fbpx

Santapan Harian Keluarga, 4 -10 Februari 2018

[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Sabtu, 10 Februari 2018

bacaan : Mazmur 71 : 17-24

17 Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib; 18 juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang. 19 Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar, ya Allah, siapakah seperti Engkau? 20 Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali. 21 Engkau akan menambah kebesaranku dan akan berpaling menghibur aku. 22 Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel. 23 Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan. 24 Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu sepanjang hari, sebab akan mendapat malu dan tersipu-sipu orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku.

Sampai masa tuamu, AKU mengendong kamu

Banyak orang dihinggapi rasa cemas dan kuatir ketika mereka menginjak masa tua. Mungkin karena anak-anaknya sudah tinggal jauh dari mereka, atau jika masih ada didekatnya, ia merasa anaknya sudah tidak membutuhkan dirinya lagi. Banyak sekali orantua yang harus menghabiskan sisa hidupnya dipanti jompo karena anak-anak merasa repot dan terbeban bahkan tidak punya waktu untuk mengurus mereka. Rasa cemas ini juga sempat menyerang Daud, karena ia tahu tidak mungkin seseorang tetap muda dan perkasa. Ada saatnya dia akan menjadi tua. Karena itu, ia berdoa memohon agar Tuhan tidak meninggalkannya dimasa tuanya. Daud mengerti bahwa satu-satunya tempat bersandar hanya Tuhan saja. Ia tetap yakin Tuhan tidak pernah akan melupakannya karena ada begitu banyak bukti dari pengalaman Daud bersama Tuhan yang membuktikan bahwa Allah menolong dan melindunginya melewati berbagai kesulitan dan malapetaka. Sebagaimana Tuhan telah memelihara hidupnya sejak dari kecil maka sampai masa tuapun ia yakin Tuhan tetap akan menggendongnya. Karena itu, Daud punya alasan untuk tetap bersorak-sorai dan memuji Tuhan dalam hidupnya. Bagaimana dengan kita? Mari perdalam pengenalan kita akan Tuhan. Semakin dalam kita mengenal Tuhan, semakin kuat pula iman dan keyakinan kita sehingga kita tidak perlu ragu akan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan atas hidup kita. Dialah Tuhan yang tetap menggendong kita dari masa kecil hingga memutih rambut kita.

Doa: Tuhan, kami yakin bahwa sejak kecil hingga masa tua kami, Engkau akan tetap menggendong kami, Amin!

Jumat, 9 Februari 2018

bacaan : Mazmur 11 : 1-7

TUHAN, tempat perlindungan
Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: “Terbanglah ke gunung seperti burung!” 2 Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap. 3 Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu? 4 TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. 5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. 6 Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang; angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka. 7 Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Orang yang Tulus akan memandang Wajah-NYA

Di zaman sekarang ini sulit menemukan orang-0rang punya ketulusan hati karena banyak 0rang cenderung mementingkan diri sendiri, kelompok dan golongan. Banyak pula yang mengejar keuntungan dengan menghalalkan segala cara, bahkan kalau perlu mengorbankan orang lain. Disisi lain, hari-hari yang dihadapi orang~0rang yang tulus hati sepertinya berat dan diwarnai dengan airmata. Dalam kondisi seperti ini muncul pertanyaan dalam diri mereka dimanakah Tuhan? Kenapa Tuhan menyembunyikan wajah-Nya? Pemazmur memberi kesaksian dari pengalaman-pengalaman hidupnya bersama Tuhan bahwa Tuhan memberikan jaminan perlindungan dan kemenangan kepada semua orang karena Dia adalah tempat perlindungan yang teguh. Tetapi tidak semua orang akan memperoleh perlindungan dari Tuhan, mata-Nya mengamat-amati, sorot mata­ Nya menguji anak-anak manusia. Semua tingkah laku atau perbuatan manusia yang baik dan buruk tidak ada yang luput dari pengamatan mata Tuhan. Karena itu, pemazmur berkata Tuhan memberikan jaminan perlindungan kepada setiap orang yang berhak untuk mendapatkannya. Siapakah itu ? Yaitu orang-orang yang hidup dalam ketulusan hati. Hanya kehidupan orang-orang yang tutus hati sajalah yang akan terpelihara secara aman, dan mereka akan memandang wajah-Nya. Mari kita menjadi orang-orang yang tulus hati agar kitapun dapat memandang dan mengalami wajah Tuhan yang menolong dan menjamin hidup kita setiap waktu.

doa : Tuhan jagalah hati kami supaya tetap tulus mengasihi-MU, sepanjang hidup, amin

Kamis, 8 Februari 2018

bacaan : Mazmur 94 : 20-23

20 Masakan bersekutu dengan Engkau takhta kebusukan, yang merancangkan bencana berdasarkan ketetapan? 21 Mereka bersekongkol melawan jiwa orang benar, dan menyatakan fasik darah orang yang tidak bersalah. 22 Tetapi TUHAN adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku. 23 Ia akan membalas kepada mereka perbuatan jahat mereka, dan karena kejahatan mereka Ia akan membinasakan mereka; TUHAN, Allah kita, akan membinasakan mereka.

Tuhan itu Gunung Batu perlindunganku

bacaan kita hari ini mengungkapkan sebuah keyakinan dari pemazmur bahwa Tuhan tidak mungkin bersekutu dengan orang-orang fasik yang merancangkan kejahatan kendatipun nampaknya orang fasik semakin sejahtera sedangkan orang-orang yang beriman yang dekat Tuhan mungkin menderita. Kejahatan semakin merajalela dan kebenaran seolah-olah terpendam. Keyakinan ini membuat pemazmur tetap mengarahkan hidupnya kepada Taurat Tuhan. Ia yakin pada waktunya Tuhan hadir sebagai penolong dan penegak keadilan. Memang terkadang memerlukan waktu yang lama bagi kita untuk melihat tangan Tuhan bekerja dan itu tidak mudah, seolah-olah Tuhan berdiam diri melihat kenyataan dan penderitaan yang kita alami, yang disebabkan oleh perbuatan orang-orang yang jahat dan merasa Tuhan begitu lama bertindak. Tetapi ternyata Tuhan bekerja bukan karena kemauan kita, tetapi karena dia tahu apa, bagaimana dan kapan dia bertindak. Karena itu marilah kita menyadari bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan seorang diri, dan juga tidak menutup mata terhadap setiap persoalan dan penderitaan yang kita alami oleh karena orang lain merancangkan kejahatan atas hidup kita. Tuhan adalah Allah Kota Benteng Gunung Batu dan tempat perlindungan yang kuat, hanya kepadaNya kita dapat berlindung dan mengharapkan pertolongan.

doa : Tuhan Engkaulah Gunung Batu tempat perlindungan kami yang Teguh amin

Rabu, 7 Februari 2018

Bacaan : Mazmur 94 : 16-19

16 Siapakah yang bangkit bagiku melawan orang-orang jahat, siapakah yang tampil bagiku melawan orang-orang yang melakukan kejahatan? 17 Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi. 18 Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. 19 Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

Siapa yang akan membela ku melawan yang jahat ?

Di dalam kehidupan kita tidak hanya berjumpa dengan orang-orang baik yang melakukan kebaikan kepada kita, tapi kita juga berhadapan dengan orang-orang yang merancang dan melakukan kejahatan terhadap kita. Berhadapan dengan orang-orang yang seperti ini, maka kita bertanya siapakah yang dapat menjadi penolong dan pembela bagi kita ? dalam pengalamannya pemazmur mengungkapkan bahwa Tuhan adalah pembela kebenaran dan keadilan. Tuhan tidak pernah berdiam diri ketika umatNya menderita karena tertindas atau tertekan dalam hidupnya. Tuhan sanggup membela kita karena Dialah Pencipta yang berdaulat atas segala sesuatu di dunia ini. Karena itu, ketika kita menghadapi orang-orang yang berlaku jahat dalam kehidupan, janganlah kita takut tetapi selalu meminta campur tangan dan pertolongan Tuhan. Marilah kita tetap berharap dan mengandalkanNya dalam situasi-situasi terberat dalam hidup karena Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita dan memampukan kita menghadapi kesulitan kesulitan itu. Kita tidak perlu takut menghadapi orang-orang yang melakukan kejahatan atas hidup kita dan berpikir “kaki kita goyang” karena sesungguhnya kasih dan kesetiaan Tuhan itulah yang akan menyokong kita untuk tetap teguh berdiri menghadapi mereka. Dan itulah yang memberi penghiburan dan ketenangan dalam hati dan jiwa kita.

doa : Tuhan ketika kami berpikir kaki kami goyang maka kasih setiaMu ya Tuhan menyokong kami amin

Selasa, 6 Februari 2018

Bacaan : Mazmur 94 : 12-15

12 Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu, 13 untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka, sampai digali lobang untuk orang fasik. 14 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya; 15 sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.

Berbahagialah orang yang dihajar oleh Tuhan.

Bagi pemazmur hajaran Tuhan baginya adalah cara Tuhan mendidik dirinya agar dapat tenang ketika menghadapi masa sukar dan ketika malapetaka melanda kehidupan. Pengalaman pahit itu dapat menjadi bekal ketika dirinya berada dalam keadaan sulit pada masa-masa selanjutnya. Pemazmur meyakini bahwa Allah bukanlah pribadi yang mengabaikan dan meninggalkan umatNya. Ia telah mengalami sendiri hidup dalam pertolongan Tuhan dan pertolongan Tuhan itu diberikan tepat pada waktunya. Bahkan ketika pemazmur berpikir akan jatuh. Pengalaman akan Kasih setia Tuhan pada masa lampau membuatnya tetap Teguh berdiri. Itulah yang membuat dia sanggup berkata “Tuhan adalah bentengku dan Allahku adalah Gunung Batu perlindunganku” Tuhan yang telah menolong di masa lampau akan tetap menolong kita umatnya di masa sekarang dan juga masa yang akan datang. Bagaimana dengan kita ? kita menyadari bahwa keadaan hidup yang sulit tidak jarang membuat kita merasa ditinggalkan oleh Tuhan. Tetapi marilah kita menengok kebelakang untuk melihat kembali rekam jejak pertolongan Tuhan atas hidup kita di masa lalu, maka kita bisa menyadari bahwa sesungguhnya Allah tidak pernah berhenti menolong kita. Tuhan tidak pernah membiarkan kita binasa di dalam pergumulan hidup kita, karena ia mengalihkan yang paling susah pun menjadi kebajikan di dalam hidup kita. Karena itu Berbahagia lah orang yang dihajar oleh Tuhan.

doa : Tuhan ajaranmu meyakinkan agar kami selalu mengerjakan kebaikan di jalan hidup amin

Senin, 5 Februari 2018

bacaan : Mazmur 71 : 12-16

12 Ya Allah, janganlah jauh dari padaku! Allahku, segeralah menolong aku! 13 Biarlah mendapat malu dan menjadi habis orang-orang yang memusuhi jiwaku; biarlah berselubungkan cela dan noda orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku! 14 Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu; 15 mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. 16 Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!

Dimanakah keadilan itu

Dan kalian Oh hakim-hakim yang harus adil, apakah hukuman yang kau katakan padanya meski jujur di dalam jasmaninya ternyata Curang di dasar hatinya putusan apa yang kau berikan kepada dia, yang menyembelih manusia namun dirinya terseram sembelih dalam jiwa? dan bagaimana pula kau tu untuk si dia namun yang juga terluka dan dendam jadinya?
demikianlah sebait syair puisi karya Kahlil Gibran seorang seniman penyair dan penulis Lebanon Amerika. Khalil Gibran mengungkapkan sebuah keadilan yang ternyata tidak mudah diperoleh, bahkan di dalam lembaga pengadilan yang mestinya keadilan itu ditegakkan. Sulitnya memperoleh keadilan tidak hanya terjadi dalam suatu ruang atau situasi tertentu bahkan dalam waktu kapan pun, termasuk pada masa tuamu. Pemazmur mengungkapkan kesulitan ia memperoleh keadilan dari masa muda hingga ia sudah perubahan putih. Karena itu pemazmur dengan sikap seperti memelas, meminta Tuhan jangan jauh darinya dan segera menolongnya. Pemazmur mengakui ketidaksanggupan nya sebagai orang yang sudah tua dan lemah menghadapi perbuatan jahat dan tidak adil musuh-musuhnya baginya. Karena itu, ia hanya ingin bergantung dan berharap pada pertolongan Tuhan, sebab letika Tuhan bertindak, pemazmur yakin ia akan memperoleh keadilan. Seperti pemazmur kita juga terpanggil untuk memasrahkan hidup kepada Tuhan Allah supaya dengan kekasihnya kita pun akan memperoleh keadilan dan keselamatan, bahkan sampai tua umur kita dan putih rambut kita.

doa : Ya Tuhan berilah keadilan dan keselamatan kepada kami amin

Minggu, 4 Februari 2018

bacaan : 1 Korintus 13 : 1-13 & Mazmur 72 : 1-14

1 Korintus 13 : 1-13

Kasih
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Mazmur 72 : 1-14

Doa harapan untuk raja
Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! 2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! 3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! 4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras! 5 Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun! 6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi! 7 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! 8 Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! 9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; 10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! 11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! 12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; 13 ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. 14 Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.

Kasih berbuah Keadilan

Seorang ayah dilaporkan ke kepolisian karena memperkosa anak perempuannya. Pemerkosaan tersebut tidak hanya berakibat fisik tapi juga psikis bagi sang anak. Anak Perempuan dimaksud bahkan merasa tidak aman tinggal di rumahnya sendiri. Ia memilih lebih baik tinggal di luar rumah dengan orang lain, terutama dengan pekerja pekerja kemanusiaan yang peduli dan memberi kasih sayang kepadanya. Realitas yang terjadi ini menimbulkan pertanyaan di manakah hati kasih seorang ayah kepada anaknya? kasih yang semestinya mendatangkan penghargaan terhadap hak-hak anak dan memberi keadilan bagi anak tersebut. Sama seperti yang dituntut oleh pemazmur kepada raja untuk memerintah dengan adil dan sungguh-sungguh menyatakan keberpihakan kepada yang tertindas, miskin yang mengalami kekerasan sebagai bentuk sikapnya yang adil. Kepemimpinan Raja harus berdasar pada nilai kasih yang memungkinkan dia untuk mewujudkan keadilan tersebut. Hanya dengan demikian berkat kehidupan akan terus ia miliki. Selain itu, sang raja pun menjadi teladan kepemimpinan bagi orang lain atau pemimpin yang lain. Tidak hanya Raja, kita pun sebagai orang percaya dipanggil untuk mewujudkan keadilan yang berdasar pada kasih. Sama seperti yang telah lebih dulu dilakukan oleh Yesus Kristus. Supaya kehidupan kita pun terus dilimpahi berkat oleh Dia Sumber Kasih dan keadilan itu

doa : jadikanlah kami alatmu yang setia menyatakan kasih dan melakukan yang adil amin

*Sumber : Santapan Harian Keluarga – LPJ GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *