Santapan Harian Keluarga, 3-9 Mei 2020

jemaatgpmsilo.org

Minggu, 03 Mei 2020                                

bacaan : 2 Samuel 7 : 18 – 29

Doa syukur Daud
18 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? 19 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH. 20 Apakah yang dapat dikatakan Daud kepada-Mu lebih lagi dari pada itu. Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya Tuhan ALLAH? 21 Oleh karena firman-Mu dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukannya kepada hamba-Mu ini. 22 Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. 23 Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Nya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat bagi mereka, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dan para allah mereka dari depan umat-Nya? 24 Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka. 25 Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. 26 Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. 27 Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu. 28 Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. 29 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."

JADIKANLAH RUMAH-MU MEZBAH BAGI TUHAN

Mengucap syukur kepada Tuhan dalam doa merupakan wujud yang paling nyata dari sikap orang beriman, sebab mereka selalu sadar dan mengaku bahwa hidupnya dan segala sesuatu yang ada padanya adalah pemberian atau anugerah yang terbesar dari Tuhan. Pengakuan ini juga merupakan pengakuan Daud, yang pada mulanya hanyalah seorang penggembala domba, tetapi kini diberkati oleh Tuhan dengan sangat luar biasa, sehingga menjadi seorang raja yang terkenal. Bahkan lebih daripada itu, Tuhan telah berjanji bahwa keturunan Daud akan terus mewarisi tahta kerajaan Daud. Hal inilah yang membuat Daud dengan penuh kerendahan hati sujud dan mengucap syukur kepada Tuhan dalam doanya. ”Siapakah aku ini ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku…..?” (ay.18) demikianlah doanya. Daud sadar bahwa dia dan keluarganya bukanlah siapa-siapa, tetapi Tuhan telah berkenaan menyatakan rahmat-Nya kepada mereka. Karena itu dalam doanya ini, Daud pertama-tama mengakui betapa kecilnya dia di hadapan Tuhan dan bersyukur atas anugerah Tuhan yang besar, yang telah menyertai dan memberkati dia dan keluarganya, sambil bermohon agar Tuhan tetap mengingat janji-Nya untuk terus memberkati keluarganya dan keturunannya: “Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada dihadapan-Mu untuk selama – lamanya…”(ay.29.a). Itulah doa Daud bagi keluarganya, dengan harapan agar mereka dapat dibimbing dan diarahkan kepada pengenalan yang benar akan Tuhan dan supaya mereka tetap setia kepada Tuhan dan Tuhan tetap menjadi Allah bagi mereka. Doa Daud sepatutnya juga menjadi doa setiap keluarga kristen yang telah merasakan kasih sayang serta perlindungan dan berkat dari Tuhan.  Jadikanlah rumahmu sebagai mezbah pengucapan syukur dan doa, memohon kasih dan penyertaan Tuhan bagi perjalanan hidup keluargamu.

Doa: Tuhan, kiranya Engkau berkenan memberkati keluarga kami, Amin.

Senin, 04 Mei 2020                                

bacaan : Amsal 18 : 10

10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

NAMA YESUS ADALAH MENARA YANG KUAT

Menara adalah bagian bangunan yang dibuat lebih tinggi dari bangunan induknya. Misalnya menara Babel yang dibangun oleh manusia di zaman Perjanjian Lama, dengan tingginya sampai ke langit, yang menunjukkan betapa tingginya kesombongan manusia yang ingin menjadi sama dengan Allah. Awalnya, semua menara dibangun untuk tujuan keamanan, sebab dengan bangunan yang tinggi, orang dapat memantau jarak musuh dari jauh dan dapat menjadi tempat perlindungan jika musuh menyerang. Firman Tuhan hari ini menjelaskan bahwa menara yang kuat adalah Nama Tuhan, artinya dengan bergantung dan berharap hanya kepada Tuhan, kita akan diselamatkan. Menara yang kuat bukanlah kekayaan, kepintaran, relasi atau mungkin jabatan yang tinggi. Sebab semua itu akan segera lenyap, namun Nama Tuhan kekal untuk selama-lamanya. Tuhan memiliki kuasa untuk menyelamatkan kita dari segala kehancuran, ancaman penyakit atau bahaya maut sekalipun, sebab Tuhanlah yang berkuasa atas segala sesuatu. Dalam setiap persoalan yang dijumpai, orang percaya diberi kesempatan untuk lebih dekat mengenal Allah dalam Yesus Kristus, bergantung dan berharap hanya pada-Nya dalam doa dan permohonan siang dan malam, jadi jika Nama Tuhan kita Yesus Kristus dijadikan menara yang kuat artinya kita menempatkan Nama Yesus jauh lebih tinggi diatas segala nama. Disini, nama Yesus bukan sekedar diucapkan dalam puji – pujian dan doa, tetapi diharapkan terwujud dalam sikap hidup yang memuliakan Nama-Nya, seperti: hidup yang saling mengasihi,  hidup yang bersyukur dan berbagi berkat dengan sesama. Biarlah setiap keluarga kristen menjadikan Nama Yesus sebagai menara yang kuat, tempat berlindung di kala susah tetapi juga memberitakan Nama itu lewat pikiran, tutur kata dan perbuatan sehari – hari, Tuhan memberkati  saudara – saudara.

Doa: Tuhan Yesus, bimbinglah keluarga kami untuk memuliakan Nama-Mu sebagai menara yang kuat, lewat seluruh hidup kami, Amin.

Selasa, 05 Mei 2020                                 

bacaan : 1 Samuel 2 : 1 – 10

Puji-pujian Hana
Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. 2 Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. 3 Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. 4 Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. 5 Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. 6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. 7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. 8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. 9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. 10 Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."

DI DOA IBUKU ADA NAMAKU DISEBUT

“Di doa ibuku, namaku di sebut. Di doa ibu ku dengar ada namaku disebut……”

Lagu ini ditulis oleh Peter P. Bilhorn, seorang penyanyi Amerika karena pengalaman indah bersama ibunya. Peter yang ditinggalkan ayahnya sejak kecil, terpaksa harus meninggalkan sekolahnya untuk bekerja membantu ibunya menghidupi keluarga. Ia harus bekerja sampai sore dan ketika pulang hari sudah malam. Suatu malam yang sepi, ketika Peter kembali ke rumahnya, ia mendapati ibunya sedang bertelut dan berdoa, sambil menangis. Dengan jelas Peter mendengar sepotong doa ibunya: “Tuhan, lindungi Peter dalam perjalanannya pulang ke rumah, ajari Peter ….”, beberapa kali namanya disebut. Peter tersentak, ia tak kuasa menahan air matanya, ternyata ibunya sangat mengasihi dia dan selalu berdoa bagi hidupnya. Setelah ibunya meninggal, Peter mengabadikan kisah ini dengan menulis sebuah lagu dengan lirik aslinya: “My Mother’s Prayer”. Memang ada banyak kesaksian tentang doa seorang ibu, seperti yang dikisahkan dalam bacaan kita hari ini 1 Samuel 1 : 1 – 10, yang menceriterakan tentang Doa Hana, seorang perempuan yang sangat merindukan kehadiran seorang anak dalam hidupnya. Ia berdoa dengan sungguh – sungguh bahkan berjanji akan memberikan anak itu untuk melayani Tuhan, dan Tuhan mendengar doanya, oleh sebab itu Hana bersukacita dan memuji Tuhan. Setiap orang pasti memiliki pengalaman indah dengan ibunya, teristimewa doa – doa yang selalu diungkapkan oleh seorang ibu, ada yang didengar tetapi ada juga yang tidak didengar, yang pasti doa seorang ibu akan menyelamatkan kehidupan anak – anak yang dilahirkannya. Hari ini Gereja Protestan Maluku merayakan Ulang Tahun Wadah Pelayanan Perempuan yang ke – 52 dengan Tema : “Perempuan Yang Berdoa Menyelamatkan Kehidupan”, semoga menginspirasi setiap perempuan untuk terus berdoa bagi masa depan anak – anaknya.    

Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk saling mendoakan, Amin.

Rabu, 06 Mei 2020                              

bacaan : Mazmur 119 : 145 – 150

145 Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang. 146 Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu. 147 Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu. 149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu. 150 Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu.

BERSEKUTU DENGAN TUHAN DALAM DOA DAN MEMBACA ALKITAB

Namanya Amanda, dan teman-temannya menjulukinya “Amanda yang tegar”. Amanda adalah anak tunggal, yang telah ditinggal mati oleh ayah dan ibunya karena kecelakaan mobil, ketika ia berumur 6 tahun. Sejak itu Amanda tinggal bersama om dan tantenya, namun hanya sampai usia 10 tahun karena om dan tantenya bercerai, dan tak lama kemudian tantenya juga meninggal. Sejak saat itu Amanda tinggal di panti asuhan, di sana ia merasakan kekosongan dalam dirinya. Dia seperti tidak punya siapa-siapa lagi dan tidak ada orang yang mempedulikannya. Suatu waktu ketika Amanda keluar, ia melihat banyak orang masuk ke sebuah gedung di ujung jalan itu. Ia pun memutuskan untuk ikut masuk ke dalam gedung itu yang ternyata adalah sebuah gedung gereja. Ia duduk dan mendengar pembacaan Alkitab dari Mazmur 119 : 145 – 150, dan salah satu ayat yang sangat menyentuh dan menguatkannya adalah: “Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan; hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu” (ay.149). Memang sejak kecil ayah dan ibunya telah mengajari Amanda untuk berdoa dan membaca Alkitab, tetapi itu sudah lama sekali. Hari ini Amanda menyadari bahwa ternyata Tuhan tidak membiarkannya seorang diri, Tuhan Yesus sangat peduli dengan siapapun, termasuk orang-orang yang merasa hidupnya sendirian, penuh beban dan tak punya harapan masa depan. Tuhan Yesus mau menjadi sahabat bagi orang yang merasa sendirian. Sejak itu ia selalu rajin berdoa, membaca Alkitab dan hidup dengan sukacita, karena dia telah menemukan Sahabat sejatinya yaitu Yesus. Bagi setiap orang yang sementara mengalami persoalan, ditolak, disakiti, dikecewakan, ingatlah bahwa Tuhan Yesus menyediakan diri untuk menjadi Sahabat yang setia, Dia mengerti setiap tetesan air mata, Dia peduli dengan hidupmu.

Doa: Tuhan Yesus, buatlah keluarga kami selalu bersekutu dengan-Mu dalam doa dan melakukan firman-Mu. Amin.

Kamis, 07 Mei 2020                                 

bacaan : Mazmur 119  : 1 – 8 

Bahagianya orang yang hidup menurut Taurat TUHAN
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. 2 Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, 3 yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. 4 Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. 5 Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! 6 Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. 7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. 8 Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

BERBAHAGIALAH ORANG YANG BERHARAP PADA TUHAN

“Kasus bayi yang lahir prematur seperti ini, banyak yang tidak dapat diselamatkan…” ujar dokter, yang membuatku menjadi panik. Aku berdoa dan memegang tangan isteriku, untuk menguatkannya. Segala upaya dilakukan oleh dokter demi keselamatan anakku, dan akhirnya anakku lahir dengan selamat. Sungguh aku dan isteriku bersyukur, tetapi setelah seminggu kelahiran anakku, ia mengalami kejang-kejang dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Sesampainya dirumah sakit, sekujur tubuh anakku telah membiru dan seakan tak bernyawa. Satu hal yang sangat kuingat pada waktu itu adalah kata dokter: “Hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan anak ini..”. Dalam kegalauan hatiku, aku berusaha tetap tenang dan mencari tempat untuk berdoa. Memang waktu itu, aku tidak tahu harus mengatakan apa kepada Tuhan, tapi dengan hati penuh kesungguhan aku berucap: “Tuhan tolong selamatkan anakku”! Aku kemudian berlari ke ruangan perawatan dan melihat dokter sedang berupaya memasukan slang melalui hidung anakku. Seketika itu, nafasnya kembali dan perlahan dokter dapat mengatasinya hingga tubuh anakku pulih. Demikianlah cerita seorang ayah yang anaknya lahir prematur diusia kehamilan 8 bulan. Pengalaman iman seperti ini mengajarkan kita, bahwa Tuhan itu baik! Ia tidak pernah meninggalkan orang-orang yang selalu bergantung dan berharap pada-Nya. Seperti kata pemazmur 119 : “Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati” (ay.2). Di tengah ancaman wabah virus corona ini, walaupun kita harus “menjaga jarak” dan beribadah di rumah, tetapi hendaklah setiap keluarga kristen mempererat persekutuan yang terus berdoa dan berharap pada Tuhan serta setia melakukan kehendak-Nya.      

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk bergantung dan berharap kepada Tuhan dan setia melakukan kehendak-Mu. Amin.

Jumat, 08 Mei 2020                           

bacaan : Lukas 2 : 21 – 24

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan -- Simeon dan Hana
21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. 22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

RAWATLAH PERSEKUTUAN KELUARGAMU

Suatu ketika di suatu Kemitraan Laki – laki dan Perempuan, dalam acara yang dibawakannya, Pemimpin Ibadah mengajak semua peserta ibadah yang hadir untuk mencatat semua kegiatan yang mereka lakukan selama 24 jam atau sehari. Dari catatan itu didapati bahwa kebanyakan waktu digunakan untuk kesibukan di kantor, mengerjakan pekerjaan rutin dirumah, jalan-jalan, nonton TV, mengantar anak ke sekolah, melihat ponsel, dan sebagainya. Lalu, pertanyaanya bagaimana dengan kehidupan rohani dalam keluarga? Membaca Alkitab, beribadah dan berdoa bersama? Ternyata, hanya sebagian kecil yang mencatat hal itu dan kebanyakan hanya dilakukan pada hari minggu. Dari kenyataan ini nampak bahwa semakin sedikit keluarga Kristen yang menyadari pentingnya menjaga relasi dengan Tuhan dalam keluarganya, semua semakin sibuk hingga ibadah dan pembinaan keluarga sudah tidak lagi dilakukan. Dalam bacaan kita, Yusuf dan Maria sebagai orangtua sangat memperhatikan kehidupan rohani Yesus. Sejak kecil, mereka telah menyerahkan-Nya kepada Allah sesuai tradisi yang berlaku. Bagi mereka relasi persekutuan dengan Tuhan Allah itu perlu dijaga dan menyerahkan anak-anak untuk dikuduskan bagi Tuhan itu sangat penting. Tindakan ini memperlihatkan bahwa, orangtua sangat berperan bagi pertumbuhan rohani anak-anak,  dan ini adalah teladan yang baik bagi keluarga – keluarga Kristen. Pertanyaannya, adalah, bagaimana dengan kehidupan keluarga kristen saat ini? Kita baru saja diperhadapkan dengan ancaman wabah covid 19, yang mengharuskan kita untuk tetap “tinggal di rumah” dalam rangka memutuskan mata rantai penyebarannya. Mari kita maknai semua peristiwa ini sebagai cara Allah untuk lebih memperkuat persekutuan keluarga kita. Jadikanlah keluargamu sebagai persekutuan yang selalu bersekutu dengan Allah.

Doa: Tuhan, tolong kami menata persekutuan keluarga untuk bersekutu  dengan-Mu, Amin.

Sabtu, 09 Mei 2020                                    

bacaan : Ulangan 6 : 1 – 3

Kasih kepada Allah adalah perintah yang utama
"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, 2 supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. 3 Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 

KELUARGA YANG BERSEKUTU, DIBERKATI ALLAH

Tradisi “bakumpul” adalah nilai kehidupan orang Maluku, mulai dari kumpul gandong, kumpul keluarga, kumpul kampong dan sebagainya. Ketika orang “basudara bakumpul”, biasanya ada sesuatu hal yang akan dilakukan secara bersama-sama, misalnya: ada anggota keluarga yang akan menikah, melahirkan, sakit, kena musibah, meninggal, berhasil, sukses dan lainnya. Walaupun saat ini, ada anjuran “menjaga jarak” untuk menghindari penularan wabah covid 19, hal ini bukan berarti persekutuan kita tercabik – cabik, malah disini, nilai persekutuan untuk berbagi rasa dalam suka dan duka, menjadi semakin kuat untuk dibina dan dipelihara. Rupanya hal ini juga menjadi penting bagi umat Israel ketika mereka akan memasuki tanah Kanaan. Karena itu, Musa menyampaikan perintah Tuhan agar mereka dapat mempertahankan persekutuan hidup umat yang taat dan setia kepada Tuhan. Disini, umat diperintahkan untuk mengajarkan berulang-ulang kepada anak-cucu mereka tentang Kasih Tuhan yang telah menuntun, menyertai dan menyelamatkan mereka sampai tiba di Kanaan. Memang tanggungjawab untuk mengajarkan Kasih Tuhan harus dimulai dari keluarga. Kalaupun karena berbagai kesibukan semua anggota keluarga, baik papa dan mama yang sibuk kerja, anak-anak dan anggota keluarga lain yang juga sibuk dengan berbagai aktifitas mereka dan waktu untuk bersekutu dan berdoa bersama semakin terabaikan, maka saat ini, tradisi “bakumpul bersama” sebagai keluarga harus semakin dikuatkan. Firman Tuhan mengingatkan setiap keluarga kristen untuk menjadikan “meja makan” dan “ruang keluarga”, sebagai tempat “bakumpul” untuk membangun persekutuan dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama anggota keluarga, saling berbagi cerita, saling menguatkan, saling mendoakan, agar suasana rumah akan semakin nyaman dan bahagia.

Doa: Tuhan, kami ingin bersekutu dan berdoa bersama. Amin.   

*sumber : SHK bulan Mei 2020 Terbitan LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey