fbpx

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Oktober 2019

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Minggu, 13 Oktober 2019                      

bacaan : Yesaya 6 : 1 – 8

Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. 2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. 3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” 4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. 5 Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” 6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. 7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” 8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Jawablah Panggilan dan Pengutusan Tuhan

Jawaban yang sering diungkapkan pada saat seseorang ditanya tentang mengapa dia bersedia untuk menjadi pelayan di gereja adalah karena “saya dipanggil oleh Tuhan.” Walau kita yang mendengar jawaban itu juga kadang merasa aneh, karena kita juga tidak tahu kapan Tuhan memanggil seseorang dan bentuk panggilannya seperti apa. Tetapi jawaban itu sesungguhnya menjadi alasan kenapa seseorang ingin terjun menjadi seorang pelayan. Soalnya adalah apakah panggilan Tuhan itu direspons secara aktif dan positif dalam tugas-tugas pelayanan di kemudian hari ataukah tidak. Ini masalah yang paling serius, sehingga ada yang mengatakan bahwa banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih. Banyak orang yang sudah membuat pengakuan tapi sedikit saja yang bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas dan panggilannya. Berbicara mengenai panggilan pelayanan, itu adalah otoritas Tuhan yang diberikan kepada orang-orang pilihanNya, bukan karena tampang atau paras, bukan karena gelar, bukan juga karena status hidup kaya atau miskin, tetapi semuanya karena pilihan kedaulatan Tuhan. Pelayanan adalah semata-mata anugerah dan kepercayaan yang Allah berikan bagi kita. Dan dalam pelayanan pasti akan ada tantangan, pergumulan dsbnya. Kita mesti memahami hal itu sebagai “pembelajaran” dari Allah dalam merespons panggilan pelayanan yang dipercayakan kepada kita. Jadi bersiaplah jika sudah didaulat oleh Tuhan untuk terpanggil melayani pekerjaanNya, katakanlah: “Ini kami, utuslah kami, Tuhan.”

Doa: Tuhan, ini kami, utuslah kami. Amin.

Senin, 14 Oktober 2019                    

bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 26 – 33 

Rasul-rasul di hadapan Mahkamah Agama — Nasihat Gamaliel

26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka. 27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, 28 katanya: “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” 29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. 30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. 31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” 33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

Taat dalam panggilan Tuhan

Pelayanan pemberitaan injil oleh para rasul yang disaksikan dalam bacaan kita di hari ini adalah bagian dari pekerjaan Roh Kudus. Para rasul dengan berani menyatakan kebenaran injil Kristus dengan menunjukkan ketaatan mereka kepada Tuhan dan sebagai kesaksian penyertaan Tuhan bagi seluruh kehidupan dan pelayanan mereka. Para rasul tahu resiko ancaman keselamatan mereka dari tugas pelayanan pekabaran injil, namun hal inipun tidak menyurutkan semangat serta keberanian mereka untuk menyatakan kebenaran kuasa injil Kristus. Penegasan rasul Petrus yang mewakili semua umat dan rasul pada waktu itu dengan menyatakan bahwa mereka memilih lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia, memberi teladan bahwa apapun risiko yang mereka alami, tidak akan meninggalkan ketaatan mereka untuk melaksanakan panggilan Tuhan. Hal inipun menjadi teladan bagi kita sekeluarga untuk taat dan setia pada Tuhan sebagai wujud kesaksian melalui aktivitas kita masing-masing baik di rumah, di lingkungan maupun di masyarakat. Berani untuk menyatakan kebenaran dan bertindak dalam keadilan walaupun harus menghadapi berbagai tantangan bahkan ancaman, namun kita harus tetap setia dan taat. Sebab dalam keyakinan iman, kita percaya bahwa kuasa kasih Kristus yang mati dan bangkit akan selalu menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita sekeluarga. 

Doa: Tuhan Yesus semangati kami dalam kuasa Roh Kudus agar kami selalu taat dan setia kepadaMU. Amin.

Selasa, 15 Oktober 2019                         

bacaan : Yehezkiel 3 : 16 – 21

Yehezkiel dipanggil menjadi penjaga Israel

16 Sesudah tujuh hari datanglah firman TUHAN kepadaku: 17 “Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku. 18 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! –dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. 19 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. 20 Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. 21 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu.”

Saling Menasehati

Saling mengingatkan dan memperingati satu dengan yang lain dalam kehidupan orang – orang percaya adalah panggilan pekabaran Injil. Sebab sebagai manusia kita tidak lepas dari kelemahan dan kekurangan yang cenderung membawa pada kesalahan dan dosa. Untuk itu pentingnya peringatan dan nasehat agar kita terhindar dari perbuatan dosa yang upahnya adalah maut. Nabi Yehezkiel bertugas menjadi penjaga Israel. Tugas tersebut dimana nabi harus memperingati umat (orang) yang melakukan kejahatan agar sadar dan bertobat. Dengan cara demikian maka Yehezkiel telah menyelamatkan nyawanya. Namun kalau Yehezkiel tidak memperingatinya sehingga orang itu  mati dalam dosa akibat kejahatannya, maka Tuhan akan menuntut nyawanya daripada Yehezkiel. Tugas dan tanggung jawab Yehezkiel sebagai penjaga Israel yang diamanatkan oleh Tuhan, menunjukkan cinta kasih Tuhan kepada umat dan tidak menginginkan umat mati dalam kejahatan dan dosa. Untuk itu umat mesti merespons setiap teguran dan nasehat dari Tuhan melalui nabi Yehezkiel. Jangan umat berkeras hati dengan tidak sadar akan kesalahan dan berbalik dari kejahatannya. Sebab yang dilakukan adalah demi keselamatan umat sendiri. Hal ini penting bagi kita sebagai keluarga untuk saling menasehati, mengingatkan satu dengan yang lain. Papa dan mama saling mengingatkan akan tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua. Anak-anak mesti mendengar setiap nasehat dari orang tua demi kebaikan dan masa depan yang baik. Itulah sebabnya penting untuk memohon tuntunan Roh Kudus sehingga masing-masing dapat melakukan tugas panggilannya dengan baik demi kebahagiaan dan keselamatan kekal dalam Tuhan Yesus Kristus.       

Doa: Tuhan Yesus tuntun kami dengan Roh Kudus agar kami dapat saling mengingatkan dan menasehati demi keselamatan dan kebahagian kami sekeluarga. Amin.

Rabu, 16 Oktober 2019            

bacaan : Kisah Para Rasul 12 : 24 – 13 : 3

Barnabas dan Saulus diutus

24 Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. 25 Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.
1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. 2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” 3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

Aku Butuh Penyertaan Tuhan

Janes, tempat tugasmu jauh dan penuh dengan kuasa kegelapan, pergilah ke om Piet supaya kau diberi ilmu khusus, agar kau selamat dalam tugas“ demikian perintah bapak Semol kepada anaknya Janes, sebelum ia barangkat ke tempat tugasnya yang baru. Dengan tegas Janes berkata kepada ayahnya: “Papa kan seorang majelis jemaat, bagaimana papa suruh beta minta pakatang dari om Piet for pele badang?. Yang beta perlu sekarang adalah Papa dan Pendeta pung doa, untuk keselamatan beta ditempat tugas yang jauh!” Maka, Janes pun pergi ke pastori untuk menyampaikan maksudnya dan pendeta pun mendoakannya secara khusus. Dengan kekuatan doa tersebut, Janes berangkat ke tempat tugasnya yang terpencil sebagai seorang pekerja sosial.  Ia dapat membentengi dirinya dari berbagai godaan dunia, ia melakukan pekerjaannya dengan sungguh – sungguh, bahkan semangat melayani di Angkatan Muda ia teruskan dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pemuda gereja dan masyarakat. Ia memfasilitasi berbagai kegiatan gereje seperti membantu Panitia Pembangunan Gereja dalam mencari dana, juga Koinonia Pemuda antar jemaat/gereja. Janes pun sering dipercayakan untuk memimpin ibadah – ibadah Pemuda di jemaat itu. Beberapa tahun setelah bertugas di daerah itu, Janes kembali ke Ambon dengan selamat tanpa cacat cela. Dengan penuh sukacita ia berbagi kisahnya dengan para sahabat dan kekasihnya. Janes berkata: “Saya sangat bersyukur ketika di tempat tugas yang jauh, saya diberi kesempatan untuk memberitakan Kristus melalui pekerjaan sosial tapi juga melalui berbagai pelayanan gereja ditengah-tengah kehidupan orang-orang yang asing bagiku. Tetapi pada akhirnya mereka menjadi saudara bagiku. Penyertaan Tuhan selalu nyata bagi orang yang berharap padaNya.

Doa: Tuhan, tanpa penyertaanMu, aku tak bisa memberitakan InjilMu. Amin.

Kamis, 17 Oktober 2019                         

bacaan : Markus 3 : 13 – 19

Yesus memanggil kedua belas rasul

13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Siapkan Hatimu Untuk Dipilih Tuhan

Pa Rudi adalah seorang ketua RW bahkan tuan tanah di salah satu negeri dan jemaat kristen, Ketika dicalonkan sebagai Majelis Jemaat, ia sangat yakin akan terpilih sebab ia sangat berpengaruh di wilayah itu. Berbeda dengan bapak Beni, yang baru dua tahun  menetap sebagai warga jemaat dan masyarakat, bahkan ia juga membeli tanah dari bapak Rudi. Pa Beni juga dicalonkan sebagai Majelis Jemaat. Semula, pa Beni agak ragu sebab ia sadar bahwa ia adalah orang baru dalam jemaat yang besar itu, bahkan salah satu tetangganya mengatakan “Tak mungkin pa Beni terpilih dalam pemilihan tersebut, sebab pa Beni kurang dikenal oleh warga jemaat”. Tetapi pa Beni dan keluarganya tetap tenang dan meyakini panggilan Tuhan. Isteri pa Beny berkata “Tuhan berdaulat memilih dan menentukan setiap orang sebagai pelayanNya. Yang penting siapkan hati untuk dipakai oleh Tuhan” Pa Beni hanya terdiam sambil  menganggukkan kepalanya. Ketika hasil pemilihan Majelis jemaat diumumkan, ternyata pa Beni yang terpilih sebagai Diaken Jemaat. Dalam konteks ini, kita diingatkan bahwa manusia tidak bisa mengatur Tuhan, sebab IA bebas bertindak sesuai kehendak-Nya. Sebagaimana Yesus sendiri memilih murid – muridNya, dengan memanggil nama mereka satu demi satu dan mereka pun mengikutinya, demikian juga para pelayan didalam jemaat,  Tuhan mengenal setiap orang dan Tuhan mempercayakan tugas dan tanggungjawab pelayanan sesuai dengan kehendakNya. Baik sebagai Majelis Jemaat, maupun sebagai perangkat pelayanan di Unit, Sektor dan Wadah Pelayanan. Persoalannya adalah bersediakah kita untuk melayani pekerjaan-Nya dengan rendah hati ?

Doa: Tuhan, utuslah aku untuk menjadi Pelayan-MU, Amin.

Jumat, 18 Oktober 2019               

bacaan : Kisah Para Rasul 10 : 19 – 29

19 Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: “Ada tiga orang mencari engkau. 20 Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.” 21 Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: “Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?” 22 Jawab mereka: “Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.” 23 Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia. 24 Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul. 25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. 26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: “Bangunlah, aku hanya manusia saja.” 27 Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul. 28 Ia berkata kepada mereka: “Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. 29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku.”

Kristus Sebagai Tuhan Nyata Dalam Hidupku

“Usi, beta biasa beli baju koko dan beberapa buku lalu beta kasi for ustadz, imam, atau bapak Haji, kalau beta pulang dari Ambon ke Geser” kata Pdt. Rido Kwolamine kepadaku disuatu kesempatan ketika aku menanyakan keadaannya di jemaat.

“Selama beta tugas di Telutih, basudara muslim biasa minta beta doakan dong pung syukur kelahiran atau berbagai acara,  dong selalu minta beta for berdoa walaupun ada bapa Haji disitu. Bahkan, dong bawa natsar khusus di gereja” kata Pdt. Lili Picanusa dalam sharing pengalaman di kegiatan TOT Kerjasama Lintas Iman Tingkat Sinode.

“Waktu beta berlayar, gelombang besar, sampe motor laut yang ditumpangi terdampar disuatu kampong muslim. Beta paleng takut, sebab konflik baru saja selesai. Beta kira beta pasti disiksa atau bunuh ternyata tidak. Justru mereka menyambut dan melayani beta dengan sangat baik, lebih baik dari jemaat beta sendiri. Apalagi warga kampong itu tahu bahwa yang terdampar ini adalah pendeta. Lalu mereka mengantar beta sampe ke tujuan” cerita Pdt. Lita Kayadu di Maluku Utara dalam sharing pengalaman di kegiatan TOT Kerjasama Lintas Iman Tingkat Sinode.

Mereka semua memberitakan Kristus sebagai Tuhan dalam tindakan nyata kepada saudara – saudara yang tidak seiman. Tetapi mereka juga dilayani dengan tulus oleh saudara – saudara  dari agama lain yang memahami arti mengasihi sesama sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Pekerjaan Tuhan sungguh tidak terselami, dan itulah yang dialami Petrus yang diutus untuk melayani Kornelius dari kelompok non Yahudi sehingga ia bersedia untuk dibaptis. Kristus adalah Tuhan atas kehidupan semua ciptaanNya.

Doa: Tuhan, Hidupku adalah untukMu. Amin.

Sabtu, 19 Oktober 2019                 

bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 12 – 18

12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, 13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. 14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. 15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. 16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?” 18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

Utuslah Kami Menjadi Jembatan Asa

“Jembatan Asa” adalah salah satu program sosial yang digelar SCTV sejak tahun 2015, sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat di wilayah-wilayah yang secara geografis, aksesnya terputus karena rusak atau tidak tersedia sarana jembatan. Memang jembatan adalah sarana penghubung, menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, menghubungkan wilayah-wilayah yang terpencil agar masyarakat dapat menikmati kehidupannya yang lebih layak. Demikian juga ada banyak jembatan dalam hubungan kemanusiaan yang terputus, yang disebabkan oleh kepentingan diri, iri hati, benci dan dendam. Ketika Rasul Petrus diutus untuk menginjili dan membaptis Kornelius, seorang perwira pasukan Italia, ia berhadapan dengan protes orang-orang Yahudi yang memahami bahwa keselamatan dari Allah hanya akan menjadi milik mereka. Disini, Rasul Petrus diutus untuk menjadi jembatan perdamaian, untuk menghubungkan dua pihak yang saling bermusuhan bahkan jembatan keselamatan untuk mengantarkan seseorang menikmati keselamatan Allah. Sebagai keluarga Kristen, kita telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus, yang telah menyediakan diriNya menjadi jembatan keselamatan bagi kita, jembatan yang menghubungkan kita dengan kasih Allah yang mengampuni dan membaharui. Di tengah banyaknya persoalan keluarga, kita membutuhkan “jembatan asa” atau jembatan harapan, akan adanya pemulihan dan perubahan. Semua anggota keluarga juga diutus untuk menjadi jembatan perdamaian, jembatan kasih sayang, agar semakin banyak orang menikmati kasih Yesus.

Doa: Tuhan, jadikan kami jembatan perdamaian dan kasih sayang. Amin.

*sumber : SHK terbitan LPJ-GPM bulan Oktober 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *