fbpx

SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Rabu, 03 Agustus 2022

2 Tawarikh 13 : 1 – 12

LAIN DULU, LAIN SEKARANG

Seorang pendeta dan beberapa temannya semasa SMA bercakap-cakap di suatu rumah kopi.

Pendeta  :  Sudah lama kita tidak bertemu. Saya terakhir bertemu dengan anis sekitar 2 tahun lalu di Jogja, saat baru menyelesaikan studi S2

Anis        :  Iya benar. Saya juga kaget waktu itu, sebab kita tak pernah bertemu sebelumnya selama di Ambon.

Bobby     :  eh, tapi bagaimana sehingga kamu sekarang menjadi pendeta? Padahal diantara kita bertiga, kamu yang paling suka bolos sekolah dan malas masuk pelajaran agama. Apakah supaya mudah dapat pekerjaan?

Pendeta :    bukan begitu. Setelah SMA, saya menderita sakit yang lama. Saya terus bergumul mohon kesembuhan dan berjanji jika saya sembuh maka saya akan memberi hidup untuk melayani Tuhan.

Situasi hidup sang pendeta ternyata sangat mempengaruhi terjadinya perubahan. Begitu pula yang terjadi pada raja Abia, ketika ia harus berperang melawan Yerobeam. Peperangan itu telah menimbulkan kesadaran diri untuk bergantung hanya pada Allah pemberi keselamatan. Kita perlu membandingkan kisah Abia menurut Tawarikh ini dengan 1 Raja-raja 15:1-8 (bertutur tentang raja Abia atau Abiam sebagai raja yang hidup dalam dosa). Ia tidak sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allah.

Namun pada saat terjadinya perang antara dirinya dengan Yerobeam, seluruh gaya hidup yang lama itu pun berubah total. Perubahan itu tidak hanya terjadi pada dirinya sendiri, namun ia juga melakukan perubahan pada segala sesuatu yang berkaitan dengan kepemimpinannya sebagai raja saat itu. Hidup orang beriman memang harus selalu mengalami perubahan. Situasi apapun yang kita alami, menjadi kesempatan membangun refleksi dalam pengenalan yang sungguh kepada Allah dan mengubah hidup seturut kehendak-Nya.

Doa: Ubahlah kami Tuhan dalam setiap jalan hidup yang  ditapaki. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *