fbpx

SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Rabu, 19 Oktober 2022

        2 Timotius 2 : 14 – 19

Menjadi Pelayan Kristus Yang Sejati

Timotius adalah asisten sekaligus mitra kerja Paulus dalam memberitakan injil. Ia dibimbing serta dipersiapkan untuk melanjutkan pemberitaan injil sekaligus sebagai generasi penerus  dan kekayaan gereja. Timotius dimotivasi untuk menyelenggarakan kepemimpinan rohani, yakni  melayani jemaat-jemaat, menata ibadah dan pelayanan yang masih berantakan. Ia diperhadapkan dengan para pengajar sesat yang sering menuduh dan memfitnahnya. Pengajar sesat menganut ajaran yg berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Rasul Paulus.

Timotius dinasihati untuk menyikapi mereka dengan cara berusaha menjadi pelayan Kristus yang sejati. Cara ini dipandang Paulus efektif sehingga mereka tidak menemukan cela untuk menjatuhkannya dan mencemarkan nama Tuhan. Makanya ia dikuatkan bahwa Tuhan mengenal dirinya sebagai hamba-Nya yang setia. Tuhan sendiri yang akan membela ketika ia dituduh dan difitnah oleh para pengajar sesat.

Timotius dibina dan diasah dengan sebaik-baiknya agar memiliki sikap yang bijaksana dalam perkataan serta menjaga kesucian hidupnya. Ia dibimbing untuk menjadi pelayan Kristus yang sejati. Pelayan yang sejati bertanggung jawab mengajar jemaat agar memiliki pemahaman yang benar tentang firman Allah dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.  Jemaat harus diperlengkapi dengan kebenaran agar tidak mudah terombang-ambing  oleh hasutan ajaran sesat.  Misalnya, dalam hal berbicara (ay.14). Mereka diminta supaya tidak mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat. Perkataan demikian mengakibatkan pertengkaran yang sama sekali tidak membangun iman siapapun yang mendengarnya. Karena itu, kuatkanlah iman supaya kita menjadi berdaya untuk menghadapi semua kenyataan  hidup.

Teruslah belajar dan aktakan firman Tuhan. Hiduplah sesuai kehendak-Nya serta jadilah pelayan Kristus yang sejati.

Doa: Tuhan kuatkan iman kami agar tidak mudah tergoda dengan ajaran yang menyesatkan melainkan hidup menurut kehendak-Mu. Amin

Sumber foto : wol.jw.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *