Santapan Harian Keluarga (SHK) – Senin, 8 Juni 2026
Mazmur 95 : 1 -5
Laut Milik Tuhan, Jangan Mencemarinya
Kita Sering kali hidup seolah-olah dunia ini milik kita sepenuhnya. Kita mengambil, memakai, dan membuang sesuka hati tanpa berpikir panjang. Kita bertindak seperti pemilik, padahal sesungguhnya kita hanyalah pengelola yang dipercayakan tanggung jawab oleh Tuhan. Pemazmur mengingatkan dengan tegas bahwa laut adalah milik Tuhan dan daratan adalah karya tangan-Nya. Seluruh bumi berada dalam kedaulatan-Nya. Jika demikian, setiap tindakan merusak alam bukan sekadar kesalahan sosial, tetapi juga dosa spiritual. Kita tidak hanya mencemari lingkungan; kita sedang merendahkan karya Allah. Kita tidak hanya menebang pohon sembarangan atau membuang sampah sembarangan; kita sedang mengabaikan Sang Pencipta yang mempercayakan bumi kepada kita. Ketidakpedulian menjadi tanda hati yang jauh dari rasa syukur. Pertanyaannya bukan lagi, “Apakah ini berdampak bagi lingkungan?” tetapi, “Apakah ini menghormati Tuhan?” Sebab iman tidak berhenti pada liturgi di gereja, melainkan nyata dalam etika hidup sehari-hari. Cara kita memperlakukan alam mencerminkan cara kita memandang Allah. Ketika kita menjaga, merawat, dan menggunakan dengan bijak, di situlah iman diwujudkan dalam ketaatan dan kasih yang konkrit.
Ya Tuhan, kami hormati ciptaanMu, Amin
DOA

