Santapan Harian Keluarga, 28 April – 4 Mei 2019

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Minggu, 28 April 2019                           

bacaan : Lukas 24: 36 47 (T)

Yesus menampakkan diri kepada semua murid

36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Kebangkitan Kristus Membawa Damai dan Sukacita

Berbagai peristiwa penampakan Yesus sesudah kebangkitanNya teristimewa bagi para murid adalah untuk meyakinkan mereka kembali tentang semua perkataan dan ajaran yang pernah Ia sampaikan ketika masih hidup. Hal ini penting sebab Yesus tidak selamanya berada bersama mereka di dunia ini. Yesus pada saatnya akan kembali ke surga untuk mempertanggungjawabkan tugas pengutusanNya kepada BapaNya. Seperti yang terbaca dalam bagian Alkitab kita hari ini tentang perjumpaan kembali Yesus dan semua muridNya untuk meyakinkan mereka bahwa Yesus bukanlah hantu, sebab hantu tidak berdaging dan bertulang. Untuk lebih membuktikannya, Yesus meminta makanan dari mereka supaya menjadi nyata bahwa yang berdiir berhadapan dengan mereka adalah benar-benar Yesus yang telah bangkit. Dengan mengalami secara nyata kebangkitan Yesus, maka sebagai setiap keluarga Kristen kita patut bersyukur sebab kita mengimani seorang Tuhan yang hidup, bangkit, dan menang, dan bukan seorang tuhan yang hanya menjadi bagian masa lalu kita. Rasa bersyukur itu mesti teraktualisasi dlaam hidup sehari-hari, dalam berbagai pergumulan yang kita jalani dan hadapi dengan satu keyakinan bahwa bersama Yesus yang bangkit dan menang, kita pun mengalami damai sejahtera dan sukacita serta hidup berpengharapan di dalamNya.

Doa: KebangkitanMu, ya, Kristus, telah menjadikan hidup kami penuh damai sejahtera dan sukaita. Amin.

 

Senin, 29 April 2019                                 

bacaan : Kolose 3 : 1 4 (T)

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. 

Hidup Yang Tersembunyi Bersama Kristus Yang Bangkit

Kebangkitan Kristus telah menjadikan hidup kita baru. Hidup yang tidak lagi dikuasai oleh kuasa iblis, dosa, dan maut, tetapi hidup yang telah ditebus dan diselamatkan. Sebagai umat kebangkitan. Hidup kita tidak lagi terikat dengan kuasa-kuasa kedagingan yang berakhir dengan kematian. Hidup kita adalah hidup bersama Kristus, dan hidup untuk memuliakan namaNya. Sekalipun kita masih ada di dunia, tetapi orientasi hidup kita sudah berubah. Hidup kita tersembunyi di dalam Kristus, dan kelak ketika Kristus menyatakan diri, kitapun akan menyatakan diri bersamaNya di dalam kemuliaan. Sebab itu, jangan lagi kita mengotori hati dan pikiran kita dengan hal-hal duniawi sebab semuanya akan berakhir dengan kesia-siaan. Sebaliknya, penuhilah hati dan pikiran kita dengan hal-hal yang dikehendaki Kristus melalui firmanNya sebagai tanda dan bukti bahwa hidup kita telah ditebus dan diselamatkan olehNya. Sebagai papa dan mama (orangtua), kita wajib mendidik dan membina anak-anak kita sebegitu rupa dehingga Roh Kristus ada di dalam hati dan pikrian mereka, dan kelak merekapun dapat melakukan hal-hal yang berguna yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan banyak orang. Sekalipun sekarang ini belum nyata apa keadaan kita, tetapi yakinlah saatnya akan datang dan kita akan hidup bersama Kristus dalam kemuliaanNya.

Doa: Tuhan, ubahlah hidup kami seturut kehendakMu, agar kami beroleh kemuliaanMu. Amin.

 

Selasa, 30 April 2019                               

bacaan : Galatia 3 : 114 (T)

Dibenarkan oleh karena iman
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? 2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? 3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? 4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! 5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 6 Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. 8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” 9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. 10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” 11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.” 12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” 14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Kebenaran Taurat VS Kebenaran Injil

Pertentangan antara hidup menurut hukum taurat dan hidup karena dan di dalam iman sangat hidup mempengaruhi kehidupan jemaat Galatia, sehingga mereka disebut oleh Rasul Paulus sebagai orang-orang bodoh. Mengapa? Sebab mereka sangat cepat berbalik pada ajaran-ajaran taurat dan meninggalkan Injil dimana Paulus sudah berlelah-lelah dan bersungguh-sungguh mengajarkannya kepada mereka. Sekalipun mereka berpegang pada hukum taurat dan melakukannya, tidak ada seorangpun yang diselamatkan karenanya. Kristus telah datang ke dunia dan telah menggenapi seluruh hukum taurat di dalam hidupNya sehingga orang yang percaya kepadaNya, oleh kuasa kebangkitanNya, bukan lagi dengan melakukan hukum taurat tetapi oleh iman dan percaya kepadaNya. Karena itu kepada jemaat di Galatia, Rasul Paulus dengan sungguh-sungguh meyakinkan mereka melalui berita Injil agar berbalik dari cara-cara hidup yang lama yang takluk kepada hukum taurat, dan percaya kepada berita Injil yang karenanya mereka hidup oleh iman. Menjadi pelajaran berharga bagi kita semua sebagai keluarga-keluarga Kristen bahwa oleh kuasa kebangkitan Kristus, kita hidup dan selamat karena iman. Karena itu jangan lagi mau diobok-obok hidup kita dengan berbagai angin pengajaran yang lain yang menyesatkan. Tetapi biarlah hidup kita teap dan terus dikuasai oleh Kristus ynag bangkit dna menang karena di dalamNya kita dibenarkan.

Doa: Hanya oleh iman kepadaMu, ya, Kristus, yang bangkit, kami hidup. Amin.

 

Rabu, 01 Mei 2019                                    

bacaan : Galatia 4 : 21 31 (T)

Hagar dan Sara

21 Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat? 22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? 23 Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. 24 Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar– 25 Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab–dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. 26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. 27 Karena ada tertulis: “Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami.” 28 Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. 29 Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. 30 Tetapi apa kata nas Kitab Suci? “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu.” 31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.

Menjadi Anak-anak Perjanjian

Orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus adalah anak-anak Abraham. Anak-anak perjanjian yang lahir dari Sarah, perempuan merdeka. Anak-anak bukan secara biologis, tetapi secara rohani. Mereka dikatakan demikian, karena mewarisi iman Abraham. Iman yang diperoleh melalui pekerjaan Roh Kudus. Roh yang memimpin dan membarui kehidupan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, orang-orang yang mengalami Yesus yang bangkit dalam kenyataan hidup sehari-hari. Yesus yang memberi kekuatan iman dan pengharapan dalam menjalani kehidupan setiap hari. Kehidupan di tengah berbagai kesempatan dan tantangan hidup yang dialami. Bagi orang-orang yang telah mengalami Yesus yang bangkit dalam hidup mereka, mereka yakin bahwa hidup yang mereka jalani adalah hidup bersama Yesus melalui Firman dan Roh Kudus. Karena itu mereka tidak takut menghadapi hidup ini. Mereka yakin bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi telah berada di bawah kuasa Yesus. Oleh karena itu, apapun yang dihadapi dan dialami oleh orang-orang percaya, mereka serahkan hidup mereka hanya ke dalam tangan Tuhan Yesus.

Doa: Ya Tuhan,  kami menyerahkan hidup kami hanya dalam tangan-Mu. Amin.

 

Kamis, 02 Mei 2019                              

bacaan :  Mazmur 44 : 1 4  (T)

Jeritan bangsa yang tertindas
Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran. (44-2) Ya Allah, dengan telinga kami sendiri telah kami dengar, nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami perbuatan yang telah Kaulakukan pada zaman mereka, pada zaman purbakala. 2 (44-3) Engkau sendiri, dengan tangan-Mu, telah menghalau bangsa-bangsa, tetapi mereka ini Kaubiarkan bertumbuh; suku-suku bangsa telah Kaucelakakan, tetapi mereka ini Kaubiarkan berkembang. 3 (44-4) Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka. 

Roh Kudus Membarui dan Menghidupkan

Hari ini adalah Hari Pendidikan Nasional yang diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia. Hari Pendidikan Nasional ini mengingatkan kita sebagai bangsa, baik keluarga, masyarakat maupun pemerintah, sejauhmana pendidikan yang berkualitas telah kita lakukan sesuai tanggungjawab yang Tuhan percayakan. Kualitas pendidikan bukan saja secara intelektual, tetapi juga spiritual, sosial dan ekologis. Pendidikan yang membentuk karakter anak-anak kita di tengah kenyataan hidup, menghadapi berbagai kejahatan yang terjadi di mana-mana. Kejahatan yang dilakukan mulai dari dalam keluarga sampai ke dalam gereja, masyarakat, bangsa dan negara serta lingkungan alam di mana kita hidup. Sebagai orang percaya, sering kita bertanya,  bagaimana kita bisa mengatasi pengaruh yang jahat dalam pertumbuhan anak-anak kita? Bacaan hari ini mau mengingatkan kita bahwa Tuhanlah satu-satunya penolong kita. Ia bekerja melalui kuasa Roh Kudus untuk membuat anak-anak kita mengalami Tuhan Yesus dalam kenyataan hidup mereka sehar-hari. Roh Kudus yang dapat mengubah hati, pikiran dan sikap hidup anak-anak kita menjadi anak-anak yang berkenan kepada Tuhan, sesama manusia dan ciptaan lain.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah anak-anak kami di jalan yang benar. Amin.

 

Jumat, 03 Mei 2019                           

bacaan : 1 Korintus 15 : 1 11 (T)

Kebangkitan Kristus
Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. 3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. 6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. 9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya. 

Mengalami Tuhan Yesus Kristus Yang Bangkit

Mengalami Tuhan Yesus Kristus yang bangkit, membentuk sikap dan kepribadian seseorang. Orang yang dahulu dikenal sebagai orang yang jahat, orang yang ditakuti, bisa berubah menjadi orang yang baik, orang yang ikut melakukan pekerjaan Tuhan di dalam dunia. Demikianlah Paulus yang dahulu bernama Saulus. Dia dikenal sebagai orang yang paling jahat terhadap orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ia menganiaya dan membunuh mereka untuk  membela agama Yahudi. Agama yang dianggap paling benar dari semua agama yang ada di dunia ini. Tetapi setelah dia mengalami Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dalam hidupnya, maka dia bertobat dan menjadi seorang pemberita Injil yang terkenal. Melalui dia orang-orang di Korintus dan tempat lain mengalami kasih Allah yang menyelamatkan mereka. Bacaan ini dengan jelas mau menyampaikan kepada kita bahwa orang-orang yang mengalami Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan mereka yang nyata akan membuat mereka menjadi orang-orang yang baik. Orang-orang yang ikut menghadirkan damai sejahtera Allah bagi kehidupan bersama manusia dan segala makhluk.

Doa. Ya Tuhan, jadikanlah kami orang-orang yang menghadirkan damai sejahtera-Mu di Bumi. Amin.

 

Sabtu, 04 Mei  2019                                

bacaan : Galatia 2 : 11 – 14 (T)

Paulus bertentangan dengan Petrus

11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

Jadilah Teladan Dalam Kata dan Perbuatan

Beta ini sebenarnya orang bae, tapi keadaan biking tidak bae, hari ini beta bae, esok lusa tidak bae, jadi sebenarnya beta tidak bae….” Sepotong bait lagu ini menggambarkan sikap dan perilaku hidup manusia yang sering berubah-ubah sesuai kondisi. Ibarat lalamong (sejenis tumbuhan laut) yang selalu diombang-ambing oleh ombak di tepi pantai. Galatia 2:11-14  menceriterakan tentang sikap rasul Paulus terhadap perilaku Kefas (Simon Petrus) dan Barnabas yang kembali mengikuti tradisi orang-orang yang tidak mengenal Yesus, padahal sebenarnya Kefas dan Barnabas harus menjadi contoh atau teladan bagaimana menjadi murid Yesus dan hidup sesuai dengan kehendakNya. Rasul Paulus menyebut sikap dan perilaku mereka sebagai orang-orang yang munafik, artinya dimuka bilang laeng, dibelakang biking laeng, oleh karena itu Rasul Paulus menegur dengan keras sikap dan perilaku hidup mereka. Sebagai orang percaya, kita mengimani Kristus sebagai Tuhan yang bangkit dan hidup, Tuhan yang selalu setia menyertai kita dalam berbagai pergumulan dan Tuhan yang memberi pertolongan tepat pada waktunya. Semua itu telah kita alami dalam kehidupan nyata sehari-hari,  dan oleh karena itu hidup kita harus menjadi tanda syukur bagi Tuhan Yesus. Jangan pernah kita tergoda untuk melakukan perbuatan yang tidak benar atau tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadilah orangtua (papa dan mama) yang dapat diteladani, jadilah anak-anak yang dengar-dengaran dan takut akan Tuhan. Jadilah teladan dalam pikiran, tutur kata dan perilaku hidup dimana pun kita berada.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami orang yang setia dalam kata dan perbuatan. Amin.

 

*sumber : SHK bulan April-Mei 2019 penerbit LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey