Santapan Harian Keluarga, 8 Juni 2021, “NYANYIAN SYUKUR ATAS BERKAT TUHAN “

Sebuah legenda Yahudi kuno mengisahkan bahwa setelah menciptakan dunia, Allah memanggil para malaikat dan menanyakan pendapat mereka. Salah satu malaikat berkata: “Ada satu yang kurang, yaitu suara pujian bagi Sang Pencipta”. Maka Allah pun menciptakan musik yang terdengar melalui desiran angin dan nyanyian burung. Allah juga memberikan karunia pujian bagi manusia. Sepanjang masa nyanyian dan musik telah memberkati banyak orang. Nyanyian pujian kepada Allah untuk memuliakan Nama-Nya, serta menghibur dan menguatkan kita sebagai umat manusia. Itulah sebabnya pemazmur mengajak umat Tuhan dan kita semua untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Nyanyian baru adalah ungkapan syukur atas berkat Tuhan, penyertaan dan tuntunan-Nya bagi kita semua. Menyanyi untuk Tuhan, memuji dan memuliakan nama-Nya melalui seluruh sikap serta perilaku hidup kita. Mengapa kita kita harus menyanyi dan memuji Tuhan? Pemazmur katakan, Tuhan Maha Besar dan sangat terpuji, IA lebih dahsyat dari segala allah. Itulah sebabnya kesaksian pemazmur ini mengajak kita sekeluarga untuk menyanyi dan memuji serta memuliakan Tuhan melalui seluruh sikap dan perilaku hidup kita. Kita memuji dan memuliakan Tuhan bukan supaya Dia baik, tetapi karena Dia baik. Bukan supaya Tuhan menolong kita, tetapi karena Dia justru telah menolong kita. Bukan supaya Tuhan tampak agung dan mulia, namun Dia memang benar-benar agung dan mulia. Tanpa nyanyian serta puji-pujian kita, keagungan dan kemuliaan Tuhan tidak akan berkurang sedikitpun. Artinya keagungan dan kemuliaan Tuhan tidak ditentukan dari puji-pujian kita. Namun sebagai orang yang telah menikmati keselamatan dalam Tuhan Yesus, kita patut bersyukur dan memuliakan Tuhan, atas kebesaran cinta kasih-Nya bagi kita.   

Doa : Tuhan kami mau menyanyi dan memuji-Mu melalui seluruh hidup kami, sebagai kesaksian akan kebesaran cinta kasih-Mu. Amin.-

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *