fbpx

Santapan Harian Keluarga, 10 s.d 16 September 2017

Sabtu, 16 September 2017

Bacaan : Zakharia 8 :9-13

Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu  terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut,  kuatkanlah hatimu!”

IBADAH YANG BENAR DIDENGAR TUHAN

Ada seorang anak laki-laki yang sangat setia datang ke gereja untuk beribadah bersama malaikat pendampingnya. Tetapi ada sesuatu yang aneh. Organis memainkan tuts orgen, paduan suara menyanyikan lagu pujian, pendeta menyapaikam firman dan jemaat mengucapkan doa bersama-sama namun tidak terdengar apa-apa. Rumah ibadah seakan-akan bisu dan diam. Anak laki-laki itupun berkata kepada malaikat pendampingnya, : apa arti semua ini. Tidak ada suara yang aku dengar” Malaikat itu beraka : “engkau melihat ibadah ini sama seperti Allah melihatnya.” Mereka tidak sepenuh hati melakukannya sehingga Allah tidak mendengar apa-apa. Allah hanya mendengar ibadah yang keluar dari hati yang tulus dan bukan dari bibir saja. “Pada saat yang sama, anak itu mendengar seorang anak kecil dibelakangnya sedang berdoa : “Bapak kami yang disorga, dikuduskanlah namaMu… dst” malaikat itu berkata: “engkau bisa mendengar doa anak kecil itu ?” anak itu berkata : “iya”. Malaikat pun berkata : “itu karena ia berdoa dengan sungguh-sungguh dan keluar dari hatinya yang tulus.” Hal ini mau bilang bahwa ibadah yang benar adalah ibadah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dari hati yang tulus. Karena melalui ibadah kita sedang membangun relasi yang benar dengan Tuhan dan sesama. Jadi jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh dan tulus hati, maka Tuhan akan mendengar ibadah kita dan melimpahkan berkat-Nya untuk kita.

Doa : Tuhan, ajari kami berdoa dengan sepenuh hati. amin

Jumat,15 September 2017

bacaan : Zakharia 8 : 1-8

Datanglah firman TUHAN semesta alam, bunyinya: “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku berusaha untuk Sion dengan kegiatan yang besar dan dengan kehangatan amarah yang besar. Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya. Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di situ. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kalau pada waktu itu sisa-sisa bangsa ini menganggap hal itu ajaib, apakah Aku akan menganggapnya ajaib? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya, dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran.”

MALAPETAKA BERUBAH MENJADI KEMAKMURAN

“Saba” adalah salah satu kerajaan yang pernah ada tahun 1300 SM. Letaknya di wilayah Yaman sekarang ini. Pada masa pemerintahan Ratu Bilgis Kerajaan ini mengalami kejayaan. Bendungan besar dibangun untuk mencukupkan kebutuhan air mereka, baik untuk kepentingan rumah tangga maupun untuk kebutuhan pertanian dan peternakan. daerah mereka subur dan menghasilkan banyak buah dan sayuran. Tetapi setelah kematian Ratu Bilgis, sering terjadi perang saudara diantara mereka sehingga kerusakanpada bendungan yang harus diperbaiki dengan segera diabaikan, akibatnya runtuh. Kehancuran bendungan itu membuat mereka mengalami kekeringan dan penderitaan sehingga membuat mereka menjadi miskin. Hal ini berbeda dengan yang dialami umat Tuhan seperti yang dikatakan Zakaria hari ini. KOta yang semula hancur, kering dan miskin akan dipulihkan, dan umut Tuhan yang tercerai berai akan dikumpulkan kembali untuk hidup dengan sejahtera ketika Tuhan menyelamatkan mereka. Jalan-jalan akan ramai kembali dengan anak-anak yang bermain dan kakek-nenek yang berjalan dengan tongkat. Suasan ketakutan dan kegelisahan diganti dengan kegembiraan dan pengharapan. Tuhan juga akan memberikan damai sejahtera-Nya bagi kita, ketika kita selalu setia kepada-Nya dan hidup dalam kebenaran-Nya. Ia akan mengubah malapetaka menjadi kemakmuran dan penderitaan menjadi kebahagiaan.

Doa : Tuhan limpahi kami dengan berkat-Mu Amin

Kamis, 14 September 2017

bacaan : Imamat 26 : 3-6

Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram. Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.

POHON YANG BERDOA

Seorang kakek bersama cucunya yang mungil sedang duduk di sebuah bangku taman yang penuh dengan pepohonan. Mereka menyaksikan beberapa orang sedang berolahraga dan anak-anak yang sedang bermain-main. Cuaca saat itu tampak cerah dan udara begitu tenang. Kemudian gadis cilik itupun bertanya kepada kakeknya : “kakek, apakah pohon-pohon ini bisa berbicara”. Kakek mengangguk dan berkata ” ia nak, mereka dapat berbicara” tetapi kek, mereka tidak melakukannya.” “Itu karena mereka terlalu sibuk” kata kakek. “kalau begitu apa yang mereka lakukan sampai mereka begitu sibuk ” kata sang cucu. Kakek menunjukkan pohon-pohon yang sedang berayun lembut dan ia berkata : “nak, kamu lihat pohon-pohon itu. Mereka sedang memuji Allah” kata kakek. “Bagaimana mungkin?” tanya sang cucu. “Itu adalah cara pohon memuji Tuhan” kata kakek. ” kalu kita memuji Tuhan dengan bersuara, maka pohon memuji Tuhan dengan cara berayun”. Mereka sedang berterima kasih kepada Tuhan karena telah hujan dan matahari sehingga mereka bisa bertumbuh dengan subur dan memberi keteduhan bagi kita. Demikian juga yang Tuhan lakukan bagi kita, ketika kita setia kepada Tuhan dan mau melakukan kehendak-Nya seperti kata firman hari ini, maka Tuhan akan memberi matahari dan menurunkan hujan sehingga tanaman menjadi subur dan bahan makanan tersedia sehingga kita tidak kelaparan.

Doa : Tuhan terima kasih untuk hujan dan matahari yang menyuburkan tanah, sehingga memberi hasil, amin

Rabu, 13 September 2017

bacaan : Yesaya 26 : 12-13

Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami. Ya TUHAN, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan.

BEKERJA DENGAN TUHAN, PASTI BERHASIL

Seorang petani sungguh mendapat karunia duniawi. Dia adalah pemilik beberapa kebun anggur yang luas. Dia tidak mempunyai masalahkecuali karena ketiga anaknya yang tidak suka bekerja. Suatu hari petani tersebut memanggil anak-anaknya untuk diberi pesan sebelum ia meninggal. Katanya “sesudah aku meninggal segala sesuatu yang kumiliki adalah milikmu. Di dalam kebun anggur itu kamu akan menemukan satu harta berharga. Itu juga milikmu. Segera sesudah itu petani itu pun meninggal. Setrlah belasungkawa beberapa saat, anak-anak pun mulai bekerja dengan semangat baja untuk menemukan harta karun. Namun betapa pun mereka bekerja keras, tk satu pun harta yang mereka temukan. Anak-anak itu kecewa dan berhenti menggali. Namun beberapa saat kemudian pohon-pohon anggur itu berbuah sangat lebat. Semakin lama buah-buah itu semakin besar dan banyak. Akhirnya mereka menyadari bahwa panen yang baik adalah hasil dari kerja keras mereka menggali tanah untuk mencari harta. Seperti anak-anak pak petani, kita pun akan memperoleh keberhasilan jika kita mau bekerja keras. tapi sebagai seorang beriman, bukan hanya kerja keras kita yang menentukan, tetapi campur tangan Tuhan Allah dalam seluruh kerja keras kita yang sangatlah menentukan keberhasilan kita. Untuk itu, marilah kita bekerja bersama dengan Tuhan.

Doa : Tuhan Allah bekerjalah bersam dengan kami supaya dengan-Mu kami berhasil, amin

 

Selasa, 12 September 2017

bacaan : Yesaya 26 :7-11

Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya. Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau. Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari  Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar. Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN. Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan,  tetapi mereka tidak melihatnya. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis!

HUKUMAN YANG ADIL

Sekelompok anak remaja berandalan menggambar dan menuliskan hal-hal cabul dengan cat semprot pada dinding sebuah SMA lokal. Polisi menangkap mereka dengan tuduhan perusakan hak milik. Hakim menghukum mereka dengan masa percobaab tanpa kurungan penjara, tetspi mereka harus menghapus cat itu, termasuk memperbaiki kerusakan dinding yang terjadi. Mereka kemudian menyelesaiakan sampai berhari-hari. Hukuman yang diterima oleh anak-anak remaja tersebut merupakan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka. Hukuman ini adil bagi mereka supaya mereka dapat berubah untuk mencintai lingkungan yang indah dan bersih serta menghargai hal milik lembaga sekolah. Aspek keadilan juga sangat diutamakan oleh Tuhan Allah dalam hukuman-Nya kepada orang fasik. Aspek keadilan yang dimaksudkan ini bukan hanya soal adil dalam pembagian, namun dalam keadilan itu ada kebenaran yang ditegakkan dan melalui keadilan itu pembaharuan dapat terjadi. Untuk itu, sebagai orang percaya, kita dituntut untuk memahami segala bentuk hukuman Tuhan sebagai ajakan untuk membaharui hidup kita.

Doa : Dengan tuntunan Roh-Mu Ya Tuhan, kami mau belajar untuk memahami hukuman-Mu Amin

Senin, 11 September 2017

Bacaan : Yesaya 26 : 1-6

Pada waktu itu nyayian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: “Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya. “

BERSYUKURLAH

Angel Pieters mendapat kesempatan untuk menyanhyikan sebuah lagu rohani yang sangat powerful. Lagu itu berjudul “Doa Yabes”. Angel mengatakan : “aku bersyukur diperkenankan untuk menyanyikan lagu yang begitu powerful, aku berharap lewat lagu Doa Yabes ini, banyak orang dikuatkan dan diberi pengharapan bahwa Tuhan masih sanggup mengubah hidup kita seperti kisah Yabes”. Seperti yang dilakukan oleh Angel, demikian pula bagi setiap orang percaya yang telah memperoleh kebaikan dalam hidupnya. Kita patut menyatakan syukur dalam kata dan perbuatan kita. Sebab dengan bersyukur, kita mengakui bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini hanya karena kasih dan kemurahan Tuhan Allah. Bahakan dengan bersyukur, kita mengakui bahwa kita adalah manusia lemah, tidak ada arti apa-apa, karena itu kita tidak patut menyombongkan diri dengan apa yang kita peroleh. Terkadang apa yang baik dan mendatangkan kebaikan serta sukacita bagi kita tidak langsung kita peroleh, namun kita harus menunggunya dalam waktu yang lama. Sekalipun demikian, Tuhan Allah tidak akan pernah memberikan hal yang membinasakan kita. Untuk itu, kita harus selalu percaya pada pertolongan Tuhan.

Doa : Kami menaikan syukur hanya kepada-Mu ya Tuhan Allah, Perancang damai sejahtera, amin

Minggu, 10 September 2017

bacaan : Yeremia 29 : 1-23

Beginilah bunyi surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel. Itu terjadi sesudah raja Yekhonya beserta ibu suri, pegawai-pegawai istana, pemuka-pemuka Yehuda dan Yerusalem, tukang dan pandai besi telah keluar dari Yerusalem. Surat itu dikirim dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia yang diutus oleh Zedekia, raja Yehuda, ke Babel, kepada Nebukadnezar, raja Babel. Bunyinya: “Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel: Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! Usahakanlah  kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN. Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. — Memang kamu berkata: TUHAN telah membangkitkan nabi-nabi bagi kami di Babel. — Sungguh, beginilah firman TUHAN tentang raja yang duduk di atas takhta Daud dan tentang seluruh rakyat yang diam di kota ini, yakni saudara-saudaramu yang tidak keluar beserta kamu ke dalam pembuangan: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, Aku akan mengirim pedang, kelaparan dan penyakit sampar ke antara mereka, dan Aku akan membuat mereka seperti buah ara yang busuk dan demikian jeleknya, sehingga tidak dapat dimakan. Aku akan mengejar mereka dengan pedang, kelaparan dan penyakit sampar, dan Aku akan membuat mereka menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, menjadi kutuk,  kedahsyatan, suitan dan aib di antara segala bangsa ke mana mereka Kuceraiberaikan, sebagai ganjaran bahwa mereka tidak mendengarkan perkataan-Ku, demikianlah firman TUHAN, yang telah Kusampaikan kepada mereka terus-menerus dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, yakni para nabi; tetapi kamu tidak mendengarkannya, demikianlah firman TUHAN. Tetapi dengarkanlah firman TUHAN, hai kamu semua orang buangan, yang telah Kukirim dari Yerusalem ke Babel! Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, tentang Ahab bin Kolaya dan tentang Zedekia bin Maaseya, orang-orang yang bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku: Sesungguhnya Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, yang akan memarang mereka mati di depan matamu sendiri, sehingga dari keadaan mereka akan dijadikan suatu kutuk oleh semua orang buangan dari Yehuda yang ada di Babel, demikian: Biarlah TUHAN memperlakukan kamu seperti Zedekia dan Ahab yang telah dipanggang oleh raja negeri Babel di dalam api!, oleh karena mereka telah melakukan kebebalan di Israel, telah berzinah dengan isteri sesama mereka dan telah mengucapkan demi nama-Ku perkataan dusta yang tidak Kupesankan kepada mereka. Aku sendirilah yang mengetahui t  dan menyaksikannya, demikianlah firman TUHAN.”

RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA

Seorang Wanita bernama Sharrie, berusuia 29 tahun menikah dengan Jonathan leoa Immanuel pada tanggal 8 Oktober 2000. Di saat menjalani usia pernikahan yang ke 4 tahun, ia meyakini bahwa hanya karena pimpinan dan kasih Tuhan, ia dan suami dapat selalu saling mengasihi, memaafkan, memahami dan menerima satu sama lain serta melewati masa-masa yang sulit dalam rumah tangga. Sharrie kemudian mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan melalui sebuah lagu yang ia nyanyikan. Lirik lagu tersebut pada ayat kedua demikian : ” ku tahu rancangan-Mu bukanlah rancangan kecelakaan, namun damai dan sejahtera. S’bab itu ku kan bersyukur senantiasa. Dalam s’gala perkara rancangan-Mu sempurna”. Tuhan memang tidak pernah merancangkan kecelakaan, namun damai sejahtera. Hal ini telah ditegaskan lebih dahulu oleh Nabi Yeremia (Yeremia 29:11). Oleh karena itu, sudah seharusnya kita tidak pernah meninggalkan Tuhan Allah. Kesetiaan kita mencari Tuhan dan hidup berserha hanya kepada-Nya merupakan jaminan bagi kita untuk senantiasa memperoleh segala sesuatu yang baik dari Tuhan Allah. Kita adalah anak-anak-Nya, orang-orang yang Ia pilih untuk memperoleh keselamatan dari-Nya. Karena itu sekalipun kesusahan atau kesulitan idup kita alami, Tuhan Allah akan mengubahnya menjadi kebahagiaan dan sukacita.

Doa : Ya Tuhan, rancanglah damai sejahtera selalu bagi kami, amin

by. LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *