Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 April 2021
Senin, 12 April 2021
Roma 1 : 1 – 5
SETIA MELAYANI KRISTUS YANG BANGKIT
Rasul Paulus penuhi panggilan kerasulannya dengan cara memberitakan Injil Kerajaan Allah. Para nabi sejak dahulu telahmemberitakannya pula, dan digenapi melalui peristiwa penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Pengorbanan Tuhan Yesus membuat manusia yang semestinya menerima penghukuman kekal akibat dosa, ditebus dan diselamatkan. Panggilan ini ditegaskan Paulus dalam surat penggembalaannya kepada jemaat di Roma. Paulus memperkenalkan dirinya dengan memakai sebutan hamba Kristus Yesus. Sebagai hamba maka Paulus tetap tunduk, setia serta taat kepada tuan yaitu Kristus yang memanggil dan memerintahkannya. Paulus berharap bahwa melalui pelayanannya kepada jemaat di Roma, merekapun dapat membuka hati, menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dari kehidupan jemaat Roma maka berita Injil terus disampaikan dan disaksikan agar semua orang dapat percaya dan menerima Kristus untuk dapat diselamatkan. Demikianpun sebagai keluarga Kristen, kita terpanggil menceritakan berita sukacita dan menyelamatkan itu bagi dunia dan semua orang yang belum percaya. Kita menceritakannya melaui ucapan, sikap serta perilaku. Sukacita dan kebahagiaan terus dihadirkan bagi dunia dan umat manusia. Memang masih banyak yang belum percaya dan menerima Tuhan Yesus yang bangkit. Kenyataan tersebut menjadi tantangan serta menjadi tanggung jawab kita semua dan kita melakukannya dengan penuh sukacita dan rendah hati sebagai hamba yang selalu taat dan setia kepada tuan yakni Tuhan Yesus Kristus.
Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap taat dan setia dalam memberitakan kebangkitan-Mu. Amin.
Selasa, 13 April 2021
Roma 1 : 8 – 15
BERIMAN KEPADA KRISTUS YANG BANGKIT
Kelanjutan firman Tuhan dihari ini, adalah kerinduan rasul Paulus untuk mengunjungi jemaat di Roma. Kerinduannya itu sangat kuat, karena didasarkan atas kecintaannya kepada jemaat Roma yang selalu bertumbuh dalam pengenalan kepada Tuhan Yesus. Sekalipun rasul Paulus belum sempat mengunjungi jemaat Roma, namun ia tetap mendoakan mereka agar tetap menjaga iman dan yang terwujud melalui seluruh kehidupan jemaat Roma. Kepedulian serta perhatian Paulus yang terus mendoakan jemaat Roma dalam seluruh tugas dan panggilan pelayanan pekabaran Injil adalah wujud cintanya yang mendalam. Sukacita dan kebahagian jemaat yang selalu bertumbuh dalam iman pun menjadi sukacita dan kebahagiannya. Paulus juga mengalami kegelisahan ketika jemaat Roma berada dalam tantangan dan masalah. Itulah keteladan seorang pelayan yang berhati hamba. Ia sungguh-sungguh memaknai panggilan pelayananya.Kita juga terpanggil untuk meneladani teladan rasul Paulus. Sikap perhatian dan kepedulian bagi semua orang demi kehidupan yang dipenuhi kebahagian, kesejahteraan, kesukacitaan serta keselamatan dalam kasih Tuhan Yesus yang bangkit mesti menyemangati kita dalam melakukannya. Mungkin juga sama seperti Paulus, kita tidak hadir secara fisik bersama-sama dengan mereka ataupun kita juga tidak mempunyai sesuatu berupa materi untuk kita berikan, namun saat kita menopang dan mendukung mereka dalam doa maka kita telah mewujudkan sebuah kepedulian yang sangat besar nilainya. Kita telah melakukan sebuah tanggung jawab pelayanan dan kesaksian dengan memberitakan dan menyaksikan tentang Kristus yang bangkit kepada semua orang.
Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap yakin dan percaya kepada kuasa kebangkitan-Mu. Amin.
Rabu, 14 April 2021
Kisah Para Rasul 4 : 18 – 20
TAAT KEPADA KRISTUS YANG BANGKIT
Keberanian untuk menceritakan dan menyaksikan karya kesalamatan Allah yang terjadi dalam Tuhan Yesus dilakukan oleh para rasul Petrus dan Yohanes ketika mereka diperhadapkan di hadapan Mahkamah Agama. Sebagai manusia bisa saja Petrus dan Yohanes takut dan memilih diam demi keselamatan mereka. Namun peranan dan tutunan kuasa Roh Kudus (bd. KPR. 2) menyemangati mereka untuk berani menyatakan tentang keselamatan yang terjadi dalam Tuhan Yesus Kristus. Petrus dan Yohanes malah menentang mereka (Mahkamah Agama) untuk memilih lebih takut kepada Allah ataukah kepada manusia (mereka)? Mengapa Petrus dan Yohanes menyampaikan hal ini kepada mereka ? sebab mereka adalah tokoh-tokoh agama yang pasti tahu apa yang menjadi kehendak Allah dan kebenarannya yang mesti mereka sampaikan. Sehingga Petrus dan Yohanes lebih menegaskan lagi bahwa tidak mungkin menghalangi mereka untuk memberitakan apa yang mereka lihat dan dengar tentang keselamatan Allah yang terjadi dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebagai keluarga Kristen, kita juga mesti berani untuk menceritakan dan menyaksikan tentang karya keselamatan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi kita sekeluarga kepada dunia dan semua orang. Kita melakukan dengan tuntunan kuasa Roh Kudus sehingga kita tidak takut ketika menderita, dikucilkan, ditinggalkan sebab kita tidak sendiri, namun cinta kasih dan kuasa Allah dalam Kristus selalu melindungi, menyertai dan memberkati kita. Cerita dan kesaksian kitapun tidak sebatas kata-kata saja tetapi terlebih melalui sikap dan perilaku hidup kita sehingga dari sanalah semua orang yang belum percaya akan menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus yang bangkit.
Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap berani dan taat memberitakan tentang kebangkitan-Mu. Amin.
Kamis, 15 April 2021
Kisah Para Rasul 16 : 9 – 12
KEPEDULIAN UNTUK MELAYANI
Selalu peka terhadap suara Tuhan melalui kuasa Roh Kudus membuat Paulus dan Silas tetap setia dan taat memberitakan Injil Kristus. Diceritakan dalam pelayanan Pekabaran Injil dari kota ke kota ada tempat yang tidak diijinkan oleh kuasa Roh Kudus bagi Paulus dan Silas untuk singgah dan tinggal. Ketika mereka sampai di Troas, Paulus mendapatkan penglihatan ada seorang Makedonia yang berseru “menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami”. Perjalanannya dari Troas ke Makedonia harus melewati beberapa daerah yakni Samotrake kemudian Neapolis baru ke Filipi kota pertama dibagian Makedonia. Tentu perjalanan yang berat dan melelahkan serta juga dengan berbagai acaman. Namun Paulus dan Silas melakukan dengan semangat dan sukacita dengan tidak memikirkan segala kepentingan dan kenyamanan diri sendiri. Yang dipikirkan Paulus dan Silas adalah demi orang lain dan keselamatan mereka. Paulus dan Silas merasa terbeban kalau mereka belum mendengar tentang kabar keselamatan didalam Kristus. Hal itulah yang membuat mereka tetap tekun dan setia melakukan tugas pemberitaan Injil Kristus. Semangat inipun mesti dimiliki oleh kita sebagai keluarga Kristen untuk meneruskan berita keselamatan yang telah terjadi dalam Tuhan Yesus bagi kita dan semua orang percaya. Kita juga mesti membuka hati kepada tuntunan Roh Kudus, sehingga kepekaan dan prihatin dengan mereka yang masih menolak dan belum percaya kepada Tuhan Yesus. Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan tugas yang mulia itu dengan penuh sukacita, rendah hati, taat dan setia. Berusahalah agar sikap dan perilaku kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk percaya dan menerima Tuhan Yesus.
Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap peduli dengan mereka yang membutuhkan pertolongan. Amin
Jumat, 16 April 2021
Efesus 3 : 1 – 13
MEMBERITAKAN KRISTUS YANG HIDUP
Pengorbanan Yesus di kayu salib merupakan pintu masuk bagi kasih karunia Allah. Salib menjadi sarana perdamaian manusia dengan Allah. Peristiwa yang sangat penting, namun terkadang telah menjadi biasa, tapi dalam kenyataannya tidak. Yesus sebelum disalib mengalami jalan salib yang sulit. Ia mengalami luka fisik yang tak terperikan. Cambuk tentara romawi yang terdiri dari sembilan tali kulit dengan sebuah bola kulit terikat pada pada ujung tiap tali tersebut. Pecahan tulang, besi dan rantai, terdapat pada setiap bola kulit, sehingga membuat cambuk itu berat dan tajam, membuat luka yang berat pada tubuh Yesus. Kulit terkelupas, daging tersayat, beserta luka pendarahan di otak (akibat dipukul), luka tembus, luka ligamen (banyak tulang yang retak dan akibatnya nyeri tak tertahankan). Ia pun mengalami luka batin, yang pedih. Cemoohan, makian, penolakan, ketidakadilan, membuat penderitaan-Nya lengkap. Peristiwa penderitaan inilah, yang membuat kita berdamai dengan Allah, dan bisa datang kepada-Nya, tanpa takut karena sudah ditebus. Peristiwa ini yang mesti kita bawa dalam ingatan senatiasa. Ini akan membuat kita memahami betapa berharganya hidup kita. Membuat kita menolak untuk tetap hidup dalam dosa. Mendorong kita untuk bertekun mencari kehendak Tuhan. Sebab, penebusan Yesus terhadap diri kita, membuat hidup kita memiliki satu tujuan. Menjadi alat-Nya untuk menyatakan apa yang kita lihat dan dengar tentang Kristus dengan kasihNya itu. Ingat hidup ini bukan cuma soal kita (apa yang kita ingini, butuhkan), tapi hidup ini adalah soal memberitakan tentang Kristus yang hidup.
Doa: Tuhan, kami mau memberitakan tentang Engkau yang hidup. Amin.
Sabtu, 17 April 2021
Matius 10 : 26 – 28
HADAPI HIDUP DENGAN BERANI
Selama hidup di dunia ini, kita tentu akan selalu berhadapan dengan masalah. Apalagi sebagai keluarga orang percaya, tentu seringkali kita bergumul dengan berbagai persoalan-persoalan hidup dan tantangan-tantangan didalamnya. Tantangan tersebut ada yang biasa-biasa saja bahkan ada juga yang berat. Karena itu tidaklah mengherankan jika banyak orang yang takut menghadapi hidup dan tantangannya, padahal firman ini bilang bahwa Tuhan ada dan Dia tahu apa yang sedang kita hadapi, apa yang sedang kita gumuli. Tuhan tidak jauh dari kita. Dia ada bersama kita untuk menghadapi berbagai kenyataan hidup, baik suka maupun duka. Dia tahu suasana hidup kita, karena sehelai rambut yang jatuh dari kepala kita pun, Dia tahu. Tuhan tahu, Dia dekat dengan kita.Dekatnya Tuhan dengan kita itulah yang membuat Dia sangat mengerti setiap kebutuhan hidup kita, setiap tetesan air mata kita bahkan sampai kepada kekuatiran dan ketakutan kita terhadap berbagai situasi-situasi hidup saat ini, apalagi masih tetap ditengah pandemic Covid-19. Oleh karenanya, jangan kita takut dan kuatir terhadap apapun bahkan mungkin saja mereka yang dapat menjahati kita. Yakinlah, Tuhan tahu keberadaan kita, Dia peka dan Dia bersedia menolong kita. Untuk itu jangan gentar hadapi hidup dengan semua tantangan, hambatan bahkan ancaman di dalamnya.Kita tidak sendiri, Tuhan ada dan menyertai keluarga kita yang berserah kepadaNya.
Doa: Bapa yang penuh kasih, berilah keberanian kepada kami dalam menghadapi hidup dengan segala tantangannya. Amin.
Minggu, 18 April 2021
Kisah Para Rasul 4 : 1 – 12
HIDUP DALAM KUASA KEBANGKITAN KRISTUS
Berhadapan dengan dunia digital, tidaklah mengherankan jika segala sesuatu gampang viral dan diviralkan. Kenyataan memang membuktikan bahwa sampai sesuatu yang tidak benar pun dibuat seakan benar dan disebarluaskan sehingga tersebar luas dan banyak orang menjadi tahu. Jika demikian dengan orang-orang dunia, lalu bagaimanakah dengan kita yang diutus ke dalam dunia dan bergaul dengan orang dunia tersebut? Satu hal yang mesti kita ingat dari perkataan Tuhan Yesus, bahwa kita memang berada dalam dunia ini namun kita bukan berasal dari dunia ini. Dan oleh karena itu tugas kita mesti berani memviralkan tentang Tuhan Yesus yang telah mati dan bangkit bagi kita dan memberikan kita kekuatan untuk hidup dalam kuasa kebangkitanNya. Belajarlah dari Petrus yang berani menyampaikan berita injil dan berita tersebut menjadi ujian bagi para pemimpin agama yang berkeras hati untuk menerimanya. Diakui kita hidup di zaman yang senang menyatakan isi hati tetapi tidak terlatih untuk mendengarkan Tuhan. Jika pemimpin agama sudah tidak punya kepekaan untuk mendengar injil (yang di dalamnya terdapat tentang berita kebangkitan Tuhan Yesus) dan hidup di dalam kuasa injil tersebut, maka keadaan umat ke depan pasti akan suram. Papa dan mama adalah para pemimpin dalam keluarga yang bertugas menghidupkan injil dalam keluarga.Salah satu yang terpenting adalah membawa keluarga untuk tetap mengalami Tuhan yang bangkit serta hidup di dalam kuasa kebangkitanNya tersebut sehingga memampukan seisi keluarga kuat menjalani hari-hari hidup.
Doa: Tuhan Yesus, kami bersyukur Engkau telah bangkit bagi kami sehingga kami hidup dalam kuasa kebangkitanMu. Amin.

