fbpx

Santapan Harian Keluarga, 27 Des 2020 – 2 Januari 2021

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : Bersyukur Kepada Allah Karena Kebaikan-Nya

Minggu, 27 Desember 2020

bacaan : Keluaran 14 : 15-31

Menyeberangi Laut Teberau
15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. 18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda." 19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. 20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. 21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. 22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. 23 Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka--segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda--sampai ke tengah-tengah laut. 24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. 25 Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir." 26 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." 27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. 28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka. 29 Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. 30 Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. 31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

KEBAIKAN ALLAH TAK TERBATAS, BERSYUKURLAH

Cerita ini menampilkan tokoh Musa sebagai pemimpin yang mengangkat tongkatnya ke atas laut, lalu airnya terbelah dan    berdiri   bagaikan    tembok    sebelah    menyebelah, sehingga orang israel berjalan menyeberangi laut Teberau sambil berjalan kaki hingga ke daratan dan selamat dari tentara Mesir. Peran Musa dalam cerita ini menunjukkan tentang Allah yang memilih dan menetapkan serta memberi kuasa kepada setiap orang yang taat dan setia pada panggilan-Nya. Mujizat ini juga bukan sekedar suatu peristiwa alami belaka, tetapi sebagai cara Allah bagi bangsa Israel supaya mereka sadar bahwa sebagai bangsa pilihan dan orang terpilih, haruslah mengikuti cara dan panggilan Allah agar ada kuasa yang nyata dari panggilan itu. Tindakan Allah ini membuktikan bahwa Ia telah menyatakan kuasa-Nya terhadap musuh-Nya dan cinta terhadap umat yang dikasihi-Nya, ibarat seorang ibu yang akan melakukan apapun untuk menjaga dan melindungi anak-anaknya, dari bahaya apapun. Keluarga terkasih, tahun 2020 akan menjadi tahun yang tak terlupakan karena kita hidup di tengah pandemi covid-19 yang sudah banyak memakan korban dan hal itu tak dapat dipungkiri membuat kemanusiaan kita merasa cemas dan kuatir. Ketika kita mengandalkan Tuhan tidak ada yang perlu dikuatirkan karena Allah akan selalu menjaga kita dan memastikan kita selalu aman. Bersyukurlah karena Kebaikan-Nya dan Kasih-Nya tak terbatas untuk anak-anak yang dikasihi-Nya. Selamat beribadah di hari Minggu Terakhir.

Doa: Ya  Tuhan, terima kasih Engkau selalu menjaga dan melindungi kami ditengah pandemi covid-19 sampai saat ini. Amin.

Senin, 28 Desember 2020

bacaan : 1 Tawarik 16 : 7-18

Nyanyian puji-pujian Daud
7 Kemudian pada hari itu juga, maka Daud untuk pertama kali menyuruh Asaf dan saudara-saudara sepuaknya menyanyikan syukur bagi TUHAN: 8 Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! 9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! 10 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! 11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! 12 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya, 13 hai anak cucu Israel, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya! 14 Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. 15 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, 16 yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak, 17 diadakan-Nya bagi Yakub menjadi ketetapan, bagi Israel menjadi perjanjian kekal, 18 firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu."

NYANYIKANLAH SYUKUR BAGI TUHAN

Daud seorang yang mengutamakan Tuhan. Setelah selesai peletakkan Tabut Allah di kemah yang disediakan dan ritual mempersembahkan korban dilaksanakan, Daud menyuruh Asaf dan saudara-saudaranya untuk menyanyikan syukur bagi Tuhan Allah sebagai ungkapan syukur dan sukacita saat raja Daud dan bangsa Israel telah berhasil memindahkan tabut Allah ke Yerusalem. Sudah begitu lama tabut berada di tempat yang tidak semestinya, kini tabut ada di Sion, kota Daud, ibukota Kerajaan Israel. Asaf mengajak umat untuk bersyukur bagi Tuhan sebab Tuhan sudah mengikatkan perjanjian dengan Abraham, Ishak, dan Yakub menjadi perjanjian kekal. Sepanjang tahun ini, kita telah menyaksikan dan merasakan tuntunan dan penyertaan Tuhan yang luar biasa, ibarat seorang ayah yang mengasihi anaknya dan memberikan apa yang diperlukan oleh anak-anaknya, demikianlah Tuhan Allah telah menolong kita. Keluarga terkasih, sudah terlalu banyak yang Allah lakukan untuk kita, sudah terlalu banyak doa-doa kita yang dijawab-Nya, bahkan Allah memberikan jauh melebihi apa yang kita minta kepada-Nya, sebab IA tau apa yang kita perlukan. Dimasa sulit seperti sekarang ini, berkat-Nya selalu ada dan cara-Nya tak terselami untuk memenuhi apa yang kita perlukan. Ia juga selalu menjaga dan melindungi kita sampai detik ini, itu bukan suatu kebetulan, tetapi semua itu karena kasih dan anugerah-Nya semata. Sudahkah kita bersyukur untuk itu semua? Seperti apa respon syukur kita? Allah begitu baik dalam hidup kita, mari bersyukur dan bersukacita!

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk senantiasa melihat segala sesuatu dari sudut pandang-Mu, sehingga kami selalu menaikan syukur bagi-Mu. Amin.

Selasa, 29 Desember 2020

bacaan : Mazmur 118 : 28-29

28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

HATI YANG PENUH SYUKUR

Dalam nats ini terungkap rasa syukur pemazmur dari hatinya yang paling dalam kepada Allah, pemazmur meninggikan- Nya karena kebaikan-Nya yang tiada bertara dalam hidup pemazmur. Seorang  bijak  mengatakan:  “Saya  selalu  mengeluh bahwa saya tidak  memiliki sepatu  baru, sampai  akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang tidak memiliki kaki. Saya selalu mengeluh atas makanan yang tidak disukai, sampai akhirnya saya bertemu seseorang yang mengais makanan karena kelaparan. Saya selalu mengeluh atas pondok saya yang kecil, sampai akhirnya saya mendapati seseorang yang terlelap di pinggir jalan yang ramai.” Tanpa memiliki hati yang bersyukur, manusia tak pernah hidup tenang. Tiada beban yang lebih besar dan membuat jiwa sangat tertekan selain daripada tindakan seseorang yang memiliki kebiasaan suka mengeluh. Sangat mudah kita tenggelam dalam keluhan karena terlalu membesar-besarkan kelemahan dan kekurangan diri. Akhirnya, kita tidak melihat banyak berkat yang kita peroleh dan yang seharusnya disyukuri. Syukur adalah ciri seorang beriman sejati, oleh karena ia hidup dengan sikap yang positif dan selalu mengingat kebaikan Tuhan yang menjadi andalan dan sandaran hidupnya. Orang yang memiliki hati yang bersyukur itu menyenangkan hati Tuhan. Tentu ia akan hidup dalam kelimpahan pemeliharaan Tuhan dan selalu ada sukacita yang datang dari-Nya. Kehidupan orang yang suka bersyukur penuh gairah, sukacita, semangat, sehat, dan energik. Merekalah pemilik kehidupan. Keluarga terkasih, miliki hati yang bersyukur dengan belajar mengagumi hal-hal sederhana yang kita miliki sebagai anugerah Tuhan. Terima dan nikmatilah hidup “apa adanya”, Tuhan bersamamu.

Doa: Ya Tuhan ajarlah kami selalu memiliki hati yang penuh syukur. Amin

Rabu, 30 Desember 2020

bacaan : Mazmur 131 : 1-3

Menyerah kepada TUHAN

Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

SEMUA KARENA KEBAIKAN-NYA

Pasal ini adalah salah satu pasal terpendek di kitab Mazmur. Dalam pasal ini, Daud menulis mazmur yang menunjukkan kerendahan  hatinya  di  hadapan  Tuhan.  Padahal  Daud adalah salah satu orang yang diberkati oleh Tuhan secara luar biasa. Tuhan telah mengurapi Daud sejak muda, menolong Daud melawan Goliat, mendudukkan Daud sebagai raja atas bangsa Israel, menolong Daud ketika terjadi pemberontakan, hingga akhir hayatnya. Daud justru tidak ingin memegahkan diri atas segala sesuatu yang pernah dicapainya. Daud menyadari bahwa semua yang dapat ia raih dan dapat ia lakukan adalah karena pertolongan Tuhan semata. Ketika kehidupannya semakin naik, dari orang yang tidak dianggap dan dipandang sebelah mata oleh semua orang, hingga Tuhan membawanya sebagai seorang pemimpin besar dan terberkati, Daud tak pernah berhenti untuk mengucap syukur dan selalu mengingat-ingat akan kebaikan Tuhan. sebuah lagu liriknya berkata demikian: “Bukan karena kebaikanmu,   bukan   karena   fasih   lidahmu,   bukan   karena kekayaanmu, kau dipilih kau dipanggil-Nya. Bukan karena kecakapanmu, bukan karena baik rupamu, bukan karena kelebihanmu, kau dipanggil, kau dipakai-Nya. Bila engkau dapat, itu karunia-Nya, bila engkau punya semua daripada-Nya….”. Keluarga terkasih semua yang kita punya, semua yang kita miliki itu  semua  bukan  karena  kuat  dan  gagah  kita,  tetapi  karena kebaikan dan anugerahTuhan dalam hidup kita. Seperti Daud, marilah kita selalu bersyukur kepada Allah untuk setiap hal yang kita miliki dalam hidup.

Doa: Tuhan, ajarlah kami bersyukur untuk apapun yang kami miliki dalam hidup karena kebaikan-Mu. Amin.

Kamis, 31 Desember 2020

bacaan : Mazmur 90 : 1-12

Allah, tempat perlindungan yang kekal

Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. 2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. 3 Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" 4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. 5 Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, 6 di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. 7 Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut. 8 Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu. 9 Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh. 10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. 11 Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? 12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

MENGHITUNG HARI DENGAN BIJAKSANA

Setiap hari adalah hari baru dan satu hari hanya dapat kita jalani satu kali saja. Kemudian hari tersebut berganti dengan hari   berikutnya   yang   sama   lamanya   namun   berbeda keadaannya. Hari yang telah kita lalui itu sudah menjadi masa lalu dan tinggal kenangan; hari ini merupakan kesempatan, sedangkan hari-hari yang akan datang menjadi suatu pengharapan bagi kita. Karena begitu berharganya waktu, maka dalam perikop ini, Musa berdoa kepada Tuhan agar ia diberi hati yang bijaksana, sehingga dapat memperhatikan dan melewati hari demi hari dengan sungguh-sungguh, supaya tidak ada satu hari pun yang terlewatkan dengan percuma, tetapi penuh makna. Ada seorang anak kecil yang menyiapkan sebuah kado untuk ayahnya. Sang ayah  membuka  sebuah  bungkusan  besar  diikat  dengan  pita cantik. Setelah kertas kado dibuka, sang ayah melihat sebuah kotak. “Bukalah ayah”, kata si anak. Ayahpun membuka kotak itu, dan dengan perasaan kecewa ia menemukan kotak itu kosong. “Ayah, aku memasukkan beribu-ribu cintaku ke dalam kotak besar itu untuk ayah”, kata anak itu dengan penuh kasih. Kita selalu dipelihara oleh Tuhan Allah sampai dipenghujung tahun 2020 ini melewati berbagai suka – duka, manis – pahit, jatuh – bangun, dan kita tiba dengan selamat. Itu adalah kado terindah dari Tuhan, karena Tuhan sangat mengasihi kita, karena itulah kita patut bersyukur Belajar dari pengalaman iman bersama Tuhan, marilah kita menjalani hari-hari dengan lebih bijaksana sesuai dengan tuntunan dan kehendak-Nya di tahun yang baru, tahun 2021. Tersenyum dan bersyukurlah karena tahun baru menanti di depan mata. Selamat mengakhiri tahun 2020 dan selamat menyongsong tahun anugerah yang baru di 2021, Tuhan Yesus bersama kita.

Doa: Terima kasih Tuhan, kami telah tiba dipenghujung tahun ini, sertailah kami dalam setiap hari-hari yang akan dijelang. Amin.

Jumat, 1 Januari 2021

bacaan : Mazmur 121 : 1-8

TUHAN, Penjaga Israel

Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. 6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. 7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. 8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

PERTOLONGANKU HANYA DARI TUHAN

Kita patut bersyukur, telah melangkah di hari pertama tahun 2021, semua itu hanya karena pertolongan Tuhan melewati perjalanan panjang tahun 2020 yang penuh dengan berbagai peristiwa iman. Seperti pemazmur yang menyanyikan nyanyian ziarah dalam perjalanan menuju ke Bait Allah di Yerusalem, yang dikelilingi oleh perbukitan antara lain bukit Sion dan bukit Zaitun. Rupanya saat menuju ke Bait Allah, pemazmur sementara menghadapi berbagai pergumulan yang berat, ditambah dengan perjalanan pendakian yang sangat melelahkan bahkan penuh ancaman. Nyanyian ini diawali dengan pertanyaan pemazmur: “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku? (ay.1). Pertanyaan ini dijawab sendiri oleh pemazmur sebagai pengakuan imannya: “Pertolonganku ialah dari Tuhan………” (ay.2.a), Tuhanlah penjagaku, Tuhanlah naunganku….., itulah jaminan pertolongan Tuhan yang memberi kekuatan bagi pemazmur untuk terus melangkah ke Bait Allah, bahkan sepanjang perjalanan hidupnya. Pengalaman perjalanan kita di tahun 2020, bukanlah perjalanan tanpa masalah, melewati suka-duka, sakit-sehat, susah-senang sepatutnya mengajak kita untuk untuk terus memandang kepada Yesus, Tuhan kita yang tidak pernah meninggalkan kita. Dia-lah penolong kita yang selalu memberi pertolongan tepat pada waktunya. Pengakuan ini akan menguatkan kita untuk terus melangkah di tahun baru, yang penuh misteri, agar kita tidak menjadi ragu ketika menghadapi kesulitan dan persoalan. Hidup ini ibarat peziarahan iman, berserahlah selalu pada pertolongan Tuhan dan Ia akan selalu menjaga dan menaungi hidupmu.

Doa: Tuhan, kami membutuhkan pertolongan-Mu di perjalanan Tahun yang Baru, Amin.

Sabtu, 2 Januari 2021

bacaan : Mazmur 54 : 6-9

(54-6) Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. 5 (54-7) Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu! 6 (54-8) Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN. 7 (54-9) Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku.

TUHAN MELEPASKAN KITA DARI SEGALA KESESAKAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga pula”, pepatah ini dapat menjelaskan keadaan Daud yang lari dari kejaran raja Saul yang ingin membunuhnya. Daud bersembunyi di padang gurun Zif (1Sam.23:14), namun orang-orang Zifi mengkhianatinya dengan memberitahukan tempat  persembunyian Daud kepada Saul. Daud merasa hilang harapan, kemana lagi ia akan bersembunyi dan meminta pertolongan? Dalam situasi seperti itu, hanya ada satu jalan yaitu berserulah kepada Allah, sebab hanya Dia-lah yang akan memberi pertolongan dan melepaskan Daud dari segala kesesakannya. Memasuki perjalanan di tahun yang baru, tahun penuh misteri, karena tidak seorangpun yang tau bagaimana kehidupan di tahun ini. Mungkin ada orang yang sementara mengalami situasi sulit yang mengancam hidupnya, entah karena sakit penyakit, bencana alam, pandemic Covid-19, dibenci orang atau ada orang yang berniat untuk mencelakakan. Namun Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa, jika kita menghadapi kesulitan yang menyesakkan dan mengancam hidup kita, jangan pernah berharap pada pertolongan dunia ini, yang penuh dengan kepalsuan dan berbagai kepentingan. Tetapi berharaplah selalu pada pertolongan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus, karena hanya Yesus-lah yang dapat dipercaya dan diandalkan untuk menolong dan melepaskan kita dari berbagai kondisi yang sulit. Tuhan Yesus-lah yang akan melepaskan kita dari segala kesesakan yang kita alami. Berserulah pada-Nya dan berharaplah selalu pada pertolongan-Nya.

Doa: Tuhan, Kau-lah penolongku, yang melepaskan aku dari segala kesesakanku, Amin.

*sumber : SHK bulan Desember 2020 & Januari 2021, LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *