Jemaat GPM Silo Menyiapkan Estafet Pelayanan, GPM Silo Gelar Pendidikan Kader Jenjang Dasar
Komitmen membangun generasi muda yang berkarakter Kristiani dan memiliki kapasitas kempimpinan diwujudukan oleh Jemaat GPM Silo. Melalui hasil Keputusan Persidangan Jemaat ke-44 Tahun 2026, kolaborasi antara Majelis Sub Seksi Pemuda Jemaat GPM Silo dan AMGPM Cabang Silo, diselenggarakan Pendidikan Kader Jenjang Dasar (PKJD) sebagai bagian dari proses kaderisasi yang bertujuan mempersiapkan pemimpin-pemimpinn muda gereja di masa depan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 3 Juli 2026, di ruang serbaguna Gereja Silo.


Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperlengkapi pemuda dengan pemahaman tentang kehidupan bergereja,organisasi, kepemimpinan, hingga tanggung jawab sebagai kader yang siap melayani di tengah kehidupan sosial maupun gereja.
Ketua Bidang I AMGPM Cabang Silo, Daniel Luther Sindang, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Pendidikan kader ini merupakan wujud sinergi antara Majelis Sub Seksi Pemuda dan AMGPM Cabang Silo dalam menjelaskan proses pembinanaan pemuda secara berkesinambungan.
Menurutnya, sebagai wadah tunggal pembinaan pemuda di Gereja Protestan Maluku, AMGPM memiliki tanggung jawab untuk membentuk kader yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin,, kepekaan sosial, memiliki ketahanan iman, serta kesiapan untuk menghadapi tantangan.
“Pendidikan kader bukan sekadar menjalankan program organisasi. Yang ingin dibentuk adalah kader yang memiliki karakter Kristiani, mampu memimpin, berpikir kritis, dan siap menjadi pelayan maupun pemimpin di gereja, masyarakat, bahkan di dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa materi-materi yang diberikana selama Pendidikan kader dirancang untuk membangun kemampuan peserta secara menyeluruh, mulai dari kepemimpinan Kristen, etika Kristen, manajemen organisasi dan administrasi hingga penguatan wawasan social dan ekonomi.
Dukungan penuh terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Silo, Pdt. M. M. Timisela. Beliau menegaskan bahwa gereja herus memandang proses kaderirasi terhadap pemuda-pemuda GPM sebagai inventaris penting dalam menyiapkan generasi penerus pelayanan.
Menurutnya, setiap peserta perlu memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, karena kepemimpinan yang baik tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui proses belajar, berdiskusi, bertanya dan saling berbagi pengalaman.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap proses dengan serius. Apa yang diperoleh dalam pendidikan ini akan menjadi bekal untuk memimpin organisasi, melayani di gereja, dan mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pendidikan Kader Jenjang Dasar di Jemaat GPM Silo. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar ber-AMGPM sejak dini kepada setiap kader.
Meski demikian, Ia mengakui bahwa tantangan dalam pelaksanaan pendidikan kader masih ada, terutama dalam menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi. Namun demikian, kegiatan kaderisasi harus terus dilaksanakan secara konsisten sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan organisasi dan gereja.
Lebih dari sekedar agenda yang merupakan hasil Keputusan Sidang Jemaat, Pendidikan Kader Jenjang Dasar menjadi ruang pembentukan karakter dan kempimpinan bagi pemuda GPM Silo. Di tengah berbagai tantangan zaman, gereja terus berupaya menghadirkan dan mencipatakan kader-kader yang memiliki integritas, semangat melayani, kemampuan memimpin, serta kesetiaan dalam menghidupi nilai-nilai Kristen dalam kehidupan sehari-sehari.
Melalui kolaborasi yang terus terbangun antara Majelis Sub Seksi Pemuda dan AMGPM Cabang Silo, diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin muda GPM yang siap melanjutkan tongkat estafet pelayanan dengan semangat pengabdian, integritas, dan kasih kepada Tuhan serta sesama.


