Santapan Harian Keluarga, 15-21 April 2018

[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Minggu, 15 April 2018

bacaan : 1 Yohanes 2 : 1-6

Kristus pengantara kita

Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. 2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. 3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. 6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Mengenal Tuhan berarti menuruti PerintahNYA

Bety ada masalah deng dia pung birmang di sabala ruma. Bety pung hati balisa tagal sabang baku tatongka di jalang, dia pung birmang ni putar muka, labe lai dia putar jalang. Bety harap ada orang yang bisa jadi jombatang par biking bae dong dua. Paitua satu tawar diri par jadi jombatang, mar apa yang paitua ni bilang par Bety biking, Bety seng biking akang. Bety ragu-ragu tagal dia seng talalu kanal paitua ni, Bety malah taru curiga lai par paitua tu. Akang pung laste, jombatang putus, masalah seng selesai dan Bety tinggal balisa tarus. Yohanes menulis surat kepada penerima suratnya yang ia panggil sebagai anak-anaknya, agar mereka jangan berbuat dosa. Tapi Yohanes juga sadar bahwa sebagai manusia yang hidup di dunia yang penuh tantangan dan cobaan ini, bukan tidak mungkin bagi “anak-anaknya” ini untuk jatuh ke dalam dosa. Karena itu Yohanes mengingatkan mereka melalui suratnya ini bahwa jika pada akhimya ada di antara mereka yang jatuh ke dalam dosa, dan itu berarti hubungan mereka dengan Tuhan menjadi rusak/ renggang, maka ada Tuhan Yesus Kristus yang bisa menjadi perantara bagi mereka untuk memulihkan kembali hubungan mereka yang rusak dengan Allah Bapa. Yesus adalah perantara/jembatan untuk menghubungkan kembali hubungan kita dengan Tuhan. Namun, syaratnya: Kita mesti mengenal Tuhan Yesus dengan baik dan melakukan perintahNya. Tuhan Yesus yang adalah “jembatan”, yang takkan pernah putus. Sebab “Jembatan Yesus” benar-benar kuat dan kokoh. “Jembatan Yesus” patent dan tidak bisa rusak.

doa : Tuhan Yesus bantu katong par biking Bapa pung parenta dalang katong pung hidop ni jua, amin

Senin, 16 April 2018

bacaan : Yohanes 8 : 12-16

Yesus adalah terang dunia

12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” 13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.” 14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, 16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.

Mengikut Yesus Sang Terang Dunia

Terang, dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Fungsinya adalah untuk memberi cahaya, menerangi kegelapan dan memberikan energi. Terang membuat manusia dan makhluk hidup lainnya dapat beraktifitas. Manusia dan makhluk lainnya membutuhkan terang agar dengan terang mereka bisa melihat dan memberi respons yang tepat. Yesus menyebut diri-Nya sebagai “Terang Dunia” … Itu berarti : 1. Di dalam Dia, ada perubahan dari gelap menjadi terang. 2. Di dalam Dia ada kehidupan 3. Di dalam Dia segala yang tersembunyi dapat disingkapkan. Bila menyimak berita tentang dunia ini dan berbagai hal yang sedang terjadi di dalamnya seperti pembunuhan, perampokan, perzinahan, pemerkosaan dan sebagainya, maka itu gambaran bahwa dunia ini memang sedang berada di dalam kegelapan. Yesus adalah “Terang Dunia”. Andalkan Dia dalam hidup saudara, supaya terang-Nya memampukan saudara untuk dapat melihat apa isi dunia ini, apa yang sedang terjadi di dalamnya, lalu terang itu memberikan kemampuan untuk memberikan respons yang benar. ‘Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Itulah ajakan Yesus bagi kita.

doa : Ya Tuhan , jadilah terang bagi kami supaya kami selalu berjalan dalam terangMu, amin

Selasa, 17 April 2018

bacaan : 2 Korintus 2 : 5-11

Harus diampuni orang yang bersalah

5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya–supaya jangan aku melebih-lebihkan–,hati beberapa orang di antara kamu. 6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, 7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. 9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu. 10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, –seandainya ada yang harus kuampuni–,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, 11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Lakukanlah, karena Yesus telah Lebih Dulu Melakukannya

Melayani, melayani lebih sungguh (2x)

Tuhan lebih dulu melayani kepadamu,

Melayani, melayani lebih sungguh.

Mengasihi…. Mengampuni

Lagu diatas mengingatkan kita untuk melakukan apa yang telah lebih dulu Tuhan lakukan kepada kita. Ada kata bijak yang bilang begini: “Saat seseorang bersalah terhadap kita dan tidak mau memberikan pengampunan kepadanya, itu sama halnya dengan kita minum racun dan mengharapkan orang itu mati. “Mengampuni”, adalah hal yang Tuhan kehendaki kita lakukan, karena Ia telah lebih dahulu melakukannya bagi kita. Dalam suratnya kepada orang-orang di Korintus, Paulus mengidentikkan pengampunan dengan peperangan. Menurut Paulus, jika orang percaya tidak mau saling mengampuni, itu sama halnya dengan memberikan kesempatan bagi iblis untuk memecah .. belahkan kehidupan tentara Kristus (11). Saudaraku, adalah benar jika kita menegur orang yang melakukan kesalahan, tetapi tidak berhenti sampai di situ saja, Teguran itu harus diikuti dengan memberi pengampunan. Dalam doa Bapa kami kita berkata: “seperti kami juga mengampuni “. Sudahkah kita melakukannya? Renungkanlah dan jawablah.

doa : Tuhan buatlah kami menjadi orang yang selalu melepaskan pengampunan, amin

Rabu, 18 April 2018

bacaan : 1 Korintus 4 : 6-13

Rendahkanlah dirimu

6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: “Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain. 7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya? 8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu. 9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. 10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina. 11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, 12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; 13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

Meneladani Yesus berarti Merendahkan Diri

Superior adalah sikap yang dibenci banyak orang. Namun tidak sedikit orang yang merasa dirinya begitu hebat, begitu penting dan pada akhimya membuatnya menjadi sangat arogan, angkuh dan sombong. Paulus mengoreksi sikap sebagian orang di Korintus yang  menganggap dirinya penting dengan mengatakan: “sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? … menerimanya (7). Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak di antara kita, termasuk kita yang adalah pelayan Tuhan menjadi sangat sombong dan membanggakan diri karena telah dipakai Tuhan secara luar biasa. Kita begitu tersanjung dengan pujian manusia. Padahal kedaulatan Tuhan dalam memilih siapa yang akan dipakaiNya tidak ada hubungannya sama sekali dengan kita. Sama dengan yang lain, kita ini hanya debu. Kita datang ke dunia ini dengan telanjang, tidak membawa apa-apa. Dan kita akan kembali kepada-Nya dengan tangan hampa, tidak ada yang bisa kita bawa. Semua yang ada pada kita ini punya Tuhan yang dititipkan-Nya bagi kita. Dan karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk bermegah, untuk merasa diri penting, apalagi sampai menganggap rendah orang lain. Sebaliknya kita didorong untuk hidup dengan rendah hati seorang terhadap yang lain.

doa : Tuhan ajarilah kami untuk tidak menggangap diri lebih baik dan lebih penting dari orang lain, amin

Kamis, 19 April 2018

bacaan : 1 Korintus 4 : 14-17

14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. 15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. 16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! 17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.

Menegur Bukan Berarti Tidak Disukai

Teguran dianggap sebagai hal yang membuat kita menjadi malu, sehingga banyak orang yang tidak dapat menerima jika ia ditegur, apalagi jika teguran itu dibuat di depan banyak orang. Kepada jemaat di Korintus, Paulus mengatakan bahwa ketika mereka ditegur, bukan berarti Paulus ingin mempermalukan mereka. Tetapi teguran yang diberikan kepada mereja bertujuan untuk mendidik mereka agar mereka menjadi lebih baik. Saudaraku, jika dalam kehidupan kita, ada orang yang memberikan teguran kepada kita, anggaplah bahwa orang itu sedang mengasihi kita dan tidak ingin kita terus melakukan kesalahan. Anggaplah bahwa orang itu sangat menginginkan kita berhasil, sukses dan menjadi lebih baik. Jika anggapan kita demikian, maka kita takkan berpikir negatif tentang seseorang yang memberikan teguran kepada kita, sebaliknya kita akan berterima kasih karena orang itu begitu mengasihi kita sehingga ia memberikan perhatian penuh kepada kita dan bisa menemukan kekurangan kita lalu berusaha untuk memperbaiki kita. Marilah selalu berpikir positif tentang orang yang mau memberikan teguran kepada hidup kita.

doa : Tuhan biarkanlah kami selalu berpikir positif jika ada yang menegur kami, amin

Jumat, 20 April 2018

bacaan : 1 Korintus 4 : 18-21

18 Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu. 19 Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. 20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. 21 Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?

Peka dan Tanggap terhadap teguran

Setiap orang tua selalu menghendaki anak-anaknya menjadi orang baik, berguna dan sukses. Karena itu selain membiayai, mendorong, memberikan motivasi, menasihati, orang tua juga memberikan teguran. Teguran yang diberikan terkadang dengan lembut dan penuh kasih sayang, tetapi sering juga dengan tegas dan terkesan marah-marah. Setelah menyampaikan beberapa pertanyaan dengan nada marah dan nasehat kepada jemaat Korintus karena sikap angkuh mereka, Paulus menunjukkan sikap seorang ayah terhadap anak­ anaknya. Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut? Dengan pertanyaan ini Paulus berharap agar  jemaat sadar dan berubah sehingga tidak perlu ada cambuk. Tuhan juga menginginkan kita untuk cepat tanggap terhadap teguran yang sering Tuhan lakukan kepada kita dengan cara-Nya. Jangan kita terlambat sadar dan berubah. Tuhan tidak ingin mencambuk, namun jika sebagai anak kita tidak sadar dan berubah, maka bukan tidak mungkin, kita akan menerima cambukan.

doa : Tuhan tegurlah kami dengan Cinta KasihMU dan buatlah kami mendengarnya, amin

Sabtu, 21 April 2018

bacaan : Filipi 3 : 17 – 4 : 1

Nasihat-nasihat kepada jemaat

17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Mari Mengenal Yesus Lebih Dekat lagi

Menjadi warga Negara sorga adalah kerinduan kita semua. Paulus menyampaikan kepada warga jemaat di Filipi bahwa mereka adalah warga Negara Sorga yang tinggal di dunia ini. Namun ada di antara mereka yang yang memberikan teladan yang salah sehingga Paulus mesti mengingatkan mereka. Paulus tidak sekedar mengingatkan, dia menjadikan dirinya sebagai teladan bagi jemaat. Menjadikan diri sebagai teladan bukan berarti Paulus mengganggap dia telah sempurna sebagai seorang pengikut Yesus. Paulus memiliki pengalaman iman yang luar biasa dalam perjumpaannya dengan Tuhan, namun hal itu tidak membuat dia menjadi sombong rohani dan berpuas diri. Malah dia terus mencari dan mencari Yesus agar mengenalNya lebih dalam lagi. Saudaraku, sekalipun kita telah sadar dan tahu bahwa kita telah menjadi warga Negara Surga. Saat dibaptis, kita menerima tanda dan meterai kewarganegaraan sorga itu. Namun tanda dan meterai tidaklah cukup. Sebagaimana Paulus yang terus mencari dan berusaha untuk mengenal Yesus lebih dekat lagi, maka marilah kita terus mencari dan mengenal Yesus lebih dalam lagi. Jadikan Dia sebagai tamu istimewa kita, sahabat karib kita yang takkan pernah kita lupakan, dan membuat kita tidak ragu untuk mengandalkan Dia.

doa : Tuhan buatlah kami lebih lagi mengenal-Mu dan hidup menyerupai-Mu, amin

*sumber : Santapan Harian Keluarga LJP-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey 
Fatal error: Uncaught exception 'wfWAFStorageFileException' with message 'Unable to save temporary file for atomic writing.' in /home/k2376458/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:30 Stack trace: #0 /home/k2376458/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(650): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/k2376458/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/k2376458/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 30