Santapan Harian Keluarga, 28 Okt – 3 Nov 2018

[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Minggu, 28 Oktober 2018                       

bacaan :  1 Timotius 1 : 3 – 11 (T)

Mengenai ajaran sesat

3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain 4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman. 5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan. 8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, 9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, 10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat 11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.

 

Peliharalah Ajaran Sehat Yang Mendatangkan Kebaikan

Pertumbuhan hidup setiap orang selalu dipengaruhi oleh kebiasaan yang diwariskan dari keluarga. Katakanlah, setiap keluarga yang memiliki kebiasaan berdoa, tentu akan mendorong anggota keluarga untuk meluangkan waktu guna berdoa kepada Tuhan. Jika kebiasaan ini dipraktekkan secara terus-menerus, maka yang terjadi adalah hal berdoa akan menjadi gaya hidup setiap anggota keluarga. Jika kita menjadikan doa sebagai gaya hidup, maka kita diberi kemampuan oleh Tuhan untuk dapat kritis terhadap nilai-nilai yang merusak hidup dan iman kita. Artinya tidak mudah dipengaruhi oleh ajaran sesat dan merugikan diri kita. Di sini, doa membuat kita mengambil jarak kritis terhadap tawaran nilai-nilai baru misalnya gaya hidup bebas, materialisme, konsumerisme dan pornografi. Nilai-nilai itu dapat dipahami sebagai ajaran sesat yang membuat setiap orang percaya tidak berdaya dalam hidup. Dengan berdoa, kita memelihara ajaran iman yang positif, yang membawa pada kehidupan. Itulah yang ditekankan Paulus kepada Timotius dan kita semua. Kita diwajibkan untuk mendorong suami, istri, saudara, orang tua, anak-anak, tetangga, rekan kerja ataupun siapa saja agar tetap mempertahankan ajaran sehat yang dapat membangun iman kepada Tuhan. Maka lawanlah segala keinginanmu dan kenikmatan sesaat itu dengan doa kepada Tuhan, supaya kita terhindar dari hal-hal yang membahayakan kehidupan kita itu.(SA)

Doa: Tuhan, ada rupa-rupa ajaran sesat di sekeliling kami, buatlah kami tetap teguh dalam iman dan tidak goyah. Amin.

 

Senin, 29 Oktober 2018   

bacaan : Yudas 1 : 3 – 7 (T)

Hukuman atas guru-guru palsu

3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. 4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus. 5 Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. 6 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, 7 sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.

 

Kalahkan Kepalsuan Dunia Dengan Iman

Dunia yang di dalamnya kita hidup, berkarya untuk meraih masa depan yang berhasil, bukanlah sebuah dunia yang hanya sanggup memberi harapan tetapi juga menyediakan berbagai godaan, tantangan dan ancaman. Kalau kita tidak pandai-pandai membawa diri dan mengatur hidup kita, maka dengan mudah kita menjadi korban permainan dunia ini. Tentunya kita tidak ingin yang demikian. Setiap orang tua dalam keluarga, kita punya idealisme di dalam membangun dan mengembangkan hidup kita dan anak-anak kita dan itu tidak lain adalah sebuah keberhasilan masa depan yang baik dan cemerlang. Untuk itu, dibutuhkan ketahanan yang kuat, bagaikan filter yang mampu menangkal berbagai hal yang buruk, yang sewaktu-waktu datang menghadang.

Di sinilah peran orang tua menjadi penting dalam membina kehidupan keluarga dengan pembinaan agama, pendidikan formil di sekolah, dan berbagai ketrampilan lainnya yang positif, agar anak-anak memiliki pertumbuhan yang seimbang antara pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Dengan begitu pada gilirannya, kita akan semakin tahan uji dalam menghadapi apa pun realitas hidup ini dan kita tidak mudah diombang-ambingkan olehnya. Sebab apa? Sebab kita punya iman kepada Tuhan Yesus Kristus, kita percaya kepadaNya dan mempercayakan seutuhnya hidup kita ke dalam tanganNya. Berjuanglah terus untuk tetap memiliki iman dan hidup di dalam iman, dan jangan mau dipermainkan dan dipermalukan dengan hal-hal yang tidak menguntungkan. Maka hidup kita dan anak-anak kita menjadi hidup yang memuliakan nama Tuhan dan bermanfaat bagi sesama dan dunia ini.(SA)

 Doa: Kuatkan iman dan keyakinan kami kepadaMu ya Kristus, sehingga kami tahan uji dalam menghadapi segala godaan dunia ini. Amin.

 

Selasa, 30 Oktober 2018                                

bacaan : Yudas 1 : 8 – 13 (T)

8 Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga. 9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!” 10 Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka. 11 Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. 12 Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. 13 Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

Berjuang Mempertahankan Iman

Perjuangan yang banyak memeras tenaga dan pikiran bukan hanya milik para prajurit militer yang sedang bertugas di medan pertempuran, tetapi juga berlaku di dalam peperangan rohani. Papa, mama dan anak-anak dalam keluarga Kristen perlu menyadari hal ini dan turut mengambil bagian dalam perjuangan yang nyata untuk membangun benteng pertahanan iman yang kokoh ketika berada di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus bahkan di tempat kerja. Kita mesti mewaspadai setiap orang yang ada disekitar kita. Bukan tidak mungkin mereka adalah kelompok orang-orang yang menyalahgunakan kasih karunia Allah dengan memanipulasi banyak hal melalui hidup mereka demi berbagai kebutuhan hidup yang ada. Bisa jadi mereka juga menolak dan menjual Yesus demi kesenangan hidup. Untuk itu kita harus berjuang mempertahankan iman. Berjuang mempertahankan iman berarti pertama, menentang mereka yang walaupun berada di dalam persekutuan gereja, namun menyangkal kekuasaan Allah atau memutarbalikkan iman yang sejati, sebagaimana disampaikan oleh Kristus dan para rasul; kedua, memberitakan kebenaran kepada setiap orang dan tidak membiarkan beritanya dilemahkan oleh orang-orang fasik yang memutarbalikkan kebenaran.

Untuk itu kita harus menjadikan firman Tuhan sebagai salah satu parameter yang paling sederhana untuk mengukur dan menyaring semua perilaku orang-orang disekitar kita sambil kita tetap menjaga iman kita agar jangan jatuh ke dalam godaan mereka.(SA)

Doa: Tuhan, tolong kuatkan iman kami ketika menghadapi apapun bentuk godaan yang ada di hidup keluarga kami. Amin.

 

Rabu, 31 Oktober 2018                                   

bacaan :  Yoel 2 : 23 – 27 (T)

23 Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. 24 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak. 25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. 26 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. 27 Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.”

Keluarga Bersyukur Untuk Kesetiaan Tuhan

Angkat syukur puji Tuhan!! 31 hari di bulan Oktober sudah kita susuri. Dan bulan ke-11 di November menanti di depan kita. Hidup terus berjalan seiring dengan irama waktu. Dan tidak dapat kita sangkali bahwa di dalam perjalanan hidup keluarga sepanjang bulan ini kita berhadapan dengan begitu banyak tantangan, hambatan bahkan ancaman di hidup kita. Kita bergumul dengan kenyataan hidup; susah dan senang, sakit dan derita, merasa ditinggalkan dan disingkirkan, termasuk kebahagiaan dan kesuksesan. Kenyataan hidup yang ada dan terjadi itu bisa dikarenakan ulah kita sendiri dan juga akibat perbuatan orang lain. Namun janganlah itu sampai mengurangi keyakinan kita dalam hidup keluarga karena Tuhan punya banyak cara untuk lebih memurnikan iman dan percaya kita, supaya kita tahan uji, tidak mudah menyerah namun harus tetap bersemangat. Tuhan tetap ada melindungi, menyertai dan memberkati hidup keluarga kita. Tangan kasih Tuhan tetap setia terulur, mengangkat dan memegang tangan kita dan membuat kita tegak berdiri dan berjalan menelusuri lorong-lorong kehidupan dengan begitu banyaknya pergumulan dan pasti Ia akan membuat kita berkemenangan. Kasih sayang dan rahmatNya terus melimpah bagi kita sebab Ia adalah Allah yang tetap setia dengan janji-Nya. Dan itu menjadi bukti yang tidak terbantahkan dengan adanya kita bisa hidup sampai di hari terakhir bulan Oktober ini. Dan sebagai gereja, kita juga angkat syukur puji Tuhan, karena di hari ini Tuhan merahmati kita dengan pertambahan setahun usia sebagai Gereja Protestan. Ini semua bukan karena kuat dan gagah kita, tetapi karena kasih setia Tuhan, Sang Kepala Gereja yang mengasihi kita. Jadikanlah semua itu pegangan dan keyakinan kita memasuki bulan baru pemberian Tuhan.(SA)

Doa: Terima Kasih Tuhan untuk penyertaanMu di bulan Oktober dengan 31 hari di dalamnya. Amin.

 

Kamis, 01 November 2018                  

bacaan : Yudas 1:14-16 (T)

14 Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, 15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” 16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan. 

Keteladanan Hidup Yang Baik, Menyenangkan Hati Tuhan

Realita kehidupan manusia yang tak bisa dihindari adalah bahwa  setiap perbuatan jahat, lambat atau cepat pasti ada ganjarannya, itulah kesaksian Alkitab dalam nubuat para nabi.Yudas (saudara Yesus) dalam suratnya juga mengutip nubuat Nabi Henock tentang penghukuman Allah atas kejahatan orang-orang fasik (Yudas 1 : 14-16). Apa yang membuat Allah menghukum mereka? Alasannya, karena kejahatan mereka, perkataan-perkataan nista terhadap Tuhan, suka menggerutu dan mengeluh tentang nasib, hidup menurut hawa nafsu, suka menjilat orang lain untuk mendapat keuntungan. Semua perbuatan dan kata-kata mereka telah menyakiti hati Tuhan, sehingga Tuhan murka.Ini pelajaran berharga untuk kita keluarga-keluarga Kristen agar terhindar dari kebiasaan-kebiasaan orang fasik.Hiduplah selalu dekat dengan Tuhan dan lakukanlah perbuatan baik seperti yang Tuhan kehendaki, agar kita kedapatan menyenangkan hati Tuhan.Jangan pernah menggerutu, sebab, Allah senantiasa memberikan yang terbaik kepada kita.Hidup ini adalah anugerah Allah yang terindah, yang harus disyukuri dalam setiap perkataan dan perbuatan baik.Karena itu, bersyukurlah selalu dengan apa yang ada.(NRL)

Doa:Tuhan, jauhkanlah keluarga kami dari kebiasaan orang fasik. Amin.

 

Jumat, 02 November 20182

bacaan : Yohanes 1:4-11 (T)

4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 

Lekatkan Hatimu Selalu Kepada Tuhan

Selama kita belum bertobat dan masih terus berkanjang dalam dosa dan kejahatan, maka sulit untuk kita bisa mengasihi Tuhan, sesama dan lingkungan alam.Ketidaktaatan kita membuktikan bahwa kita tidak mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu kita akan jauh dari Tuhan, kita akan membuat hati Tuhan sedih. Padahal Tuhan Allah yang kita sembah di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang baik dan setia mengasihi dan memberkati kehidupan kita dengan kelimpahan rahmat-Nya.Apa yang kurang pada kita? Bukankah segala sesuatu telah Tuhan siapkan dengan sangat baik.Coba kita renungkan setiap hari kehidupan kita, apakah Tuhan tidak ada bersama keluarga kita?Kalau Tuhan tidak ada dengan kita, maka pasti kita sudah binasa. Marilah kita sadar akan dosa-dosa kita. Papa, mama dan anak-anak perlu datang bersujud sembah di hadapan kekudusan Tuhan, sambil dengan kerendahan hati memohon pengampunan-Nya.Tuhan menghendaki kita untuk sungguh-sungguh sadar dan bertobat, berbalik kepada-Nya.Marilah, fokuskan hati kita untuk mengasihi Tuhan, hidup dekat dengan-Nya maka ketika kita berseru pada-Nya pasti ada pengampunan, perlindungan dan pertolongan.Di tengah realita hidup yang penuh tantangan dan cobaan yang semakin hebat janganlah menjauh dari Tuhan. Kasihilah Tuhan, sesama dan alam.(NRL)

Doa: Tuhan, ampunilah kami jika tidak mengasihiMu, sesame dan alam ini. Amin. 

 

Sabtu, 03 Nopember 2018                  

bacaan : Yudas 1:17-23 (T)

Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman

17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.” 19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. 20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Iman Yang Sejati Memampukan Kita Terus Bertumbuh

Orang yang hidup dalam dasar iman yang benar tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh angin pengajaran yang akan membuatnya menyimpang dari kebenaran. Sebaliknya ia akan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Karena itu, Yudas (saudara Yesus) dalam suratnyamengingatkankita untuk tetap membangun diri sendiri di atas dasar iman yang paling suci. Orang yang membangun rumah tidak hanya membuat fondasi, melainkan menyelesaikannya sampai berdiri. Demikian kita pun tidaktinggal dalam keadaan yang tetap sama seperti ketika baru bertobat melainkan akan terus bertumbuh. Menjadi orang Kristen tidak cukup hanya percaya pada Yesus saja, tetapi membutuhkan juga komitmen untuk tetap bertumbuh di dalam Dia. Sebab sasaran hidup keluargaKristen adalah bisa sama seperti dengan Tuhan Yesus. Untuk itu, diperlukan usaha agar setiap kita yang sudah percaya kepada Kristus terutama sebagai papa, mama dan anak – anak, agar memiliki pertumbuhan yang baik. Kita harus bertambah-tambah di dalam Tuhan, baik itu dalam pengenalan kita akan firman-Nya dan juga iman yang semakin teguh di dalam Dia dan semakin hidup di dalam doa. Sebab tidak ada hidup yang instan di dalam Tuhan, semuanya membutuhkan proses.(NRL)

Doa: Tuhan, bimbinglah kami untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan Engkau. Amin.

*sumber : Santapan Harian Keluarga, LPJ-GPM bulan Okt dan Nov 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey