fbpx

SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Minggu, 16 Oktober 2022

Titus 2 : 1 – 10

Menjadi Teladan Baik

Teladan adalah sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontohi. Tanpa teladan, maka seseorang akan dipermalukan karena tidak bisa melakukan apa yang dikatakannya. Jadi ketika seseorang berkata tentang perbuatan baik, maka orang tersebut harus lebih dulu melakukan kebaikan. Hal yang demikian menjadi pertanda bahwa menjadi teladan tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan bahkan dikorbankan bila ingin menjadi sosok teladan kebaikan.

Titus, sosok yang disebutkan dalam nas hari ini merupakan rekan sekerja Paulus. Ia adalah seorang muda, pembantu Paulus yang bukan Yahudi dan tentunya tidak bersunat. Ia kemudian menjadi pengikut Kritus dan memberi diri dengan segala kemudaannya untuk dipakai oleh Tuhan dalam memberitakan injil. Rasul Paulus berpesan, mengajari dan menasihati Titus supaya tetap memiliki pendirian.

Maksudnya, pemberitaan Titus haruslah sesuai dengan ajaran yang sehat. Ajaran sehat baik dan benar adanya serta berguna untuk membangun iman dan menyehatkan hidup jemaat. Titus dapat menjadi sosok teladan yang baik, bila ia lebih dulu mendidik dirinya sendiri sebagai pribadi yang berwibawa, bijaksana, murah hati dan konsisten terhadap pengajarannya. Ia perlu mendidik diri sendiri agar kata dan perbuatannya selaras. Bila ia telah menjadi teladan kebaikan, maka ia layak mengharapkan hal yang sama kepada jemaat.

Keterpanggilan sebagai teladan kebaikan pun menjadi panggilan Tuhan kepada kita selaku anak-anak-Nya. Teladan kebaikan harus diwujudkan dalam sikap dan tindakkan. Sikap dan tindakkan kita mesti sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia berkehendak agar kita menjadi garam dan terang serta saluran berkat bagi orang lain. Tuhan Allah kita akan dipermuliakan dan orang lain percaya kepada-Nya, bila kita mampu menjadi teladan kebaikan.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk menjadi teladan kebaikan bagi semua orang. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *