Santapan Harian Keluarga, 20-26 Desember 2020
jemaatgpmsilo.org
Minggu, 20 Desember 2020
bacaan : Matius 6 : 5-15
Hal berdoa
5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
BERSERAH PADA KEHENDAK-NYA
Keluarga yang bertumbuh adalah keluarga yang berdoa, yang semua anggota keluarganya hidup dalam doa. Tidak ada suatu keberhasilan yang tidak dimulai dengan doa. Ada banyak orang berdoa tapi doanya tidak pernah dijawab Tuhan. Apa yang menjadi penghalang doa-doa kita tidak dikabulkan? Salah satunya adalah penyerahan diri di dalam doa tersebut. Kita adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan, Sang Pencipta. Sudah pasti seluruh kehidupan kita bergantung kepada Tuhan. Dan jika kita membutuhkan Tuhan sebagai Pencipta kita, maka penyerahan diri yang sungguh merupakan jalan satu-satunya agar kita semakin dekat dengannya dalam doa. Dan hari ini, kita belajar bahwa Doa Bapa Kami adalah doa yang sempurna karena diajarkan langsung oleh Yesus yang sungguh mengenal hati Bapa-Nya. Doa Bapa Kami adalah doa yang sungguh indah dan telah mencakup segala-galanya. Dengan mengatakan: “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga” (ay.10.b), kita menyatakan berserah pada kehendak Tuhan. Memang karena terlalu sering diucapkan tanpa penghayatan, Doa Bapa Kami sering kehilangan maknanya. Padahal, jika kita mengucapkan Doa Bapa Kami dengan sungguh-sungguh dan penuh penghayatan, kita telah mengetuk pintu hati Allah sebagai Bapa, agar Bapa mendengar permohonan kita anak-anak-Nya. Di minggu Adventus ke-IV ini, kita di ajak untuk menyambut kedatangan Tuhan dengan berserah pada kehendak-Nya. Berdoalah dan berserahlah pada-Nya, sebab Yesus memastikan: “Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan membalasnya kepadamu” (ay.6.b). Selamat memaknai hidup di minggu Adventus IV. Tuhan Yesus memberkati.
Doa: Tuhan, biarlah kami belajar untuk tetap mengingat pemeliharaan-Mu dan mengutamakan kehendak-Mu. Amin.
Senin, 21 Desember 2020
bacaan : Amsal 1 : 8-10
Nasihat dan peringatan
8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu 9 sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu. 10 Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;
MENJADI ANAK YANG TAAT PADA DIDIKAN MENURUT KEHENDAK TUHAN
Hari ini adalah Ulang Tahun SMTPI yang ke-64, kitab Amsal yang kita baca di atas, menyediakan beberapa hal yang dapat kita pelajari:
1. Kewajiban orang tua untuk mendidik anak itu hendaklah dilakukan bukan hanya di keluarga dan gereja, tetapi juga di masyarakat, anak-anak harus diajarkan bagaimana menjadi orang yang berguna bagi masyarakat. Dalam mendidik anak- anak, antara suami dan istri harus saling mendukung. Artinya bahwa, didikan yang dilakukan kepada anak, haruslah sesuai dengan apa yang berkenan kepada Tuhan.
2. Tugas seorang anak atas didikan orang tuanya adalah menjaga agar didikan orang tuanya itu menjadi berguna dan bermanfaat dalam hidupnya. Seorang anak yang taat, pastilah menerima dan menyimpan didikan orang tuanya dan menjadikannya pelajaran berguna untuknya. Anak yang berbakti kepada orang tua akan mendatangkan sukacita bagi orang tuanya apalagi kalau dia taati setiap didikan orang tuanya.
3. Didikan yang diajarkan oleh orang tua haruslah diperhatikan oleh anak-anak agar kelak mereka berjalan dengan pertolongan dan tuntunan dari Tuhan. Tuhan akan memberikan hikmat kepada anak-anak yang menaati orang tuanya, karena orang tua adalah wakil Allah di dunia ini. Kalau seorang anak menghormati dan menaati segala perintah orang tuanya, maka dia sendiri sudah menaati apa yang dikatakan oleh Tuhan dalam hidupnya. Ketika anak- anak menghormati orang tuanya, berarti dia juga telah menghormati Tuhan.
Doa: Tuhan, tolong bawalah anak-anak kami agar taat pada-Mu, sebab Kaulah sumber kehidupan. Amin.
Selasa, 22 Desember 2020
bacaan : Matius 6 : 25-32
Hal kekuatiran
25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
JANGAN KUATIR, BERHARAPLAH PADA TUHAN
“Jangan kuatir, Tuhan pasti mencukupi kebutuhan hidupmu walau terlihat sangat sulit bagimu, asalkan kamu tetap beriman sungguh kepadaNya dan percaya, Ia akan bertindak tepat pada waktu-Nya….”.
Demikian kata seorang teman ketika saya merasa betul-betul terpuruk saat itu. Menurutnya, ada banyak orang percaya, tetapi masih banyak yang belum beriman. Kalimat tersebut sangat singkat, padat, tetapi sarat maknanya. Pernyataan yang patut untuk direnungkan oleh kita yang mengaku beriman kepada Kristus! Tuhan Yesus mengajarkan agar kita, umat-Nya tidak kuatir mengenai apapun yang dibutuhkan dalam hidup ini. Kekuatiran yang berkepanjangan justru berpotensi untuk melemahkan kekuatan, semangat hidup, dan keyakinan kita kepada Allah. Yesus berkata bahwa kekuatiran tidak membuat jalan hidup atau usia kita bertambah. Jauh lebih baik untuk belajar beriman dan mempercayai Allah yang mengerti dan sanggup mencukupkan semua keperluan kita, daripada terus-menerus kuatir akan segala sesuatu. Belajar dari pengalaman kita di awal masa pandemic Covid-19, ketika semua orang merasa kuatir tentang kebutuhan pekerjaan, makan-minum, pakaian, kesehatan tubuh, asuransi kesehatan, lingkungan yang bersih, bantuan pemerintah (BLT) dan juga kebutuhan pendidikan anak-anak. Namun saat ini kita harus akui bahwa kekuatiran itu tidak terbukti, sebab Allah justru menyiapkan segala yang kita perlukan dan semua itu selalu tepat pada waktunya. Lewat pandemic ini, kita belajar untuk tidak kuatir tetapi mengubah gaya hidup baru, yaitu berbalik kepada Yesus, andalkan DIA dalam seluruh doa dan harapan, berupaya untuk membangun hidup yang bersih dan sehat, tetapi juga merawat relasi berdamai sejahtera dengan sesama.
Doa: Tuhan, kami tahu KAU pasti cukupkan kebutuhan kami. Amin.
Rabu, 23 Desember 2020
bacaan : Matius 6 : 33-34
33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
CARILAH DULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA
Seorang ibu pernah bertanya: “Mengapa hidup saya selalu diperhadapkan dengan berbagai persoalan?, padahal saya selalu rajin berdoa dan beribadah? Apakah Tuhan tidak mendengar dan menjawab doa saya?” Pertanyaan itu mungkin juga menjadi pertanyaan kita orang-orang percaya, disaat kita berhadapan dengan persoalan pribadi maupun rumah tangga. Hal itu juga yang terjadi dalam kehidupan murid-murid Yesus. Karena itulah dalam ajaran-Nya di Bukit, Yesus berbicara tentang kekuatiran. Bagi Yesus, hidup manusia ciptaan-Nya itu sangat berharga di mata-Nya, IA mengasihi seluruh ciptaan-Nya dan Yesus selalu menyediakan apa yang diperlukan oleh anak-anak-Nya. Namun satu hal yang diminta oleh Yesus adalah: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (ay.33). Mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya adalah panggilan untuk mencari kehendak Allah, menjadikan Allah dalam Yesus Kristus sebagai pemimpin hidup kita, yang mengendalikan semua keinginan dan perbuatan kita. Kerajaan Allah menggambarkan kepemimpina Allah yang menghadirkan suasana damai sejahtera, adil, benar, penuh kasih dan sukacita. Kata “mencari” menunjuk kepada sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terus-menerus, sampai mendapatkan apa yang dicari. Upaya untuk mencari Kerajaan Allah tidak mungkin dikerjakan oleh manusia tanpa pertolongan Allah, oleh sebab itu manusia harus memberi diri dituntun oleh kuasa Roh Kudus untuk melakukan kehendak Allah. Ketika kita dituntun oleh kuasa Roh Kudus untuk melakukan kehendak Allah dan kebenarannya, maka percayalah, semua yang kita perlukan akan ditambahkan menurut kemurahan hati-Nya.
Doa: Tuhan, berilah Roh Kudus-Mu menuntun kami, agar kami dapat melakukan kehendak-Mu. Amin.
Kamis, 24 Desember 2020
bacaan : Yohanes 1 : 1-18
Firman yang telah menjadi manusia Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
BERSERAH PADA KEHENDAK-NYA
Natal adalah peristiwa Allah yang memilih untuk menjadi manusia. Hal ini menunjukkan bahwa DIA bukan Tuhan yang jauh tapi sangat dekat kepada manusia, DIA-lah Imanuel, Allah beserta kita. DIA ada bersama kita, merasakan apa yang kita rasakan, menolong dan menyelamatkan kita dalam suka maupun duka. Setiap orang percaya, pasti punya pengakuan bahwa Allah kita adalah Allah yang Maha besar, Allah yang Maha tinggi, Allah yang Maha mulia, tetapi serentak dengan itu Allah kita adalah Allah yang rela menjadi kecil, menjadi rendah, menjadi sama dengan manusia. Allah di dalam diri Yesus yang masuk dalam realitas hidup manusia, dimana Yesus turut merasakan kesukaran, kesulitan dan penderitaan, bahkan Yesus rela berkorban di tiang kayu Salib untuk memikul beban-beban hidup manusia. Dalam Yohanes 1:1-18, Yohanes menjelaskan bahwa Allah bukan sekedar berfirman, tetapi Firman itu menjadi nyata didalam diri Yesus sang manusia sejati. Hal ini berbeda dengan pemahaman Yudaisme yang memahami Allah seperti Dewa, bahwa Allah tidak mungkin menjadi rendah, apalagi jadi manusia. Allah tidak mungkin mengambil jalan penderitaan seperti seorang penjahat. Natal mengingatkan kita bahwa karena kasih-Nya, Allah memilih menjadi manusia, dan diam diantara kita, merasakan beban pergumulan kita, dan bertindak menolong dan menyelamatkan kita dari berbagai persoalan dan penderitaan. Dan jika Allah dalam Yesus Putera Natal, sangat mengasihi kita, maka hidup kita harus mencerminkan hidup dari orang yang dikasihi oleh Tuhan. Dengan demikian Natal, bukan saja ketika kita menerima kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, tetapi juga saat kita berserah dalam kehendak-Nya untuk menjadi alat damai sejahtera-Nya.
Doa: Yesus Putera Natal, tinggallah bersama kami dan jadikan hidup kami sebagai alat damai sejahtera-Mu. Amin.
Jumat, 25 Desember 2020
bacaan : Matius 2 : 1-12
Orang-orang majus dari Timur Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
RAYAKAN NATAL DENGAN PERSEMBAHAN HIDUP DAN KARYA
Hari ini, hari yang penuh sukacita untuk kita semua, karena Juruselamat telah lahir ke dunia. Setiap tahun kita merayakan Natal dengan hingar-bingar perayaan di sana sini, tetapi tahun 2020 adalah tahun yang berbeda dari tahun- tahun sebelumnya, sebab kita merayakan Natal ditengah pandemi Covid-19, dimana perayaannya sangat berbeda, kita hanya merayakan Natal bersama keluarga di rumah. Kalau pun kita diperbolehkan untuk beribadah di gedung gereja, kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak demi keamanan bersama. Dalam nats hari ini dikatakan bahwa ditengah berbagai tantangan dan ancaman, para majus berupaya untuk berjumpa dengan Yesus Putra Natal, mereka sujud menyembah dan mempersembahkan milik mereka yang terbaik kepada Yesus, yaitu: emas, kemenyan dan mur. Semangat dan kerinduan untuk berjumpa dengan Tuhan, menjalani hidup berdasarkan petunjuk Tuhan, sujud menyembah kepada Tuhan dan mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, telah mendatangkan dampak besar bagi kehidupan orang-orang majus ini. Seorang atlet ataupun seorang artis akan berusaha mempersembahkan karya terbaik supaya ia bisa diakui oleh masyarakat dan berprestasi memenangkan berbagai piala dengan berbagai macam kategori dengan begitu mereka akan merasa senang dan puas karena target mereka tercapai. Keluarga terkasih marilah kita merayakan Natal tahun ini dengan sederhana tetapi dengan mempersembahkan seluruh hidup dan karya kita bagi kemuliaan Nama Yesus. Selamat Natal, Damai Sejahtera Natal menyertai kita semua.
Doa: Ya Tuhan, Ajarlah kami untuk selalu mempersembahkan hidup dan karya untuk memuliakan Nama-Mu. Amin.
Sabtu, 26 Desember 2020
bacaan : Matius 2 : 13-15
Penyingkiran ke Mesir
13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."
IKUT KEHENDAKNYA
Natal Kristus juga tak luput dari berbagai ancaman, dikatakan bahwa ketika orang majus kembali negeri mereka tanpa memberitahukan Herodes, malaikat Tuhan kembali menampakkan diri kepada Yusuf dan berfirman agar Yusuf segera membawa Maria dan bayi Yesus ke Mesir dan tinggal di sana sampai malaikat Tuhan tersebut kembali berfirman kepada Yusuf. Hal tersebut dikarenakan Herodes akan berusaha untuk membunuh bayi Yesus. Yusuf begitu taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Setelah ia mendapatkan mimpi tersebut, Yusuf bangun dan langsung membawa Maria dan bayi Yesus untuk pergi ke Mesir pada malam itu juga. Disini terlihat bagaimana Yusuf tidak menunda-nunda sedetik pun untuk langsung melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Akibat dari ketaatan Yusuf tersebut, bayi Yesus pun selamat dari rencana jahat yang dilakukan Herodes. Bila seorang karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan, karyawan tersebut akan terikat oleh peraturan dan ketentuan di perusahaan tersebut, dan ia harus taat dan setia pada aturan dan ketentuan dan berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya, akhirnya karyawan tersebut mendapatkan suatu prestasi yang membanggakan dan dapat dipercaya. Keluarga terkasih mari kita mengikuti kehendak Yesus, dengan mentaati semua perintah-Nya dengan setia tanpa menunda-nunda. Hanya dengan demikian kita akan mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan melalui talenta dan karunia yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kalau pada manusia saja kita tidak ragu untuk melakukan segala yang terbaik, apalagi untuk Tuhan, seharusnya kita bisa berikan lebih dari itu.
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu mengikuti kehendak-Mu dalam hidup kami. Amin.
*sumber : SHK LPJ-GPM Bulan Desember 2020

