[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Sebagai orang-orang yang terpanggil menjadi pelayan di gereja dan umat-Nya, Majelis Jemaat (MJ) dan Perangkat Pelayan dituntut punya pemahaman yang memadai tentang berbagai regulasi yang berlaku di Gereja Protestan Maluku. Selain regulasi, mereka juga diharapkan memiliki wawasan dan pengetahuan tentang etika dan etos pelayanan. Dua aspek penting dari sisi kualitas sumberdaya manusia pelayan inilah yang menjadi target peningkatan kapasitas MJ dan Perangkat Pelayan lewat 2 kegiatan yang disinkronkan pelaksanaan secara bersamaan yaitu : “Sosialisasi Aturan Pokok GPM dan Aturan Lainnya tentang Tata Pelayanan serta Sosialisasi Pengembangan Wawasan dan Pengetahuan Terhadap Etika dan Etos Kerja Pelayanan.”

Kedua kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 27 September 2018 mulai Pkl. 17.00 WIT dan diikuti oleh seluruh Majelis Jemaat GPM Silo (Pendeta, Penatua dan Diaken) bersama-sama dengan Para Perangkat Pelayan dari unsur wadah pelayanan laki-laki, perempuan, unit, AMGPM masing-masing 1 orang, pada ke-12 sektor di Jemaat Silo.

Ketua MJ Silo, Pdt.Jan. Z. Matatula, dalam sambutan pembukaan menjelaskan bahwa melalui Sidang Sinode 2016 ditetapkanlah Ajaran Gereja, Tata Gereja dan Peraturan-Peratuan Pokok GPM (Peraturan Pokok Sinode, Peraturan Pokok Klasis, Peraturan Pokok Jemaat, Peraturan Pokok Pergembalaan dan Peraturan Pokok Perbendaharaan). Selanjutnya dari Peraturan Pokok itu lalu diturunkan Peraturan Organik (PO) dan petunjuk-petunjuk teknis.”… semua ini kita lakukan sebagai cara kita untuk membingkai pelayanan gereja, supaya pelayanan gereja itu berjalan sesuai dengan aturan. Gereja ini tidak bisa dikelola hanya dengan kebijakan-kebijakan… ” tandas Matatula.

Sambutan pembukaan oleh Pdt. Jan Z. Matatula (Ketua MJ Silo)

Dalam kaitannya dengan kegiatan yang kedua yakni Sosialisasi Pengembangan Wawasan dan Pengetahuan Terhadap Etika dan Etos Pelayanan, Pendeta yang sehari-hari berdomisili di Pastori 3 Silo (Lorong Mayang) itu menjelaskan “etika itu adalah soal nilai,… dan etos pelayanan ini beta memahami dia tentang karakter para pelayan untuk melakukan tanggung jawab pelayanan dengan baik,…jadi kalau kita punya etika yang baik, etos yang baik, maka dua hal ini bisa menolong kita untuk melakukan regulasi gereja dengan baik.” Disitulah terletak urgensi sehingga kedua kegiatan sosialisasi ini punya relevansi kuat untuk dilakukan secara bersama-sama.

Matatula sendiri kemudian bertindak sebagai narasumber untuk membawakan materi pada Sosialisasi Aturan Pokok GPM Nomor 09 Tahun 2016 tentang Perbendaharaan Gereja. Peraturan yang terdiri atas XVIII Bab dan 26 pasal itu ditetapkan di Ambon pada tanggal 02 Pebruari 2016. Materi yang disampaikan oleh Matatula ini sangat penting dan bermanfaat bagi para peserta yang kebanyakan berasal dari bendahara wadah pelayanan.

 

Pdt. Jan Z. Matatula saat Sosialisasi

Tampil di sesi Sosialisasi Pengembangan Wawasan dan Pengetahuan Etika dan Etos Pelayanan, adalah Pdt. DR. Henky H. Hetharia, M.Th.

Lelaki yang menjabat Dekan Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) itu menjelaskan, “etika pelayanan itu menunjuk pada norma etis pelayanan,… etika itu menunjuk pada dukungan dan tanggung jawab sebagai para pelayan dalam melaksanakan tugasnya,… bapa dan ibu katong mempunyai etika dalam melayani sebab bila tidak digubris, bisa-bisa katong tidak dihargai, sebab katong memperhatikan persoalan-persoalan etika..”

Diakhir pemaparan Hetharia menegaskan bahwa sebagai pelayan maka 3 hal penting yang mesti diperhatikan sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas pelayanan adalah, perlabakanlah talenta yang ada dengan setia dan benar (Matius 24 : 14-30); menjadi gembala yang baik dan bukan gembala upahan (Yoh. 10 : 11-21); menggembalakan umat Allah jangan dengan paksaan, tetapi dengan sukarela tidak mencari keuntungan tetapi sebagai pengabdian diri (I Pet. 5 : 2).

Pelaksanaan sosialisasi atas ke-2 materi yang penting dalam proses menata layani tugas-tugas pelayanan di Jemaat Silo diharapkan dapat berdampak ke depan mengingat antusiasme dan jumlah peserta yang mencapai 102 orang.

*edit : BK