Santapan Harian Keluarga (SHK) – Selasa, 17 Maret 2026
Roma 5 : 1 – 5
Sukacita Di Tengah Penderitaan
Seperti seorang pelari maraton yang tetap berlari walau tubuhnya letih karena ia melihat garis finis di depan, demikian juga orang percaya tetap sabar dan bersukacita. Fokusnya bukan pada rasa sakit, tetapi pada tujuan yang menanti. Demikianlah kita: penderitaan hanyalah bagian dari proses, tetapi kemuliaan Allah adalah akhirnya. Pengharapan itulah yang membuat kita tetap kuat dan bersyukur. Kita sebagai orang yang telah dibenarkan oleh iman, kita berdiri di atas dasar damai sejahtera dengan Allah. Dari fondasi inilah kita diajak untuk bermegah, bersukacita dalam pengharapan akan kemuliaan Allah. Pengharapan ini bukan sekadar keinginan manusia, tetapi kepastian bahwa Allah sedang menuntun hidup kita menuju pemulihan dan kemuliaan yang Ia janjikan. Bahkan ketika penderitaan datang, firman ini menegaskan bahwa penderitaan tidak mematahkan iman, melainkan menguatkan kita. Penderitaan melahirkan ketekunan, ketekunan membentuk karakter tahan uji, dan karakter itu menghasilkan pengharapan yang tidak mengecewakan. Roh Kudus yang bekerja di hati kita memastikan bahwa kasih Allah selalu hadir menopang. Karena itu, apa pun proses yang kita hadapi hari ini tantangan pekerjaan, pergumulan keluarga, atau situasi batin tetaplah sabar dan bersukacitalah. Pengharapan di dalam Kristus adalah pengharapan yang pasti dan akan berakhir pada kemuliaan Allah.
Tuhan ajarilah kami untuk lebih sabar di tengah penderitaan hidup yang bergejolak.Amin
DOA

