Santapan Harian Keluarga, 29 Nov – 5 Des 2020

jemaatgpmsilo.org

Minggu, 29 November 2020    

bacaan : Mazmur 24 : 1 – 10

Kedatangan Raja Kemuliaan dalam Bait Allah
Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. 3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. 6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela 7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!" 9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DENGAN MEMURNIKAN HATI

Hari ini kita sudah memasuki perayaan Minggu Adventus I, yang mengingatkan kita untuk terus membarui diri, untuk menyambut kedatangan Tuhan pada kali yang kedua.  Dalam bacaan kita, pemazmur menggambarkan tentang kedatangan Tuhan sebagai Raja Kemuliaan. Pemazmur menegaskan bahwa tidak semua orang dapat naik ke gunung Tuhan.  Kata  ‘gunung’  mempunyai pengertian:  kemuliaan Tuhan dan tempat kediaman Tuhan. Hanya orang-orang pilihan yang dapat naik ke ‘gunung’  Tuhan, sebab Tuhan adalah kudus, tanpa kekudusan tak seorang pun layak untuk menghampiri takhta-Nya. Seseorang tak dapat melihat Tuhan tanpa kekudusan hidup dan tanpa kesucian hati. Yang boleh naik ke gunung Tuhan adalah “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” (4). Orang yang ‘bersih’ artinya dia tidak bersalah atau bebas dari kesalahan, sedangkan ‘tangan’ berbicara tentang tindakan. Orang yang bersih tangannya adalah orang yang memiliki tindakan atau perbuatan yang tidak bercela. Orang yang memiliki hati yang murni. Ini berbicara tentang motivasi hati atau kekudusan batin seseorang.  Hanya orang yang murni hatinya akan melihat Tuhan (Matius 5:8).  Hati yang murni adalah hati yang tulus, tidak ada maksud-maksud terselubung, transparan, apa adanya, tidak ada kepalsuan, bersih, jernih, dan tidak ada hal-hal jahat yang tersimpan di dalam hati. Keluarga terkasih marilah kita memasuki minggu Adventus pertama ini dengan hati yang murni, hati yang bersih dihadapan Tuhan, tanpa ada amarah, iri, dengki tetapi dengan tulus menanti kedatangan Tuhan dengan selalu melakukan yang terbaik yang dapat membangun keutuhan bersama di dalam Kristus.

Doa:  Ya Tuhan, Ajarlah kami untuk memiliki sikap hati yang murni dan tulus dalam menanti kedatangan-Mu Amin.

Senin, 30 November 2020           

bacaan : Kisah Para Rasul 24 : 10 – 21

10 Lalu wali negeri itu memberi isyarat kepada Paulus, bahwa ia boleh berbicara. Maka berkatalah Paulus: "Aku tahu, bahwa sudah bertahun-tahun lamanya engkau menjadi hakim atas bangsa ini. Karena itu tanpa ragu-ragu aku membela perkaraku ini di hadapanmu: 11 Engkau dapat memastikan, bahwa tidak lebih dari dua belas hari yang lalu aku datang ke Yerusalem untuk beribadah. 12 Dan tidak pernah orang mendapati aku sedang bertengkar dengan seseorang atau mengadakan huru-hara, baik di dalam Bait Allah, maupun di dalam rumah ibadat, atau di tempat lain di kota. 13 Dan mereka tidak dapat membuktikan kepadamu apa yang sekarang dituduhkan mereka kepada diriku. 14 Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi. 15 Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar. 16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. 17 Dan setelah beberapa tahun lamanya aku datang kembali ke Yerusalem untuk membawa pemberian bagi bangsaku dan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan. 18 Sementara aku melakukan semuanya itu, beberapa orang Yahudi dari Asia mendapati aku di dalam Bait Allah, sesudah aku selesai mentahirkan diriku, tanpa orang banyak dan tanpa keributan. 19 Merekalah yang sebenarnya harus menghadap engkau di sini dan mengajukan dakwaan mereka, jika mereka mempunyai sesuatu terhadap aku. 20 Namun biarlah orang-orang yang hadir di sini sekarang menyatakan kejahatan apakah yang mereka dapati, ketika aku dihadapkan di Mahkamah Agama. 21 Atau mungkinkah karena satu-satunya perkataan yang aku serukan, ketika aku berdiri di tengah-tengah mereka, yakni: Karena hal kebangkitan orang-orang mati, aku hari ini dihadapkan kepada kamu."

MENYAMBUT TUHAN DENGAN BERKATA BENAR

Tertulus adalah seorang pengacara yang tentu saja berpendidikan sangat tinggi. Akan tetapi, dia menggunakan  kepandaiannya itu untuk memutarbalikkan kebenaran.  Dia tampil ke depan bukan untuk membela yang benar, tetapi membela orang yang membayarnya walaupun ada dalam ketidakbenaran. Paulus adalah seorang tahanan yang penuh dengan keterbatasan dan pembatasan. Walaupun demikian, jelas sekali bahwa kemampuannya berbicara tidak kalah dari Tertulus, tetapi bedanya adalah dia hanya berbicara untuk memberitakan kebenaran walaupun tidak dibayar. Paulus ada dalam penahanan dan Feliks yang pada waktu itu menjadi wali negeri berkali-kali memanggil Paulus untuk bercakap-cakap dengannya.  Feliks tertarik dengan apa yang Paulus sampaikan tetapi ketika Paulus mulai berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman maka Feliks menolak untuk mendengar hal tersebut. Keluarga terkasih sampai sejauh mana kita mau menyatakan kebenaran dalam hidup? Apakah kita sudah siap Menanti kedatangan Tuhan dengan sikap hati yang benar? Atau kita masih terbelenggu oleh ketakutan dan kekuatiran untuk menyatakan yang benar? Marilah kita menyatakan iman dengan hati yang murni dan tulus menyatakan apa yang benar dan salah sehingga hidup kita tetap dalam kekudusan dalam menanti kedatangan Tuhan. Seperti halnya seorang jurnalis yang tidak takut menyampaikan fakta berita dilapangan walaupun ia harus berhadapan dengan tantangan, janganlah kita takut untuk menyampaikan kebenaran.

Doa:   Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu menyatakan apa yang benar sesuai dengan kehendak-Mu Amin.

Selasa, 1 Desember 2020

bacaan : 1 Petrus 1 : 7-12

7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

HATI YANG BERIMAN DENGAN KASIH

Kita  sudah  memasuki  hari  pertama  di  bulan  Desember, bertepatan  dengan  perayaan  minggu-minggu  Adventus, yang mengingatkan kita tentang bagaimana menanti kedatangan Tuhan dengan pengharapan, iman, dan kasih. Hal inilah yang ditekankan oleh rasul Petrus kepada jemaat Tuhan yang tersebar di Asia Kecil, yang sementara menghadapi berbagai tantangan berat atas iman mereka. Rasul Petrus bermaksud untuk menguatkan iman jemaat agar mereka tetap hidup didalam pengharapan akan keselamatan yang dijanjikan oleh Yesus, walaupun mereka hidup didalam penindasan dan penderitaan. Bahkan yang harus mereka lakukan adalah mewujudkan iman mereka didalam kasih, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama.  “Sekalipun  kamu  belum  pernah  melihat  DIA,  namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada DIA….” (ay.8.a). Apa yang dihadapi oleh jemaat-jemaat di Asia Kecil, juga menjadi persoalan kita saat ini, ketika berbagai masalah mengancam kehidupan manusia, baik bencana alam seperti: gempa bumi dan tsunami, banjir dan longsor, kebakaran hutan, polusi udara dan laut, dan lainnya. Tetapi juga bencana non alam seperti pandemic Covid-19 yang telah berdampak pada semua sendi kehidupan umat. Namun demikian, hari ini kita diingatkan oleh pesan firman Tuhan yang disampaikan oleh rasul Petrus, bahwa apapun yang dihadapi, seberat apapun cobaan dan tantangan, jangan pernah berhenti berharap didalam iman kepada Yesus. Dan iman kepada Yesus hendaklah terwujud dalam perbuatan kasih dimanapun kita berada dan beraktifitas, di dalam Keluarga, antar suami/istri, adik- kakak, dan bersiaplah untuk menyambut kedatang Tuhan dengan memurnikan hati, itulah Tema minggu Adventus yang pertama.

Doa: Tuhan kuatkan iman kami untuk tetap berharap hanya kepada-Mu. Amin.

Rabu, 2 Desember 2020

bacaan : 2 Kor 1 : 12-14

Perubahan dalam rencana Paulus
12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. 13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya, 14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

BERKOMUNIKASI DENGAN HATI YANG MURNI

Saling       terbuka       untuk       mengungkapkan       untuk mengungkapkan perasaan  hati  sangat  diperlukan  dalam suatu relasi pertemanan, persahabatan maupun relasi persaudaraan. Hal ini yang dilakukan oleh Rasul Paulus melalui suratnya kepada jemaat di Korintus. Surat Korintus adalah surat pribadi rasul Paulus dimana dia sangat terbuka dan jujur untuk menyatakan apa yang dirasakannya kepada jemaat. Rasul Paulus mengungkapkan perasaannya tekait dengan perasaannya, penderitaannya, kesedihannya, dan kekecewaannya. Sebenarnya rasul Paulus tidak bermaksud untuk meminta belas kasihan jemaat atas dirinya, tetapi dia ingin berbagi pengalaman iman dan bersaksi tentang kasih dan kemurahan Allah yang selalu setia menuntun, menguatkan dan menolong dia untuk tegar berdiri. Terkait dengan perubahan rencananya untuk berkunjung ke Korintus, rasul Paulus pun menuliskannya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang akan merusak hubungan yang sudah terbentuk diantara mereka. Bahkan ketika terjadi kesalahpahaman diantara mereka rasul Paulus pun menuliskan perasaannya secara terbuka dan menuliskannya dengan penuh kasih. Memang untuk menjaga relasi pertemanan, persahabatan dan persaudaraan, dibutuhkan sikap saling terbuka dalam berkomunikasi, tetapi harus disertai dengan gaya komunikasi yang santun, jujur dan dengan hati nurani yang murni, supaya jika ada yang berbuat salah hendaklah ia dimaafkan. Saat ini banyak hubungan menjadi rusak, baik hubungan suami-isteri, adik-kakak, persaudaraan, pertemanan dan persahabatan, dan itu disebabkan oleh karena ketidakjujuran, kebohongan, komunikasi yang tidak santun dan cendrung memecahbelah. Mari merayakan Adventus dengan membaharui hubungan diantara kita.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk berkomunikasi dengan terbuka dan jujur. Amin.

Kamis, 3 Desember 2020

bacaan : 1 Tim 5 : 1-2

Mengenai saudara-saudara seiman
Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, 2 perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.

SALING MENEGOR DIDALAM KASIH

Dalam   suatu   persekutuan,   baik   persekutuan   keluarga maupun  persekutuan  lain  yang  lebih  besar,  dibutuhkan kesediaan untuk saling menegor satu dengan yang lain. Hal ini sangat penting untuk saling melengkapi, mengingat semua orang punya  kekurangan  dan  kelebihan.  Namun  semua  itu  harus dilakukan dengan santun penuh kasih dan hormat, apalagi yang ditegor   adalah   orang   yang   lebih   tua.   Jika   tegoran   yang disampaikan dengan cara yang keras dan menyinggung, maka pasti  akan  menimbulkan  masalah  lain,  seperti:  salah  paham, marah, benci, sakit hati dan akhirnya akan merusak kehidupan persekutuan itu. Dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus juga mengingatkan tentang bagaimana menegor orang yang lebih tua dan orang yang lebih muda. Rasul Paulus katakan, tegorlah laki-laki yang lebih tua sebagai bapa, dan perempuan tua sebagai ibu.  Sedangkan  untuk  laki-laki  dan  perempuan  muda,  tegorlah mereka sebagai sudara. Tegoran yang dilakukan dengan penuh kasih   akan   berdampak   pada   bertumbuhnya   rasa   hormat, penghargaan   dan   perubahan   hidup.   Rasul   Paulus   sangat mengutamakan relasi kekeluargaan yang akan menjadi perekat bagi satu petrsekutuan, sebab saling menegor sebagai orangtua dan anak atau adik dan kakak, sangat berbeda dengan saling menegor sebagai musuh, apalagi jika disertai dengan benci dan dendam. Dalam kehidupan rumah tangga Kristen, seringkali suami dan  isteri  tidak  mampu  mengelola  emosi  mereka  untuk  saling menegor, ketika ada yang berbuat salah. Padahal dalam nasehat pernikahan,  dikatakan:  “Jika  karena  kelemahannya  suami/isteri melakukan  kesalahan,  tegorlah  dia  didalam  cinta  kasihmu…”  . Karena  itu,  hendaklah  masing-masing  orang  berupaya  untuk saling menegor dengan penuh cinta kasih.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk saling menegor dengan penuh kasih. Amin.

Jumat, 4 Desember 2020

bacaan : Daniel 11 : 31-35

31 Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. 32 Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. 33 Dan orang-orang bijaksana di antara umat itu akan membuat banyak orang mengerti, tetapi untuk beberapa waktu lamanya mereka akan jatuh oleh karena pedang dan api, oleh karena ditawan dan dirampas. 34 Sementara jatuh, mereka akan mendapat pertolongan sedikit, dan banyak orang akan menggabungkan diri kepada mereka secara berpura-pura. 35 Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan

BERLAKULAH ADIL DAN BENAR

Jangan takut untuk menjalani hidup, sebab Tuhan mengatur langkah hidup kita. Kejahatan apapun yang dirancangkan seseorang dalam hidup kita tidak akan terwujud, jika Tuhan tidak berkenan. Tuhan berdaulat untuk mengatur jalannya sejarah hidup manusia dan seluruh ciptaan-Nya. Oleh sebab itu, berserahlah dan  berharap  selalu  kepada-Nya.  Dalam  bacaan  kita,  Daniel bernubuat tentang kehidupan raja-raja di Israel Utara dan Israel Selatan, bahwa ada yang menjadi raja dengan adil dan bijaksana, serta mengupayakan  kesejahteraan bagi  rakyatnya. Tetapi ada raja-raja   yang  berlaku   tidak  adil   dan  jahat,  mereka  hanya memikirkan  kepentingan  diri  sendiri.  Raja  seperti  inilah  yang sangat ditentang oleh Allah lewat nubuat Nabi Daniel. Memang peran  seorang  raja  sangat  terkait  dengan  kekuasaan,  dimana seorang raja dapat melakukan apa saja menurut keinginannya, walaupun   hal   itu    akan   mengorbankan   rakyatnya.   Daniel menggambarkan dalam nubuatnya bahwa raja yang berlaku jahat dan    mengorbankan    rakyatnya    akan    berhadapan    dengan kekuasaan Allah yang akan menghukumnya, sebaliknya raja yang berlaku adil, yang mementingkan kesejahteraan rakyatnya, pasti akan diberkati oleh Allah. Untuk berlaku adil dan bijaksana setiap orang akan melewati suatu pengujian, penyaringan dan pemurnian (ay.35),  ibarat  emas  yang  semakin  dipanaskan,  akan  menjadi semakin   murni.   Demikianlah   dengan   kehidupan   orang-orang percaya yang sementara menanti kedatangan Tuhan pada kedua kalinya.  Mereka  akan  melewati  berbagai  ujian  kehidupan  yang berat, dan jika mereka mampu bertahan, pasti akan mendapat mahkota  kehidupan.  Namun  demikian,  Tuhan  Allah  tidak  akan membiarkan mereka sendiri, IA akan selalu menyertai, memberi kekuatan dan melepaskan dari semua beban hidupnya.

Doa: Tuhan, kuatkan kami melewati berbagai ujian kehidupan yang berat. Amin.

Sabtu, 05 Desember 2020     

bacaan : Mazmur 73 : 1

Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.

ALLAH ITU BAIK BAGI MEREKA YANG BERSIH HATINYA

Setiap   orang   pasti   memiliki   pengalaman   hidup   sesuai pergumulannya.   Ada   susah-senang,  sakit-sehat,   suka-duka, yang terjadi silih berganti. Namun dibalik semua pengalaman itu, ada satu hal yang dirasakan, yaitu penyertaan Tuhan. Bagi orang percaya, pengakuan tentang penyertaan Tuhan selalu menjadi pengalaman iman yang luar biasa, sebab hal itu memberi kekuatan untuk melewati perjalanan hidup selanjutnya. Dalam Mazmur 73, terlihat bahwa pemazmur mengalami pergumulan yang sangat berat dalam hidupnya. Awalnya ia merasa kecewa dan cemburu ketika melihat orang yang tidak percaya kepada Tuhan (fasik), namun hidup mereka selalu mujur, berbahagia seakan tanpa penderitaan ataupun kesusahan, padahal mereka sangat menentang Tuhan dan menjauhi kehendak-Nya. Sebaliknya pemazmur yang selalu berusaha untuk hidup benar dan menjaga hati agar tetap bersih, namun harus melewati ujian demi ujian. Tetapi setelah melewati perjalanan hidupnya yang berat, pemazmur justru membuat suatu pengakuan bahwa Allah itu baik: “Sesungguhnya Allah itu baik, bagi mereka ynag tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya” (ay.1). Ternyata pemazmur menyaksikan sendiri, bagaimana orang-orang fasik itu binasa, sebab kebahagiaan mereka hanyalah sementara. Sedangkan orang yang bersih dan tulus hatinya, pasti akan menikmati hidup yang penuh sukacita dan itu dianugerahkan oleh Allah. Pengalaman ini adalah juga pengalaman iman kita sebagai orang percaya, bahwa walaupun perjalanan hidup kita penuh dengan berbagai lika-liku kehidupan yang menantang, tetapi jika kita tetap setia kepada Tuhan dan hidup dengan bersih hati dan tulus hati, dihadapan Tuhan dan sesama, mereka pasti akan menikmati kehidupan kekal yang disediakan oleh Tuhan.

Doa: Tuhan, jadikan kami orang yang tulus hati dan murni hati. Amin

*sumber : SHK Nov-Des 2020 Terbitan LPJ GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *