fbpx

SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Jumat, 25 November 2022

Mazmur 18 : 4 – 20

Selamat Melewati Kerasnya Hidup

Hidup yang keras pernah dialami Daud, yakni saat ia dicengkeram semua musuhnya dan dikejar Saul. Hidupnya nyaris binasa, tapi Tuhan mendekat, menolong dan menyelamatkannya. Daud menggambarkan kerasnya hidup yang menimpanya dengan ungkapan-ungkapan simbolis. Ia “dililit tali-tali maut”, “ditimpa banjir-banjir jahanam”, “dibelit tali-tali dunia orang mati”, dan terperangkap dalam “perangkap-perangkap maut”. Masalah memberatkan dan membuat hidupnya sesak.

Daud tidak menyangkali atau menghindar serta melarikan diri dari masalah tapi mengakui dan menghadapinya dengan cara berseru kepada Tuhan. Ungkapan berseru kepada Tuhan menegaskan makna yang inspiratif. Pertama, akta berseru kepada Tuhan mengandung pengertian meyakini dan mengandalkan kuasa Tuhan. Kedua, berseru berarti pula melepaskan beban yang menekan dari batin agar kelegaan dimiliki.

Masalah atau hidup yang keras bukanlah akhir keberadaan kita karena kasih Tuhan melebihinya. Kasih-Nya lebih kuat dari kerasnya hidup. Masalah apa pun dapat dihadapi dan diatasi bila kita meyakini pertolongan Tuhan. Tuhan akan menolong memberi kekuatan, hikmat dan jalan keluar. Ia mendengar teriak minta tolong yang disampaikan kepada-Nya.

Pemazmur berkata: Ia membawa aku ke luar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku. Pengalaman iman pemazmur ini kiranya meneguhkan kita saat menghadapi kerasnya hidup. Tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Perempuan, banyak juga mengalami kekerasan, baik fisik, kata, ekonomi maupun seks. Tuhan tak pernah menghendaki kekerasan, maka kita pun terpanggil untuk menghentikannya.

Doa: Bapa, kiranya kami selamat melewati kerasnya hidup ini. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *