Santapan Harian Keluarga (SHK) – Rabu, 8 Juli 2026
Amsal 30 : 11 – 12
Hati-Hati Lidah yang Tajam di Rumah
Ada penyakit berbahaya yang mudah sekali menular, apalagi di era digital: penyakit suka menghakimi dan mengutuk. Di medsos, orang berani mengetik kata-kata kasar karena sembunyi di balik layar. Sayangnya, racun ini sering terbawa masuk ke rumah. Tanpa sadar, kita jadi generasi yang susah memberkati orang tua sendiri atau mudah mencemooh pasangan. “Ah, Bapak ketinggalan zaman,” “Ih, Ibu gaptek,” atau suami yang terus-menerus mengkritik masakan istri. Kata-kata tajam ini melukai hati lebih dalam daripada pisau. Kita merasa paling benar, paling pintar, sampai lupa bahwa kita sedang menyakiti orang yang paling kita kasihi. Firman Tuhan hari ini mau menegur kita halus: berhenti merasa paling suci. Pastoral interpersonal yang asli itu dimulai dari menahan lidah. Sebelum kita bicara kasar atau mengetik komentar jahat, tanya dulu: “Apakah ini membangun atau merusak?” Mari ubah suasana rumah kita. Kalau ada kesalahan, tegurlah dengan kasih, bukan dengan ejekan. Kirimlah pesan WA yang isinya ucapan terima kasih dan ayat penyemangat ke grup keluarga, bukan keluhan. Ingat, keluarga yang bahagia adalah keluarga yang saling memberkati dengan kata-kata manis, bukan saling mengutuk dengan sindiran pedas. Mulailah dari mulut kita sendiri.
Tuhan,tolong kami memberi saling menyemangati dalam rumah, Amin.
DOA

