Santapan Harian Keluarga (SHK) – Kamis, 6 Agustus 2026
Matius 23 : 23 – 24
Ibadah Yang Melahirkan Keadilan
Yesus memakai gambaran yang tajam dalam menegur para Ahli Taurat dan Orang Farisi. Ia berkata kepada mereka “nyamuk kamu saring dari dalam minumanmu, tetapi unta kamu telan”. Artinya, mereka sangat sibuk memperhatikan hal kecil, tetapi melupakan perkara besar yang lebih penting di hadapan Allah. Teguran Yesus bukan berarti ibadah ritual tidak penting. Yesus tidak menolak persepuluhan atau praktik keagamaan. Namun, Yesus menegaskan bahwa ibadah yang benar tidak boleh berhenti pada aturan lahiriah saja. Ibadah harus tampak dalam cara hidup, terutama dalam memperlakukan orang lain dengan adil, penuh kasih, dan setia kepada kehendak Allah. Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa seorang pemimpin, baik dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat, tidak cukup hanya terlihat rajin beribadah. Pemimpin yang berkenan kepada Allah adalah pemimpin yang mampu memberlakukan nilai ibadah dalam kehidupan nyata. Dalam keluarga, seorang ayah, ibu, atau orang yang dituakan tidak hanya dipanggil untuk mengajak keluarga berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah. Lebih dari itu, ia juga dipanggil untuk menghadirkan keadilan di rumah. Ia tidak pilih kasih, tidak keras tanpa alasan, mau mendengar, menghargai setiap anggota keluarga, dan memperlakukan semua orang dengan kasih.
Ya Tuhan, arahkanlah kami untuk beribadah dengan setia dan menyatakannya dalam tindakan yang adil dan penuh kasih. Amin..
DOA

