SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Selasa, 02 Agustus 2022
Lukas 5 : 27 – 32
DUKUNGLAH PERUBAHAN
Seperti biasanya pelayanan perkunjungan itu berlangsung dari satu rumah ke rumah jemaat yang lain. Tak terkecuali, rumah bapak Agus yang berada di ujung jalan itu. Sekelompok pelayan masuk ke rumahnya dan diterima dengan tawa ringan. Selesai berdoa, salah satu ibu mulai berbicara dan menyampaikan hal-hal tentang kebutuhan pelayanan gereja. Tiba-tiba pa Agus memberi respon dengan mengatakan: “bapak dan ibu pelayan, jika tidak berkeberatan, saya ingin mengajukan diri menjadi pengasuh SMTPI jemaat ini.” Para pelayan yang mendengar jawabannya menjadi kaget sekaligus tersenyum bahagia, karena maksud pastoral yang disampaikan oleh mereka mendapat sambutan baik dari pak Agus.
Perilaku pak Agus di lingkungannya dikenal suka miras namun ramah. Ia adalah seorang yang berlatar belakang pendidikan tinggi teologi dan memiliki karakter yang baik dalam membina anak-anak. Beberapa pengasuh yang lain saat mengetahui pak Agus hendak menjadi pengasuh segera menyampaikan ketidaksetujuan mereka. Alasannya bahwa Pak Agus adalah seorang pemabuk.
Pemikiran yang sifatnya sangat subjektif ini sama dengan yang dimiliki oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka begitu mudah menilai dan menghakimi seseorang. Padahal setiap orang memiliki hak untuk memutuskan jalan hidupnya, termasuk perubahan hidup yang harus dilakukan. Ketika orang Lewi memutuskan meninggalkan sesuatu dan mengikuti Yesus, maka saat itu menjadi langkah awal baginya untuk berubah dan hidup taat mengikuti kehendak Tuhan.
Siapapun seharusnya dapat menerima dan memberi dukungan bagi suatu perubahan hidup yang hendak terjadi sama seperti orang Lewi. Sebab, baik atau tidaknya seseorang bukan hanya bergantung pada keinginan orang tersebut untuk berubah, melainkan juga pada diri kita yang berada di sekitarnya.
Doa : Ajarlah kami untuk menjadi orang – orang beriman yang mendukung terjadinya perubahan hidup orang lain. Amin

