SANTAPAN HARIAN KELUARGA (SHK) Senin, 13 Juni 2022
Yesaya 44 : 1 – 5
Kasih Tuhan Tetap Sama, Dulu, Sekarang dan Selamanya
Yesus, Tuhan, mulialah nama-Nya. Yesus, Allahku, besar kasih-Nya. Dahulu, sekarang dan s’lama-lamanya, kasihNya tak pernah berubah…” Inilah sebagian syair lagu “Dia Sanggup” karya Wawan Yap. Melalui lagu ini, Yap ingin bersaksi bahwa kasih Allah bagi umat-Nya tetap sama dan tidak berubah oleh waktu maupun keadaan.
Melalui Yesaya, Allah juga mau mengatakan kepada Israel, bahwa sekalipun Israel sudah banyak melakukan kesalahan dan dosa, sehingga mereka patut dihukum, namun kasih sayang-Nya kepada mereka tidak berubah dulu, sekarang dan selamanya. Jika Allah memberi hukuman, itu bukan karena Allah benci, tetapi justeru itulah bukti cintaNya yang menghendaki Israel bertobat dan berbalik kepada-Nya. Penyebutan nama Yakub yang memiliki arti “memegang tumit” dan “penipu” serta Yesyurun, dari kata yasar, yang berarti “lurus/ benar” mau menegaskan bahwa Israel gagal memberlakukan kehendak Allah dalam hidup mereka, tetapi status mereka sebagai umat pilihan-Nya tidak berubah. Allah telah menjadikan dan membentuk Israel dari kandungan, IA juga akan terus menolong mereka. Selalu ada berkat yang tercurah bagi mereka.
Berkat yang digambarkan dengan curahan air dan hujan yang memungkinkan rumput dan pepohonan tumbuh subur sehingga menjadi sumber kehidupan bagi mereka. Bukan hanya itu tetapi Allah mencurahkan roh-Nya untuk menuntun mereka sehingga Israel tidak perlu takut. Hasil dari pencurahan Roh Tuhan akan membuat mereka bertobat dan menyebut diri mereka sebagai “kepunyaan TUHAN”. Saudaraku, apa yang terjadi atas umat Israel juga terjadi atas kehidupan kita. Kasih Allah bagi kita tak berubah, dulu, sekarang dan selamanya.
Mari balas kasih-Nya melalui sesama dan ciptaan lainnya. Sayang sesama, kalesang lingkungan…!!
Doa : Tuhan, tolong kami untuk membalas kasihMu yang tak pernah berubah dengan sayang sesama dan kalesang lingkungan. Amin
Sumber Foto : www.google.com

