Santapan Harian Keluarga (SHK) – Senin, 18 Mei 2026
Markus 5: 1 – 20
Memulihkan Trauma untuk Menjadi yang Baru
Pria dalam kisah ini tinggal di pekuburan, berteriak-teriak, dan memukuli dirinya dengan batu. Ini adalah gambaran seseorang yang mengalami trauma mendalam, ia hidup secara fisik, tetapi mati secara batin.Yesus sengaja menyeberangi danau hanya untuk menemui satu orang ini. Trauma seringkali membuat seseorang merasa terisolasi, tetapi Yesus menunjukkan bahwa tidak ada medan yang terlalu berat untuk menjangkau jiwa yang terluka. Sebagai gereja rumah tangga, tugas kita adalah membawa kehadiran Kristus ke meja makan dan ruang tamu kita. Pemulihan terjadi bukan karena kita hebat memberi nasihat, tetapi karena kita menghadirkan kasih yang tidak menghakimi, persis seperti cara Yesus menyapa pria itu. Setelah dipulihkan, pria itu ditemukan dalam kondisi “berpakaian dan sudah waras” (ayat 15). Trauma merampas martabat dan kejernihan berpikir seseorang. Gereja Rumah Tangga yang memulihkan adalah tempat di mana martabat dikembalikan, tidak lagi mengungkit kesalahan masa lalu. Rasa aman dibangun menggantikan “rantai” kekerasan atau teriakan dengan “pakaian” kasih sayang dan penerimaan. Pemulihan trauma membutuhkan proses. Yesus mengutus pria itu kembali ke rumahnya untuk menjadi saksi. Ini berarti keluarga adalah pusat misi pertama. Jika keluarga kita sudah mengalami pemulihan Tuhan, maka dari sanalah berita anugerah akan terpancar ke lingkungan sekitar.
Tuhan, jadikanlah keluarga kami alat pemulihanMu bagi dunia di sekitar kami, Amin
DOA

