Santapan Harian Keluarga, 29 Des 2019 – 04 Jan 2020
AMBON, jemaatgpmsilo.org
Minggu, 29 Desember 2019
bacaan : Maleakhi 3 : 13 – 18
Kemenangan Terakhir bagi Orang Benar
Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga." Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya." Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
Setialah Kepada Tuhan Yang Mengasihi Kita
Tanpa terasa kita sudah berada di hari Minggu terakhir (Minggu ke-52) dan tinggal 2 hari lagi kita sudah akan mengakhiri tahun 2019 dan akan memulai lagi langkah-langkah pergumulan baru di tahun anugerah-Nya, tahun 2020. Dalam bacaan kita Maleakhi 3:13-18 menggambarkan kehidupan orang Israel setelah kembali dari pembuangan Babel. Mereka kembali dalam pengharapan akan kehidupan yang lebih baik, tetapi ternyata mereka menghadapi berbagai tantangan dan cobaan berat, mereka mulai meragukan penyertaan Tuhan, dan melihat kehidupan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan justru lebih baik. Sebenarnya kekuatiran mereka yang menyebabkan mereka tidak dapat memahami maksud dan rencana Tuhan yang sementara bertindak untuk memulihkan mereka. Lewat Maleakhi, Allah menyampaikan Firman-Nya bahwa mereka akan menjadi milik kepunyaan Allah, dan Allah akan mengasihi mereka seperti seseorang mengasihi anaknya. Persoalannya adalah: apakah umat Israel kedapatan setia kepada Tuhan dan tetap beribadah kepada-Nya? Di hari minggu terakhir ini, mari sejenak kita renungkan bersama tentang apa saja yang telah kita alami sepanjang 52 minggu?, apa saja yang kita harapkan? dan apa saja yang telah lakukan? Bagaimana kita memaknai ibadah-ibadah kita, bagi hidup, pergumulan, tugas dan kerja kita? Apakah kita masih meragukan kasih dan kemurahan Tuhan yang telah menyertai perjalanan hidup kita? Satu hal yang diminta oleh Tuhan, Jadilah orang-orang yang setia melakukan kehendak-Nya, sebab IA telah menjadikan kita milik-Nya dan IA terus mengasihi kita.
Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk setia kepada-Mu. Amin.
Senin, 30 Desember 2019
bacaan : Mazmur 148 : 1 – 14
Langit dan Bumi, Pujilah TUHAN
Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya! Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang! Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta. Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar. Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya; hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon buah-buahan dan segala pohon aras: hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap; hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda! Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!
Nikmati dan Syukurilah Beragam dan Berwarna Kasih Setia Tuhan
Berdiri dan menatap indahnya alam ciptaan Tuhan di pantai Lilibooy yang telah dibuat sebagai tempat wisata “Batu Kapal”, membuat saya tertegun dan berdecak kagum atas keindahan sekitar pantai tersebut apalagi saat menyaksikan matahari yang mulai terbenam. Sekilas saya mengamati banyak orang yang sedang mengabadikan suasana tersebut dengan memotretnya. Terlihat semua orang dipantai itu sangat menikmati pemandangan indah itu. Semua begitu bahagia dan terdengar spontan suara seorang perempuan yang mengatakan: Tuhan sungguh dahsyat…!
Pertanyaannya, mengapa mereka dapat memberikan respons seperti itu? Kitab Mazmur memberikan petunjuk kepada kita. Pemazmur melukiskan tentang Allah yang memerintahkan matahari untuk memuji penciptaNya (3). Dan di mana pun matahari menyinari bumi ini, orang akan tergerak untuk turut memuji Sang Pencipta. Keindahan yang kita nikmati melalui alam ciptaan berbicara kepada jiwa kita dengan cara yang unik. Tidak hanya kita dibuat terpaku dan terpikat olehnya, namun keajaiban karya ciptaan Allah yang begitu beragam dapat membuat kita termenung dan teringat akan kebesaran kuasaNya dibalik terbit dan terbenamnya matahari yang begitu menakjubkan. Semua itu untuk kita manusia bersama ciptaan lainnya. Jika Ia begitu setia mengasihi kita, maka hendaknya kita juga menunjukan kesetiaan kita kepadaNya dengan jalan mengasihiNya melalui perilaku hidup kita yang turut menyatakan kepedulian dan keberpihakan kita atas hidup sesama dan alam semesta ciptaanNya.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk kasih setiaMu dalam hidup kami. Amin.
Selasa, 31 Desember 2019
bacaan : Mazmur 33 : 1 – 22
Puji-Pujian kepada Allah Israel
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah. Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka. Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan. Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
Bersyukurlah atas Kasih Setia Tuhan
Perjalanan 365 hari akan kita akhiri, meskipun berbagai peristiwa mewarnai perjalanan kita, namun demikian Tuhan tidak pernah lepas tangan daripada kita, Ia selalu menggenapi janji-Nya: “Aku menyertai kamu”. Apapun pengalaman kita, manis – pahit, suka – duka, sukses – gagal, kita sudah tiba di penghujung tahun ini dengan selamat. Oleh karena itu, tidak ada kata lain selain “ungkapan syukur” kepada Tuhan Yesus bahwa Ia sungguh baik bagi kita, Ia sungguh mengasihi kita. Itulah gambaran puji-pujian dalam Mazmur 33:1-22. Ajakan untuk bersorak-sorai, bersyukur, bermazmur dan menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan adalah ungkapan iman pemazmur yang mewakili umat yang sudah merasakan kasih dan penyertaan Tuhan yang telah memimpin perjalanan hidup mereka. Bagi mereka Tuhan yang patut dipuji adalah Allah yang setia, IA senang pada keadilan dan hukum, IA menata, mengatur dan mengendalikan kehidupan manusia dan alam semesta, karena itulah IA layak dipuji. Kita akan mengakhiri tahun 2019, sesungguhnya bagi orang percaya, hidup kita ibarat sebuah perjalanan, dan akhir tahun adalah moment ketika kita berhenti sejenak, melihat kebelakang ke perjalanan yang telah dilewati, memandang ke depan, menatap jalan yang akan dilalui dan menengadah keatas, bersyukur atas petolongan Tuhan di tahun yang akan terlewati dan memohon berkat penyertaan Tuhan untuk perjalanan yang akan ditempuh. Jika Allah mengijinkan kita mengakhiri perjalanan di tahun 2019 ini dengan segala baik, maka pasti IA akan mengijinkan kita menikmati kehidupan baru di tahun 2020, bersyukur dan pujilah Nama-Nya.
Doa: Terima kasih Tuhan untuk Kasih Setia-Mu. Amin.
Rabu, 01 Januari 2020
bacaan : Keluaran 33 : 1-23
Musa meminta Penyertaan TUHAN di Gurun
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu — Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus -- yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan." Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorang pun tidak ada yang memakai perhiasannya. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel: Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk. Jika Aku berjalan di tengah-tengahmu sesaat pun, tentulah Aku akan membinasakan kamu. Oleh sebab itu, tanggalkanlah perhiasanmu, maka Aku akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepadamu." Demikianlah orang Israel tidak memakai perhiasan-perhiasan lagi sejak dari gunung Horeb. Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari TUHAN, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan. Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah. Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana. Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu." Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu." Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?" Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau." Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku." Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani." Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup." Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."
Tuhan Menyertaimu Dalam Perjalanan
Kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena atas pimpinan dan penyertaan-Nya, maka kita telah memasuki dan menjalani hidup di hari pertama tahun 2020. Tahun yang panjang yang kita akan jalani selama 366 hari. Pada tahun ini ada di antara kita yang berkesempatan untuk mensyukuri Hari Ulang Tahunnya di tanggal 29 Pebrauri 2020. Suatu kesempatan yang hanya diperoleh dalam kurun waktu 4 tahun sekali. Sebab tiga tahun sebelum dan sesudahnya kita menjalani hidup di tahun yang pendek, karena bulan Pebruari hanya dihitung 28 hari. Apapun perhitungan waktu yang terjadi tiap tahun, tetapi sesutau yang pasti ialah Tuhan terus menyertai perjalanan hidup kita. Penyertaan-Nya bersama kita di tahun 2019 menjadi dasar keyakinan dan pengharapan kita untuk menjalani hidup di tatun 2020 ini. Keyakinan dan pengharapan yang sama menjadi dasar dari permohonan Musa kepada Tuhan. Musa dan umat mengalami penyertaan Tuhan sejak keluar dari tanah Mesir. Tetapi ketika mereka hendak memasuki perjalanan di padang gurun Tuhan enggan berjalan bersama mereka. Hal ini disebabkan karena umat tidak setia dan taat hidup dalam penyertaan Tuhan. Sekalipun demikian Musa tetap memohon agar Tuhan berkenan berjalan bersama umat-Nya. Karena dia yakin tanpa pertolongan Tuhan, mereka tidak bisa berjalan sendirian melewati padang gurun. Doa dan harapan Musa menjadi doa dan harapan kita di tahun 2020. Yang penting kita harus menjadi umat yang setia dan taat kepada Tuhan. Selamat Tahun Baru.
Doa: Tuhan sertailah kami di tahun 2020
Kamis, 02 Januari 2020
bacaan : 2 Tawarikh 32 : 1-8
Yerusalem dikepung oleh Sanherib
Setelah peristiwa yang menunjukkan kesetiaan Hizkia itu datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerbu Yehuda. Ia mengepung kota-kota berkubu, dan berniat merebutnya. Ketika Hizkia mengetahui, bahwa Sanherib datang hendak memerangi Yerusalem, ia berunding dengan para panglima dan pahlawannya untuk menutup segala mata air yang terdapat di luar kota dan mereka itu bersedia membantunya. Maka berkumpullah banyak orang. Mereka menutup semua mata air dan sungai yang mengalir dari tengah-tengah negeri itu. Kata mereka: "Mengapa raja-raja Asyur harus mendapat banyak air, kalau mereka datang?" Dengan sekuat tenaga Hizkia membangun kembali seluruh tembok yang telah terbongkar, mendirikan menara-menara di atasnya dan tembok yang lain di luarnya. Ia memperkuat juga Milo di kota Daud dan membuat lembing dan perisai dalam jumlah yang besar. Ia mengangkat panglima-panglima perang yang mengepalai rakyat, menyuruh mereka berkumpul kepadanya di halaman pintu gerbang kota dan menenangkan hati mereka dengan kata-kata: "Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita." Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.
Apapun Yang Kita Hadapi, Tuhan Allah Kita Menyertai Kita
Perjalanan panjang di tahun 2020 tidak saja menjanjikan sejumlah harapan dan peluang yang akan kita raih, tetapi juga sejumlah tantangan dan ancaman yang menanti. Apapun tantangan dan ancaman yang akan kita hadapi di tahun 2020 ini, kita tidak menghadapinya seorang diri. Tetapi kita menghadapinya bersama Tuhan. Keyakinan dan harapan ini akan menjadi kekuatan yang meneguhkan hati kita menjalani hidup di tahun 2020 ini. Kayakinan yang sama juga meneguhkan hati dan pengharapan raja Hizkia ketika menghadapi ancaman dari Sanherib, raja Asyur. Raja Hizkia yakin bahwa ia telah melakukan semua tanggungjawabnya dengan baik dan benar di hadapan Tuhan. Karena itu dia yakin bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan dia dan umatnya. Dengan keyakinan itu, Hizkia menguatkan dan meneguhkan hati umat agar tidak menjadi takut dan tawar hati menghadapi ancaman Sanherib, raja Asyur. Hizkia katakan bahwa yang menyertai Sanherib adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai umat Israel adalah Tuhan Allah (ayat 8). Apa yang disampaikan Hizkia kepada umat Israel, juga disampaikan kepada kita di tahun 2020 ini. “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu” (ayat 7). Sebab yang menyertai kita adalah Tuhan Allah kita (ayat 8). Karena itu, serahkanlah seluruh hidupmu di dalam tangan Tuhan dan lakukanlah segala yang baik dan benar. Itulah yang Tuhan kehendaki bagi kita di tahun 2020 ini.
Doa: Kuatkanlah dan teguhkanlah hati kami menjalani hidup bersama Tuhan di tahun ini.
Jumat, 03 Januari 2020
bacaan : Yosua 1 : 1-9
Perintah TUHAN Kepada Yosua untuk merebut Tanah Kanaan
Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu. Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." perempuan-perempuan dan anak-anak di antara kamu dan ternakmu boleh tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu di seberang sungai Yordan, tetapi kamu, semua pahlawan yang gagah perkasa, haruslah menyeberang di depan saudara-saudaramu dengan bersenjata, dan haruslah menolong mereka,
Kuatkan Dan Teguhkanlah Hatimu
Tahun 2020 adalah tahun pemberian Tuhan untuk kita jalani. Karena itu, kita tidak perlu takut memasuki dan menjalani hidup di tahun ini. Sebab Tuhan menyertai dan bersama kita. Ia selalu ada melalui Firman dan Roh-Nya. Karena itu ketika kita berkesempatan untuk membaca Alktab yang berisikan Firman Tuhan, maka kita dapat mendengarkan suara Tuhan yang berbicara dengan kita. Dan ketika kita berdoa menyerahkan hidup kita di dalam tangan Tuhan, maka kita merasakan tangan Tuhan terulur memberikan kepada kita kekuatan melalui kuasa Roh Kudus. Bila kita selalu berada dalam penyertaan dan pimpinan Tuhan, maka kita tidak perlu takut memasuki dan menjalani hidup di tahun 2020 ini. Karena tahun ini adalah tahun yang berada di bawah kuasa dan pengendalian Tuhan. Karena itu dengan penuh keyakinan iman dan pengharapan yang sungguh kepada Tuhan, kita menjalani hidup di tahun ini. Keyakinan iman ini juga menjadi dasar bagi umat Israel untuk memasuki tanah Kanaan. Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan kepada mereka. Tanah Kanaan bukanlah tanah yang kosong, sebab ternyata tanah itu lebih dahulu sudah dihuni oleh bangsa Filistin. Suatu bangsa yang lebih kuat dan perkasa. Tetapi karena janji Tuhan, mereka memasuki tanah Kanaan dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan akan tetap menyertai dan menolong mereka. Keyakinan iman Israel, juga hendaknya menjadi keyakinan kita memasuki dan menjalani hidup di tahun ini. Melangkahlah bersama Tuhan, IA selalu menyertaimu
Doa: Tuhan hanya kepada-Mu, kami menyerahkan hidup kami.
Sabtu, 04 Januari 2020
bacaan : Yosua 1 : 10 – 18
Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya: "Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki." Kepada orang Ruben, kepada orang Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu berkatalah Yosua, demikian: "Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu negeri ini; perempuan-perempuan dan anak-anak di antara kamu dan ternakmu boleh tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu di seberang sungai Yordan, tetapi kamu, semua pahlawan yang gagah perkasa, haruslah menyeberang di depan saudara-saudaramu dengan bersenjata, dan haruslah menolong mereka, sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari terbit." Lalu mereka menjawab Yosua, katanya: "Segala yang kauperintahkan kepada kami akan kami lakukan dan ke mana pun kami akan kausuruh, kami akan pergi; sama seperti kami mendengarkan perintah Musa, demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu. Hanya, TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai Musa. Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apa pun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"
Setialah Berjalan Bersama Yesus
Kalau kita diperhadapkan pada sebuah pilihan, maka pasti kita punya alasan untuk menentukan pilihan kita. Begitupun umat Israel ketika tiba di tanah Kanan, Yosua memperhadapkan sebuah pilihan kepada mereka : “Pilihlah pada hari ini, kepada siapakah kamu akan beribadah ….? Kepada allah-allah yang dulu disembah oleh nenek moyangmu ataukah kepada Allah yang telah memimpin perjalanan hidupmu….??. Ajakan untuk beribadah kepada Tuhan karena, Allah telah menyertai perjalanan panjang dari Mesir sampai tiba di Kanaan, melewati kesukaran, kesulitan, tantangn dan ancaman, tetapi penyertaan Allah tetap dirasakan.
Allah memberi berkat untuk kelangsungan hidup umat di Tanah Kanaan dan Allah tetap menjaga dan melindungi kehidupan umat
Disini, Yosua mencoba mengingatkan umat tentang perbuatan Allah yang besar dalam sejarah perjalanan kehidupan mereka.
Dan sebagai ungkapan syukur umat atas perbuatan Allah yang besar itu Yosua mengajak umat untuk : “Hidup dalam Takut akan Tuhan dan beribadah Kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia “
Mengawali perjalanan kita di tahun 2020 ini, kita diingatkan oleh Firman Tuhan ini : Hidup dalam rasa syukur kepada Tuhan yang telah menuntun perjalanan hidup kita sampai di saat ini, dan yang akan tetap setia memimpin perjalanan kita di tahun yang baru, 2020. Masing – masing kita, baik pribadi dan keluarga tapi juga persekutuan ini, pasti punya pengalaman iman bersama Tuhan, yang terus mengingatkan kita untuk hidup dalam rasa syukur pada Tuhan. Sebagai umat yang percaya, baiklah bersama-sama kita katakan : “Kepada Tuhan Allah kita, kami akan beribadah dan Firman-Nya akan kami dengarkan”
Doa : Tuhan, kami mau beribadah dan Firman-Mu akan kami dengarkan, Amin.
*Sumber : SHK bulan Des 2019 & Januari 2020, terbitan LPJ-GPM

