SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Jumat, 26 November 2021

Pembacaan Alkitab : IMAMAT 25 : 47 – 55

Ringan Sama Dijinjing, Berat Sama Dipikul

Semut merupakan serangga yang berukuran sangat kecil namun mampu mengangkat dan membawa makanan atau beban yang berukuran lebih besar darinya. Caranya adalah secara bersama atau bergotong royong. Kebersamaan serangga ini memberi nilai bahwa berusaha dan berjuang untuk mencapai sesuatu itu, tidaklah untuk diri sendiri melainkan untuk sesama, untuk rekan-rekan semut lainnya.

Menyimak bacaan Imamat 25 : 47 – 55 terlihat penekanan utamanya terletak pada sikap menolong dan menopang sesama saudara untuk keluar dari kesusahan, kesulitan hidup, dan kemiskinan. Bahkan orang yang mampu diharuskan menebus kesusahan dan kemiskinan yang dialami oleh sesamanya. Jika ada perhitungan di dalamnya, perhitungan itu bukan untuk yang satu mendapat untung lebih dari yang lain. Harus ada keadilan di dalamnya. Itulah panggilan sebagai umat Tuhan.

Berdasar dari Firman Tuhan ini, setidaknya, kita bisa belajar dari karakter hidup semut yang saling membantu dan menopang sesama anggotanya. Sekecil apapun diri kita (sama seperti seekor semut yang sangat kecil), kita dapat berperan dan menjadi agen menolong dan menyelamatkan sesama kita yang mengalami kesulitan dan penderitaan dalam hidup.

Peran kita adalah tidak menjadi orang yang egois dan individualistik dalam hidup bersama sesama kita. Sebaliknya kita bersama sesama manusia yang lain dapat menjadi partner/rekan yang berjuang bersama menolong sesama yang mengalami kesusahan, kesulitan hidup, dan menderita. Setidaknya dalam hidup sebagai umat Tuhan kita mesti menjalankan prinsip “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”, bukan berprinsip ringan sama dijinjing, berat orang lain yang pikul.

DOA : Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk dapat bersama yang lain menolong sesama kami yang menderita dan susah.. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *