fbpx

SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK), Selasa 16 November 2021

HIDUP BERBELA RASA

Pembacaan Alkitab : Keluaran 22 : 25- 27

Ada tiga reaksi ketika kita menjumpai seseorang yang malang hidupnya: Pertama, ada yang memandang rendah karena ia merasa dirinya lebih berkuasa; kedua, ada yang merasa tidak peduli sehingga tidak merasa perlu untuk menolong. Dan ketiga, tergerak oleh belas kasihan sehingga mendorongnya untuk memberi pertolongan. Saat hati seseorang berpusat pada diri sendiri maka ia akan mengabaikan hidup orang miskin. Sebaliknya, hati yang berbela rasa akan mendorongnya untuk menolong mereka yang menderita. Di masa lalu, kehidupan para janda, orang asing, dan anak-anak yatim kerap diperlakukan tidak adil. Dan Allah berfirman kepada orang-orang Israel untuk tidak menindas mereka yang lemah. Allah mengingatkan bahwa dulu mereka adalah orang asing, menderita, dan tertindas di Mesir. Allah menunjukkan betapa menderitanya hidup sebagai orang asing yang tertindas. Pengalaman itu akan selalu mengingatkan mereka untuk tidak menindas keberadaan orang-orang yang miskin. Allah juga mengingatkan agar kita menaruh sikap berbela rasa kepada mereka yang malang hidupnya. Ketika kita melihat orang yang lapar dan haus, kita harus memberinya makan dan minum. Artinya, tanggung jawab untuk memperhatikan dan berbela rasa kepada para janda, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin adalah panggilan kita sebagai orang-orang yang telah menerima belas kasihan dan anugerah Allah. ketika kita adalah AnakNya tentu kita mewarisi karakterNya, hiduplah berbela rasa dengan sesama manusia dari hati bukan karena ingin menjadi pusat perhatian.

D O A
Ya Tuhan, Ajarlah kami untuk memiliki hati yang berbela rasa kepada mereka yang lemah dengan tulus. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *