fbpx

Santapan Harian Keluarga, 7-13 Maret 2021

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : “Kami Memberitakan Kristus Yang Disalibkan

Minggu, 07 Maret 2021       

bacaan : 1 Korintus 1 : 18 – 25

Hikmat Allah dan hikmat manusia
18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 19 Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." 20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. 22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. 25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

KAMI MEBERITAKAN KRISTUS YANG DISALIBKAN

Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus (1 Kor. 1:18-25), ia menjelaskan tentang hikmat Allah dan hikmat manusia. Dalam pemahaman Yahudi bahwa pilihan untuk mengikuti jalan penderitaan atau jalan salib adalah suatu kebodohan, Rasul Paulus ingin menjelaskan bahwa justru orang yang tidak mau mengambil jalan pengorbanan, jalan penderitaan, jalan salib dalam tugas dan pekerjaannya adalah orang yang hanya mengandalkan hikmat kemanusiaannya, yang tidak mau memberi diri untuk dipimpin oleh hikmat Allah dan tidak merelakan dirinya untuk melakukan kehendak Allah. Oleh karena itu, maka ajakan Rasul Paulus untuk memberitakan Kristus yang disalibkan, adalah ajakan untuk memberi diri melakukan semua kehendak-Nya. Semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dipanggil dan diberi tanggungjawab untuk memberitakan kasih dan kemurahan Tuhan Yesus bagi dunia ini. Setiap orang percaya diutus untuk memberitakan Yesus Kristus yang menderita, mati tersalib dan bangkit dari antara orang mati, karena kasih-Nya yang ajaib untuk menyelamatkan manusia dan semua ciptaan. Tugas pemberitaan itu dilaksanakan oleh orang-orang percaya melalui hidup dan karya yang menghadirkan kasih dan kemurahan Tuhan Yesus dalam kehidupan manusia dan semua ciptaan. Tugas pemberitaan ini sering menghadapkan orang-orang percaya dengan  berbagai tantangan iman. Hal ini disebabkan karena tidak semua orang mau menerima pemberitaan orang-orang percaya kepada Yesus tentang Salib. Salib adalah lambang penderitaan Yesus yang membebaskan dan menyelamatkan manusia dan dunia ini dari hukuman Allah karena dosa manusia. Karena itu Firman Tuhan mengingatkan orang-orang percaya untuk terus memberitakan siapa Yesus yang tersalib melalui hidup dan karya mereka. Sekalipun di tengah tantangan dan penolakan.

Doa: Tuhan kuatkan kami untuk terus memberitakan Yesus yang tersalib. amin

Senin, 08 Maret 2021      

bacaan : Filipi 3 : 1b – 11

(3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. 2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, 3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. 4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: 5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. 7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, 9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. 10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

HIDUP KARENA ANUGERAH KESELAMATAN

Orang yang percaya kepada Kristus Yesus adalah orang telah mati dan bangkit bersama Yesus. Mati karena dosa-dosa mereka dan bangkit dalam suatu cara hidup yang baru. Hidup yang bukanlah lagi sesuai dengan kemauan mereka dan tuntutan kepercayaan mereka yang lama. Tetapi hidup sesuai dengan kehendak Allah sebagai tuntutan hidup yang baru. Pengalaman hidup ini yang dialami oleh Paulus, seorang Yahudi yang saleh, tetapi kemudian menerima Kristus Yesus dalam hidupnya. Akibatnya ialah ia meninggalkan cara hidupnya yang lama dan menjadi pengikut Yesus yang setia. Karena itu, dia mau membagi pengalaman imannya dan memberikan kekuatan iman bagi orang-orang percaya di Filipi, menghadapi tuntutan orang-orang Yahudi yang mewajibkan sunat sebagai syarat keselamatan. Tetapi menurut Paulus keselamatan itu diterima oleh orang percaya karena iman mereka kepada Kristus Yesus. Siapa yang percaya kepada Kristus yang menderita, disalibkan, mati dan bangkit dari antara orang mati, ia telah menerima anugerah keselamatan dari Allah. Karena itu, janganlah lagi mau memberi diri pengaruhi oleh keyakinan yang lain. Pesan firman Tuhan ini juga diampaikan kepada kita, bahwa kalau kita percaya kepada Kristus Yesus, berarti kita telah menerima anugerah keselamatan dari Allah. Karena itu, tetaplah hidup di dalam Kristus Yesus, dengan terus melakukan kehendak-Nya yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama manusia.

Doa: Ya Tuhan, kuatkan iman dan pengharapan kami kepada-Mu. Amin.

Selasa, 09 Maret 2021   

bacaan : Filipi 3 : 12 – 16

12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. 15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. 16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

HIDUP ADALAH PERJUANGAN UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

Syukur kepada Tuhan Yesus, yang masih memberikan kehidupan bagi kita hingga di hari ini. Kesempatan hidup yang masih diberikan ini sesungguhnya bertujuan agar kita dapat memperjuangkan kehidupan menjadi lebih baik dari pada  sebelumnya. Hal inilah yang dipercaya oleh Rasul Paulus ketika dia menjelaskan bagaimana perjalanan hidupnya dalam menikmati proses pembentukan diri bagi masa depan hidupnya. Ini sesuatu yang luar biasa, seseorang yang dahulunya terkenal sebagai orang yang jahat, penghambat Injil dan orang-orang yang percaya kepada Yesus, tetapi sekarang menjadi orang yang dipakai Tuhan dalam membangun jemaat-jemaat dan menyebarkan Injil Kristus kepada banyak orang. Apa yang terjadi pada masa lalu Paulus adalah sesuatu yang dilihat Tuhan sebagai jalan untuk menunjukkan bagaimana kemahakuasaan-Nya dalam menyatakan cinta kasih kepada seseorang yang telah berulang kali menyakiti hati-Nya. Tetapi ketika Tuhan menyapanya didepan pintu Damsyik, tujuan hidup Paulus berubah total. Bagi Paulus, hidupnya kini adalah hidup untuk Tuhan. Paulus sanggup melupakan sejarah kelam masa lalunya karena tahu bahwa Tuhan dapat menggunakan kehidupannya yang kelam itu untuk membawa banyak orang hidup dalam pertobatan. Sebagaimana halnya Paulus, kita juga adalah orang-orang yang telah disapa oleh Yesus dan terus menikmati anugerah-Nya setiap  hari. Sebab itu, kita pun dipanggil oleh Yesus untuk menjadi orang-orang yang terus memberitakan Kristus yang tersalib melalui kata dan perbuatan kita, agar melalui kehidupan kita orang lain dapat hidup dalam pertobatan dan menikmati kasih Tuhan Yesus dalam hidupnya.

Doa:  Tuhan, tolonglah kami untuk terus menjadikan hidup ini lebih baik dari hari ke hari, Amin.

Rabu, 10 Maret 2021    

bacaan : 2 Timotius 4 : 1 – 8

Penuhilah panggilan pelayananmu

Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

SETIA MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN SAMPAI AKHIR HIDUP

Dalam teks ini, Rasul Paulus memberi pesan kepada Timotius agar ia setia memenuhi panggilan pelayanannya, secara   khusus panggilannya untuk memberitakan Injil. Paulus mencontohkan dirinya sendiri bahwa kendatipun ia mengalami banyak penderitaan sebagai konsekwensi ketika ia menjalankan panggilan   memberitakan Injil, ia tetap melakukannya dengan setia kepada Tuhan. Sebab itu, Paulus berharap Timotius dapat menjadi pemberita Firman yang setia. Kesetiaan  itu dinampakkan dalam kesiapan dan kesediaannya memberitakan Firman baik atau tidak baik waktunya. Itu artinya tersedia kesempatan bagi Timotius disetiap waktu dan kondisi untuk memberitakan Injil. Kesetiaan itu juga nampak dalam hal kemampuannya menguasai diri dalam segala hal lalu menunaikan tugas pelayanan itu dengan baik. Paulus mengibaratkannya seperti seorang atlit yang harus setia berlomba sampai mencapai garis finish dengan baik. Karena yang dapat mencapai garis finish sajalah yang akan menerima penghargaan. Harapan dalam pesan ini bukan hanya  ditujukan kepada Timotius tetapi juga kepada kita semua yang terpanggil sebagai para pelayan Tuhan dan umat yang  percaya kepada Tuhan Yesus. Kita semua mendapatan panggilan untuk terus memberitakan Injil. Karena itu marilah kita menjalankan tugas panggilan pelayanan dan pemberitaan Firman Tuhan itu dengan sungguh-sungguh, dalam kesetiaan dan pengendalian diri. Kendatipun ada tantangan dan resiko yang akan dihadapi dalam pelaksaanaan tugas itu, tetapi kita harus yakin bahwa Tuhan Allah dalam Yesus Kristus yang mempercayakan panggilan ini akan menyertai dan memberikan kekuatan bagi kita untuk melaksanakannya.

Doa:  Tuhan, mampukanlah kami untuk setia menjalankan pelayanan dan pemberitaan Frman Tuhan hingga akhir, Amin.

Kamis, 11 Maret 2021    

bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 30 – 31

Paulus memberitakan Kerajaan Allah di Roma
30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

MEMBERITAKAN KRISTUS YANG DISALIBKAN, BUKAN SUATU BEBAN

Memberitakan Kristus yang disalibkan adalah tugas dan panggilan pokok dalam kehidupan setiap orang Kristen, yaitu mengakui, mengimani, dan mengikuti Yesus di jalan penderitaan-Nya. Membritakan Kristus yang disalibkan mesti menyatu dan menyata dalam setiap kata dan setiap perbuatan, sebagaimana yang dilakukan oleh rasul Paulus. Ia membritakan Kristus yang disalibkan melalui: kesediaannya untuk dua tahun penuh tinggal di rumah yang disewanya sendiri di kota Roma; ia mau menerima semua orang yang datang kepadanya; dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa, ia membritakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus. Bagi Paulus, bukan suatu beban bila ia menghabiskan uang pribadi untuk membritakan Kristus yang disalibkan; bukan suatu beban bila ia tinggal di Roma selama dua tahun penuh untuk memberitakan Kristus yang disalibkan; bukan suatu beban bila ia menerima semua orang yang datang padanya; bukan suatu beban bila ia  berbicara terus terang tentang Kristus yang disalibkan tanpa rasa takut; bukan suatu beban bila ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang di Roma yang baru dikenalnya. Mengapa Paulus seperti itu? karena, Paulus tidak salah mengenal dan tidak salah memahami Kristus sehingga ia berkata: “Karena bagiku adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil.1:21). Jadi, seluruh hidup Paulus difokuskan untuk memberitakan Kristus yang disalibkan. Jadi, seluruh hidup seorang Kristen difokuskan untuk memberitakan Kristus yang disalibkan dalam kata dan perbuatan yang rela menderita bagi kehidupan banyak orang. Orang akan memahami Kristus melalui tutur kata dan perbuatan orang Kristen yang berani bersaksi, rela berkorban, dan mau melayani semua orang tanpa pamrih, tanpa batas status sosial.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk memberitakan Kristus yang Disalibkan, Amin.

Jumat, 12 Maret 2021            

bacaan : 2 Timotius 2 :  1 – 13

Panggilan untuk ikut menderita

Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. 8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. 9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. 11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; 12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; 13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

RESIKO MEMBERITAKAN KRISTUS YANG DISALIBKAN

Jika karena kesalahan dan pelanggaran maka seseorang diperlakukan sebagai penjahat, maka itu sangat wajar. Sebaliknya, jika dalam keadaan tak bersalah, lalu seseorang harus dibelenggu sebagai penjahat, apakah itu wajar? Pasti tidak semua orang mau menerimanya, tetapi setiap orang Kristen wajib menerimanya!!!. Sebagaimana jalan Yesus adalah jalan penderitaan, demikianlah jalan para murid-Nya atau orang Kristen. Sebagaimana Yesus menderita bukan karena kesalahan dan pelanggaran, demikian juga para murid-Nya atau orang Kristen. Mereka menderita bukan karena kesalahan dan pelanggaran tetapi karena membritakan Injil Kristus, seperti yang dialami oleh rasul Paulus. Ia harus menderita,  malah dibelenggu sebagai seorang penjahat. Paulus menjalani risiko itu sebagai seorang prajurit yang baik dari Tuhan Yesus; ia selalu berupaya untuk berkenan kepada komandan-Nya. Paulus mengalaminya: sekalipun ia dibelenggu sebagai seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. Seperti kata Firman: “Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia. Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya”. (ay.11-13). Itulah sumber kekuatan Paulus sehingga ia sabar menanggung semua itu, juga supaya semua orang mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Jadi, setiap risiko yang timbul sebagai akibat dari tugas memberitakan Injil, sepatutnya membuat orang Kristen atau para murid Yesus bersukacita, karena mendapat kesempatan besar untuk mengajak dan membawa orang lain mengalami kasih Allah yang menyelamatkan. Lebih baik menderita karena berbuat baik, jika itu dikehendaki Allah, sebab IA memberkati kita.

Doa: Tuhan, aku bersyukur untuk penderitaan karena InjilMu. Amin.

Sabtu, 13 Maret 2021       

bacaan : 2 Tesalonika 2 : 13 – 17

Dipilih untuk diselamatkan
13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

DI PILIH UNTUK DISELAMATKAN

Tim sepakbola nasional Indonesia ketika menyeleksi dan merekrut calon-calon pemain muda yang handal dan berbakat, pasti melalui sebuah proses seleksi yang ketat dan berat. Bukan sebarang pula para pemain sepakbola ini dipilih dari sekian ratus juta rakyat Indonesia dan  menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka ketika dipilih Demikianpun halnya dengan pilihan Allah atas kehidupan jemaat Tesalonika untuk memperoleh keselamatan kekal dalam kasih Kristus. Rasul Paulus menegaskan hal tersebut bagi jemaat yang mesti disambut dengan ucapan syukur. Atas pilihan itu, jemaat Tesalonika selalu diingatkan akan panggilan mereka untuk tetap setia dalam iman dan keyakinan kepada Kristus yang mereka beritakan dan saksikan melalui seluruh kehidupan mereka. mereka memberitakan tentang cinta kasih Kristus yang menderita, mati dan bangkit demi kehidupan dan keselamatan kekal yang telah mereka miliki. Pun juga kita sebagai keluarga Kristen, papa, mama dan anak-anak yang telah dipilih dan diselamatkan dalam karya keselamatan Tuhan Yesus Kristus. Sukacita besar ini patut kita syukuri dengan tetap setia dalam panggilan kita untuk memberitakan tentang cinta kasih Kristus yang menderita, mati dan bangkit untuk keselamatan kita sekeluarga, semua orang percaya dan dunia ini. Ketika kita berada diminggu sengsara Tuhan Yesus ke-4 ini, maka kita terus memberitakan Kristus yang tersalib melalui sikap dan perilaku kita. Jangan sampai kita menyalibkan Kristus dengan sikap dan perilaku hidup kita. Untuk itu marilah kita memohon tuntunan kuasa Roh Kudus agar memampukan kita untuk dapat melakukan tugas panggilan dan kesaksian kita dengan baik.

Doa:  Tuhan Yesus terima kasih untuk pilihan keselamatanMu bagi kami, tolong kami agar kami mampu menjaganya melalui tugas panggilan pelayanan kami. Amin.-

*sumber : SHK bulan Maret 2021, LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *