SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Rabu, 20 Oktober 2021
KESEMPATAN KEDUA
Bahan Bacaan : Hosea 12 : 1 – 7
Tuhanku, Bila Hati Kawanku adalah judul lagu dari Kj. No. 467, yang mengisahkan tentang pengakuan seseorang kepada Tuhan karena telah menyakiti hati sesamanya oleh karena tingkah laku dan tutur katanya. Pengakuan itu mengisyaratkan adanya penyesalan yang mendalam. Tuhan mengenal umat-Nya, Ia mengenal Efraim, Yakub, dan mengetahui setiap detail kehidupan mereka. Tuhan telah melakukan yang terbaik bagi umat-Nya, namun mereka berbuat yang sebaliknya. Tuhan telah memelihara kasih setia-Nya, namun umat mengabaikan-Nya. Tuhan menjaga umat-Nya, namun umat menjauhi-Nya. Dalam keadaan yang demikian, sulit untuk memahami bahwa Tuhan bisa sakit hati karena perbuatan umat-Nya.

Bagaimana mungkin Tuhan yang penuh kasih sayang, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia bisa sakit hati? Namun, ketika kita tidak melakukan apa yang dikehendaki-Nya dan melanggar setiap ketetapan-Nya maka Ia akan kecewa dan sakit hati (ay.3). Kenyataan membuktikan adanya fakta tentang anggota keluarga yang saling menyakiti dan mendukacitakan hati. Antar suami-istri, orang tua-anak, bahkan hidup bersaudara. Koinflik dipicu dorongan emosional marah. Kita perlu belajar untuk tidak berbicara ketika sedang marah. Berusahalah menenangkan diri dan berdoalah kepada Tuhan agar Roh Kudus menguasai hati kita. Belajarlah untuk terus saling menegur dengan kasih, merendahkan hati, dan mengalah untuk menciptakan hidup yang berdamai sejahtera. Percayalah pada Tuhan sebab kasih-Nya besar dan selalu mengampuni.
Doa: Ya Tuhan, berilah kasih-Mu yang melembutan hati agar kami mampu hidup dengan bermakna. Amin.

