Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Januari 2021
jemaatgpmsilo.org
Tema Mingguan : ” Allah Menyatakan Diri Di Dalam Yesus Kristus “
Minggu, 03 Januari 2021
bacaan : Matius 3 : 13 – 17
Yesus dibaptis Yohanes
13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. 14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" 15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. 16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
KASIH ALLAH NYATA DI DALAM YESUS KRISTUS
Rencana penyelamatan Allah kepada manusia ciptaan-Nya sudah dimulai sejak penciptaan, ketika Allah menciptakan langit dan bumi dengan sangat baik dan Allah mempercayakan manusia untuk memeliharanya. Namun karena dosa, manusia tidak dapat melanjutkan karya penyelamatan itu. Oleh sebab itulah Allah sendiri yang datang dan menyatakan diri-Nya didalam Yesus Kristus untuk menggenapi karya penyelamatan-Nya bagi manusia dan dunia ini, dengan mengorbankan diri-Nya di Tiang Kayu Salib. Karya penyelamatan Allah yang agung itulah yang kita rayakan di Perjamuan Kudus ini sebagai peringatan bahwa Tuhan Yesus mengasihi kita dan Ia rela mengorbankan seluruh hidup-Nya di Tiang Kayu Salib untuk menebus hidup kita dari kuasa dosa. Makan dan minum disekeliling Meja Perjamuan Tuhan juga mengingatkan kita bahwa Allah terus menyertai perjalanan hidup kita di tahun baru yang akan dijelang, Allah menyediakan semua yang kita perlukan dan Allah menyelamatkan kita dari setiap ancaman dan marabahaya, asalkan kita tetap percaya dan berharap pada-Nya. Merespons kasih Allah yang nyata dalam karya penyelamatan Yesus Kristus, mengajak kita untuk mempercayakan hidup dituntun oleh-Nya dan melakukan kehendak Allah dengan setia dan taat. Membangun relasi penuh kasih dengan Allah dan sesama manusia dan juga alam ciptaan-Nya, dalam keyakinan akan kasih dan penyertaan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang tak akan pernah berakhir, kasih yang telah menyertai kita di waktu yang lampau, di saat ini dan di waktu yang akan datang. Oleh karena itu hiduplah didalam rasa syukur dan penyerahan diri kepada Allah, sambil terus mentaati semua kehendak-Nya. Itulah kekuatan bagi kita untuk melangkah dengan pasti di tahun yang baru.
Doa: Trima kasih, Tuhan Yesus. Kasih dan kemurahan-Mu membuat kami
mampu melangkah dengan pasti, Amin.
Senin, 04 Januari 2021
bacaan : Yohanes 8 : 12 – 20
Yesus adalah terang dunia
12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." 13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar." 14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, 16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. 17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; 18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku." 19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." 20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.
YESUS ADALAH TERANG DI JALAN HIDUP KITA
Bayangkan jika suatu saat kita berjalan ditengah kegelapan malam, melewati jalan yang terjal dan licin. Pasti kita akan memerlukan terang dan juga pegangan supaya tidak terjatuh. Dunia seringkali digambarkan sebagai suatu tepat yang gelap, dimana disana terjadi berbagai macam perbuatan kejahatan. Hidup di dunia yang gelap membuat manusia sulit membedakan mana yang baik dan jahat, bahkan sering terjebak untuk melakukan kejahatan karena ketidaktahuannya akan suatu kebenaran. Itulah yang terjadi dalam kehidupan orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang tidak mengerti apa yang diajarkan oleh Yesus, sebab hati dan pikiran mereka hanya terikat pada Hukum Taurat tanpa belas kasihan. Mereka ibarat hidup didalam kegelapan, dan karena itulah mereka membutuhkan terang untuk menerangi hati dan pikiran mereka. Dalam bacaan kita, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Terang: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan didalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (ay.12.b). Kehadiran Yesus membuat manusia dapat melihat terang yaitu memahami suatu kebenaran dan mampu melakukan kebenaran itu dalam seluruh kehidupannya. Kebenaran yang dimaksudkan adalah percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah, yang karena kasih-Nya, Ia rela datang kedalam dunia untuk menebus segala dosa manusia, kasih yang terus menyertai perjalanan hidup manusia ditengah berbagai tantangan dan ancaman kejahatan dunia ini. Hanya dengan memahami kebenaran itu, orang percaya akan hidup didalam terang kasih Kristus, dan mampu melihat dan membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik dan benar. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus adalah terang itu, percayalah kepada-Nya.
Doa: Tuhan, Kau-lah terang dijalan hidup kami, tolong kami untuk melangkah dalam tuntunan terang itu, Amin.
Selasa, 05 Januari 2021
bacaan : Yohanes 10 : 22 – 30
Yesus ditolak oleh orang Yahudi
22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. 23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. 24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami." 25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, 26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. 27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, 28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. 29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. 30 Aku dan Bapa adalah satu."
RASAKAN KEHADIRAN ALLAH DAN PERCAYALAH
Syalom saudaraku, semoga anda selalu sehat dan baik-baik saja. Saudaraku, suasana Natal masih kita rasakan, ornamen-ornamen Natal masih terpasang di mana-mana, lagu-lagu Natal juga masih berkumandang. Seakan kita tak ingin suasana ini berlalu.. Ya, memang seharusnya seperti itu. Natal harus kita alami sepanjang hari, agar sepanjang hari kita merasakan kehadiran Allah yang menyatakan diri-Nya di dalam Yesus Kristus, Sang Putera Natal dan Gembala Agung. Bacaan kita hari ini mengedepankan realitas kehidupan orang-orang Yahudi yang mendengar ajaran Yesus, melihat segala pekerjaan-Nya dan mengalami berbagai mujizat-Nya, namun mereka tidak dapat mengenal Dia sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup. Hal ini terlihat dalam percakapan mereka dengan Yesus, ketika mereka mengikuti perayaan hari Raya Pentahbisan Bait Allah. Orang-orang Yahudi mempertanyakan kemesiasan Yesus karena selama ini mereka merasa bimbang dan ragu tentang siapakah Yesus? Bagi Yesus, persoalannya terletak pada diri mereka sendiri yang tidak mau memberi diri untuk menjadi domba-domba-Nya. Sebab setiap orang yang bersedia menjadi domba-Nya, pasti akan mendengar dan mengenal suara Yesus sang Gembala, dan sang Gembala juga mengenal domba-domba-Nya dengan sangat baik. Mendengarkan bukan berarti hanya sekedar dengar, tetapi mendengar dengan penuh perhatian sehingga memahami apa yang didengar dan bersedia dipengaruhi oleh suara itu. Mengapa kita harus mendengarkan suara Gembala itu? Karena suara itu adalah Firman Tuhan yang membuat kita percaya dan mengenal kehendak Allah. Suara itu memberi arah kepada kita sehingga kita tahu jalan mana yang harus ditempuh untuk mendapatkan keselamatan. Ia akan selalu menopang kita sehingga bencana apapun tidak dapat merebut kita dari tangan-Nya.
Doa: Tuhan, tolong kami ‘tuk dapat merasakan kehadiran-Mu dan percaya bahwa Engkau menuntun hidup kami. Amin.
Rabu, 06 Januari 2021
bacaan : Yohanes 12 : 44 – 50
Firman Yesus yang menghakimi
44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; 45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. 46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. 47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. 48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. 49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. 50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
LIHAT, DENGAR DAN PERCAYALAH
Abdurrahman Wahid, Presiden RI yang ke-4 yang akrab dengan panggilan “Gus Dur”, pernah berkata : “Ada banyak orang beragama, tetapi tidak banyak orang yang beriman (percaya)”. Ungkapan ini mengingatkan kita pada indentitas yang disandang orang Kristen, yaitu “Orang Percaya”. Ya banyak orang Kristen menyebut dirinya dengan orang percaya dan beranggapan bahwa dengan menjadi Kristen maka ia akan selamat. Benarkah demikian? Dalam bacaan kita hari ini, Yohanes 12 : 44 – 50 Yesus mengungkapkan bahwa Ia diutus oleh Bapa untuk menghadirkan terang bagi mereka yang berada dalam kegelapan (ay 46) dan bahwa Ia memiliki hubungan yang sangat erat dengan Bapa, sehingga barangsiapa percaya kepada Yesus, percaya kepada Bapa; barangsiapa melihat Yesus, melihat Bapa; barangsiapa mendengarkan Yesus, mendengarkan Bapa (ay. 44, 45 dan 49). Percaya, melihat, dan mendengarkan adalah respons dari mereka yang mau menerima Yesus dalam hidupnya. Menerima Yesus berarti menerima Bapa, menolak Yesus berarti menolak Bapa, dan bagi yang menolak pasti ada konsekwensinya (ay 47, 48). Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa menjadi kristen bukanlah jaminan untuk selamat, tetapi mendengarkan Firman Tuhan, melihat dan merasakan kehadiran-Nya, lalu percaya dengan sungguh-sungguh kepada-Nya, yang memberikan kepada kita keselamatan dan meluputkan kita dari penghukuman. Adalah lebih baik seperti Mahatma Ghandi yang non-kristen tetapi melakukan Perkataan Yesus dari pada orang Kristen yang hidupnya tidak berpadanan dengan kehendak-Nya. Jadi menyandang gelar sebagai “orang percaya” mesti terwujud dalam sikap, tutur kata dan perilaku orang percaya, di setiap hari hidupnya, aktifitas dan kerjanya. .
Doa: Tuhan, tolong kami ‘tuk selalu mendengarkan Firman-Mu, melihat perbuatan-Mu, lalu percaya kepada-Mu. Amin.
Kamis, 07 Januari 2021
bacaan : Galatia 4 : 4 – 8
4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. 6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. 8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.
KITA PEWARIS KERAJAANNYA, KARENA KITA ADALAH ANAKNYA
Saat berdoa, kita menyapa Tuhan sebagai Bapa, seperti yang diajarkan Yesus dalam ajarannya tetang hal berdoa (Mat.6:9-13). Alkitab berkali-kali menegaskan bahwa kita telah diangkat sebagai anak Allah sehingga kita dapat berseru kepada-Nya dan memanggil Dia, “Abba, Bapa!”. Saat kita dibaptis, dalam rumusan titah dan makna baptisan dikatakan juga bahwa: Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai Anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah dan Pewaris Kerajaan Allah. Dan dalam bacaan kita hari ini, Paulus menekankan bahwa Yesus diutus Allah datang ke dunia ini dan menjadi manusia, supaya kita ditebus dan diterima menjadi “anak” (ayat 4-5) karena itu kita dapat berseru kepada Tuhan dengan sapaan “ya Abba, ya Bapa” (ay.6), dan bahwa kita bukan lagi hamba melainkan anak (ayat 7).
Nah saudaraku, memiliki status sebagai anak bukan hanya memberikan kepada kita hak sebagai pewaris tetapi hak itu disertai juga dengan kewajiban. Menjadi anak-anak Allah bukan hanya untuk menikmati pemeliharaan dan berkat-berkat-Nya saja, tetapi ada hal yang jauh lebih penting dan lebih besar daripada itu, yaitu melakukan kehendak Bapa. Karena menjadi anak bagi Allah berarti kita harus mengasihi Dia, taat dan setia kepada-Nya dalam segala hal, dan menyediakan diri kita menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya. Seseorang yang tidak menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya tidak layak disebut anak Allah.
Saudaraku, agar kita benar-benar menjadi anak Allah dan mewarisi kerajajan-Nya, marilah kita mengasihi Dia dengan segenap hati, taat dan setia melakukan kehendak-Nya dan bersedia menjadi alat bagi kemualiaan nama-Nya.
Doa: Tuhan, tolonglah kami tuk melakukan kehendak-Mu agar kami layak menjadi Anak-Mu, Amin.
Jumat, 08 Januari 2021
bacaan : Yohanes 14 : 8 – 14
8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
DEKAT TAPI TIDAK KENAL
“Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” (ay.8), ini adalah permintaan Filipus kepada Yesus. Walaupun Filipus yang menyampaikannya, namun keberadaan Filipus sebetulnya memberi gambaran tentang keberadaan para murid pada umumnya. Dengan permintaan ini, Filipus dan para murid sedang memperlihatkan kegagalan mereka memahami Yesus dan ajaran-ajaran-Nya. Padahal mereka memiliki kedekatan yang begitu erat dengan Yesus. Setiap hari mereka berada bersama Dia, mendampingi-Nya dari kota ke kota, mendengarkan ajaran-ajaran-Nya dan menyaksikan berbagai perbuatan besar dan ajaib yang dilakukan-Nya. Kedekatan ini mestinya membuat mereka lebih cepat memahami apa yang dimaksudkan Yesus dalam setiap perkataan-Nya. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, mereka tidak memahami perkataan-perkataan Yesus. Permintaan Filipus ini dijawab dengan penjelasan yang sangat sederhana oleh Yesus, namun sekaligus menjadi teguran bagi Filipus, juga murid lainnya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?” (ay.9.a).”Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” (ay.10.a). Filipus belum percaya sungguh-sungguh akan otoritas yang dimiliki Yesus. Karena itu Yesus mengajak Filipus untuk percaya bahwa Diri-Nya dan Bapa adalah satu. Saudaraku, seringkali kita juga seperti Filipus, kita begitu dekat dengan Yesus dalam ibadah-ibadah kita, kita rajin membicarakan Firman-Nya, kita mengalami banyak perbuatan kasih-Nya, tapi ternyata kita tidak mengenal Dia dengan baik. Kita meragukan kuasa-Nya dan mempertanyakan keilahian-Nya, dan yang lebih parah kita menduakan diri-Nya dengan kuasa lain. Mengawali perjalanan di tahun yang baru penuh misteri, percayalah kepada Yesus, berharaplah pada-Nya dan lakukanlah kehendakNya.
Doa: Tuhan, tolong kami untuk mengenal-Mu dengan baik dan selalu percaya kepada-Mu. Amin.
Sabtu, 09 Januari 2021
bacaan : Yohanes 17 : 1 – 8
Doa Yesus untuk murid-murid-Nya Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. 2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. 3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. 4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. 5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. 6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. 7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. 8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
DOA YESUS MENYERTAI KITA
Saudaraku, dalam bacaan kita hari ini, Yesus menyampaikan doa-Nya kepada Bapa-Nya, sebuah aktifitas yang sering dilakukan-Nya. Dan sebelum Yesus memasuki seluruh fase penderitaan-Nya, Ia berdoa kepada “Bapa-Nya” : “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau” (ay.1.b). Yesus merasa bahwa, telah tiba saatnya Ia akan memasuki puncak penggenapan karya penyelamat-Nya atas manusia dan dunia ini, yaitu : menderita sengsara di tiang Kayu Salib. Karena itulah Ia berdoa meminta kuasa dan kemuliaan Allah berlaku dalam seluruh karya-Nya. Dalam doa ini Yesus memperlihatkan keakraban-Nya dengan Allah Bapa, tetapi juga kerendahan hati-Nya melalui sikap menengadah dan juga dengan sapaan “Bapa” dan “Anak-Mu”. Saudaraku, Yesus telah menunjukkan teladan yang baik bagi kita. Sekalipun di tengah kesibukan-Nya berkarya dan melayani, Ia mengambil waktu untuk berdoa. Dalam doa-Nya Ia bersyukur kepada Allah dan menyerahkan seluruh pelayanan dan pekerjaan yang sudah dan akan dikerjakan-Nya. Hal ini menunjukan kerendahan hati-Nya untuk berserah kepada kehendak Allah dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri, sekalipun Ia adalah Allah yang sedang menjadi manusia. Ia juga berdoa bagi murid-murid-Nya, mereka yang menyertai Dia dalam pekerjaan pelayanan-Nya agar mereka dijaga, dipelihara dan diberkati hidupnya sehingga dapat meneruskan pekerjaan pelayanan yang sudah dikerjakan-Nya bersama mereka. Saudaraku, Doa Yesus adalah doa bagi kehidupan dan keselamatan kita, karena itu yakinlah bahwa doa Yesus menyertai kita dan menguatkan kita dalam berbagai tugas dan kerja yang sedang kita lakukan, termasuk perjalanan hidup kita ditengah ancaman pandemi Covid-19.
Doa: Tuhan, ajarlah kami berdoa dengan rendah hati seperti Engkau agar kami semakin dekat dengan-Mu. Amin.
*Sumber : SHK terbitan Januari 2021, LPJ-GPM

