SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK), JUMAT 23 SEPTEMBER 2022

TUHAN TAK PERNAH INGKAR JANJI
MATIUS 7:7-11
Setiap orang memiliki pergumulan hidup yang berbeda-beda. Pergumulan dihadapi baik sebagai pribadi, keluarga, gereja maupun masyarakat. Mungkin saja dapat berkaitan dengan beberapa aspek seperti iman, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hubungan sosial dan lain sebagainya. Terkait hal itu, pernahkah kita merasa bahwa doa dan gumulan kita seolah-olah tidak didengar dan dijawab oleh Tuhan? Bagian bacaan kita hari ini merupakan pengajaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus berkaitan dengan hal pengabulan doa. Mintalah…carilah…ketoklah…(ay. 7), kata-kata ini bersifat imperatif (perintah) dan ditujukan kepada setiap orang untuk membangun relasi dengan Allah. Hal ini penting diperhatikan karena berdoa sama halnya dengan percaya dan mengakui kuasa Allah. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan (ay. 8), mengandung janji dan dialamatkan bagi setiap kita yang dengan sungguh serta tulus berdoa kepada Allah. Orang percaya diminta untuk tetap meyakini janji dan kuasa Allah. Berusahalah untuk tidak meragukan-Nya. Dia yang mengucapkan janji itu adalah Allah yang baik dan berkuasa mengabulkan permohonan kita. Ketika perasaan kita digoncang dengan kebimbangan, keraguan, kecemasan karena dibebani dengan berbagai persoalan hidup, janganlah berputus asa dan hilang harapan. Teruslah berdoa dan berusaha sambil tetap berharap kepada-Nya, karena Allah itu hanya sejauh doa. Mungkin saja tidak terlalu cepat Ia mengabulkan, tetapi bukan pula berarti terlambat, karena jawaban-Nya selalu tepat pada waktunya. Ketahuilah, bahwa setiap kebaikan menurut anggapan manusia, belum tentu baik pada pandangan Allah. Oleh karenanya, berdoalah dengan sungguh, sabarlah menanti jawaban Allah dan yakinlah Ia akan memberikan yang terbaik
DOA: Tuhan, kami percaya, jawaban doa dari-Mu itulah yang terbaik. Amin.
