PESAN NATAL Majelis Jemaat GPM Silo
AMBON, jemaatgpmsilo.org – Menyambut Perayaan Natal Kristus 25 Desember Tahun 2018 dan Mempersiapkan Jemaat Silo mengakhiri Tahun Pelayanan 2018, sekaligus Memasuki Tahun Pelayanan 2019 di 1 Januari 2019, maka Majelis Jemaat GPM Silo menyampaikan PESAN NATAL sebagai berikut :
Bapak, Ibu dan seluruh warga Jemaat GPM Silo yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus Putra Natal.
Syaloom !!!
Perkenankanlah kami mengajak basudara samua, untuk melafaskan puja, puji dan syukur kehadirat Tuhan Yesus Sang Putra Natal, yang atas perkenaanNya telah memungkinkan kita hidup sampai hari ini, merayakan minggu-minggu adventus bahkan diberi kesempatan untuk merayakan Natal Kristus tahun 2018 di saat ini.
Ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan Yesus Sang Putra Natal ini menjadi sangat penting, bukan sekedar sebagai ungkapan retorika semata, tetapi sesungguhnya ajakan ini merupakan sebuah Pengakuan (credo) iman yang sungguh dan dalam, terhadap realitas kasih Allah yang memimpin dan menyelamatkan hidup kita saat ini.
Karena itu dalam memaknai perayaan Natal tahun 2018 di saat ini, dengan bersandar pada tema Natal yang di tetapkan MPH Sinode GPM yaitu ; “Berilah Tempat Bagi Yesus Dalam Rumahmu” yang disari dari Injil menurut Lukas, pasal 2 : 1-7, maka Majelis Jemaat GPM Silo menyampaikan pesan Natal kepada semua warga jemaat GPM Silo sebagai berikut ;
Pertama : Setiap kali kita merayakan Natal, kita diingatkan bahwa Allah yang bertakhta di sorga, telah datang ke bumi dengan mengambil rupa seorang hamba. Dialah Yesus anak Yusuf dan Maria. Realitas ini menandakan bahwa Allah yang kita imani dan kita percayai bukan Allah yang jauh, tetapi Allah dekat dengan kita bahkan ada diantara kita. Allah ada diantara kita sebagai keluarga, Allah ada diantara kita sebagai tetangga, Allah ada diantara kita sebagai orang basudara, Allah ada diantara kita sebagai persekutuan Jemaat, Allah ada diantara kita sebagai masyarakat Maluku dan masyarakat Indonesia. Ialah Allah yang Hidup, dan selalu bertindak dengan kasihNya untuk membela dan merawat kehidupan manusia dan alam semesta ciptaanNya.
Kedua : Bahwa ketika kita merayakan Natal dalam suasana sukacita dan kebahagian sebagai ekspresi iman terhadap karya Penyelamatan Allah itu, maka kita tidak akan menutup mata terhadap berbagai persoalan kemanusiaan baik pada tataran nasional maupun local, yang kita hadapi bersama dari waktu ke waktu yang membuat banyak orang menjadi gelisah, resah dan takut. Sebut saja ; Bencana alam dan tsunami, pengrusakan lingkungan hidup, realitas kehidupan social politik yang kadang mengarah kepada perbuatan-perbuatan anarkhis, kemiskinan, keterbelakangan, penyakit menular seperti HIV/AIDS, kekerasan dalam rumah tangga, radikalisme dstnya, adalah kenyataan hidup yang menakutkan.
Pada titik itu, maka Natal menggugah seluruh eksitensi kita sebagai gereja (institusi, pelayan dan umat) bahwa kita bertanggung jawab untuk turut menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan tersebut sesuai dengan kapasitas serta tanggung jawab yang dianugerahkan Tuhan kepada kita masing-masing. Baik ketika kita hadir sebagai pelayan di gereja maupun pelayan public di tengah-tengah masyarakat, dengan tetap meminta campur tangan Tuhan dalam seluruh aktivitas yang kita lakukan.
Ketiga ; Bahwa sebagaimana Natal mengekspresikan kegembiraan orang tua, Yusuf dan Maria menyambut kelahiran anakNya Yesus, maka kegembiraan itu mesti menjadi kegembiraan semua keluarga yang merayakan Natal. Kegembiraan itu diwujudkan dalam bentuk cinta kasih antara orang tua dan anak, antara adik dan kakak, antara saudara-bersaudara dan seterusnya. Kegembiraan itu diwujudkan dalam bentuk membangun persaudaraan yang rukun, jauh dari perilaku iri hati, kebencian dan dendam, sambil menjunjung tinggi nilai-nilai pengampunan satu terhadap yang lain dalam kesadaran bahwa kita pernah melakukan hal yang keliru. Kegembiraan itu diwujudkan pula melalui sikap perduli dan siap berkorban demi kepentingan bersama, dalam rumah bersama kita, apakah keluarga, jemaat GPM Silo, tetapi juga sebagai masyarakat Maluku dan bangsa Indonesia.
Keempat ; Bahwa dengan memberi tempat bagi Yesus dalam rumah, menegaskan bahwa Yesus mesti menjadi pusat dari kehidupan bersama yang kita bangun. Disini rumah tidak saja menjadi tempat bersekutu anggota keluarga, tetapi rumah adalah juga tempat bersekutu dengan Tuhan. Bukan soal apakah rumah yang kita diami itu, adalah rumah mewah atau biasa-biasa saja, apakah rumah yang kita diami itu adalah rumah kontrakan atau kos-kosan tetapi maknailah bahwa rumah adalah tempat bergumul dengan Tuhan. Rumah adalah tempat kita beribadah kepada Tuhan.
Karena Itu Natal mengajak kita untuk terus mengembangkan persekutuan hidup keluarga yang beribadah kepada Tuhan. Jadikan rumah tangga kita sebagai teladan dalam hal beribadah kepada Tuhan. Jangan hingar bingar perayaan Natal membuat kita mengabaikan suasana hening bersama Tuhan dalam rumah kita sendiri.
Demikianlah beberapa pesan yang dapat kami sampaikan kepada seluruh warga Jemaat, dalam kesadaran bahwa marilah kita bangkitkan semangat keluarga dalam rumah bersama kita yaitu Jemaat GPM Silo, untuk mengakhiri perjalanan kita di tahun pelayanan 2018 dan memasuki tahun 2019 dengan penuh sukacita dan pengharapan akan pertolongan Tuhan.
Kami juga menyampaikan permohonan maaf kalau dalam pelayanan yang kami lakukan sepanjang tahun 2018 ini, belum menyentuh harapan dan keinginan warga jemaat. Kiranya Tuhan Yesus Putra Natal menyertai kita semua.
Selamat merayakan Natal 25 Desember 2018 dan Selamat Merayakan Tahun Baru, 01 Januari 2019. Syaloom !!!
Majelis Jemaat GPM Silo.
|
Ketua |
Sekretaris |
|
Pendeta. Jan. Z. Matatula. |
Penatua. Victor. W Mailoa |

