkan rumah dan halaman, menyiram tanaman, dan menyiapkan sarapan pagi dan sebagainya.
    1. Setiap anggota keluarga dapat menyiapkan sesuatu untuk diberikan sebagai hadiah kepada suami dan istri; orangtua dan Anak, Adik dan Kakak, ipar, dan lainnya. Itu berarti 1 orang dapat menyiapkan beberapa hadiah. Hadiah ini dapat diberikan pada saat ibadah malam.
    1. Doa dan Makan pagi secara bersama di meja makan, sebelum beraktifitas.
  1. b.    Siang/Sore:
    1. Disesuaikan dengan aktifitas setiap anggota keluarga
    1. Bekerja, makan siang, nonton Televisi, istirahat siang
  1. c.     Malam:
    1. Ibadah malam dilakukan dengan panduan Tata Ibadah dan aktifitas yang telah disiapkan
    1. Selesai ibadah malam, saling memberikan hadiah yang sudah disiapkan, setelah itu menikmati makan Malam bersama dan istirahat tidur malam.

TATA IBADAH MALAM

Jumat, 04 September 2020

  • Pujian Awal: (dipimpin oleh seorang anak remaja/pemuda)
    • Doa Pembukaan: oleh seorang anggota keluarga
    • Menyanyi Bersama :
    • Doa dan Pembacaan Alkitab : YOHANES 2 : 1 – 11  (oleh dua orang anak secara berbalasan)
    • Refleksi Firman: “Tuhan Allah Menyediakan Berkat Bagi Keluarga”
    • Sharing awal: Tiap orang menceriterakan, berkat apa saja yang telah ia terima dari Tuhan dalam hidupnya.
    • Semua melagukan KJ. No. 439 : 1 “Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu”
    • Mama/Papa membacakan Renungan:

Saudara-Saudara…!

“Berkat Tuhan mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasih-Nya…”, refrein lagu Kidung Jemaat 439 “Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu” adalah gubahan seorang penyair, Johnson Oatman dan pengarang melodinya Edwin Othello Excel. Syair lagu ini tercipta saat Oatman mengimani bahwa dalam segala keadaan, termasuk saat dilanda topan k’ras sekalipun, ia tetap percaya untuk mengingat dan menghitung berkat yang Tuhan Allah karuniakan dalam hidup keluarganya. Dalam bacaan kita hari ini, Yohanes 2:1-11, menceriterakan tentang persoalan yang dialami oleh satu keluarga di Kana, ketika berlangsung pesta perkawinan. Persoalan yang dihadapi mereka adalah kehabisan anggur, minuman utama dalam acara pesta itu. Di tengah persoalan yang mereka hadapi, Yesus bertindak untuk memberi pertolongan, rupanya Yesus juga hadir di pesta itu atas undangan keluarga. Mengundang Yesus untuk hadir dalam kehidupan keluarga adalah hal yang sangat penting. Selain itu dibutuhkan juga rasa solidaritas dari anggota keluarga yang peka dengan persoalan yang terjadi dan segera bertindang meminta Yesus untuk memberi pertolongan, yang saat itu diperankan oleh ibu Yesus. Ternyata Yesus tau apa yang sedang terjadi dalam kehidupan keluarga dan Yesus segera bertindak untuk memberi pertolongan. Dalam kehidupan keluarga Kristen, berbagai persoalan seringkali terjadi secara beruntun, Baik persoalan antara suami dan isteri, orang tua dan anak-anak, persoalan kebutuhan hidup, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Belajar dari pengalaman Yohnson Oatman dan kisah perkawinan di Kana, mengajak setiap orang percaya termasuk keluarga kita, agar selalu setia mengundang Yesus hadir dalam kehidupan keluarga dan serahkanlah semua persoalan untuk diselesaikan bersama Yesus. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus selalu menyediakan berkat yang tidak berkeputusan bagi keluarga kita. Amin.

  • Menyanyi bersama: KJ. No. 451: 1, 2 “Bila Yesus Berada Ditengah keluarga”
    • Doa dan Berkat     :  oleh Ayah/Ibu

—-Saat Teduh—-

PEKAN PEMBINAAN KELUARGA GPM

Sabtu, 05 September 2020

Tema Hari Keluarga GPM : “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”

Tema Harian: “Menjadi Keluarga Yang Bersyukur” (1 Tawarikh 17 : 23 – 27)                                                                              

AKTIVITAS HARIAN:

  1. a.     Pagi:
    1. Pukul 05.00 WIT, semua anggota keluarga sudah dibangunkan dengan iringan lagu-lagu rohani lewat Tape Recorder (tidak mengganggu tetangga lain) dan berkumpul di ruang keluarga (ruang yang dikhususkan untuk Ibadah) dan Doa pagi dipimpin oleh Papa/Mama mensyukuri penyertaan Tuhan.
    1. Semua anggota keluarga melakukan “Jalan Pagi Keluarga” dengan rute yang ditentukan selama kurang lebih 30 menit
    1. Setelah kembali dari jalan pagi, dapat berbagi tugas untuk membersihkan rumah, halaman dan menyiapkan Sarapan pagi.
    1. Setelah mandi dan membersihkan diri, semua anggota keluarga duduk bersama untuk menikmati Sarapan pagi di sekeliling meja makan.
  1. b.    Siang/Sore:
    1. Aktifitas bersama dapat dilanjutkan dengan mempersiapkan perayaan Syukur HUT GPM ke-85 berupa:  membersihkan lingkungan, menyiapkan ruang ibadah, membuat panganan (makanan, kue) dari pangan lokal, dan lainnya
    1. Melakukan aktifitas “solidaritas” dengan keluarga sekitar/tetangga yang perlu dibantu dengan  berbagi makanan atau bahan kebutuhan pokok lainnya.
  1. c.     Malam:
    1. Ibadah malam dilakukan dalam nuansa kebersamaan sebagai ungkapan syukur bersama Gereja Protestan Maluku (GPM) yang memasuki usia 85 tahun. Ibadah malam hari ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk bersyukur dan membuat tekad baru untuk menjadikan “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”
    1. Selesai ibadah malam, semua anggota keluarga dapat menikmati makan malam yang telah disiapkan secara bersama.

TATA IBADAH MALAM

Sabtu, 05 September 2020

1.  Pujian Awal (dipimpin oleh seorang pemuda/remaja)

2.  Doa awal: oleh seorang anggota keluarga sekaligus doa untuk Pembacaan Alkitab

3.  Pembacaan Alkitab: 1 TAWARIKH 17 : 23 – 27  

4.  Refleksi Firman:  “Menjadi Keluarga Yang Bersyukur”

  • Diawali dengan Sharing keluarga

Ayah atau ibu yang memandu proses sharing dengan memberikan kesempatan kepada setiap anggota keluarga untuk saling berbagi pengalaman menikmati “kebaikan Tuhan” dalam hidupnya.

  • Ayah atau ibu membacakan Renungan singkat:

Saudara-Saudara….!

“Harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah keluarga….” adalah sebuah lirik lagu yang menjadi tema sebuah sinetron “Keluarga Cemara” yang menceriterakan kehidupan satu keluarga sederhana yang damai dan bahagia karena seisi keluarga mereka hidup dalam kasih sayang yang sejati. Hal ini berbeda dengan kehidupan keluarga raja Daud, dimana Daud sebagai pimpinan keluarga kedapatan tidak setia dan hidup dengan banyak isteri yang didapatkan dengan cara yang tidak terpuji. Sekalipun Allah mengampuni dosa Daud, namun penyesalan Daud tidak akan pernah cukup untuk menghapus semua akibat dari perbuatan dosanya yang telah membunuh Uria dan mengambil isterinya Batseba. Oleh sebab itulah, dalam kesadaran yang sungguh, Daud merendahkan dirinya dihadapan Tuhan Allah, memohon pengampunan-Nya serta mensyukuri semua yang telah Tuhan lakukan dalam hidupnya. “Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” (ay.16.b) Perkataan ini adalah ungkapan hati raja Daud, mensyukuri semua perbuatan Tuhan dalam hidupnya. Daud bersyukur, karena Tuhan Allah mau mengampuni segala dosanya, dan memberkati keluarganya. Akhirnya Daud mengakui bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga dan karena itulah ia bersyukur dan memohon berkat bagi keluarganya. Jika kita merenungkan semua yang Tuhan Allah lakukan dalam hidup kita, baik itu pengampunan-Nya, penebusan-Nya, pertolongan-Nya, penyertaan-Nya dan semua berkat-berkat yang diberikan-Nya kepada keluarga kita, maka hanya ada satu hal yang dapat kita katakan: “Terima kasih Tuhan, atas kasih setia-Mu yang telah menyertai perjalanan hidup keluarga kami”. Menjadikeluarga yang bersyukur hendaklah terwujud dalam seluruh aktifitas hidup kita, yang menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

  • Semua melagukan: “Yesus Bae Par Beta” (sambil merenungkan firman Tuhan dan membuat tekad baru untuk menjadikan Keluarga sebagai Gereja)

Yesus bae, bae par beta (2x); Beta seng bisa balas Yesus pung bae; Yesus bae, bae par beta

(Lagu ini dapat diterjemahkan kedalam bahasa lokal)

5. Doa Syukur dan Berkat: oleh ayah/ibu

PEKAN PEMBINAAN KELUARGA GPM

Minggu, 06 September 2020

Tema Hari Keluarga GPM : “Keluarga Kristen Sebagai Gereja”

Tema HUT GPM: “Menjadi Gereja Yang Menghamba Kepada Allah” (1 Petrus 5 : 1 – 11)

AKTIVITAS HARIAN

  1. Pagi:
    1. Setiap anggota keluarga sudah bangun pagi sejak jam 05.00 atau jam 06.00 WIT, masing-masing orang bersaat teduh (doa hening mensyukuri penyertaan Tuhan atas malam yang telah berlalu dan hari baru yang telah datang), dilanjutkan dengan aktivitas secara bersama: siapkan sarapan pagi, membersihkan rumah dan halaman, dan mempersiapkan ruangan untuk Ibadah Syukur HUT GPM. Kalau dapat, sejak subuh diperdengarkan lagu-lagu rohani, tetapi tidak mengganggu tetangga lain.
    1. Setelah sarapan pagi, semua anggota keluarga mempersiapkan diri untuk mengikuti Ibadah Minggu, sekaligus Ibadah Syukur HUT GPM ke – 85 (Ibadah berlangsung di Rumah, kecuali ada petunjuk lain sesuai protap Covid-19):

o Dapat dibuat Resepsi sederhana bagi anggota keluarga, setelah Ibadah Syukur HUT, untuk itu siapkan kue atau makanan dari pangan lokal yang tersedia (kreasi menu)

o Siapkan VG, Solo, Puisi, untuk mengisi Ibadah Syukur HUT

b. Siang/Sore:

  • Setelah Ibadah Minggu (Ibadah Syukur HUT GPM), dapat dilanjutkan dengan aktifitas kebersamaan berupa:
  • Resepsi HUT dalam kebersamaan Keluarga:
  • Membacakan Pesan HUT yang disiapkan oleh Majelis Jemaat atau pesan dari orang tua
  • Acara pemotongan Kue Ulang Tahun oleh Papa/Mama dan dibagikan kepada semua anggota keluarga.
  • Saling memberi salam “Selamat Ulang Tahun GPM, Gereja-ku, Gereja-mu, Gereja kita” sambil mengatupkan tangan.
  • Lomba Cerdas Cermat Alkitab, lomba masak, lomba membersihkan dan menghias kamar tidur dan lainnya,l bagi seisi keluarga (jika kondisi memungkinkan dapat bergabung dengan beberapa tetangga).
  • Permainan keakraban seperti: “Permainan Pagi, Siang dan Malam”yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan suasana gembira, melatih konsentrasi dan merangsang kecepatan pendengaran dan tangan (dapat dilanjutkan dengan permainan yang lain).

Cara Bermain: Pemimpin menyebutkan waktu PAGI, SIANG atau MALAM dan peserta akan bertepuk tangan:

  • Pagi     :  Tepuk tangan 3 kali
    • Siang   :  Tepuk tangan 2 kali
    • Malam  :  Tepuk tangan 1 kali

                 Pemimpin dapat menyebut waktu dengan bercerita, contoh:

  • Mama ke pasar pagi-pagi sekali, setelah itu mama memasak untuk makan siang.. dst”

     Semua anggota keluarga harus bertepuk tangan, jika tidak atau salah akan diberikan hukuman  yang mengasyikan.

  • Setelah itu semua anggota keluarga dapat menikmati Makan Siang yang terbuat dari pangan lokal dan disajikan dalam bentuk prasmanan.
    • Istirahat

c. Malam

  • Setelah makan malam bersama, keluarga dapat berkumpul lagi di ruang keluarga (ruang ibadah) untuk acara “Keluarga Bacarita”

TATA IBADAH MINGGU

(SYUKUR HUT KE – 85 GPM)

Minggu, 06 September 2020

Warna liturgi: Putih

Ajakan Beribadah: 

P   : Keluarga yang diberkati Tuhan, marilah siapkan hati dan pikiran kita beribadah kepada Tuhan. Kita bersyukur atas perlindungan Tuhan Yesus Kepala Gereja, bagi keluarga kita dan bagi GPM. Ibadah ini sekaligus menjadi ibadah syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan bagi Gereja Protestan Maluku, yang kini telah memasuki usia ke-85 tahun.

Lonceng 3 x semua peserta ibadah berdiri dan menyanyikan

Nyanyian GPM 14 “Ku S’lalu Ingin Memuji-Mu”   

Ku slalu ingin memuji-Mu sebagaimana hidupku; Karna cinta kasih setia-Mu menuntun di setiap waktu; Bagai rusa rindu air-Mu begitu juga jiwaku; Dawai cinta mengalun syahdu getarkan sluruh hidupku; Kicau burung menyambut sang surya hangat cahya kemuliaan; Kuncup Bunga di taman lestari segarkan aroma cinta-Mu; Ombak samudra riuh menderu memuji keagungan-Mu; Ya Tuhan bri kekuatan ku mau bersaksi bagi-Mu; Madah-Mu tahta-Mu kan abadi selama-lamanya

VOTUM dan SALAM

P.         Haleluya! Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik !!!

J.          Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

P.         Bersyukurlah kepada Tuhan serukanlah nama-Nya, sebab Tuhan itu baik !!!

J.          Kasih setia-Nya untuk selama-lamanya dan kesetiaan-Nya turun temurun

P.         Dalam kuasa kasih Allah: Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kita rayakan penyertaan Tuhan bagi Gereja Protestan Maluku di usia yang ke-85 tahun

J.          Amin !

P.        Damai Sejahtera Allah bagi saudara-saudara sekalian

J.          Damai-Nya menyertai saudara juga….                                                          

   (Duduk)

Menuturkan Kasih Tuhan

…..Instrumen musik ….

Orang Tua :      Hari ini… hari Minggu yang luar biasa….hari  Minggu berkat Tuhan,  hari Minggu pertama di bulan September, dan hari di tahun ke-85 perjalanan sejarah GPM. Sungguh.. hanya kuasa dan kasih Tuhan Yesus Kepala Gereja, yang berperan bagi GPM sejak 1935 hingga hari ini. Gereja ini punya sejarah yang panjang, unik, dan manis untuk diceritakan. Marilah sejenak kita merasakan cara Tuhan menyertai gereja ini, melalui para guru Injil yang mengarungi lautan, melintasi pulau, gunung dan lembah untuk menanam dan menyiram di bumi seribu pulau ini; teringat pula para syamas/syamaset, tuagama, pengasuh dan guru katekisasi, yang melayani tanpa pamrih dan sondor gaji sambil menjaga kuat tradisi bergereja yang unik dan sakral.

Pemuda/Rem.   Ya..…Tuhan berkarya bagi GPM, karena GPM bukan gedungnya, bukan menaranya, dan bukan simbol belaka.. GPM adalah kita semua, Beta GPM, Ale GPM, Katong samua  yang cinta GPM … para pelayan khusus, badan pembantu pelayan, serta seluruh warga jemaat GPM di manapun berada adalah harta yang amat berharga di mata Tuhan. Kami adalah generasi yang kini bergelut dengan tantangan zaman yang begitu kuat. Kami butuh harapan dan masa depan ….

…..Hening Sejenak…..

Membarui Hidup dalam Pertobatan:

P.                     Kita telah mengalami dan menyaksikan tangan Tuhan yang menyertai GPM melintasi sejarah, melewati masa-masa sulit, hingga tiba di hari ini, di mana pergumulan itu masih terus belanjut di tengah-tengah ancaman pandemi virus yang melanda dunia.

J.                     Dari bilik-bilik rumah tangga, spirit keluarga beribadah dihidupkan; dari mimbar-mimbar sektor, dan kanal-kanal jaringan nirkabel, Injil terus diberitakan meski dengan segala keterbatasan tanpa tahu kapan semua kondisi ini kembali normal.   

P.                     Semua karena domba-domba ini harus terus digembalakan.. meski seluruh dunia merintih, meski kesusahan mengintip, dan iman teruji.  Marilah kita sujud di hadapan Tuhan mengakui ketidakberdayaan, kekuatiran, kelemahan dan dosa-dosa kita..  

J.                      Ya Tuhan, Ampunilah kami yang terbatas dan belum memahami arti gereja yang sesungguhnya.        

P.                     Kasih, pengampunan dan anugerah Tuhan tidak pernah berkurang bagi hamba-hamba-Nya, sebagaimana tertulis di dalam Alkitab: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kamu.”

Menyanyikan NJ. GPM. No. 253 : 1, 2 “Ku Berserah”

Ku berserah, ku berserah kepadaMu oh Tuhanku; Ku berserah, ku berserah kepadaMu Tuhan; Ku mau ikut Tuhan Yesus ku mau pikul Salib Yesus; Yesus ubahlah hidupku ku mau bersama Yesus; Ku berdoa, ku berdoa kepada-Mu, oh Tuhanku; Ku berdoa, ku berdoa, kepada-Mu Tuhan; Ku mau setia ikut Yesus, Ku mu setia bersama-Nya; Di setiap langkah hidupku ku mau bersama Yesus

                      (Berdiri)

P.         “Ingatlah, sadarlah dan berjaga-jagalah karena lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama”.

Menyanyikan NJ. GPM. No. 260 “Bernyanyi Pujilah TuhanMu”

Bernyanyi pujilah TuhanMu bersorak pujilah kuasaNya; Karna kasih-Nya besar kita selamat, Bersujudlah di hadapan-Nya akui dosa dosamu; Bertobat dan berubahlah demi kasih-Nya

            Refrein:  Dilepaskannya semua belenggu umat-Nya dihapuskan semua dosa; Tuhan janjikan hidup yang kekal Tuhan janjikan surga yang baka Bagi orang percaya karna kasih-Nya; Kasihilah sesamamu kasihilah musuh-musuhmu; karna pengasihan-Nya teladan kita; bersandarlah pada firmanNya berjalanlah turut jalan-Nya; bertobat dan berubahlah demi kasih-Nya

                                   (Duduk)

PELAYANAN FIRMAN

  • Doa Epiklese            :  Oleh Majelis Bertugas
    • Pembacaan  Alkitab:  I PETRUS 5 : 1 – 11  (oleh 2 orang anak/remaja/pemuda)
    • Khotbah                   :  Oleh Pelayan Firman

(Untuk Ibadah Rumah, bisa manual teks atau video yang disiapkan Pendeta di Jemaat atau MPH Sinode GPM, atau sharing dalam keluarga)

  • Saat Teduh               :

RESPONS::

  • Pengakuan Iman Rasuli                                (Berdiri/Duduk)
  • Doa Syafaat             : Oleh Pelayan Firman (oleh Papa/Mama, jika Ibadah di Rumah) (diakhiri doa Bapa Kami secara bersama-sama)

PENGUTUSAN DAN BERKAT                      (Berdiri)

  • Nyanyian Pengutusan: NJ. No. GPM 310:1, 2 “Satu Tangan Tak Kuat Berjuang”
    1. Satu tangan tak kuat berjuang, dua tangan tak kuat berjuang Bila kita semua berjuang hasil pasti besar, mari kita semua berjuang; Hasil pasti besar, pasti besar, hasil pasti besar, pasti besar Bila kita semua berjuang hasil pasti besar, b’ritakan namaNya
    2. Satu mulut tak kuat tabaos, dua mulut tak kuat tabaos Bila kita semua tabaos orang pasti dengar, mari kita semua tabaos; Hasil pasti besar, pasti besar, hasil pasti besar, pasti besar; Bila kita semua berjuang hasil pasti besar, saksikan FirmanNya..

P.    Sesungguhnya ibadah yang sejati adalah menjadi pelayan dan saksi Kristus dalam hidup sehari-hari, sebagai warga Gereja Protestan Maluku yang melaksanaan panggilan misi koinonia, marturia, diakonia dan oikonomia. Pergilah dan masukilah pergumulan hidup dan beritakanlah apa yang sesuai  dengan ajaran yang sehat dengan berkat Tuhan, yang menyertaimu:

      Allah sumber segala kasih karunia yang telah memanggilmu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah di dalam pengharapan.    

J.   Menyanyikan KJ 478 Amin…amin…..amin.

—- Saat Teduh —-                                                            (Duduk)

DILANJUTKAN DENGAN ACARA RESEPSI HUT (Diatur oleh Keluarga masing – masing)

DOA MALAM  (Keluarga Bacarita)

1.  Menyanyikan beberapa Lagu secara medley, sambil bertepuk tangan :

  • Nyanyian GPM No.194 : 1, 2  “Berjumpa Lagi”
    • Lagu :  “Dalam Tuhan Kita Bersaudara”
    • Nyanyian Jemaat GPM No. 280 : 1 “Hidop Dalam Tuhan”

2.  Doa Pembukaan:  oleh 1 orang anggota keluarga

3.  Pembacaan Alkitab 1 Petrus 5 : 1 – 11

4.  Acara “Bacarita Keluarga”: dipandu oleh salah satu anggota keluarga

  • Tiap orang diberi kesempatan untuk bercerita tentang keterlibatannya dalam pelayanan di Gereja Protestan Maluku (kekuatan, tantangan, peluang) dan pikiran untuk pengembangan pelayanan ke depan (SMTPI, Pel. Pemuda, Pel. Perempuan, Pel. Laki-laki, Pel. Unit, Majelis Jemaat dan lainnya
    • Hasil “bacarita” akan dicatat untuk menjadi masukan kepada Majelis Jemaat.

5.  Doa Syukur dan Berkat : oleh Papa/Mama

6.  Dirgahayu Gereja Protestan Maluku

DIRGAHAYU KE-85

GEREJA PROTESTAN MALUKU

TUHAN MEMBERKATI

Tetaplah berpegang pada moto kita: “AKU MENANAM, APOLOS MENYIRAM TETAPI ALLAH YANG MEMBERI PERTUMBUHAN” (1 Korintus 3:6)

© LPJ GPM, Agustus 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey