Santapan Harian Keluarga (SHK) – Minggu, 11 Oktober 2026
2 Samuel 24 : 18 – 25
Arti Sebuah Pengorbanan
Firman Tuhan ini mengajarkan kita tentang arti sejati sebuah pengorbanan. Sikap Daud terhadap Arauna memberikan teladan iman yang sangat kuat bagi kita : ibadah dan persembahan kepada Tuhan tidak boleh didasarkan pada sesuatu yang murah, gampang, atau tanpa pengorbanan. Di tengah tantangan kehidupan saat ini, kita sering kali terjebak dalam mentalitas serba instan dan hitung-hitungan dalam memberi. Kisah ini menegur kita sebagai keluarga untuk merefleksikan kembali motif kita dalam melayani dan memberi, baik di dalam gereja maupun di tengah masyarakat. Memberi yang sejati adalah ketika kita rela melepaskan ego, kenyamanan, dan milik kita yang paling berharga demi kemuliaan nama Tuhan dan kebaikan sesama. Kasih yang rela berkorban tidak pernah mencari keuntungan diri sendiri, melainkan bergerak atas dasar ketulusan tanpa pamrih. Mari kita jadikan perenungan ini sebagai landasan hidup dalam membangun kehidupan mesra dengan Allah dan sesama, seturut semangat “hidup orang bersaudara” di bumi Maluku. Ketika kita mampu memberi dengan sukacita dan kerelaan berkorban baik itu waktu, tenaga, maupun materi maka mezbah ucapan syukur yang kita dirikan akan mendatangkan berkat dan pemulihan.
Tuhan, bantu kami untuk punya hati yang rela berkorban. Amin.
DOA

