[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Minggu, 9 September 2018

bacaan : I Timotius 1 : 12-17

Ucapan syukur atas kasih karunia Allah

12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku– 13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. 14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. 16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. 17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Keluarga Yang Selalu Bersyukur

Ada banyak alasan untuk orang bersyukur kepada Tuhan. Satu keluarga yang selalu dipenuhi sukacita karena masing-masing anggota keluarganya tahu, bagaimana mengerjakan tugas dan perannya dengan baik. Saling menolong dalam melakukan tugas-tugas dalam rumah. Papa bukan hanya sebagai pencari nafkah saja, atau mama bukan hanya wanita karier dan ibu rumah tangga saja, anak-anak pun demikian, bukan hanya sekolah dan belajar saja. Namun ada saja pekerjaan rumah yang memerlukan bantuan anggota keluarga lain untuk sama-sama mengerjakannya. Semua menjadi pelayan yang melayani dalam rumah dengan penuh sukacita. Dan jika semuanya berjalan dengan baik, tentu ada rasa syukur yang naik kepada Tuhan.

Paulus juga bersyukur karena Tuhan mempercayakan kepadanya pekerjaan pelayanan dan pemberitaan Injil, padahal semula ia adalah seorang penghujat, penganiaya yang mengejar dan membunuh pengikut-pengikut Yesus. Namun Allah telah mengubahnya menjadi seorang pelayan Tuhan yang setia dan mengaruniainya iman dan kasih karunia.

Bersyukur kepada Tuhan adalah sikap orang-orang percaya yang tahu berterima kasih kepada Tuhan atas pemberian dan kasih karunia yang diterima. Dengan bersyukur kita menjadi orang-orang yang rendah hati dan selalu mau bergantung kepada Tuhan, karena kita sadar bahwa segala sesuatu yang baik, yang terjadi dalam hidup ini adalah karena anugerah Tuhan. Sehingga kita tidak mudah menjadi orang-orang yang angkuh ketika memperoleh keberhasilan dan sebaliknya tidak mudah menjadi putus asa ketika mengalami kegagalan. Sebab kita tahu bahwa Tuhan akan terus menolong dan memberkati kita. Dengan bersyukur kepada Tuhan kita akan terdorong untuk terus melaksanakan tanggung jawab kita dengan baik untuk menghadirkan sukacita kepada banyak orang.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur kepadaMu. Amin!

Senin, 10 September 2018

bacaan : I Korintus 1 : 4-9

Ucapan syukur

4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Bersyukurlah Untuk Sebuah Tanggung-Jawab

Sesaat sebelum merayakan pendaratan di bulan, oleh astronot Amerika Buzz Aldrin mengirimkan sebuah pesan ke pusat ruang angkasa Houston dan meminta beberapa saat untuk mengheningkan cipta. Ia berkata, “saya ingin mengajak setiap orang yang mendengar… untuk merenungkan sesaat peristiwa pendaratan di bulan beberapa jam lalu dan bersyukur kepada Tuhan menurut cara dan keyakinan masing-masing.” Edwin “Buzz” Aldrin mengajak dunia untuk bersyukur kepada Tuhan karena ia sadar bahwa keberhasilan misi besar ke bulan yang diperolehnya bersama teman-temannya, Neil Amstrong dan Michael Collins dalam penerbangan pesawat luar angkasa Apollo 11 yang spektakuler di tahun 1969, adalah karena pertolongan dan  penyertaan Tuhan dalam hidup dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka. Sebab tidak sedikit kesulitan yang mereka hadapi namun akhirnya semua dapat terlaksana dengan baik. “Seluruh dunia bersama kami dalam perjalanan itu. Dan sekalipun kami jauh dari bumi, namun kami tahu kami tidak sendiri. Kami ada bersama jutaan orang dan terutama Tuhan bersama kami,” kata dia.

Paulus mengatakan bahwa: “Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan pengetahuan..” Di dalam Tuhan, Buzz Aldrin dan teman-temannya menjadi kaya dalam pengetahuan sehingga mereka bisa mencapai bulan. Oleh karenanya tidak salah jika ia mengajak dunia yang menyaksikannya mengucap syukur kepada Tuhan. Mengucap syukur merupakan jawaban atas sebuah kepercayaan melalui tanggung jawab yang telah dilakukan dengan baik. Sebagai keluarga Kristen kita mesti mensyukuri kepercayaan yang dianugerahkan bagi kita, sehingga dengan kepercayaan tersebut, tiap anggota keluarga, papa, mama dan anak-anak dapat menjalankannya dengan baik dan benar demi keutuhan keluarga.

Doa: Tuhan, syukur atas kepercayaanMu bagi keluarga kami. Amin.

Selasa, 11 September 2018

bacaan : I Tesalonika 2 : 13-20

Sukacita atas jemaat

13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi–dan memang sungguh-sungguh demikian–sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. 14 Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. 15 Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, 16 karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya. 17 Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu. 18 Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu–aku, Paulus, malahan lebih dari sekali–,tetapi Iblis telah mencegah kami. 19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? 20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Kerjakan Yang Telah Dipercayakan

Edward Everett Hale menulis: “Aku hanya manusia, tapi aku masih manusia, aku tidak dapat mengerjakan segalanya; tapi aku masih mampu berbuat sesuatu; dan karena aku tidak mampu untuk melakukan semuanya, aku tidak akan menolak untuk mengerjakan sesuatu yang mampu aku kerjakan.” Tulisan Edward Hale ini telah mengilhami Magy Hari untuk menolong para pasien stroke yang putus asa. Kesetiaan, dan ketekunan yang dilakukan Magy Hari sebagai seorang perawat rehabilitasi penderita stroke telah memulihkan banyak pasien termasuk seorang laki-laki muda yang semula berniat untuk bunuh diri, tapi kini ia bangkit menyambut masa depannya. Perhatian yang dilakukan Magy Hari adalah ia selalu memberi motivasi dan mendampingi mereka saat terapi berlangsung sampai laki-laki muda itu bisa sembuh dan menikah dengan gadis pujaannya. Magy hanya seorang perawat dan dia hanya dapat melakukan apa yang harus dia lakukan melalui pelayanan yang dipercayakan kepadanya, seperti yang dikatakan dalam bacaan: Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami. Magy adalah seorang pelayan yang melayani begitu banyak pasien stroke dan menganggap mereka yang ia layani melalui pekerjaannya sebagai kemuliaan dan sukacita. Ia hanya melakukan apa yang ia harus lakukan. Kita tidak dapat melakukan segala sesuatu tetapi kita bisa melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan tulus hati untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, demikianlah Tuhan percayakan pekerjaan pelayanan apapun kepada kita untuk dilakukan sesuai kehendakNya.

Doa: Tuhan, tolonglah agar dapat mengerjakan pekerjaan yang telah Kau percayakan bagi kami dengan sukacita. Amin.

Rabu, 12 September 2018

bacaan : Keluaran 15 : 19-21

19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut. 20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. 21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: “Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.”

Bernyanyi dan Bersyukurlah Atas Pertolongan Tuhan

Diana Ross penyanyi negro bersuara emas bersama tiga orang temannya yang tergabung dalam group Supremes mendapat pengakuan international atas keberhasilan mereka dibidang musik,   setelah lagu Where Did Our Love Go menduduki puncak tangga lagu di tahun 1964. Sejak saat itu, nama mereka terus melejit dari waktu ke waktu. Diana Ross juga berhasil menjadi penyanyi solo yang terkenal. Namun untuk mencapai kesuksesan itu butuh perjalanan panjang dengan banyak kegagalan yang dialami. Proses rekaman sampai 9 kali, semuanya gagal. Baru pada tahun 1964, ketika mereka merekam lagu Where Did Our Love Go dan masuk dalam lomba puncak tangga lagu, mereka menang dan ini membuat mereka begitu sukacita sebab apa yang mereka perjuangkan selama 2 tahun berbuah hasil yang manis. Hal ini mendorong mereka untuk bersyukur kepada Tuhan. Sebab Tuhan memberkati pekerjaan mereka. Diana dan teman-temannya juga menyatakan rasa syukur dan terima kasih dalam lagu mereka atas karya penyertaan dan pemberkatan Tuhan. Miryam, saudara perempuan Harun memimpin para perempuan menyanyi sambil menari untuk bersyukur atas pertolongan Tuhan bagi Israel. Karena ketika proses perjalanan keluar dari tanah Mesir, Israel  mengalami banyak tantangan, hambatan bahkan bisa jadi ancaman, namun kasih Tuhan besar bagi mereka dengan dihalaunya Firaun dan bala tentaranya ke dalam laut Teberau.

Saudaraku, Tuhan pun dapat menghalau setiap tantangan, hambatan bahkan juga ancaman yang menghalangi kita dalam dalam mengerjakan berbagai tugas dan tanggung-jawab kita. Karena itu bersyukur dan bernyanyilah, pujilah Tuhan sebab Tuhan tidak pernah membiarkan keluarga kita berada dalam masalah.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk bernyanyi dan bersyukur buat kasih setiaMu du tengah kesulitan yang kami hadapi. Amin!

Kamis, 13 September 2018

bacaan : Filipi 1 : 3-11

Ucapan syukur dan doa

3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. 6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. 8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. 9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, 10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Sukacita Melayani Bersama Dalam Keluarga

Ketika sedang mengetik materi-materi binaan bulan September di komputer, terdengar bunyi denting tanda pesan masuk. Seperti biasa, saya selalu fokus dan tidak begitu tertarik membukanya. Namun kali ini mata saya yang menatap ke HP di samping saya, membuat hati saya tertarik untuk membukanya. Dan perhatian saya teralih sesaat begitu membaca isi pesan yang sangat menarik: “Kamu sudah menjadi berkat hari ini, kawan”. Ternyata itu adalah pesan dari seorang kawan yang tinggal di tempat yang jauh. Ia mengatakan bahwa ia selalu mendoakan saya. Kami berteman sejak masih kuliah dan kini ia dipercayakan melayani di kota lain. Rutinitas kegiatannya setiap bangun pagi yang selalu mendoakan keluarga dan teman-temannya, menginspirasikan saya untuk juga melakukan hal yang sama dalam hidup saya. Pada lanjutan pesannya tertulis: “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu” (3). Saya tersenyum dan membalas pesannya, dan mengatakan bahwa hari ini, pesannya begitu menyemangati saya untuk membagikan kasih Allah juga kepada orang lain. Itulah persekutuan kami dalam beritakan Injil (5). Pesan kawan saya tadi telah menghadirkan sukacita dalam hati saya. Dan saat membaca surat Paulus kepada jemaat di Filipi, saya pikir, sukacita yang sama juga dirasakan oleh para penerima ucapan syukur Paulus pada abad pertama ini. Kelihatannya Rasul Paulus mempunyai kebiasaan mengucap syukur atas diri orang-orang yang melayani bersamanya.

Dalam hidup keluarga pun kita mesti selalu bersukacita ketika kita dapat melayani bersama-sama melalui peran dan tanggung jawab kita sehingga sukacita itu akan melahirkan kekuatan terbesar bagi keutuhan hidup keluarga kita. Bagaimana cara kita bersyukur hari ini dengan anggota keluarga yang melayani bersama?

Doa: Bapa, tolonglah kami untuk menjadi berkat bagi mereka yang melayani bersama kami. Amin.

Jumat, 14 September 2018

bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 1-18

Petrus mempertanggungjawabkan baptisan Kornelius di Yerusalem

Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. 2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. 3 Kata mereka: “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.” 4 Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya: 5 “Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. 6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. 7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! 8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. 9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! 10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. 11 Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. 12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, 13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. 14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. 15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. 16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?” 18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

Pekerjaan Roh Yang Mempersatukan

Pekerjaan memulihkan relasi antar manusia adalah pekerjaan yang tidak mudah dan mustahil. Namun kitab Kisah Para Rasul, mengajar kita bahwa pemulihan itu adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam keluarga, gereja dan dunia ini. Pekerjaan itu dimulai dengan pemulihan relasi manusia dengan Tuhan lewat pertobatan dan lahir baru. Kemudian dilanjutkan dengan penerimaan ke dalam lingkup keluarga orang basudara dan lingkup persaudaraan seiman di dalam gereja. Tugas gereja dan tugas kita adalah menerima tanpa membeda-bedakan sebab kita pun telah diterima oleh Tuhan apa adanya. Dalam penerimaan itu, Tuhan tidak membeda-bedakan orang. Perhatian dan cinta kasih-Nya tidak bisa dibatasi hanya di wilayah tertentu. Rahmat dan anugrah-Nya dicurahkan kepada semua orang. Oleh sebab itu Tuhan tidak boleh dibatasi karya-Nya di kawasan kita saja. Dengan perkataan lain Tuhan tidak membangun tembok, tetapi justru membangun jembatan. Di dalam diri Yesus, Ia meninggalkan surga dan masuk ke dalam dunia, bahkan menjadi manusia dan berkomunikasi dengan kita. Tuhan juga solider dengan kita sampai kepada penderitaan kita yang paling dalam yaitu kematian. Kekristenan harus merangkul dan membangun jembatan komunikasi. Injil adalah kabar baik yang harus disampaikan kepada semua orang. Fanatisme atau ekslusifisme bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani. Memeluk Kristus erat-erat dan merasa diri selamat sementara melihat orang lain dengan penuh kecurigaan sangat bertentangan dengan semangat Yesus. Bukan saatnya menghindari orang lain tetapi inilah saatnya merangkul orang lain dalam semangat persaudaraan dan semangat cinta kasih. Sebab Yesus bukan milik kita saja, tetapi Yesus adalah milik semua orang.

Doa: Roh Kudus terima kasih untuk kesatuan yang Kau kerjakan di dalam kami. Amin.

Sabtu, 15 September 2018

bacaan : 2 Korintus 1 : 3-11

Ucapan syukur

3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Allah Menghibur Kita Agar Kita Dapat Menghibur Sesama

Dalam buku Dear Mrs. Kennedy, Jay Mulvaney dan Paul De Angelis menuliskan bahwa selama beberapa minggu setelah terbunuhnya Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, jandanya, Jacqueline, menerima setidaknya 1 juta surat dari orang-orang di seluruh belahan dunia. Sebagian datang dari para kepala negara, selebritas, dan teman dekat. Yang lainnya dikirim oleh masyarakat umum yang mengirimkan surat mereka dengan mencantumkan alamat “Kepada Ibu Kennedy, Washington” dan “Ny. Presiden, Amerika”. Semuanya menuliskan surat untuk mengungkapkan rasa dukacita dan simpati atas peristiwa kehilangan besar yang dialaminya. Ketika ada seseorang yang menderita dan kita rindu menolongnya, ada baiknya kita mengingat kembali perkataan Paulus yang menggambarkan “Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus” sebagai “Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan” (3). Bapa surgawi kita adalah sumber utama dari setiap belas kasihan yang lembut, perkataan yang baik, dan sikap suka menolong yang memberikan penguatan dan pemulihan. Ahli Alkitab W. E. Vine berkata bahwa “penghiburan”, “ajakan untuk mendampingi seseorang”. Kata penghiburan muncul berulang kali dalam bacaan Alkitab hari ini sebagai suatu pengingat bahwa Tuhan mendekap kita dan mengundang kita untuk bergantung pada-Nya. Sebagaimana Tuhan menghibur kita dengan dekapan tangan-Nya yang penuh kasih, maka kita pun dapat menghibur sesama kita yang berada dalam berbagai penderitaan. Dan itulah cara kita bersyukur buat semua karya selamat Tuhan dalam hidup kita.

Doa: Terima kasih atas penghiburanMu yang menjadi kekuatan bagi kami agar meneruskannya kepada sesama kami. Amin.

*sumber : Santapan Harian Keluarga LPJ-GPM bulan September 2018