Tangkal Paham Hedonisme, Silo Gelar Seminar
Hedonisme adalah sebuah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Bila kita menyimak dari perspektif teoritis tersebut, kita dapati bahwa paham ini menjadi bahaya laten yang bisa mengerus ahlak dan moralitas anak muda, termasuk generasi muda gereja.
Itulah salah satu alasan mendasar mengapa Jemaat GPM Silo melalui persidangan jemaat 2018 lalu, merancang kegiatan Seminar tentang Berkembangnya Hedonisme. Pikiran dasarnya adalah berupaya menangkal berkembangnya paham ini di kalangan generasi muda gereja. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Pnt. S. Loppies selaku Majelis Subseksi Anak, Remaja dan Kateketsasi. “…kegiatan ini adalah kegiatan hasil sidang jemaat, yang mana targetnya supaya katong memperkenalkan kepada mereka (anak tanggung dan remaja) tentang sebuah paham yang namanya hedonisme,..” ungkap Majelis yang akrab disapa Nn. Sanny itu.
Pelaksanaan Seminar tentang Paham Hedonisme yang digelar Minggu, 28 Oktober 2018 Pkl. 13.00 WIT itu digabungkan dengan kegiatan Panel Diskusi tentang Wawasan Anak dan Remaja terhadap Pentingnya Pendidikan Formal Gereja (PFG) dengan Melibatkan Orang Tua. Alasannya, memiliki target grup jenjang anak remaja dan anak tanggung, pengasuh dan orang tua. Disamping itu substansi materi yang walaupun berbeda, namun memiliki relevansi yang kuat. Demikian yang diungkapkan Loppies.

Tampil sebagai pembicara pada Seminar Hedonisme adalah Archristhea Amahoru, SPsi. MPsi yang mengangkat tentang Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Gaya Hidup Hedonisme pada Anak-Remaja serta Bentuk-bentuk Pendampingan Orang Tua terhadap Anak dan Remaja. dan Ir. R. J. Talakua, M.Sc tentang Cara Pendampingan yang Efektif sesuai Alkitab, Usia dan Perkembangan Phisikologi Anak Milenial Terkait Masalah Hedonisme (Parenting). Berdasarkan absensi kehadiran tercatat anak-remaja sebanyak 29 orang, anak tanggung sebanyak 21 orang pengasuh sebanyak 19 orang dan orang tua sebanyak 18 orang. [BK]

