fbpx

Santapan Harian Keluarga, 17-23 Desember 2017

Sabtu, 23 Desember 2017

bacaan : I Tesalonika 5 : 19-22

5:19 Janganlah padamkan Roh, 5:20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. 5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 5:22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Jangan mudah tertipu

Fatamorgana adalah sebuah fenomena menarik yang dapat kita lihat dengan kasat mata. Biasanya Fatamorgana terjadi di padang gurun. Orang seperti melihat pada, sekumpulan air atau danau, bisa juga terlihat seperti genangan air di aspal yang panas ketika kita sedang mengendarai mobil/berjalan, tetapi ketika kita menuju ke tempat tersebut ternyata tidak ada air. Apa yang kita lihat sebenarnya adalah pantulan dari langit yang timbul akibat pantulan udara panas yang berfungsi seperti sebuah cermin. Dalam menghadapi masalah hidup sering kita dihadapkan dengan sebuah Fatamorgana. Banyak jalan keluar yang terlihat sepertinya rohani, contoh kesembuhan dengan tenaga Prana atau terapi air kencing yang merupakan jalan keluar, seolah-olah adalah jalan pertolongan yang baik, tapi semua itu hanyalah bentuk tipu muslihat iblis untuk membuat perpecahan dan mematikan iman kita kepada Tuhan. Lewat sarana medis, kecanggihan teknologi sekarang ini, bahkan lewat tontonan-tontonan di televisi semuanya terlihat baik dan manis di luarnya. Namun kenyataannya dapat menghancurkan dan membinasakan manusia. Kita harus waspada jangan sampai tertipu oleh Fatamorgana ciptaan iblis. Seharusnya kita selalu menggunakan firman Tuhan (kembali ke Alkitab) sebagai filter dalam menerima ajaran tawaran maupun keputusan apapun dalam kehidupan. Rajinlah berdoa dan membaca Alkitab sehingga kita mempunyai pengetahuan yang benar akan firman Tuhan, kuat dalam iman, sehingga tidak mudah terkecoh atau diperdaya oleh iblis.

doa : Ya Tuhan bantulah kami agar tidak tertipu oleh si jahat sehingga melakukan kejahatan. amin

Jumat, 22 Desember 2017

bacaan : I Tesalonika 5 : 16-18

5:16 Bersukacitalah senantiasa. 5:17 Tetaplah berdoa.  5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Bersukacita tetap berdoa dan selalu bersyukur

Di masa Penantian akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, kita semua minta untuk selalu bersukacita berdoa dan bersyukur. Itulah yang dikatakan dalam bacaan Alkitab hari ini. Bersukacita karena di tengah kesulitan, tantangan dan ancaman Allah menganugerahkan kepada kita keselamatan melalui Yesus Kristus. Mengungkapkan sukacita bukan dengan bunyi mercon atau petasan, kembang api meriam bambu dan lagu-lagu Natal, tapi bersukacita dengan hidup yang saling mengasihi dan saling menyayangi. Kita juga dinasihati untuk berdoa karena dengan berdoa Allah memberi kita kekuatan untuk mampu menghadapi segala persoalan hidup. Sebab itu apa yang kita doakan itulah yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan itu juga yang kita doakan. Artinya kalau kita meminta supaya Tuhan menjauhkan kita dapat cobaan, maka kita harus menolak ajakan teman untuk melakukan kejahatan. Hal lain yang dikemukakan juga ialah bersyukur. Bersyukur tidak hanya karena berhasil dalam usaha sukses, dalam pendidikan, dapat jabatan baru punya uang banyak atau kekayaan melimpah, sembuh dari sakit tambah usia dalam hidup (kelahiran dan pernikahan) dan seterusnya. Tetapi bersyukur juga Karena Allah berkenan menjumpai kita melalui Tuhan Yesus Kristus. Keluarga kita bersyukur karena Tuhan kasih kita kesempatan untuk hidup rukun, atau kalau kita berselisih paham Tuhan kasih kita Roh sehingga akhirnya kita saling memahami. Karena itu marilah kita membangun hidup keluarga kita dengan selalu bersukacita berdoa dan bersyukur dalam segala hal.

doa : Tuhan biarlah Kami tetap bersukacita berdoa dan mengucap syukur untuk segala sesuatu yang kau buat dalam hidup kami amin.

Kamis, 21 Desember 2017

bacaan : Yeremia 31 : 38-40

31:38 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa kota itu akan dibangun kembali bagi TUHAN, dari menara Hananeel sampai Pintu Gerbang Sudut; 31:39 kemudian tali pengukur itu akan merentang terus sampai ke bukit Gareb, lalu membelok ke Goa. 31:40 Dan segenap lembah itu, dengan mayat-mayat dan abu korbannya, dan segenap tanah di tepi sungai Kidron sampai ke sudut Pintu Gerbang Kuda ke arah timur, akan menjadi kudus bagi TUHAN. Orang tidak akan meruntuhkan dan merobohkan lagi di sana untuk selama-lamanya.”

Pulih dalam Kesucian

Pemulihan Allah atas umatNya juga akan terjadi di pusat pemerintahan dan ibadah Israel. Yerusalem akan dibangun kembali dan dijadikan kota suci di mana nama Tuhan dimuliakan di sana. Yerusalem yang semula penuh dengan penyembahan berhala, kekerasan, penganiayaan dan tangisan akan berganti menjadi kota yang memuliakan Allah, penduduk kota hidup dengan penuh sukacita dan kota diliputi dengan sorak-sorai. Semua penduduk kota beribadah kepada Tuhan dengan tulus, tidak ada kepura-puraan dan kemunafikan. Seluruh aktivitas pemerintahan berlangsung dengan adil dan benar, tanpa kekerasan dan intimidasi. Demikianlah suasana hidup di kota Yerusalem yang mengalami pemulihan Allah. Lalu bagaimana dengan kita yang hidup di negeri ini? kita mengakui bahwa Kadangkala, kita tidak mampu membangun kehidupan kota atau negeri dan desa yang penuh kedamaian. Ibadah-ibadah ritual yang kita lakukan tidak mampu menolong kita untuk menghadirkan sukacita dalam hidup umat atau lebih khusus dalam kehidupan keluarga kita. Sebaliknya yang terjadi adalah kita melakukan kekerasan. Papa melakukan kekerasan karena mabuk dan merusak masa depan anak sendiri. Mama melakukan kekerasan karena tidak tahan emosi atau mendapat tekanan dari suami. Anak-anak membangkang karena Selalu dimarahi oleh orang tua, bahkan merusak hidupnya sendiri dengan narkoba. Di saat kita semua sedang mempersiapkan diri Menanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali, hendaklah keluarga kita berkomitmen untuk berubah dari cara hidup yang salah menjadi orang-orang yang terus mengalami kebaikan dan kasih karunia Tuhan.

doa : Tuhan ajar kami untuk menghayati segala perintahmu dalam hidup ini amin

Rabu, 20 Desember 2017

bacaan : Yeremia 31 : 35-37

31:35 Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, — TUHAN semesta alam nama-Nya: 31:36 “Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu. 31:37 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seperti langit di atas tidak terukur dan dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, demikianlah juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel, karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman TUHAN.

Pasti, pasti dan pasti

Janji Tuhan adalah sesuatu yang pasti. Sebab sekali berjanji untuk selama-lamanya. Allah memegang dan menepati janjiNya. Sejak awal Tuhan telah berjanji untuk memberkati umat Israel dengan memberi keturunan yang banyak, membawa mereka masuk tanah Kanaan, sehingga mereka menjadi berkat bagi banyak bangsa. Perjanjian antara Allah dan umat Israel itu selalu mengalami pembaruan dari waktu ke waktu karena Israel seringkali tidak setia kepada Tuhan. Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan kasih Tuhan atas umat Israel tidak akan berubah. Nabi Yeremia menegaskan bahwa Allah tidak akan menolak umatNya. Ketegasan ini melegakan umat yang berada dalam pembuangan di Babel, karena nantinya harkat dan martabat mereka sebagai umat Tuhan akan dipulihkan. Ada kepastian akan pemeliharaan Tuhan atas kehidupan mereka, dan kepastian bahwa Tuhan akan membawa mereka kembali ke Yerusalem. Kepastian ini juga berlaku bagi kita. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita saat kita mengalami penderitaan dan penganiayaan. Kepastian Ini seharusnya menjadi dorongan semangat dan kekuatan kepada kita untuk tetap melaksanakan tugas dan panggilan sebagai keluarga keluarga Kristen, khususnya Dalam pengajaran firman dan pemberitaan Injil. Kepastian ini Seharusnya terpancar juga dalam kehidupan kita sebagai umat dalam tindakan dan perkataan ketika kita mengalami hambatan, serta mengalami kesakitan maupun aniaya karena kita tahu bahwa Allah yang berjanji akan selalu menyatakan pernyataanNya atas kita.

doa : teguhkanlah hati kami oleh janjimu Ya Tuhan. Amin

Selasa, 19 Desember 2017

bacaan : Yeremia 31 : 31-34

31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”

Hidup sesuai kehendak Tuhan

Firman Tuhan ini berbicara mengenai kehidupan baru untuk memperoleh keselamatan. Tuhan memberikan pengharapan baru bagi umatNya. pengharapan baru itu akan diperoleh apabila kita senantiasa dengar-dengaran mengikuti firman Tuhan. Kita mau diingatkan oleh firman Tuhan yang selalu terngiang dalam hidup ini. Dengan demikian kita akan selalu bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kasih. Dengan kasih Tuhan itulah kita berpengharapan menjalani kehidupan di minggu Adven ini, Sebab Tuhan akan selalu menolong kita dalam menghadapi persoalan hidup. Dalam berbagai percakapan tentang firman Tuhan banyak orang mengatakan “Sebenarnya saya sudah tahu tentang firman Tuhan tetapi melakukannya yang susah” pernyataan itu benar. Allah memang sudah menyatakan FirmanNya bagi kita. Itu sebabnya dikatakan (34) ‘tidak usah lagi orang mengajak sesamanya atau mengajar saudaranya Dengan mengatakan kenallah Tuhan!’ Benar semua orang sudah tahu dan paham akan firman Tuhan. Hukum Tuhan itu telah tertanam dalam diri kita. Kita sudah mengetahuinya. Sebab itu yang terutama sebenarnya adalah bagaimana kita menggerakkan hati dan jiwa untuk menghayati dan melakukan Firman itu, saat itulah kita dapat menikmati kuasa dan kemurahan Tuhan. Dalam diri Tuhan Yesus kita telah memperoleh pengampunan. Kita patut bersyukur atas pengampunan itu. Tuhan menganugerahkan kita kehidupan baru, oleh sebab itu kita patut menjalani kehidupan ini dengan penuh ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan.

doa : Tuhan biarlah Kami selalu memiliki Kerinduan membaca firmanMu amin

Senin, 18 Desember 2017

Bacaan : Yeremia 31 : 27-30

31:27 “Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan melimpahi kaum Israel dan kaum Yehuda dengan benih manusia dan benih hewan. 31:28 Maka seperti tadinya Aku berjaga-jaga atas mereka untuk mencabut dan merobohkan, untuk meruntuhkan dan membinasakan dan mencelakakan, demikianlah juga Aku akan berjaga-jaga atas mereka untuk membangun dan menanam, demikianlah firman TUHAN. 31:29 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, 31:30 melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.

Hidup melimpah dalam Tuhan

Pada saat umat Israel berada dalam penderitaan yang hebat, Tuhan berjanji akan memberkati mereka dengan segala yang baik. Ia akan memberi keturunan yang banyak, juga ternak dan tumbuhan yang melimpah, bahkan kesalahan orang tua tidak akan dilimpahkan ke atas mereka. Artinya tiap tiap orang harus menanggung kesalahannya sendiri. Begitulah cara Tuhan memulihkan keadaan Israel dan memberi mereka damai sejahtera. Hal tersebut membuktikan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang Maha Kasih dan maha pengampun. Ia selalu memberi kesempatan untuk manusia sadar dan bertobat, sehingga menerima hidup yang berkelimpahan. Berkelimpahan bukan hanya soal materi tapi terutama Soal hidup yang diliputi dengan kasih sayang.  Kasih sayang diantara seluruh anggota keluarga. Namun mungkin ada diantara kita yang mempersiapkan diri pada masa masa Adven ini dengan lebih fokus untuk beli baju baru, bikin bersih rumah, bikin daftar panjang untuk beli bahan-bahan kue dan sebagainya. Karena itu sudah tradisi. Tapi sebaiknya kita memberi perhatian utama pada masalah yang memperbaiki relasi kita yang mungkin sedang terganggu, baik hubungan antara suami dan istri, orang tua dan anak, saudara dengan saudara atau tetangga dengan tetangga. Jika hubungan diantara kita berjalan baik, maka hidup kita diliputi dengan sukacita. Sebab tidak ada rasa dengki, iri hati, cemburu dan saling membuang muka. Sebaliknya Yang ada hanyalah senyuman yang tulus, sukacita yang terpancar dari hati yang bersih. Hsl itu yang lebih penting daripada persiapan materi semata.

doa : Tuhan ampunilah hidup kami yang lemah dan jamahlah kami dalam kasihmu. amin

Minggu, 17 Desember 2017

bacaan : Yeremia 31 : 7-14

31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah f  bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 31:8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 31:9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. 31:10 Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! 31:11 Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. 31:12 Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana. 31:13 Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka. 31:14 Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, dan umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Badai pasti berlalu

Di balik sebuah kesulitan dan penderitaan yang kita alami pasti ada kebahagiaan yang sedang menanti karena Segala sesuatu akan berakhir, seperti angin pasti reda hujan pasti berhenti dan Badai Pasti Berlalu demikian juga penderitaan kita akan berakhir, seperti angin pasti ada hujan pasti berhenti dan badai Pasti Berlalu, demikian juga penderitaan kita akan berakhir. Dan itu hanya bisa terjadi ketika Tuhan menolong kita. Hal ini dialami orang-orang Israel dalam pembuangan. Setelah sekian lama mereka menderita karena penindasan dan kekerasan dalam pembuangan di Babel. Setelah sekian lama mereka berteriak minta tolong, akhirnya semua penderitaan mereka akan berakhir Ketika Tuhan turut campur tangan. Seperti yang disampaikan Yeremia dalam bagian Alkitab hari ini, bahwa Tuhan akan mengakhiri seluruh penderitaan dan sengsara mereka melalui pembebasan yang dilakukannya. Ia akan mengumpulkan mereka semua yang jauh dan terserak-serak, semua orang yang dicintainya akan dibawa pulang ke negeri mereka supaya mereka dapat membangun hidup yang penuh damai Sejahtera. Anak darah akan menari dan pemuda akan bergembira untuk membuktikan bahwa Tuhan sangat mengasihi mereka dan peduli dengan mereka. Cinta kasih Tuhan itu juga Ia anugrahkan bagi kita semua. Ia juga menolong kita. Ia mengubah kesedihan kita menjadi kegembiraan, kedukaan menjadi sukacita, lemah menjadi kuat, sakit menjadi sembuh supaya kita dapat membangun hidup yang penuh Sejahtera. Karena itu di masa Adven ini kita diajak untuk terus mengandalkanNya karena Ia akan membuat segala sesuatu menjadi indah pada waktunya.

doa : Tuhan bebaskanlah kami dari beban hidup yang berat. Amin

 

Sumber : SHK LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *