Santapan Harian Keluarga (SHK) – Senin, 21 September 2026
Amsal 15 : 33
Rendah Hati: Jalan menuju Hikmat dan Kehormatan
Kerendahan hati diletakkan sebagai syarat mutlak yang harus ada sebelum seseorang menerima hikmat dan kehormatan. Tuhan tidak dapat mengisi hati yang sudah penuh dengan keakuan; karena itu, kerendahan hati merupakan pengakuan jujur atas keterbatasan diri yang membutuhkan bimbingan Ilahi. Alkitab menetapkan pola yang tegas bahwa kerendahan hati adalah pintu masuk, sementara hikmat dan kehormatan adalah hasil akhirnya. Kehormatan yang dimaksud di sini bukanlah penghormatan duniawi yang dikejar melalui materi atau jabatan, melainkan pengakuan tulus dari Tuhan yang lahir karena karakter yang telah teruji, bukan karena paksaan atau sekadar pencitraan. Berdasarkan kebenaran ini, mari kita berhenti mengejar pengakuan dunia yang semu dan mulai membangun hidup di atas dasar rasa hormat kepada Tuhan. Jangan biarkan diri kita dikuasai oleh ego atau haus akan jabatan, karena kehormatan yang bernilai kekal lahir dari karakter yang teruji di hadapan Allah, bukan dari pencitraan di mata manusia. Milikilah keberanian untuk mengakui keterbatasan diri dan tunduklah pada otoritas Tuhan, sebab saat kita memilih untuk tetap rendah hati, saat itulah Tuhan sendiri yang akan mengangkat dan melimpahkan hikmat-Nya bagi kita.
Tuhan, jadikanlah kami, pribadi yang rendah hati, amin
DOA

