fbpx

Santapan Harian Keluarga, 28 Feb – 6 Maret 2021

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : “Tuhan Tidak Memandang Hina Kesengsaraan Orang Tertindas

Minggu, 28 Februari 2021 

bacaan : Mazmur 22 : 23 – 31

22 (22-23) Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah: 23 (22-24) kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel! 24 (22-25) Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya. 25 (22-26) Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia. 26 (22-27) Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! 27 (22-28) Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. 28 (22-29) Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa. 29 (22-30) Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup. 30 (22-31) Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang. 31 (22-32) Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.

TETAP MEMUJI TUHAN DALAM SUSAH MAUPUN SENANG

Durian adalah buah yang banyak digemari kita, sebab isinya manis, enak, dan lezat. Untuk menikmati isi buah durian yang manis, enak, dan lezat tersebut kita harus membelah buah durian yang penuh duri. Penuh kehati-hatian sebab harus mengikuti alur atau jalannya. Jika tidak hati-hati, maka pasti akan tertusuk duri buah durian sehingga bisa menyebabkan rasa sakit. Jika duriannya sudah terbelah, barulah kita dapat menikmati buahnya yang manis, enak, dan lezat tersebut.

Ilustrasi buah durian ini hendak menegaskan bahwa untuk menikmati sesuatu yang baik, dibutuhkan perjuangan bahkan pengorbanan meskipun untuk itu harus mengalami rasa sakit.

Dalam bacaan Firman Tuhan ini, pemazmur mengungkapkan bahwa penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh umat Tuhan bukanlah akhir dari hidup, sebab dibalik duka ada suka, dibalik susah ada senang. Karena itu, di ayat 23, pemazmur katakan jangan takut, Tuhan tidak memandang hina umatNYA yang tersakiti sepanjang penderitaan itu diakibatkan oleh kerendahan hati kita dan karena kita adalah orang-orang yang mencari dan memuji-muji Tuhan. Selama Tuhan tidak pernah merasa hina dan jijik akan kesengsaraan orang tertindas, serta sepanjang Tuhan tidak menyembunyikan wajahNYA kepada kesengsaraan orang tertindas tersebut, maka janganlah takut dan putus asa terhadap apapun yang kita alami.

Sama seperti dibalik buah durian yang berduri ada kenikmatan, percayalah dibalik penderitaan dan kesengsaraan hidup orang benar ada kebahagian. Karena itu, jadilah terus keluarga Kristen yang senantiasa mencari Tuhan, dan hidup dalam kerendahan hati.

Doa: Ya Tuhan, janganlah pernah tinggalkan kami dalam keadaan susah maupun senang, suka dan duka, amin

Senin, 01 Maret  2021   

bacaan : Mazmur 102 : 13 – 21  

12 (102-13) Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun. 13 (102-14) Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya. 14 (102-15) Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya. 15 (102-16) Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu, 16 (102-17) bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, 17 (102-18) sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka. 18 (102-19) Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN, 19 (102-20) sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi, 20 (102-21) untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

TUHAN YESUS SETIA MEMPERHATIKAN ORANG YANG MENDERITA

Tuhan Yesus setia, Dia sahabat kita, dalam s’gala susah-ku, selalu menghibur-ku. Dia mengerti bahasa, tetesan air mata. Waktu badai mengamuk dan gelombang menderu, Tuhan Yesus setia” Lirik lagu ini menggambarkan sebuah pengakuan bahwa di tengah penderitaan, susah dan sengsara, hanya ada satu yang setia, yaitu Yesus Tuhan kita. Lagu ini pun menggambarkan keberadaan pemazmur 102, yang merupakan sebuah doa dari seseorang yang menderita dan sangat tertekan. Menghadapi penderitaan itu pemazmur mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya secara jujur dan berani, tidak ada yang ditutupi, apa yang dia alami, apa yang dia rasakan, dan apa yang dia butuhkan. Sebuah doa sepatutnya diungkapkan dengan jujur dan berani untuk membuka diri dihadapan Tuhan. Memang Tuhan sangat tahu keberadaan kita, tetapi Dia menghendaki agar kita jujur dan berani membuka diri dihadapan-Nya. Pemazmur dengan penuh keyakinan mengatakan bahwa: “Tuhan memandang dari Sorga ke bumi, untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang yang ditentukan mati dibunuh” (ay.20.b-21). Apa yang membuat pemazmur tetap yakin dan menaruh kepercayaannya kepada Tuhan? Pertama, pemazmur meyakini bahwa Allah itu kekal dan berkuasa penuh tetapi IA sangat memperhatikan orang – orang yang lemah dan menderita. Kedua, pemazmur meyakini bahwa Allah itu setia dan tidak berubah. Kesetiaan Allah tidak dapat dibatasi dan dipengaruhi oleh waktu dan keadaan manusia, bahwa manusia dapat  berubah menjadi baik atau buruk, tetapi Tuhan tidak berubah, ia tetap sama baik kemarin, hari ini dan selamanya. Manusia bisa berubah tidak setia tetapi Allah dalam Yesus tetap setia dan tetap mengasihi umat-Nya. Kasih dan setia Tuhan itu kekal dan tidak berubah.

Doa: Terima kasih Tuhan, atas kasih setia-Mu yang tak berubah, Amin.

Selasa, 02 Maret 2021  

bacaan : Mazmur 109 : 1 – 5

Doa seorang yang kena fitnah

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Ya Allah pujianku, janganlah berdiam diri! 2 Sebab mulut orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku, mereka berbicara terhadap aku dengan lidah dusta; 3 dengan kata-kata kebencian mereka menyerang aku dan memerangi aku tanpa alasan. 4 Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh aku, sedang aku mendoakan mereka. 5 Mereka membalas kejahatan kepadaku ganti kebaikan dan kebencian ganti kasihku.

TERUSLAH BERBUAT BAIK, WALAUPUN DIBENCI

Hati pembenci tidak pernah damai, pikiran pembenci tidak pernah bersih, dan mata pembenci tidak betul-betul terpejam, membenci itu meletihkan dan merusak kehidupan”, (Mario Teguh). Ungkapan ini menggambarkan bahwa hidup dalam kebencian tidak membuat orang yang membenci itu merasakan damai. Mazmur 109:1-5, merupakan doa dari Daud yang hidup ditengah realitas orang-orang yang membencinya bahkan sering memfitnahnya. Mereka membalas kejahatan ganti kebaikannya, membalas kebencian ganti kasihnya, padahal ia selalu mendoakan mereka. Ibarat pepatah yang mengatakan: “seperti air susu dibalas dengan air tuba”. Pemazmur tidak tahan lagi dengan semua kenyataan itu dan ia menghadap Tuhan dalam doanya, ia bermohon agar Tuhan Allah akan mendatangkan keadilan dan kebaikan bagi dirinya. Pemazmur memanggil Allah sebagai “pujianku” dan berharap bahwa Allah tidak berdiam diri, sebab hanya Tuhan-lah yang dapat menolongnya. Ia meyakini bahwa Tuhan Allah tidak memandang hina orang yang menderita karena difitnah dan diperlakukan dengan sangat kejam. Tuhan Allah akan bertindak untuk memberi pertolongan dengan cara-Nya yang ajaib. Bagaimana dengan hidup saudara-saudari, mungkin saat ini ada yang mengalami kekecewaan dan sakit hati karena sering difitnah, atau ada yang menderita  karena diperlakukan dengan kejam dan tidak adil. Hari ini kita belajar dari sikap pemazmur yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi menyerahkan semua persoalannya dalam doa dan permohonan kepada Tuhan Allah, sebab mata Tuhan tertuju kepada orang yang berseru minta tolong dan Tuhan akan bertindak tepat pada waktunya untuk memberi keadilan.

Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk selalu berbuat baik, walaupun sering disakiti, amin

Rabu, 03 Maret 2021   

bacaan : Markus 5 : 25 – 34

25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

SPIRITUALITAS YANG MENYEMBUHKAN DAN MEMBEBASKAN

Menderita sakit pendarahan bagi seorang perempuan merupakan bagian dari persoalan organ reproduksinya, dan setiap perempuan yang mengalami pendarahan pasti akan merasakan penderitaan yang berat, apalagi bagi seorang perempuan “tak bernama” yang diceriterakan oleh Markus dalam bacaan kita ini. Diceriterakan bahwa perempuan ini telah mengalami pendarahan selama 12 tahun. Dapatkah kita membayangkan rasa sakit yang dialami olehnya dan betapa lemahnya perempuan ini. Pada waktu itu, bagi seorang perempuan yang mengalami pendarahan, akan dianggap tidak bersih atau najis dan oleh sebab itu tidak ada seorangpun yang mau menyentuhnya, bahkan diapun tidak diizinkan menyentuh orang lain. Karena itu dapat dibayangkan bahwa perempuan ini menjalani penderitaannya selama 12 tahun seorang diri, tanpa ada orang lain yang mendampinginya, bahkan orang yang terdekat sekalipun. Di tengah penderitaannya yang hebat, perempuan ini ternyata memiliki spiritualitas yang mendorongnya untuk berjumpa dengan Yesus. “Asal ku jamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh” (ay.28), demikianlah kata perempuan itu, yang menampakkan keyakinan iman dan pengharapannya kepada Yesus. Walaupun ia harus menjumpai Yesus secara diam-diam, bahkan hanya dari belakang untuk menjamah jubah Yesus, sebab pasti ia tidak diizinkan untuk menyentuh jubah Yesus, apalagi dari depan. Ketika Yesus merasakan ada orang yang menjamah jubah-Nya dan ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, sesungguhnya Yesus ikut merasakan penderitaan perempuan itu dan juga penderitaan kita semua. Jika saat ini saudara sementara mengalami penderitaan karena sakit penyakit ataupun karena dikecewakan, diabaikan dan ditelantarkan, berharaplah selalu pada Yesus, jumpailah DIA setiap saat dalam doa dan percayalah bahwa Yesus akan memulihkan-mu.

Doa: Tuhanku, pulihkanlah kami dari berbagai cengkeraman penyakit. Amin.

Kamis, 04 Maret 2021    

bacaan : Mazmur 14 : 1 – 6

Kebebalan manusia

Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. 2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. 3 Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 4 Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada TUHAN? 5 Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar. 6 Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas, tetapi TUHAN adalah tempat perlindungannya.

TUHANLAH TEMPAT PERLINDUNGAN BAGI ORANG TERTINDAS

Tempat perlindungan memiliki makna yang sangat penting bagi setiap orang yang ada dalam masalah dan pergumulan berat. Sebab di tempat itu diharapkan ada perlindungan dan rasa aman, ada penghiburan dan kekuatan. Pemazmur katakan: “Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas, tetapi Tuhan adalah tempat Perlindungannya” (ay.6). Pemazmur menggambarkan keadaan dirinya dan orang-orang yang tertindas sebagai kelompok orang yang menderita karena perbuatan jahat dari orang-orang fasik, yaitu orang yang tidak mengenal Allah. Orang fasik digambarkan sebagai orang bebal, yang selalu merancangkan jahat, suka mengolok-olok, dan senang menghancurkan hidup orang lain. Namun demikian, pemazmur meyakini bahwa Allah berpihak kepada orang yang menderita karena menjadi korban perbuatan jahat orang fasik. Artinya bahwa ditengah berbagai persoalan dan penderitaan yang dialami oleh pemazmur dan orang-orang disekitarnya, mereka meyakini bahwa Allah tidak akan meninggalkan mereka. Oleh sebab itulah pemazmur membuat suatu pernyataan iman bahwa, ketika orang fasik mengolok-olok orang tertindas maka Tuhan akan menjadi tempat perlindungan bagi mereka. Pemazmur ingin menegaskan bahwa, tempat yang paling aman sebagai perlindungan di kala susah dan sengsara adalah Tuhan Allah kita, dan sebagai penolong dalam kesesakkan sangat terbukti. Bagaimana dengan kita sebagai orang percaya, ketika menghadapi persoalan hidup yang berat, yang menyebabkan kita merasa tidak nyaman, kemanakah kita mencari perlindungan? Pengalaman membuktikan bahwa perlindungan yang diberikan oleh manusia hanyalah sementara, tetapi ketika kita berserah kepada-Nya, maka IA, Tuhan kita akan menyediakan diri-Nya menjadi tempat perlindungan bagi kita.

Doa: Tuhan Yesus, jadilah tempat perlindungan bagi kami, umat-Mu. Amin. 

Jumat, 05 Maret 2021      

bacaan : Mazmur 138 : 6 – 7

6 TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh. 7 Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.

TUHAN PEDULI PADA MEREKA YANG HINA DAN TERTINDAS

Tuhan itu maha kuasa, Ia mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Karena itu, tidak ada seorangpun yang dapat menyembunyikan diri, baik perasaan, perkataan maupun perbuatannya di hadapan Tuhan. Hal ini yang diyakini oleh pemazmur 138:6-7. Pemazmur meyakini bahwa Tuhan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari semua ciptaan-Nya. Dari tempat yang  tinggi, Tuhan melihat semua yang terjadi dalam kehidupan manusia. Orang yang hina dan sombong tidak lepas dari perhatian-Nya. Tuhan peduli terhadap mereka yang hina dan tertindas. Kepeduliaan Tuhan nampak dalam tindakan-Nya yang menolong, menyelamatkan dan membebaskan mereka yang hina dan tertindas dari sikap orang-orang yang sombong. Apa yang disaksikan oleh pemazmur 138:6-7 didasarkan pada pengalaman imannya. Dia mengalami pertolongan dan penyelamatan Tuhan, ketika dia berada dalam keadaan yang tertindas dan terancam. Keyakinan iman pemazmur ini memberikan kekuatan iman kepada kita  bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia yang hina dan terancam, baik karena perbuatan sesama manusia, maupun karena berbagai bencana termasuk ancaman covid-19. Tuhan akan segera bertindak untuk memberi pertolongan tepat pada waktunya, dan menyelamatkan manusia dari berbagai ancaman marabahaya yang mendatangkan penderitaan. Kita pun masih hidup ditengah ancaman pandemi covid-19, karena itu kita diminta untuk  mempercayakan seluruh hidup hanya kepada Tuhan dan setia melakukan seluruh kehendak-Nya.

Doa: Tuhan selamatkan kami dari berbagai ancaman termasuk pandemi covid-19, amin

Sabtu, 06 Maret 2021         

bacaan : Ratapan 3 : 49 – 66

49 Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya, 50 sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga. 51 Mataku terasa pedih oleh sebab keadaan puteri-puteri kotaku. 52 Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab. 53 Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu. 54 Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: "Binasa aku!" 55 "Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. 56 Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku! 57 Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" 58 "Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. 59 Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku, ya TUHAN; berikanlah keadilan! 60 Engkau telah melihat segala dendam mereka, segala rancangan mereka terhadap aku." 61 "Engkau telah mendengar cercaan mereka, ya TUHAN, segala rancangan mereka terhadap aku, 62 percakapan orang-orang yang melawan aku, dan rencana mereka terhadap aku sepanjang hari. 63 Amatilah duduk bangun mereka! Aku menjadi lagu ejekan mereka." 64 "Engkau akan mengadakan pembalasan terhadap mereka, ya TUHAN, menurut perbuatan tangan mereka. 65 Engkau akan mengeraskan hati mereka; kiranya kutuk-Mu menimpa mereka! 66 Engkau akan mengejar mereka dengan murka dan memunahkan mereka dari bawah langit, ya TUHAN!"

TUHAN BERTINDAK MENOLONG MEREKA YANG TERTINDAS

Dalam kenyataan hidup berkeluarga, bergereja dan bermasyarakat, ada banyak orang yang menderita karena berbagai perlakuan kekerasan, ketidakadilan dan penindasan. Akibatnya ialah mereka mengalami penderitaan secara lahir dan batin. Penderitaan hidup yang demikian sering membuat mereka  tidak berdaya dan hidup dengan air mata. Di tengah kenyataan hidup yang demikian, firman Tuhan dalam Ratapan 3:49-66, memberikan kekuatan dan penghiburan berdasarkan kesaksian sang peratap. Berawal dari ratapannya dan air matanya yang terus bercucuran, peratap berseru kepada Tuhan: “Ya Tuhan, aku memanggil Nama-Mu dari dasar lobang yang dalam” (ay.55), dan kemudian ia mendengar suara Tuhan yang mengatakan: “Jangan Takut” (ay.57.b). Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan melihat apa yang diderita dan air mata mereka yang mengalami penindasan. Tuhan mendengar dan memperjuangkan perkaran mereka. IA memberi pertolongan tepat pada waktunya. Allah juga memberi keadilan kepada setiap orang yang mengalami penderitaan karena penindasan, tetapi mereka diminta untuk mempercayakan hidup mereka dalam tangan Tuhan. Firman Tuhan juga mengingatkan setiap orang yang melakukan kekerasan atau penindasan, bahwa Tuhan akan membalas segala kejahatan yang mereka lalukan terhadap orang-orang yang lemah dan tertindas. Karena itu, setiap orang harus sadar dan melakukan apa yang baik dan benar di mata Tuhan. Tuhan Yesus mengasihi semua orang yang melakukan kebaikan.

Doa: Ya Tuhan bebaskanlah kami dari penindasan. Amin.

*sumber : SHK bulan Maret 2021, LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *