Santapan Harian Keluarga, 8 – 14 Juli 2018
Minggu, 8 Juli 2018
bacaan : 2 Raja-Raja 5 : 1-27
Naaman disembuhkan
Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. 2 Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. 3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” 4 Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: “Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu.” 5 Maka jawab raja Aram: “Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel.” Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. 6 Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: “Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.” 7 Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: “Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku.” 8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.” 9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.” 11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. 13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.” 14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir. 15 Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!” 16 Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa.” Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak. 17 Akhirnya berkatalah Naaman: “Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN. 18 Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu.” 19 Maka berkatalah Elisa kepadanya: “Pergilah dengan selamat!” Setelah Naaman berjalan tidak berapa jauh dari padanya, 20 berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, abdi Allah: “Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya.” 21 Lalu Gehazi mengejar Naaman dari belakang. Ketika Naaman melihat ada orang berlari-lari mengejarnya, turunlah ia dengan segera dari atas kereta untuk mendapatkan dia dan berkata: “Selamat!” 22 Jawabnya: “Selamat! Tuanku Elisa menyuruh aku mengatakan: Baru saja datang kepadaku dua orang muda dari pegunungan Efraim dari antara rombongan nabi. Baiklah berikan kepada mereka setalenta perak dan dua potong pakaian.” 23 Naaman berkata: “Silakan, ambillah dua talenta.” Naaman mendesak dia, dan membungkus dua talenta perak dalam dua pundi-pundi dan dua potong pakaian, lalu memberikannya kepada dua bujangnya; mereka ini mengangkut semuanya di depan Gehazi. 24 Setelah mereka sampai ke bukit, disambutnyalah dari tangan mereka, disimpannya di rumah, dan disuruhnya kedua orang itu pergi, maka pergilah mereka. 25 Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: “Dari mana, Gehazi?” Jawabnya: “Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!” 26 Tetapi kata Elisa kepadanya: “Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan, 27 tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.” Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.
Mintalah, Tapi Jangan Pernah Mengatur Tuhan.!
Sering tanpa kita sadari, dalam diri kita ada hambatan untuk bisa mengalami terobosan yang kita minta dari Tuhan dan sebetulnya sudah Tuhan berikan, yaitu kecenderungan hati, keyakinan diri, dan prasangka. Saat kita butuh pertolongan, memang sudah tepat kita memohon pertolongan itu kepada Tuhan, namun pikiran kita seolah mengatur Tuhan. Kita merancang satu drama jalan keluar yang nyaman buat daging kita, sehingga saat Tuhan minta kita melakukan hal lain yang sesuai · firmanNya, kita marah. Contoh mudahnya kita minta kepada Tuhan agar finansial kita sehat. Firman Tuhan menjawab, kita harus belajar dari semut Artinya kita harus giat bekerja. Namun sering kali yang kita rancang dalam pikiran adalah kita mendapat kenaikan gaji atau pangkat, ada orang yang tiba-tiba menyumbang kita, menemukan dompet di jalan penuh berisi uang, atau tiba-tiba menang lotre atau undian dari bank. Kita mengatur Tuhan dan berharap Ia bertindak sesuai keinginan kita. Tuhan tahu yang terbaik buat kita sehingga jangan pernah mengatur Ia untuk bertindak ini dan itu sesuai pikiran kita. Seperti kesembuhan Naaman, seorang panglima kerajaan Aram. Dia mengharapkan kesembuhan itu terjadi cepat dan spektakuler menurut pikirannya melalui nabi Elisa. Namun kesembuhan atau solusi dari Tuhan tidak terjadi seperti sulap, Allah bukanlah tukang sulap, melainkan penghasil mukjizat. Mukjizat hanya terjadi kalau kita mau usaha lebih dulu dengan sungguh-sungguh dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan, bukan hanya sekedar berdoa dan berharap Tuhan bertindak sesuai skenario yang kita rancang.
doa : Tuhan, ajar kami untuk berdoa dan berusaha, namun tidak mengatur Engkau, amin
Senin, 9 Juli 2018
bacaan : Yoel 2 : 12-14
Seruan untuk bertobat
12 “Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu.
Pertobatan Sejati berasal dari Dalam Hati
Menangis denqan suara kencang, meratap, dan rnengoyakkan pakaian adalah cara-cara yang lazim digunakan untuk mengungkapkan rasa duka pribadi atau kesedihan atas bencana besar yang dialami suatu daerah tertentu dengan budaya yang ada. Bangsa Israel semasa Perjanjian Lama juga bersikap serupa dalam mengungkapkan dukacita mereka yang mendalam dan pertobatan atas pemberontakan mereka kepada Tuhan. Pertobatan yang diungkapkan secara terbuka itu bisa berdampak dahsyat jika memang keluar dari lubuk hati kita. Namun tanpa pertobatan yang tulus di dalam hati kepada Allah, bisa saja kita sekadar berbasa-basi, meskipun kita melakukannya bersama-sama dengan saudara-saudara seiman yang lain. Setelah wabah belalang merusakkan tanah Yehuda, Allah melalui Nabi Yoel memanggil umat-Nya untuk sungguh-sungguh bertobat agar mereka terhindar dari penghukuman-Nya. ‘”Sekarang juga,’ demikianlah firman Tuhan, ‘berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh”‘ (12). Lalu Nabi Yoel menyerukan kepada bangsa itu untuk menanggapi panggilan Allah dari lubuk hati mereka: . ‘Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya” ( 13). Tuhan rindu kita rela mengakui dosa-dosa kita kepada-Nya dan menerima pengampunan-Nya, agar kemudian kita dapat mengasihi dan melayaniNya dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. Apa pun yang perlu kita ungkapkan kepada Tuhan hari ini, nyatakanlah kepadaNya dengan ketulusan hati.
doa : Tuhan berilah kami hati yang rela bertobat agar melihat diri kami seperti Engkau melihat kami. Anugerahkanlah kepada kami ketaatan pada seruanMu untuk berubah, amin
Selasa, 10 Juli 2018
bacaan : Yoel 2 : 15-17
15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; 16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; 17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: “Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?”
Berdoa dan Merataplah
Dalam kasus pembunuhan bocah Grace Gabriela Bimusu, gadis kecil yang jenazahnya ditemukan dalam karung di Bogor, sang pengacara – Tobbyas mencurigai ada keterlibatan orang dekat, “orang tua’, sehingga sang pengacara meminta pihak kepolisian agar tidak cepat memberi kesimpulan bahwa “R”, remaja 15 tahun yang adalah tetangga korban, sebagai pelaku tunggal. Kasus di atas adalah sebuah kenyataan yang menunjukan bahwa moral manusia semakin bejat. Nyawa manusia tak lagi punya “harga”. Dan yang sangat menggiriskan, orang-orang dekat tidak bisa lagi diandalkan dan diharapkan sebagai penjaga dan pelindung karena terkadang merekalah yang justeru menjadi ancaman. Jika demikian kenyataannya, sebagai anak-anak Tuhan, bagaimana kita menyikapi keadaan ini? Saudaraku, bacaan kita hari ini, mengisyaratkan agar kita sebagai umat Tuhan tanpa pandang bulu, laki-laki-perempuan, orang tua pun anek-anak, kita berdoa, meratap dan meminta kepada Tuhan agar menyayangi kita umat-Nya dan memulihkan keadaan kita. Kita meminta agar Tuhan membarui setiap hati dan pikiran yang sudah menjauhi Tuhan. Tuhan pulihkan dan baharui setiap jiwa yang berada dalam kesesatan sehingga orang-orang tak berdosa tidak lagi menjadi korban perilaku semena-mena mereka. Dan biarlah belas kasihan Tuhan menyertai umat sehingga tetap selamat pada hari kedatangan Tuhan yang semakin dekat. Doa selamat pada hari kedatangan Tuhan yang semakin dekat. Doa orang benar yang dinaikan dengan sungguh, besar kuasanya.
doa : Tuhan baharuilah dan pulihkan kehidupan kami, Lindungilah kami agar tidak menjadi korban si jahat, amin
Rabu, 11 Juli 2018
bacaan : Yoel 2 : 18-22
Janji TUHAN kepada bangsa yang bertobat
18 TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya. 19 TUHAN menjawab, kata-Nya kepada umat-Nya: “Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu gandum, anggur dan minyak, dan kamu akan kenyang memakannya; Aku tidak akan menyerahkan kamu lagi menjadi cela di antara bangsa-bangsa. 20 Yang datang dari utara itu akan Kujauhkan dari padamu, dan akan Kuusir ke suatu negeri kering dan tandus, barisan mukanya ke laut timur, dan barisan belakangnya ke laut barat, maka bau busuknya dan bau anyirnya akan naik, sebab ia telah melakukan perkara yang besar. 21 Jangan takut, hai tanah, bersorak-soraklah dan bersukacitalah, sebab juga TUHAN telah melakukan perkara yang besar! 22 Jangan takut, hai binatang-binatang di padang, sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.
Inga,… Jang Barmaeng deng Tuhan
Maku deng Uka pake lepa-lepa (parao seng pake semang) par pi ambel makanang di kabong yang ada di utang pante. Tagal dong dua su kaweng dong isi makanang dua kamboti supaya saorang dapa satu kamboti. Pas dong mo pulang bagini omba basar. Uka bilang: “Maku e , kalo katong seng pulang, malang ni anana dong makang apa ?” Maku bilang iyo ale, labae mari katong sombayang. La Maku sombayang: “Tuhang, katong mo pulang ni mor ada omba sabatang ni, katong pung anana su amper mati lapar, jadi Tuhang kas tado omba ni dolo supaya katong bisa pulang. Katong janji, nanti katong baku bage makanang ni deng Tuhan.” Ajaib, omba langsung tado. Dong dua panggayo lepa-lepa par pulang. Pas su dekat pante, Uka bilang: “Kaka, tadi beta dengar kaka sombayang bilang mo baku bage makanang deng Tuhan, la kaka mo kasi sapa pung bageang?” Maku bilang: “Adi e, la tadi tu kaka cuma “Hol-hole” saja. .. ” Abis Maku bicara: Omba guling kacil sa hantam dong pung lepa-lepa langsung akang tabale, makanang samua maso lao. Basodara kekasih, carita ni akang lucu, maar ada hal yang bisa katong balajar dar akang: 1. Tuhan seng tutu talinga dar katong pung sombayang. Apalai kalo katong minta deng sunggu-sunggu. Tuhan pasti jawab. 2. Tapi, jang barmaeng deng Tuhan. Antua seng mau katong pura-pura, apalai “Hole-hole”, Antua bisa cemburu dan mara. 3. Labai jang janji (bernazar) dar pada janji maar seng biking akang janji tu. Tagal Tuhan jua seng parnah ingkar janji.. Jadi saudaraku, Tuhan tu paleng bae. Kalo ‘katonq sadar la iko Antua pung mau, pasti ada berkat par katong.
doa : Tuhan yang bae, tolong beta supaya salalu iko Tuhan pung mau, dalang beta pung hidop, amin
Kamis, 12 Juli 2018
bacaan : Ulangan 30 : 1-10
Pulih setelah tobat
“Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau, 2 dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 3 maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. 4 Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sanapun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sanapun Ia akan mengambil engkau. 5 TUHAN, Allahmu, akan membawa engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkaupun akan memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi nenek moyangmu. 6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup. 7 TUHAN, Allahmu, akan menjatuhkan segala sumpah serapah itu kepada musuhmu dan pembencimu, yang telah mengejar engkau. 8 Engkau akan mendengarkan kembali suara TUHAN dan melakukan segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. 9 TUHAN, Allahmu, akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu– 10 apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.”
Bersyukurlah karena Punya Allah yang Panjang Sabar
”Su ulang kali Lesly biking kecewa dia pung mama. Dia bajalang iko suka, la biking masala satu abis satu. Maar setiap kali dia datang, dia pung mama kas ampong dia. Tagal ibu sapa yang tega mara dia pung ana sampe matahari maso. Makanya lagu anana bilang: “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.” Saudaraku terkasih, itulah kasih seorang ibu, ibu yang cuma seorang manusia, yang sia-sia, yang punya keterbatasan. Apalagi kasih Allah. Besarnya jauh melebihi kasih seorang ibu. Bersyukurlah saudaraku, karena kita punya Allah yang panjang sabar dengan kasih setia yang berlimpah. Kita tahu bahwa Allah sendiri berfirman bahwa setiap dosa, upahnya, konsekwensinya adalah hukuman bahkan maut. Tetapi Allah menginginkan agar kita bertobat. Sehingga jika kita bersalah, pasti ada penghukuman, tetapi ada pula pemulihan. Dalam bacaan kita dikatakan bahwa Allah tidak hanya berjanji untuk memulihkan keadaan umat-Nya yang bertobat dan memberkati mereka dengan limpah, tetapi Allah juga akan mengubah hati umat-Nya agar mau mengasihi Allah dan mentaati firman-Nya. Karena itu saudaraku, baiklah kita memilih untuk taat kepada Tuhan Allah dan Firman-Nya, dan jangan pernah berdalih bahwa perintah-perintah Tuhan terlalu sulit untuk dilakukan lalu kita menjadikan ayat alkitab ini sebagai tameng : Roh memang penurut tetapi daging lemah” (Markus 14:35; Matius 26: 41) Mintalah Roh Tuhan untuk memberi kekuatan kepada kita agar selalu taat pada Firman-Nya.
doa : Ya Tuhan terima kasih, karena telah menjadi Allah bagi kami, amin
Jumat, 13 Juli 2018
bacaan : 2 Tawarikh 7 : 11-18
Tuhan menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya
11 Demikianlah Salomo menyelesaikan rumah TUHAN dan istana raja, dan berhasil melaksanakan dalam rumah TUHAN dan dalam istananya segala sesuatu yang timbul dalam hatinya. 12 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya: “Telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini bagi-Ku sebagai rumah persembahan. 13 Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, 14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. 15 Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. 16 Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa. 17 Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, 18 maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu sesuai dengan perjanjian yang telah Kuikat dengan Daud, ayahmu, dengan berkata: Takkan terputus keturunanmu yang memerintah atas Israel.
SETIA dan TAAT,.. Itu yang Tuhan Minta..!!
Sebenarnya tidak banyak yang Tuhan minta dari anda dan beta. Yang IA minta hanyalah: “Kita setia dan taat pada perintah-Nya. Itulah juga yang Tuhan Allah lakukan dengan Salomo dan umat Israel. Ketaatan dan kesetiaan Salomo untuk melakukan perintah Tuhan memungkinkan Salomo bersama umat menyelesaikan, bukan hanya Rumah Tuhan, tetapi istana Raja juga. Tuhan Allah tidak hanya memberi kesempatan untuk menyelesaikan tetapi IA berkenan menerima Rumah Tuhan itu untuk dijadikan rumah persembahan bagi Diri-Nya. Hal ini disampaikan sendiri oleh Allah kepada Salomo dalam perjumpaan dengan-Nya, yaitu bahwa Allah berkenan atas doa dan kesungguhan hati Salomo bersama umat sehingga Tuhan akan memberkati Umat Israel dan kepemimpinan Salomo. Saudaraku, Allah juga menilik kehidupan saudara dan beta. Ia melihat sampai ke kedalaman hati kita yang tersembunyi. Ia tahu seperti apa kita. Ia tahu bagaimana ketaatan kita kepada-Nya, sehingga seperti Salomo, Tuhan akan memberkati kita. Karena itu, jadikanlah rumah kita sebagai Bait bagi Allah. Bukan hanya rumah tetapi buatlah juga tubuh kita menjadi rumah persembahan bagi Allah. Caranya? Jagalah hidupmu, jagalah tubuh-mu, jagalah hati mu, jagalah tutur-mu dari segala kenajisan, maka Allah akan berkenan dan memberkati anda dan beta juga. Akhiri renungan ini, mari nyanyi bersama: “Ku bawa hidupku s’karang ke tempat kudus-Mu. Tuhan, Di mezbah-Mu kuserahkan seluruh hidupku … Penuhi hatiku Tuhan dengan urapan yang baru agar aku lebih lagi mendengar suara-Mu … Jadikan aku Tuhan, rumah doa-Mu, agar semua suku bangsa datang menyembah-Mu (2x)“.
doa : Tuhan bantulah kami tuk taat dan setia kepada-Mu. amin
Sabtu, 14 Juli 2018
bacaan : 2 Tawarikh 7 : 19-22
19 Tetapi jika kamu ini berbalik dan meninggalkan segala ketetapan dan perintah-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, 20 maka Aku akan mencabut kamu dari tanah-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan rumah ini yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku, akan Kubuang dari hadapan-Ku, dan akan Kujadikan kiasan dan sindiran di antara segala bangsa. 21 Dan setiap orang yang lewat rumah yang amat ditinggikan ini, akan tertegun dan berkata: Apakah sebabnya TUHAN berbuat yang demikian kepada negeri ini dan kepada rumah ini? 22 Maka orang akan berkata: Sebab mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka, yang membawa mereka keluar dari tanah Mesir, dan sebab mereka berpegang pada allah lain dan sujud menyembah kepadanya dan beribadah kepadanya. Itulah sebabnya Ia mendatangkan segala malapetaka ini ke atas mereka.”
Persekutuan keluarga yang diberkati Tuhan! Di penghujung usbu ini kita belajar tentang bagaimana Tuhan menghendaki kita untuk tidak berbalik dan meninggalkan Tuhan lalu menyembah kepada allah lain. Ya.. sekarang ini ada banyak bentuk allah yang disembah manusia. Uang misalnya. Banyak orang termasuk orang percaya yang menjadikan uang sebagai allahnya. Sehingga orang bekerja sampai lupa waktu hanya untuk mendapatkan uang. Tidak ada lagi waktu untuk beribadah unit, laki-laki, perempuan, malah ibadah keluarga/ BINAKEL. Keluarga ingatkan dengan lagu ini: “Apa yang di cari orang? UANG! Apa yang di cari orang? UANG! Apa yang dicari orang siang, malam, pagi, petang? Uang, uang, uang. Bukan Tuhan Yesus”. Persekutuan keluarga, malam ini kita ber- ”BINAKEL”. Mensyukuri apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita sepanjang usbu ini. Rasa syukur itu tidak hanya berwujud ucapan tetapi yang Allah minta: Jadikan Tuhan sebagai Allah kita, sembah Dia, percayai Dia, ikuti perintah-Nya. Jadikan Tuhan tamu istimewa dalam keluarga kita, yang akan selalu memimpin papa dan mama dalam kerja, menuntun anak-anak dalam belajar. Mengendalikan seluruh aktivitas anggota keluarga di mana dan kapan saja. Uang bukan tujuan utama keluarga kita. Tetapi Tuhan. Cari dan temukan Tuhan, maka uang dan segala keperluan kita akan Tuhan hadirkan dengan cara Tuhan bagi kita. Tuhan akan menolong seluruh anggota keluarga kita dan mencukupi kebutuhan kita.
doa : Tuhan, buatlah keluarga kami mencari, menemukan dan menjadikan Engkau Allah kami, Amin!
*sumber : SHK LPJ-GPM bulan Juli 2018

