SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) SENIN, 14 JUNI 2021

HARGAILAH ALAM PEMBERIAN TUHAN

Pembacaan Alkitab : Yesaya 9 : 17 – 20

Kita mesti telanjang dan benar – benar bersih, suci lahirlah di dalam batin….” Sepotong syair lagu Ebet G. Ade ini mengingatkan kita untuk merenung dan memaknai berbagai musibah dan bencana yang terjadi akhir – akhir ini di Tanah Air Indonesia. Bencana non alam berupa pandemic Covid-19, gempa bumi, musibah jatuhnya Pesawat udara, badai siklon tropis, tenggelamnya Kapal Selam Nainggala 402, dan mungkin berbagai musibah dan bencana yang lain.  Semuanya meninggalkan duka yang dalam dan berbagai kerugian material yang tidak sedikit. Dalam bacaan kita juga diceriterakan tentang bencana yang menimpa Suku Efraim. Sebagai salah satu suku yang besar, Efraim telah dianugerahkan berkat oleh Tuhan, sehingga dari suku ini terlahir pemimpin-pemimpin yang besar seperti: Yosua dan Raja Yerobeam I. Namun karena ketidaksetiaan dan ketidaktaatan kepada Allah, menyebabkan Efraim dihukum. “Tangan teracung” merupakan gambaran kemarahan Allah. Sebanyak 4 kali kata ini disebutkan (Yes 9:11,16,20; 10:4) yang menandakan Allah sangat marah dengan apa yang dilakukan umat-Nya. Allah menghukum mereka dengan menghanguskan tanah sehingga mereka kelaparan. Peristiwa yang dialami Suku Efraim mengingatkan kita supaya tidak terbuai dengan segala yang kita miliki, sebab berkat kehidupan, kekayaan, kesuksesan adalah pemberian Tuhan yang harus disyukuri. Berkat yang sama pula bukan untuk disombongkan sehingga melupakan kebaikan dan anugerah Allah, tetapi untuk dinikmati dengan syukur dan dibagikan jika berkelebihan, sebab Allah pun dapat menjadi marah karena keserakahan kita, manusia. Dan Allah menunjukan kuasa-Nya lewat alam untuk menegur kita, sehingga kita dapat menjadi manusia yang menghargai pemberian-Nya di alam semesta ini.

D O A
Ampunilah kami Tuhan, bimbinglah kami untuk selalu setia dan taat kepada-Mu. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *