SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK), Minggu, 31 Oktober 2021
“Menyenangkan Allah“
1 Tesalonika 2 : 1 – 12
Melakukan kebaikan kepada semua orang merupakan semangat yang selalu disuarakan terutama oleh gereja. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, apa motivasi di balik perbuatan baik yang kita lakukan? Apakah untuk menyenangkan hati Allah atau sebaliknya demi kepuasan dan keuntungan diri sendiri? Rasul Paulus dalam bacaan kita menunjukan dirinya sebagai sosok teladan yang baik yang dapat dicontohi. Ia akui dalam menjalani tugas pelayanannya melewati banyak tantangan termasuk dianiaya dan dihina tetapi ia menjalani semuanya semata-mata karena kasih kemurahan Tuhan. Motivasi rasul Paulus sangat jelas yaitu untuk menyukakan hati Tuhan. Untuk menyukakan hati Tuhan itu, ia tidak mempersoalkan setiap tantangan yang ia hadapi. Bahkan dengan sukacita tanpa membebani orang lain dan kasih seperti yang digambarkan olehnya “seperti seorang ibu mangasuh dan merawati anaknya” juga “seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu”. Sebagai manusia kita cenderung melakukan kebaikan dengan motivasi yang tidak benar di hadapan Tuhan.

Sadar atau tidak, perbuatan baik yang kita lakukan terkadang untuk mendapatkan pujian dan menguntungkan diri sendiri. Bahkan tidak disertai dengan kasih dan sukacita. Sikap dan perbuatan baik Paulus yang disertai cinta kasih termasuk memberitakan injil patutlah diteladani. Semua yang dilakukannya itu dengan motivasi yang jelas yaitu memprioritaskan Allah. Kita diingatkan untuk tetap belajar melakukan sesuatu dengan sungguh, bukan untuk dilihat oleh manusia tetapi sebaliknya untuk menyenangkan hati Allah.
Doa: Tuhan, mampukan kami menyenangkan hati-Mu lewat sikap dan perbuatan kami, Amin.

