Silo dalam Syukuran HUT ke-83 GPM

[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Sebagai rangkaian dari Pencanangan Pekan Peringatan Perayaan HUT ke-83 GPM lalu, Jemaat GPM Silo mesyukurinya dalam bentuk Ibadah. Ritual Syukuran pada Kamis, 6 September 2018 itu dipimpin oleh Pdt. Ronny Tamaela, yang didominasi dengan suasana kedaerahan, baik musik pengiring, tari-tarian sampai dengan busana daerah (baju cele) yang dipakai oleh peserta ibadah.

Dengan mengusung Tema HUT ke-83 GPM yakni GEREJA BERSYUKUR : MENCINTAI KEBENARAN DAN DAMAI, Tamaela mengajak warga Silo untuk merenungi kembali perjalanan bersama dalam bergereja, sebab disana akan ditemukan bukti kuat bahwa Tangan Tuhan Yang Maha Kuat itu tidak berhenti bekerja bagi GPM, termasuk Silo.

Kemeriahan Bersyukur dalam tarian dan pujian

Dalam kesempatan acara seremonial, dilakukan penyerahan Dana Bantuan Pendidikan kepada anak-anak dalam Jemaat yang prestasi, tetapi keluarga kurang mampu/tidak berpenghasilan tetap. “Sebagaimana program tahun lalu, kali ini beasiswa diberikan untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi masing-masing 1 orang. Dengan demikian akan ada 4 orang anak pada masing-masing Sektor 1 s.d Sektor 12 yang menerima atau total 48 orang penerima beasiswa.” ungkap Dkn. P. Lewaherilla selaku Subseksi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.

Pembagian Beasiswa

Ketua Majelis Jemaat GPM Silo,Pdt. Jan Matatula dalam sambutan perayaan seremonial mengajak umat di Silo untuk menjadikan perayaan HUT ke-83 GPM ini sebagai momentum evaluasi dan refleksi terhadap panggilan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. “Tugas kita adalah tanam dengan penuh kesungguhan, siram dengan penuh kesetiaan dan biarlah Tuhan yang menumbuhkan segala karya tanam dan siram itu. Dalam tanggung jawab menanam dan menyiram itu, maka aspek yang perlu diperhatikan dalam usia GPM ke 83 tahun ini adalah ; Menghadirkan Kebenaran dan Kedamaian, sebagaimana yang ditetapkan dalam Tema HUT GPM tahun 2018 ini.” tegas Matatula.

Makan Patita Bersama

Akhir dari seluruh rangkaian syukuran tersebut, dirayakan pembakaran lilin kue ulang tahun, dan dilanjutkan dengan meniup lilin oleh Ketua Majelis Jemaat Silo beserta isteri. Setelah rangkaian acara ritual maupun seremonial, para pelayan beserta peserta ibadah menikmati “makan patita bersama” yang bertempat di ruang serba guna Gereja Silo, sebagai wujud kebersamaan. Bersama dalam melayani, tetapi juga bersama dalam menikmati anugerah-anugerah Tuhan.

*foto + bahan : JM

*edit : BK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *