Santapan Harian Keluarga (SHK) – Selasa, 6 Oktober 2026
Wahyu 2 : 18 – 29
Hidup Saling Menegur dalam Kasih
Tidak ada keluarga yang sempurna. Tidak ada pula yang selalu benar. Karena itu Tuhan memberikan kasih, bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga mengingatkan kita ketika berjalan menjauh dari kehendak-Nya. Teguran yang lahir dari kasih bukan bertujuan mempermalukan seseorang, melainkan menolongnya kembali kepada jalan yang benar. Kasih sejati berani berkata benar, tetapi tetap dilakukan dengan hati yang lembut. Dalam surat kepada jemaat di Tiatira, Tuhan memuji banyak hal yang baik, tetapi Ia juga tidak membiarkan dosa terus dipelihara. Tuhan menegur karena Ia mengasihi umat-Nya. Ia ingin jemaat bertobat sehingga hidup mereka kembali dipulihkan. Teguran Tuhan bukan tanda penolakan, melainkan bukti bahwa Ia masih memberi kesempatan untuk berubah. Di dalam keluarga dan persekutuan, janganlah kita memilih diam ketika melihat saudara kita sedang jatuh. Tegurlah dengan kasih, doakan dengan setia, dan rangkullah ketika ia ingin kembali. Jemaat yang sehat bukanlah jemaat yang tidak pernah memiliki kesalahan, tetapi jemaat yang mau saling menolong untuk terus bertumbuh di dalam Kristus. Tetaplah hidup saling menegur dalam kasih karena Tuhan telah lebih dahuku melakukannya untuk kita. Tuhan Yesus kiranya selalu memberkati hidup kita.
ya Tuhan, ajar kami menegur dalam kasih hati kami selalu. Amin.
DOA

