Santapan Harian Keluarga, 11 – 17 Maret 2018
Minggu, 11 Maret 2018
bacaan : 1 Petrus 4 : 12-19 & Keluaran 1 : 1-14
Menderita sebagai Kristen
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. 17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? 18 Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? 19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.
Keluaran 1 : 1-14
Orang Israel ditindas di Mesir
Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing: 2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda; 3 Isakhar, Zebulon dan Benyamin; 4 Dan serta Naftali, Gad dan Asyer. 5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir. 6 Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia. 7 Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka. 8 Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf. 9 Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: “Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita. 10 Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan–jika terjadi peperangan–jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini.” 11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses. 12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu. 13 Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, 14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.
Menderita karena Kehendak Allah
Penderitaan hidup yang dialami seseorang atau umat, ada – dua jenis. Menderita sebagai akibat melakukan kesalahandan menderita karena melakukan kebenaran. Menderita karena melakukan kesalahan, itu adalah sesuatu yang wajar dengan jenis hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Tetapi menderita karena melakukan kebenaran, walaupun seringkali terjadi, itu tidak terlalu biasa dan wajar. Karena itu orang yang menderita karena melakukan kebenaran, membutuhkan kesabaran dan terus berjuang dengan gigih dan berhikmat untuk mempertahankan kebenaran dimaksud. Jangan mau dijebak untuk memutarbalikkan fakta hanya karena tidak kuat menahan tekanan dan ancaman dari yang berkuasa atau orang yang berfaku sewenang-wenang. Sebagai umat percaya seringkali klta diperhadapkan dengan tekanan dan ancaman hidup karena melakukan kebenaran. Di sinilah iman kita diuji, integritas kekeristenan dipertaruhkan, apakah kita tetap bertahan ataukah kalah sebelum berjuang. Janganlah takut, sebab kita berimankan Yesus yang telah mencontohkan dalam seluruh penderitaan-Nya bagaimana Ia berjuang sampai titik darah penghabisan. Bahwa penderitaan karena ketaatan dan kesetiaan kepada BapaNya berbuah manis demi keselamatan kita semua dan seluruh ciptaan. Teladanilah jalan Yesus dalam seluruh pergumulan hidup kita sebab jalan itu menuju kemenangan pada akhimya.
doa : buatlah kami bertahan menghadapi pahir-getirnya hidup ini dengan tetap meneladani Hidup-Mu ya Yesus Kristus Tuhan kami, Amin
Senin, 12 Maret 2018
bacaan : Mazmur 146 : 1-10
Hanya Allah satu-satunya penolong
Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. 4 Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. 5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, 7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, 8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. 9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!
Allah adalah Penolong yang Sejati
Selama kita hidup, proses saling tolong-menolong seorang dengan lainnya adalah merupakan sesuatu yang manusiawi. Yang kuat terhadap yang lemah; yang kaya terhadap yang miskin; yang besar terhadap yang kecil, dll. Termasuk juga dalam keluarga dan antar tetangga. Namun, satu hal harus kita sadari adalah bahwa setiap pertolongan dari sesama siapapun dia dan apapun kapasitasnya, terbatas ruang dan waktu. Artinya hanya bersifat kesementaraan. Satu-satunya Penolong yang setia dan sejati, yang menembusi ruang dan waktu bahkan kekal adanya hanyalah Allah dalam Yesus Kristus. Dialah Penolong kita satu-satunya. Ia menjadi Penghibur dikala kita susah; menjadi Penolong dikala kita lemah dan tidak berdaya; menjadi Penyembuh dikala kita sakit; Dia menjadi Teman dan Sahabat bagi mereka yang kehilangan teman dan sahabat. Dia menjadi suami bagi yang janda dan Bapa bagi yatim-piatu. Dia menjadi Pembela bagi yang tertindas dan diperlakukan tidak adil. Dia menggenapkan semuanya dalam seluruh pelayanan-Nya bahkan memikul segala dosa kita dengan memakukannya di kayu salib. Janganlah berpaling dari pada-Nya dengan terus menggantungkan hidup pada kekuatan manusia dan mengandalkannya disegala segmen kehidupan. Sebab segala kegemilangan manusia pada saatnya akan sirna dan lenyap. Berpalinglah kepada Allah dalam Yesus Kristus dengan kasih dan kuasa-Nya yang menyelamatkan itu. Dialah penolong dan Sahabat kita yang sejati.
doa : Hanya Engkaulah ya Allah satu-satunya Sahabat dan Penolong hidup kami yang sejati, amin
Selasa, 13 Maret 2018
bacaan : Matius 10 : 26-28
26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. 28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Takutlah hanya kepada Tuhan
Perasaan takut akan muncul ketika orang melakukan kesalahan, Rasa takut juga bisa muncul ketika seseorang mengalami banyak tekanan dan penindasan hidup. Rasa takut juga sering terjadi ketika seseorang harus melawan hati kecilnya untuk menyatakan sebuah kebohongan dan ada banyak lagi rasa takut lainnya, Sekarang ini rasa takut itu sudah dikemas sebegitu rupa sehingga berubah menjadi kebenaran. Lihat saja di ruang-ruang pengadilan, banyak orang yang nyata-nyata bersalah tetapi bisa dibenarkan dan sebaliknya, dengan pendekatan KUHP=Kasih Uang Habis Perkara. Keberanian untuk berbohong, menyatakan sumpah palsu, dan yang sejenisnya. Karena itu banyak orang menjadi diam menyaksikan aksi-aksl seperti itu, sekalipun hati kecilnya berontak termasuk kita orang-orang kristen. Yesus tahu apa yang kita alami dan rasakan dalam kenyataan hidup sekarang ini. Terkadang kita menjadi orang-orang yang dilemahkan sehingga tidak berdaya. Terkadang terpaksa memutarbalikan kebenaran kalau mau hidup aman dan tenang. Bukankah hal-hal seperti itu bertentanqan dengan nurani kekristenan kita? Karena itu Yesus katakan, ketika mengalami berbagai kenyataan hidup yang pahit, keras dan sewenang-wenang oleh pihak-pihak yang kuat dan berkuasa, jangan takut. Sebab mereka hanya mampu membunuh tubuh tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah kepada Dia (Allah dalam Yesus Kristus) yang berkuasa membunuh baik tubuh mapun jiwa dalam neraka. Karena itu hiduplah dalam kewaspadaan dan serahkanlah seluruh kekuatiranmu kepada Tuhan sebab Dialah sang Pemelihara jiwamu dan hidupmu.
doa : Kuatkan iman kami ya Tuhan, agar kami mampu bertahan menghadapi kerasnya hidup ini, amin
Rabu, 14 Maret 2018
bacaan : Matius 10 : 29-33
29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”
Sekalipun menderita, Jangan pernah menyangkal Yesus
Yesus sangat memahami ‘rasa takut’dalam diri para murid. Takut dianiaya, disiksa bahkan takut mati (nyawa sebagai taruhan) hanya karna menyatakan kebenaran tentang Kristus. Rasa takut bisa melumpuhkan iman (kerohanian). Ketika mereka tidak kuat menanggung siksaan maka mereka “pasti menyangkal imannya pada Yesus. Karena itu, Yesus menghapus seluruh rasa takut mereka dengan menyatakan dua hal penting yakni: pertama “Bapa disorga mengetahui dan mengendalikan segala sesuatu yang terjadi di bumi. Jika burunq pipit saja dipelihara oleh Bapa di sorga berapa lebih manusia?”Artinya Bapa di sorga mengetahui, mengenal dan memahami, serta merasakan berbagai penderitaan, bahkan mengizinkan penderitaan itu untuk terjadi. Ia ingin kita siap dan tabah menjalaninya. Karena itu, hal yang kedua yakni, “mereka tidak boleh menyangkal iman pada Yesus. Jika mereka menyangkal Yesus dihadapan manusia, maka Yesus juga akan menyangkal mereka dihadapan Bapa di sorga”. Artinya, sekalipun nyawa menjadi taruhan, tetapi mereka tidak boleh meninggalkan iman mereka pada Yesus, sebab pada waktunya nanti mereka mengalami sukacita bersama Bapa di sorga. Tidak ada yang sia-sia dari ketabahan dan kesabaran mereka sebagai orang Kristen dalam menjalani penderitaan itu. Saatnya sekarang, bebaskanlah dirimu dari berbagai rasa ‘takut’, seperti: rasa “takut” mati karena berbagai penyakit, takut kehilangan suami, takut kehilangan pekerjaan, takut kehilangan jabatan, takut kehilangan popularitas dll. Dalam segala keadaan, tetaplah nyatakan imanmu kepada Yesus. Betapa malangnya kita, jika hanya karena rasa takut, kita harus menyangkal iman kita pada Yesus.
doa : Tuhan tolonglah kami supaya kami tidak menyangkal-Mu sekalipun kami menderita, amin
Kamis, 15 Maret 2018
bacaan : Matius 10 : 34-42
Yesus membawa pemisahan Bagaimana mengikut Yesus
34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. 37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. 38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. 41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. 42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
Salib Kristus adalah tujuan hidupku
Menurut Yesus, ketika seseorang telah menjadi murid Yesus (seorang Kristen) maka secara langsung ia menjadi berbeda dengan orang lain dalam dunia. Sebab, ia telah memikul salib dan menyerahkan seluruh hidupnya untuk Yesus. Sebagaimana pedang berfungsi memotong-membelah demikian juga salib membedakan hidupnya dari dunia ini. Kemanapun salib itu hadir, ia akan membelah-membagi dua. Salib-Nya memisahkan yang benar dari yang tidak benar. Lingkungan keluarga adalah tempat pertama salib hadir. Salib-Nya tidak kompromi dengan ikatan kekeluargaan, Artinya kebenaran Injil Kristus tak boleh dihalangi oleh ikatan kekeluargaan. Artinya, Jika ayah, ibu, mertua, saudara, suami, atau yang lain bersalah, katakan salah, jangan membenarkan kesalahan mereka, jangan kompromi dengan kesalahan mereka. Jika karena kebenaran Injil, kita harus dibenci dan dibuang oleh keluarga itu jauh lebih baik. Sebab, kebenaran Injil Kristus (kehendak Allah) harus diutamakan diatas berbagai kepentingan dalam hidup, bahkan nyawa kita sekalipun. Itulah resiko menjadi murid Yesus (orang Kristen). Sungguhpun demikian, salib-Nya memberi kehidupan bagi setiap orang yang setia memikul salib-Nya. Yesus berkata “barangsiapa kehilangan nyawanya karna Aku, ia akan memperolehnya. Sekalipun nyawa menjadi taruhan tapi tak ada yang sia-sia Yesus memberikan jaminan kehidupan kekal bagi setiap muridnya yang setia memikul salib. Disalib Kristus ada kasih yang mengampuni, ada keberanian untuk bertindak melawan dosa, ada ketaatan kepada kehendak Bapa di sorga bahkan ada kepastian tentang masa depan. Karena itu, Kristus adalah tujuan hidup kita.
doa : Ya Kristus, Engkaulah tujuan hidup kami,… Roh Kudus-Mu menolong kami supaya setia memikul salib, amin
Jumat, 16 Maret 2018
bacaan : Mazmur 17 : 1-15
Diburu dengan tak bersalah
Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu. 2 Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar. 3 Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur. 4 Tentang perbuatan manusia, sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan; 5 langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang. 6 Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. 7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. 8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu 9 terhadap orang-orang fasik yang menggagahi aku, terhadap musuh nyawaku yang mengepung aku. 10 Mereka tidak menunjukkan belas kasihan, mereka membual; 11 mereka mengikuti langkah-langkahku, mereka sekarang mengerumuni aku, mata mereka diarahkan untuk menghempaskan aku ke bumi. 12 Rupa mereka seperti singa, yang bernafsu untuk menerkam, seperti singa muda, yang mengendap di tempat yang tersembunyi. 13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik. 14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan, sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka. 15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Tuhan, Peliharalah Aku seperti Biji Mata-MU
Menjalani hidup dalam kebenaran Tuhan bukan berarti tak ada masalah, justru sebaliknya akan datang berbagai masalah sampai ancaman kematian. Kita tak pernah berniat jahat dan melukai sesama tetapi nyawa kita diincar untuk dibunuh. Itulah situasi yang juga dialami Daud : “diburu dengan tidak bersalah”. Saul mengejar Daud untuk membunuhnya, padahal Daud tak pernah menyakiti Saul. Justru Daud sangat menghormati Saul sebagai raja dan dengan setia Daud melakukan seluruh tanggungjawabnya bagi raja Saul. Daud sangat tertekan, hidupnya dalam ancaman kematian. Dalam situasi tersebut apa yang harus dilakukan? Haruskah kita menyesali seluruh keputusan kita bahwa kita telah hidup mengikuti kehendak-Nya? Lalu kecewa dan marah Tuhan? Atau haruskah kita pasrah – menyerah meninggalkan kebenaran Tuhan dan mengikuti ajakan dosa? karena kita merasa Tuhan tak pernah tahu dan merasakan segala sesuatu yang sementara kita alami? Daud mengolah situasi ini dengan cara menjelaskan tentang siapa dirinya dihadapan Tuhan dan kepercayaannya pada Tuhan, melalui doa. Situasi sangat menyiksa, tapi Daud masih meyakini bahwa Tuhan mengenal dirinya, mengetahui segala sesuatu yang dialaminya bahkan segala sesuatu yang terjadi dalam dunia. Sehingga, Daud meminta Tuhan menunjukan Kasih setia-Nya yang ajaib ditengah penderitaannya dan kiranya Tuhan memelihara Daud seperti biji mata. Jika kita berdoa, berdoalah dengan jujur dihadapan Tuhan sebab Tuhan sangat mengenal kita dengan segala sesuatu yang terjadi pada kita bahkan segala sesuatu yang terjadi dalam dunia ini. Dalam situasi yang paling buruk, tetaplah meyakini Tuhanmu.
doa : Tuhan, tunjukan Kasih Setia-MU, Pelihara kami sebagai Biji Mata-MU, Amin
Sabtu, 17 Maret 2018
bacaan : Yakobus 1 : 12-13
12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
Kebahagiaan bertahan dalam Pencobaan
Perpetua (26th) bersama bayinya dipenjarakan oleh Kaisar Septimius Severus thn 211 di Roma, karena menolak mempersembahkan korban kepada para dewa. Sekalipun ayahnya meminta supaya Perpetua menyangkal Kristus agar selamat, tapi Perpetua menolak. Sekalipun Gubernur Minutius menyuruhnya untuk persembahkan korban bagi para dewa Roma, tetapi Perpetua tetap menolak.Ia lalu dicambuk dengan cemeti dari kulit sehingga badannya babak belur, dimasukan dalam kamar gelap dibawah tanah dan dipisahkan dari bayinya. Ia meminta kepada gubernur supaya bayinya bersamanya dan gubernur pun mengijinkan. Ayahnya datang mengunjunginya dan meminta supaya ia mengingat bayinya dan membujuknya supaya Perpetua menyangkal Kristus, tapi Perpetua menolak. Gubernur juga meminta supaya Perpetua mengingat ayahnya yang telah tua dan bayinya. Sekali lagi Perpetua memilih beriman kepada Kristus. Gubernur memerintahkan supaya Perpetua dihukum mati. Keesokan harinya, sang ayah masih membujuk Perpetua untuk menyangkal Kristus tapi ia tetap menolak. Akhirnya, Perpetua dihukum mati. Sebelum menjalani hukuman mati, Perpetua mengumandangkan nyanyian kemenangan. Sebab tidak lama lagi ia akan bersatu dengan Kristus, dan menerima mahkota kemuliaan serta tidak merasakan penderitaan. Perpetua tanpa rasa takut sedikitpun maju ke arena binatang buas, anehnya binatang buas tidak menyerangnya. Gubernur memerintahkan supaya Perpetua dipancung lehernya, dan Perpetua pun mati. Perpetua sangat bertahan dalam pencobaan sehingga mahkota kemuliaan diterima. Jadi, bukan soal mengapa pencobaan datang tetapi bagaimana menghadapinya? Untuk itu, bertahanlah!
doa : Tuhan, tolong kami supaya bisa bertahan dalam pencobaan, amin
*sumber : Santapan Harian Keluarga LPJ-GPM

