fbpx

Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 November 2017

Sabtu, 25 November 2017

bacaan : Imamat 19 : 1-8

19:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
19:2 “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.
19:3 Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah TUHAN, Allahmu.
19:4 Janganlah kamu berpaling kepada berhala-berhala dan janganlah kamu membuat bagimu dewa tuangan; Akulah TUHAN, Allahmu.
19:5 Apabila kamu mempersembahkan korban keselamatan kepada TUHAN, kamu harus mempersembahkannya sedemikian, hingga TUHAN berkenan akan kamu.
19:6 Dan haruslah itu dimakan pada hari mempersembahkannya atau boleh juga pada keesokan harinya, tetapi apa yang tinggal sampai hari yang ketiga haruslah dibakar habis.
19:7 Jikalau dimakan juga pada hari yang ketiga, maka itu menjadi sesuatu yang jijik dan TUHAN tidak berkenan akan orang itu.
19:8 Siapa yang memakannya, akan menanggung kesalahannya sendiri, karena ia telah melanggar kekudusan persembahan kudus yang kepada TUHAN. Nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.
Hormati Orangtua dan Jauhi Berhala     

Salah satu bentuk menjaga kekudusan hidup adalah menghormati orangtua dan menjauhi penyembahan berhala. Itulah yang dikatakan dalam bacaan Alkitab di hari ini. Menghormati orang tua berarti dengar-dengaran, rajin belajar di sekolah dan di rumah,    ikut SM/TPI, tidak bolos sekolah, tidak berbohong, tidak tawuran dan ngebut di jalan raya; bahkan tidak membiarkan orang tua (opa dan oma atau nenek dan kakek) terlantar karena sudah tidak berdaya. Menjauhi penyembahan berhala berarti menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Apapun yang terjadi dalam hidup kita haruslah kita gumuli dalam terang kuasa Allah. Dengan demikian kita tidak tergoda untuk percaya kepada kuasa-kuasa kegelapan, pengaruh materi atau uang yang kini     sudah menjadi ‘tuan’ atau mammon; juga kuasa yang membuat orang melakukan kejahatan untuk mendapatkan kuasa. Bukankah karena uang dan kuasa ada orang yang menyangkal atau menelantarkan orang tuanya? Belajar dari bacaan hari ini, baiklah kita bersepakat untuk menata ulang hidup keluarga kita supaya kita semua saling menghormati, menghargai, melindungi, menjaga dan merawat sehingga kita hidup kudus atau berbeda dan menjadi teladan bagi orang lain. Bahwa kita membangun hidup keluarga bukan dengan mengandalkan uang atau materi, dan kuasa manusia, tetapi dengan cinta kasih dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah mati dan     bangkit untuk kita semua.

 

Doa: Tuhan, berilah RohMu memampukan kami untuk saling menghormati dan teguh percaya kepadaMu. Amin!

 

Jumat, 24 November 2017

bacaan : Imamat 21 : 1-4

TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada para imam, anak-anak Harun, dan katakan kepada mereka: Seorang imam janganlah menajiskan diri dengan orang mati di antara orang-orang sebangsanya,
kecuali kalau yang mati itu adalah kerabatnya yang terdekat, yakni: ibunya, ayahnya, anaknya laki-laki atau perempuan, saudaranya laki-laki,
saudaranya perempuan, yang masih perawan dan dekat kepadanya karena belum mempunyai suami, dengan mereka itu bolehlah ia menajiskan diri.
Sebagai suami janganlah ia menajiskan diri di antara orang-orang sebangsanya dan dengan demikian melanggar kekudusannya.

HIDUP SEBAGAI IMAM

Menurut umat Israel, para imam harus menjaga diri supaya tidak tercemar, bahkan berupaya tetap hidup kudus di hadapan Allah. Artinya seorang imam harus mampu menjaga kekudusan hidup dengan melakukan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, baik dalam hubungan dengan keluarga maupun orang lain. Pertanyaannya, apa tugas seorang imam? Singkatnya tugas seorang imam adalah sebagai perantara Allah dan umat. Karena itu imam (yang adalah laki-laki) bertindak sebagai pelayan ibadah : mempersembahkan korban, berdoa dan menyampaikan berkat. Lalu siapakah imam dalam keluarga kita? Umumnya para lelaki disebut sebagai imam dan kepala keluarga, jadi otomatis merekalah imam. Namun, kalau dilihat dari tugas seorang imam, maka perempuan dan anak2 juga bisa berperan sebagai imam. Bukankah dalam keluarga2 tertentu, ibu dan anak2  yang selalu setia beribadah dan berdoa? Dengan demikian dapat kita katakan bahwa setiap orang kristen harus mampu berperan sebagai imam. Imam yang mempersembahkan hidup kepada Tuhan, yang tekun berdoa dan melayani dengan penuh cinta sebagai wujud memberi berkat kepada semua orang. Kita adalah imam dalam keluarga karena itu kita diminta untuk hidup kudus, yaitu mampu melakukan peran sebagai orang tua yang melindungi anak2 dan menuntun mereka untuk menggapai masa depan yang baik.

Doa : Tuhan berilah RohMU memampukan kami untuk membimbing dan menuntun anak2 kami ke jalan yang benar amin

Kamis, 23 November 2017

bacaan : Imamat 20 : 22-27

Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu, supaya jangan kamu dimuntahkan oleh negeri ke mana Aku membawa kamu untuk diam di sana.
Janganlah kamu hidup menurut kebiasaan bangsa yang akan Kuhalau dari depanmu: karena semuanya itu telah dilakukan mereka, sehingga Aku muak melihat mereka.
Tetapi kepadamu Aku telah berfirman: Kamulah yang akan menduduki tanah mereka dan Akulah yang akan memberikannya kepadamu menjadi milikmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya; Akulah TUHAN, Allahmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain.
Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan.
Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.
Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

HIDUP KUDUS SETIA DAN TAAT

Hidup kudus yang dimaksudkan di sini adalah hidup dalam kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Sebab Tuhan telah memilih bangsa Israel dari antara banyak bangsa untuk menjadi umatNya, yaitu umat yang dari padanya orang lain belajar untuk setia dan taat, bahkan belajar untuk berbeda dari yang lainnya. Artinya, umat Israel harus mampu membedakan mana yang jahat dan mana yang baik, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dihindari. Sebab Tuhan telah memberikan hukum atau perintah yang menjadi patokan atau panduan hidup. Ketika seseorang mampu membedakan mana yang jahat dan mana yang baik, maka diharapkan ia dapat hidup berbeda dengan kebanyakan orang yang tidak mampu membedakan hal yang baik dan hal yang buruk. Pengalaman membuktikan bahwa ternyata kita tahu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, tetapi tidak mampu mengambil keputusan untuk hidup berbeda (melawan arus?) karena takut dikucilkan, takut kehilangan teman, takut jabatan dicopot, dst. Bacaan Alkitab hari ini menolong kita agar berpikir ulang untuk mengambil sikap hidup berbeda, yaitu setia pada janji- janji yang pernah kita ucapkan (baptis, sidi, nikah, tahbis, lantik) dan taat melaksanakan penggilan pelayanan (keluarga, jemaat dan masyarakat). Jika kita setia dan taat sebagai wujud dari hidup kudus atau berbeda maka tidak akan ada korupsi, selingkuh, KDRT dan berbagai kejahatan lainnya.

Doa : Tuhan bentuklah kami menjadi orang-orang yang hidup berbeda dengan tetap setia dan taat, amin

 

Rabu, 22 November 2017

bacaan : Imamah 20 : 8-14

Demikianlah kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya; Akulah TUHAN yang menguduskan kamu.
Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri.
Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.
Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
Bila seorang laki-laki tidur dengan menantunya perempuan, pastilah keduanya dihukum mati; mereka telah melakukan suatu perbuatan keji, maka darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
Bila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ibunya, itu suatu perbuatan mesum; ia dan kedua perempuan itu harus dibakar, supaya jangan ada perbuatan mesum di tengah-tengah kamu.

HORMATILAH ORANG TUA MU

Perenungan hari ini lebih difokuskan pada sikap dan penghargaan seorang anak kepada papa dan mama sebagai orang tuanya. Di sini, ada jaminan perlindungan kepada orangtua. Hal ini penting sebab pada kenyataannya, anak-anak yang sudah dewasa serta berpendidikan tinggi seringkali meremehkan dan tidak menghormati pra orangtua yang sudah tidak kuat atau yang berpendidikan rendah. Bahkan ada anak yang tega menyakiti papa atau mamanya hanya karena tidak memberi uang. Anak-anak yang dibesarkan dengan ajaran Kristen yang kuat diharapkan bisa menjadi contoh yang baik, yaitu menghormati, mengasihi, dan menghargai orang tua walaupun berpendidikan tinggi. Dengan demikian anak-anak kristen mampu menampilkan sikap dan pola hidup yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Pendidikan agama kristen yang kuat dan teladan baik dari orangtua juga diharapkan mampu membentuk karakter anak-anak kristen yang kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan gaya hidup kebanyakan orang yang suka hidup bebas, telibat seks bebas, judi, narkoba, dan kejahatan lainnya yang merusak hidup serta masa depan mereka dan juga orang lain. Orangtua hendaklah menjadi teladan dan penutan yang baik bagi anak-anak sebagai penerus hidup keluarga, dan generasi muda gereja dan bangsa. Marilah kita menata dan membangun hidup keluarga kita dengan saling menghormati dan menghargai.

Doa : Tuhan curahkanlah Roh Kudus dalam hidup anak-anak kami supaya mereka menghormati kami sebagai orangtua amin.

 

Selasa,21 November 2017

bacaan : Imamat 20 : 17-21

Bila seorang laki-laki mengambil saudaranya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya, dan mereka bersetubuh, maka itu suatu perbuatan sumbang, dan mereka harus dilenyapkan di depan orang-orang sebangsanya; orang itu telah menyingkapkan aurat saudaranya perempuan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri.
Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang perempuan yang bercemar kain, jadi ia menyingkapkan aurat perempuan itu dan membuka tutup lelerannya sedang perempuan itu pun membiarkan tutup leleran darahnya itu disingkapkan, keduanya harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.
Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu atau saudara perempuan ayahmu, karena aurat seorang kerabatnya sendirilah yang dibuka, dan mereka harus menanggung kesalahannya sendiri.
Bila seorang laki-laki tidur dengan isteri saudara ayahnya, jadi ia melanggar hak saudara ayahnya, mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, dan mereka akan mati dengan tidak beranak.
Bila seorang laki-laki mengambil isteri saudaranya, itu suatu kecemaran, karena ia melanggar hak saudaranya laki-laki, dan mereka akan tidak beranak.

JAGA HIDUP SESAMA

Perokok bacaan hari ini masih ada kaitannya dengan bacaan kemarin yang berbicara tentang perintah Tuhan kepada umat Israel supaya hidup kudus. Salah satu bentuk hidup kudus ialah tidak melanggar dan merusak hak hidup orang lain termasuk milik atau kepunyaannya. Hal ini sejalan dengan hukum kesepuluh : “jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya atau hambanya laki-laki atau hambanya perempuan… Atau apapun juga yang dipunyai sesamamu. ” Hukum atau perintah tersebut menjamin hidup dan hak hidup semua orang. Oleh sebab itu, kaum laki-laki diperingati supaya tidak melakukan kekerasan seksual terhadap anggota keluarga. Prinsipnya tiap orang harus menjaga diri untuk tidak menjadi pelaku kekerasan dan merusak hidup sesama, baik itu laki2 maupun perempuan. Bagaimana dengan kita saat ini? Jika kita jujur maka kita akan mengakui bahwa hidup orang kristen tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang. Pengalaman membuktikan bahwa orang kristen banyak melakukan kejahatan. Ada orang tua yang merusak hidup anaknya. Ada saudara yang juga merusak hidup saudaranya sendiri.  Ada suami atau isteri yang mengingini isteri atau suami orang lain, akhirnya berselingkuh. Bahkan masih banyak perbuatan lainnya yang menodai kesucian hidup sebagai orang kristen. Bacaan Alkitab hari ini mau menyadarkan kita semua supaya mampu membangun hidup yang berbeda dan KUDUS dan yang berkenaan kepada Tuhan.

Doa : Tuhan kensalikanlah hidup kami supaya kami tidak merusak masa depan bersama sebagai satu keluarga. Amin

Senin, 20 November 2017

bacaan :  Imamat 20 : 1-7

20:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
20:2 “Engkau harus berkata kepada orang Israel: Setiap orang, baik dari antara orang Israel maupun dari antara orang asing yang tinggal di tengah-tengah orang Israel, yang menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu.
20:3 Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dengan maksud menajiskan tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus.
20:4 Tetapi jikalau rakyat negeri menutup mata terhadap orang itu, ketika ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dan tidak menghukum dia mati,
20:5 maka Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh.
20:6 Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.
20:7 Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.

RUMAH YANG AMAN

Bacaan Alkitab hari ini merupakan larangan keras kepada orang Israel dan semua orang yang hidup bersama mereka untuk tidak mengikuti ritual penyembahan dewa molokh, yaitu mempersembahkan anak-anak kepada dewa sembahan orang Kanaan. Allah memanggil orang Israel untuk hidup kudus, yaitu tidak mengikuti kebiasaan orang-orang Kanaan untuk mengorbankan anak-anak. Sebab ritual pengorbanan anak sangat ditentang oleh Allah. Lalu apa hubungannya dengan kita sekarang ini? masih adalah tindakan yang mengorbankan anak-anak? memang kita tidak mengenal dewa molokh. Namun, kalau kita mengamati kenyataan di sekitar kita, banyak anak yang menjadi korban kekerasan. Apakah itu kekerasan fisik oleh papa-mama, guru, pengasuh kekerasan ekonomi dimana orang tua menelantarkan anak-anak, bahkan anak-anak dijadikan obyek nama besar orang tua maka sesungguhnya kita sedang ditentang oleh Allah. Allah mau supaya kita melindungi anak-anak, dan memastikan jaminan masa depan mereka, tidak mengorbankan mereka untuk kepentingan dan nama besar kita. Anak juga tidak boleh diperalat menjadi pekerja keras atau dengan kata lain, tidak boleh memperkerjakan anak dibawah umur. Marilah kita emnciptakan rumah kita sebagai tempat yang paling aman dan nyaman bagi anak-anak kita supaya berbeda dengan kebanyakan keluarga yang justru rumah menjadi tempat yang berbahaya bagi anak-anak.

Doa : Tuhan jadikanlah rumah kami tempat yang aman untuk anak-anak kami, amin

Minggu, 19 November 2017

bacaaan : I Petrus 1 : 13-16

1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

HIDUP YANG BERBEDA

Kata ‘kudus’ (dalam bahasa Yunani) punya arti ‘berbeda’ dari yang lain. Dengan demikian kalau kita dipanggil untuk hidup kudus berarti kita harus mampu menampilkan cara hidup yang berbeda dengan kebanyakan orang. Hidup kudus atau hidup berbeda orang lain dalam hal selalu memandang masa depan dengan penuh pengharapan kepada Kristus. Artinya meletakkan seluruh hidup ke dalam kuasa Tuhan, tidak seperti kebanyakan orang yang menaruh harapannya pada kekuatan diri sendiri. Hidup berbeda atau hidup kudus juga berarti taat, setia dan mampu menguasai diri; tidak seperti kebanyakan orang yang suka menuruti hawa nafsu : birahi, emosi atau panas hati, yang melahirkan tindakan berselingkuh, pelecehan seksual, perkelahian, kekerasan fisik dan psikis. Alasan dasar mengapa kita harus hidup kudus adalah karena Allah yang kita percaya di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang kudus. Allah yang berbeda dengan ilah atau dewa-dewa lain. Allah yang turut merasakan penderitaan yang kita alami, apakah itu sakit karena penyakit, sakit hati karena dikhianati, dsb. Oleh sebab itu Dia masuk ke dalam dunia dan menjumpai kita melalui Yesus Kristus, Sang Imanuel. Allah beserta kita sehingga kita dikuatkan untuk membangun hidup pribadi, keluarga dan persekutuan jemaat dengan penuh cinta kasih, saling peduli, saling menopang, saling merangkul, saling menguatkan untuk tetap hidup kudus.

Doa : Tuhan ajarilah keluarga kami untuk menampilkan cara hidup yang berbeda dengan kebanyakan orang, amin

 

Sumber : SHK LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *