BINA KANTORIA DAN MUSISI GEREJA

Kegiatan Pembinaan bagi Kantoria dan Musisi Gereja dilaksanakan di Ruang Serbaguna Gereja Silo Pukul 10.00 WIT dengan moderator Bapak Vabio Lekahena dan pembicara Bapak Branckly Egbert Picanussa, M.Th, D.Th beliau biasa disapa bapak Egy. Beliau merupakan Dekan FAKULTAS SENI KEAGAMAAN KRISTEN di Institut Agama Kristen Negeri Ambon.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Seksi PTPU Khususnya Sub Seksi Pembinaan Peribadahan Jemaat dan Musik Gerejawi dalam rangka merealisasikan hasil Sidang Jemaat Silo XL Tahun 2022.

Sebagai Kantoria dan Musisi Gereja harus memiliki pengetahuan yang mana pengetahuan dimaksud untuk mengelola Kantoria dan Musisi Gereja menjadi lebih baik.
Pelayanan yang dilakukan oleh Kantoria dan Musisi Gereja harus didasari dengan tuntunan Roh Kudus setiap pelayanan harus didasarkan dengan doa, karena bila semua didasari untuk memuji kemuliaan Tuhan maka akan ada dampak positif bagi Gereja di seluruh Dunia.
Menurut Bapak Egy Picanussa yang telah melaksanakan sosialisasi di berbagai Gereja-Gereja “Musisi Gereja hanya sekedar untuk melengkapi proses pelayanan dan hanya untuk menilai kemampuan sesorang baik dalam bermain musik ataupun bernyanyi. Bahkan Kebaktian dijadikan sebagai sebuah pertunjukkan Jemaat bukan untuk memuji Tuhan, menjadikan kebaktian sebagai suatu perlombaan atau pertandingan untuk menampilkan suatu karya. Contoh sederhana setiap melaksanakan perlombaan paduan suara dilakukan latihan setiap hari tetapi untuk melaksanakan kebaktian di hari Minggu proses latihan hanya dilakukan satu hari. Hal inilah yang harus diubah dari pandangan bermusik di Gereja.”
Musisi Gereja adalah tugas pelayanan dan bukan hanya sekedar tugas tetapi dilakukan dengan sepenuh hati, konsep kebaktian harus dimaknai tentang bagaimana kita berjumpa dengan Tuhan secara berjemaat, kita meyakini kebaktian yang kita lakukan Allah juga turut menghadiri, jangan sampai kebaktian dianggap sebagai rutinitas belaka, tetapi kita harus memaknai bahwa memuji Tuhan di dalam kebaktian itu adalah respons kita karena kasih Tuhan yang luar biasa, kasih Tuhan yang tidak berkesudahan dalam kehidupan kita.
Adapun persyaratan-persyaratan menjadi musisi gereja:
1. Spritualitas
Spiritualitas yang dimaksud adalah semangat kita untuk melayani itu didasari untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Bagaimana kita melihat pelayanan sebagai musisi gereja ini untuk membangun keintiman dengan Tuhan, setiap pergumulan kehidupan kita bisa kita utarakan lewat bernyanyi ataupun bermain musik
2. Liturgical
Liturgical yang dimaksud bagaimana kita memahai kebaktian secara liturgi, berdasarkan panduan yang dimuat dalam liturgi untuk terjalinnya suatu kebaktian yang bermakna untuk Tuhan
3. Personalia
Sebagai Kantoria dan Musisi Gereja kita harus memiliki kepribadian yang baik, kita bisa mengajarkan sesuatu yang baik kepada orang lain, kita bisa menyatukan semua pribadi dalam satu tim.
Musik juga mempengaruhi pandangan umat dalam memilih Gereja.
Jika Kantoria dan Musisi Gereja dapat membawa umat ke dimensi vertikal dan dimensi horisontal maka sebagai musisi gereja telah berhasil memaknai pelayanan dalam kebaktian dengan sungguh-sungguh.
Tuhan akan memberkati kebaktian yang dilakukan jika kita memberikan diri kita menjadi musisi gereja karena kita harus menyadari bahwa bakat dan talenta yang kita miliki adalah pemberian Tuhan dan kita juga harus menyadari bahwa Tuhan telah memilih kita menjadi pelayannya.
Jadi, intinya adalah lakukanlah pelayanan sebaik mungkin hanya untuk kemuliaan nama Tuhan di seluruh dunia.

