fbpx

Santapan Harian Keluarga (SHK) – Minggu, 21 Juni 2026

Mazmur 137 : 1 – 9

Memulihkan Luka, Membangun Harapan

Trauma sosial, baik akibat konflik, ketidakadilan maupun krisisi ekonomi, seringkali meninggalkan luka batin yang dalam bagi keluarga. Mazmur 137 memberi gambaran jelas tentang bangsa yang hancur hatinya di pembuangan di Babel. Teks ini dimulai dengan “di tepi sungai-sungai Babel, bangsa Israel menggantungkan kecapi mereka dan menangis.”  Luka mereka sungguh hebat sehingga “nyanyian Tuhan” terasa asing ditanah penindasan. Secara psikologis, Mazmur ini menggambarkan tahap ratapan jujur; sebuah langkah awal menuju pemulihan. Banyaknya kenyataan luka batin tiap anggota dalam keluarga, mengharuskan gereja keluarga menjadi “ruang aman” bagi anggotanya untuk mengekspresikan kepedihan tanpa merasa dihakimi. Pemulihan trauma sosial dimulai ketika keluarga berani mengakui luka tersebut di hadapan Allah, bukan dengan menyimpan dendam yang menghancurkan (ay 8-9), melainkan dengan menjaga iman agar tidak mati di tengah kesulitan. Hidup ini penuh dengan perjuangan, dimana luka pun harus kita perjuangkan untuk sembuh. Karena itu, jangan biarkan luka/trauma masa lalu membungkam nyanyian syukur kita. Sebagai keluarga, tugas kita adalah saling membalut luka dan memutus rantai kepahitan antar generasi. Bawalah setiap luka kepada Tuhan, bangunlah harapan dalam iman bersamaNya. Percayalah Dia mampu memulihkan martabat dan masa depan kita, bahkan di “tanah perantauan” sekalipun.

Tuhan, semua luka kami dalam keluarga ini, kami bawa dihadapanMu, Amin

DOA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *