Santapan Harian Keluarga, 07-13 Januari 2018
Sabtu, 13 Januari 2018
Bacaan: Wahyu 21 : 5 – 8
Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”
Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”
Allah Pencipta Memulihkan segala sesuatu
Pada tahun 2014, sebuah lubang tiba-tiba menganga di Museum Nasional Corvette di Kentucky, Amerika Serikat, dan menelan 8 mobil sport Chevrolet Corvette yang langka dan antik. Semua mobil itu rusak parah, bahkan ada yang tidak dapat diperbaiki. Satu mobil yang mendapat perhatian khusus adalah mobil Corvette keluaran ke satu juta. Mobil produksi tahun 1992 itu adalah yang termahal dari semua koleksi museum itu. Sungguh mengagumkan melihat apa yang dilakukan terhadap mobil berharga itu setelah diangkat dari lubang tersebut. Para ahli berhasil memulihkan kondisi mobil itu sampai seperti baru kembali, sebagian besar dengan menggunakan dan memperbaiki bagian-bagian aslinya. Mobil tersebut sempat hancur, tetapi sekarang tampilannya seindah keadaan aslinya ketika pertama kali diproduksi. Kisah ini mengingatkan kembali pada apa yang disediakan Allah bagi orang yang percaya kepadaNya. Yohanes berbicara tentang melihat “langit yang baru dan bumi yang baru”. Banyak ahli Alkitab menafsirkan bumi “yang baru” itu sebagai bumi yang diperbarui. Mereka mempelajari bahwa kata “baru” di ayat tersebut mempunyai makna “segar” atau “dipulihkan” setelah kerusakan dari bagian yang telah usang itu disingkirkan. Allah akan memulihkan segala bagian yang rusak dari bumi ini dan memberikan tempat yang baru tetapi tidak asing lagi bagi orang percaya untuk hidup bersama-Nya. Renungkanlah kebenaran yang menakjubkan ini: sebuah bumi yang baru, segar, tidak asing, dan indah. Bayangkanlah keagungan karya tangan Allah itu! Allah Pencipta kita, memperbarui dan memulihkan segala sesuatu yang telah rusak dan usang.
doa : Tuhan, kami bersyukur untuk bumi kami yang indah ini, tetapi kami juga menanti-nantikan bumi baru yang Engkau sediakan bagi kami. Amin.
Jumat, 12 Januari 2018
Bacaan : Wahyu 5 : 11 – 14
Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”
Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”
Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
Pujian hanya kepada Anak Domba
Dalam penglihatan Yohanes ini memperlihatkan kepada kita kuasa, kemuliaan dan kekayaan Tuhan yang “tidak terjangkau”. Kunci kehidupan ada pada Anak Domba yang disembelih yaitu Yesus Kristus. Maka tidak akan henti-hentinya puji-pujian dipanjatkan kepadaNya, segala mahluk menyembah dan memuliakan Dia sampai selamanya. Penglihatan ini jika diperhadapkan pada kondisi Jemaat mula-mula, maka mereka dihadapkan pada kuat dan tabah menghadapi tekanan dan penganiayaan dari orang-orang yang anti-kristus. Sebab iman yang dimiliki oleh orang Kristen adalah kepada Dia penguasa kehidupan. Jika penglihatan ini diperhadapkan pada zaman now ini, pertanyaan untuk kita renungkan adalah : “siapa/apa yang kita takuti/hormati/puji/cari dalam hidup ini ?’ untuk menjawab ini perlu kita selidiki keberadaan Tuhan dalam hidup kita. Dalam pergumulan hidup yang kita hadapi, dalam usaha kita, dalam mencapai cita-cita untuk meraih kebahagiaan. Apakah Tuhan yang menjadi dasar, sumber dan tujuan kehidupan kita ? inilah yang dapat kita renungkan melalui nas ini. Bagaimanapun situasi hidup kita, tetaplah harus tegak iman kepada Yesus Kristus. Walau terkadang bisa saja kita mengesampingkan Tuhan dalam hidup ini. Bisa jadi kita atau manusialah yang kita puja bukan lagi Tuhan. Bisa jadi yang kita cari bukan lagi kebenaran Tuhan tapi kebenaran manusia, bisa jadi yang kita hormati bukan lagi Tuhan tetapi penguasa, bisa jadi sedang kita minta bukanlah berkat Tuhan, tapi keinginan daging. Penglihatan ini dinyatakan pada kita saat ini supaya kita dapat melihat kembali kehidupan yang sedang kita jalani ini. Supaya kita kembali ke jalan yang benar, bagaimanapun cara kita berbuat sesuai dengan keinginan, tetapi kuasa, kekayaan, kemuliaan dan pujian kepada Tuhan tidak akan terlepas dari kehidupan ini. Segala sesuatu ada pada kuasaNya.
doa: seluruh pujian kami hanya kepadaMu ya Tuhan Amin
Kamis, 11 Januari 2018
Bacaan: Wahyu 5 : 6 – 10
Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”
Yesus Sanggup Pulihkan Hidup Kita
Sejak manusia jatuh kedalam dosa, iblis menjadi penguasa dunia. Tidak ada seorangpun yang bisa mengungkapkan rahasia masa depan bumi dan kerajaan Allah. Itu berarti kita dan semua makhluk akan hidup dalam keadaan yang serba tidak menentu, tidak ada jaminan dan pengharapan akan terjadi sesuatu yang baik di masa depan kita. Tetapi Puji Tuhan karena ternyata ada yang layak membuka gulungan kitab tersebut, yaitu Yesus Kristus. Dialah satu-satunya yang layak. Sebab Yesus telah membuktikan kemenangan-Nya dengan darah-Nya di kayu salib. Tidak ada kuasa lain yang lebih hebat darinya. Hal itu berarti jelaslah bahwa Yesus Kristus kini memegang kendali atas sejarah dunia dan umat manusia, bukan iblis. Tidak heran jika kemudian 24 tua-tua dan 4 mahluk, bahkan seluruh malaikat surga menyanyikan pujian bagi Kristus. Jika kebenaran itu yang kita pegang, maka melalui nyanyian pujian semua makhluk, kita diingatkan untuk memusatkan diri pada pujian dan penyembahan, terus beriman kepada Kristus, bukan kepada yang lain. Karena itu ketika kita kembali menjalani hari-hari kita dengan beban-beban hidup yang mungkin masih sama, biarlah cara kita menyikapi atau menghadapinya sekarang berbeda. Kita menjadi lebih kuat, lebih beriman karena kemenangan Kritus juga berarti adalah kemenangan kita orang-orang yang percaya kepadaNya. Karena itu jangan pernah tergoda untuk percaya kepada kuasa-kuasa yang lain, dan janganlah pernah meninggalkanNya. Hanya Kristus yang sanggup memulihkan hidup kita sehingga kita ber kemenangan atas segala sesuatu di hidup ini.
doa : pemulihan yang Kau kerjakan dalam hidup kami, membuat kami berkemenangan Ya Tuhan. Amin
Rabu, 10 Januari 2018
Bacaan: Wahyu 5 : 1 – 5
Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?”
Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.”
Dia sungguh Mengenal dan Mengasihi kita
Sebuah rumah yang termasuk dalam daftar untuk dijual “apa adanya” biasanya berarti bahwa si penjual sudah tidak bisa atau tidak mau mengeluarkan uang untuk memperbaiki atau memoles rumah itu. Perbaikan apapun yang diperlukan atau diinginkan merupakan tanggung jawab dari pembeli setelah proses jual beli diselesaikan. Tanda “apa adanya” pada daftar penjualan sama artinya dengan mengatakan “perhatian bagi pembeli rumah ini mungkin membutuhkan investasi lanjutan yang cukup besar.” Alangkah mengagumkannya ketika Yesus mati, Dia membayar harga tertinggi bagi kita, tanpa memandang kondisi kita. Bacaan kita menggambarkan sebuah adegan di surga ketika hanya, “Singa dari suku Yehuda yaitu Tunas Daud” yang dapat membuka dan membaca gulungan kitab yang termeterai itu (3-5) Dia muncul sebagai seekor Anak Domba dan kemudian menerima puji-pujian dalam satu Nyanyian Baru. Yesus Kristus dengan rela membeli kita bagi Allah dengan darahNya. Kita telah dibeli “apa adanya” lengkap dengan segala kekurangan dan perbaikan yang diperlukan. Dia memulihkan hidup kita sehingga oleh iman kita sekarang menjadi milikNya, dan kita sedang berada dalam proses pembentukan kembali demi kemuliaan Allah. Alangkah menakjubkannya bahwa Allah mengenal, mengasihi dan memberi kita apa adanya.
doa : Terima kasih Tuhan untuk hidup kami yang sudah kau pulihkan melalui darahMu kami sangat bersyukur. amin
Selasa, 9 Januari 2018
Bacaan: Yesaya 40 : 27 – 31
Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”
Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Iman untuk Hari Esok
Barangkali kita sudah merasa sangat lelah secara emosi karena tidak ada tempat untuk berbagai. Permasalahan kita begitu besar sehingga kita tidak yakin tidak ada seorangpun yang dapat memahami. “Apakah Tuhan tidak melihat atau aku diperlakukan dengan tidak adil ?” kita bertanya pada diri sendiri “Apakah Tuhan tidak mengerti apa yang aku rasakan ?” kita semua pada suatu waktu, akan mengalami keadaan seperti itu. Tetapi bacaan ini menjanjikan kekuatan besar Tuhan tidak pernah lelah! Bahkan, “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” Sebagai tambahan, ayat 28 menjelaskan bahwa pengertian Tuhan tidak dapat kita duga. Oleh karena itu, kita dapat memiliki keyakinan bahwa Tuhan selalu mengerti pergumulan kita, serumit apapun itu. Andaikan kekuatan dan pengertian Tuhan masih belum cukup, ayat 31 menceritakan kepada kita bahwa IA menawarkan sesuatu yang lebih, yaitu : bila kita mau menantikan Tuhan, IA akan memberikan kita kekuatan baru sehingga kita dapat terbang seperti Rajawali. Sungguh sangat menguatkan kita pada saat kita berada dalam keputusasaan yang dalam. Pada saat kita menghadapi kesulitan hidup, bayangkan kita menerima kemampuan dari Tuhan untuk mengatasi segala kesulitan tersebut dengan anugerah dan kekuatan yang seumpama Rajawali yang terbang tinggi. Kekuatan yang mengagumkan itu tersedia bagi kita pada hari ini juga, jika kita mau menukar letih lelah kita dengan pertolongan-Nya. Kita tidak dipungut biaya apapun untuk pertolongan tersebut. Cukup percaya Dia dan serahkan segala yang tampak tak ada harapan lagi kepadaNya. Ijinkan Dia memulihkan iman kita untuk hari esok.
Doa : Tuhan laksana Rajawali melintasi angkasa, kami juga mau mengijinkan kekuatanMU mengangkatku terbang mengatasi pergumulan dan kerumutan hidupku, Amin
Senin, 8 Januari 2018
Bacaan : Yohanes 7 : 14 – 24
Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ.
Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”
Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorang pun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?”
Orang banyak itu menjawab: “Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?”
Jawab Yesus kepada mereka: “Hanya satu perbuatan yang Kulakukan dan kamu semua telah heran.
Jadi: Musa menetapkan supaya kamu bersunat — sebenarnya sunat itu tidak berasal dari Musa, tetapi dari nenek moyang kita — dan kamu menyunat orang pada hari Sabat!
Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat.
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.”
Mengenal Yesus lebih baik lagi
Salah satu Stasiun TV swasta nasional pernah menayangkan kehidupan pemulung sampah yang kebanyakan adalah perantau. Ternyata mereka sudah memiliki rumah dan sawah yang cukup untuk menghidupi mereka di kampung. Semuanya didapat dari hasil memulung. Ketika diwawancarai, “Kenapa masih memulung kalau sudah ada rumah dan sawah ? ” mereka menjawab, “mumpung belum ada yang sadar Mas kalau hidup dengan menjadi sampah dan tinggal dengan barang barang rongsokan ini menguntungkan. Nanti kalau sudah tua dan banyak yang suka ikut memulung, kami sekeluarga akan pulang kampung.” Penilaian orang hampir sama bahwa sampah adalah sesuatu yang menjijikkan dan tidak berharga. Penilaian ini muncul karena mereka melihat sepintas dan tidak menilai secara keseluruhan. Saat Yesus mengajar di bait Allah, banyak orang heran atas kecakapan dan pengetahuan Yesus dalam mengajar, sebab mereka tidak pernah melihat-Nya belajar di sinagoge secara akademis. Penilaian orang-orang Yahudi ini pun hanya berdasarkan penglihatan mereka dan melihat dipermukaan saja. Yesus menjawab bahwa Dia adalah sama bukan mewakili diri-Nya, melainkan karena Allah Sang Sumber Hikmat dan pengetahuan yang mengutus-Nya. Lebih jauh Yesus mengungkapkan bahwa, ketika mereka salah menilai siapa Yesus, tentu mereka pun akan terus salah dalam menilai-Nya. Sebenarnya yang dilakukan Yesus adalah untuk kemuliaan Allah dan keselamatan kita. Firman Tuhan hari ini mengajar kita untuk lebih bijaksana dalam menilai seseorang apalagi Yesus atas apa yang kita alami dalam hidup ini. Cobalah untuk mengenal lebih baik lagi pribadi Yesus agar keluhan dan ketidakpuasan kita akibat keterpurukan hidup ini berakhir dengan ucapan syukur kepada Allah, sebab Dia selalu memulihkan hidup keluarga kita.
doa : ya Tuhan ajarlah kami untuk lebih mengenalMU, amin
Minggu, 7 Januari 2018
Bacaan : Yohanes 1:29-34 ;
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”
Yesaya 40:1-11
Yesaya 40:1-11 (TB) Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”
Ada suara yang berkata: “Berserulah!” Jawabku: “Apakah yang harus kuserukan?” “Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”
Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!”
Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Yesus yang Lebih Utama
Ada orang yang suka bercerita tentang kehebatannya, dan membanggakan dirinya di hadapan orang lain, seakan-akan dia adalah orang yang paling hebat dan selalu berhasil dengan kekuatan sendiri. Orang seperti itu selalu menempatkan dirinya dipusat kehendaknya. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, ketika ia diutus sebagai pelopor untuk mempersiapkan jalan menyambut kedatangan Yesus. Yohanes selalu merendahkan diri dan berkata : “aku bukan mesias” (ps. 1:20) Yohanes selalu menunjuk kepada Yesus dan mengatakan bahwa : “Ia harus semakin besar, tapi aku harus semakin kecil” (ps 3:30). Apa yang dilakukan oleh Yohanes pembaptis adalah sebuah pekerjaan besar, namun ia tidak pernah merasa besar dan hebat. Yohanes tetap menunjuk kepada Yesus : “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” Yohanes menempatkan Yesus di pusat pemberitaannya. Yesuslah yang lebih utama. Ketika kita menempatkan Yesus di pusat pemberitaan kita, di pusat keinginan kita, maka apapun yang kita pikirkan, yang kita katakan, dan yang kita lakukan, semata-mata dikendalikan oleh Yesus. Dengan demikian kita terhindar dari keinginan untuk merasa lebih baik, lebih kuat dan hebat, dan sering menganggap orang lain tidak berarti. Arahkan pandangan selalu kepada Yesus yang menjadi Anak Domba Allah yang rela mati di tiang kayu salib untuk menebus dosa manusia
doa : Tuhan tolonglah kami agar selalu memberi diri dituntun oleh Yesus, amin
Sumber: SHK- LPJ GPM

